Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

PRINSIP “JANCUKAN” DALAM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Akhmad Riduwan; Andayani Andayani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.08.10022

Abstract

Abstrak: Prinsip “Jancukan” dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Penelitian ini bertujuan menelaah kemungkinan peningkatan readability dan understandability laporan keuangan melalui kerangka konseptual pelaporan keuangan dan turunannya. Metode content analysis diterapkan pada Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Laporan Keuangan Emiten, dan hasilnya dijustifikasi dengan terminologi “jancuk” sebagai refleksi. Hasil analisis menunjukkan laporan keuangan seharusnya tidak hanya merepresentasikan fenomena ekonomi dengan “angka”, tetapi perlu memberikan deskripsi melalui ungkapan “kata-kata” untuk meningkatkan pemahaman pengguna. Dengan istilah Suroboyoan, laporan keuangan harus disajikan berdasarkan Prinsip “Jancukan.” Artinya, akuntan wajib berprinsip “JANgan CUKup [berhenti di] ANgka”; atau “JANgan [merasa] CUKup [menyajikan] ANgka.” Abstract: The "Jancukan" Principle in Accounting and Financial Reporting. This study aims to examine the possibility of increasing the readability and understandability of financial statements through the conceptual framework of financial reporting and its derivatives. The content analysis method is applied to the conceptual framework, financial accounting standards, financial reporting, and the results are justified by the term "jancuk" as reflection. The analysis shows that financial reporting should not only represent economic phenomena with "number," but also need to describe the expression "words" to increase users understanding. With the term Suroboyoan, financial reporting must be presented based on the "Jancukan” ("Don't stop enough numbers” or “don't present numbers enough").
LOGICAL FALLACY DALAM RISET AKUNTANSI POSITIVISME Akhmad Riduwan; Andajani Andajani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.27

Abstract

Abstrak – Logical Fallacy dalam Riset Akuntansi Positivisme.Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesesatan nalar yang terjadi dalam riset akuntansi positivisme.Metode – Penelitian ini mengimplementasikan critical literature review sebagai metode.  Objek review adalah artikel riset yang terpublikasi pada jurnal-jurnal akademik, khususnya riset yang menganalisis sifat dan perilaku manusia.Temuan Utama – Kesesatan nalar dalam menetapkan proksi variabel perilaku manusia pada riset akuntansi positivisme masih sering terjadi.  Hal ini juga terjadi pada aspek pengukuran variabel. Kesesatan nalar tersebut terjadi karena adanya pelanggaran prinsip silogisme, yang mungkin terjadi secara senagaja atau tidak sengaja.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penetapan proksi dan pengukuran variabel perilaku manusia dalam riset akuntansi positivisme sangat memerlukan penalaran logis. Tanpa penalaran logis, riset akuntansi akan menghasilkan narasi-narasi gimmick, mengecoh, dan tidak bermanfaat dalam pengembangan ilmu maupun praktik akuntansi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengungkapkan kesesatan nalar dalam riset akuntansi positivisme yang belum pernah dilakukan oleh peneliti lain. Abstract: Logical Fallacy in Positivism Accounting ResearchMain Purpose – This study aims to reveal the logical fallacies in positivism accounting research.Method – This study implements critical literature review as a method. The object of the evaluation is research articles published in scholarly journals, especially research that analyzes human nature and behavior.Main Findings – Logical fallacies in setting proxies for human behavior variables in positivism accounting research still often occur. The errors also appear in the aspect of variable measurement. This fallacy occurs because of a violation of the principle of syllogism, which may occur intentionally or unintentionally.Theory and Practical Implications - Determination of proxies and measurement of human behavior variables in positivism accounting research requires logical reasoning. Without logical reasoning, accounting research will produce gimmick narratives, misleading, and useless in accounting science and practice development.Novelty - This study reveals the logical fallacies in positivism accounting research that other researchers have never done.
PERAN AKUNTANSI DALAM PERTANGGUNGJAWABAN SOSIO-EKOLOGI Akhmad Riduwan; Andayani Andayani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.69 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2018.04.9012

Abstract

Abstrak: Peran Akuntansi dalam Pertanggungjawaban Sosio-Ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk  memahami peran akuntansi dalam penyajian informasi triple bottom line. Metode yang digunakan adalah refleksi pada teori etika keutamaan Aristoteles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk melaksanakan tanggungjawab sosio-ekologi  dan mengimplementasikan strategi triple bottom line demi keberlanjutan bisnis. Untuk memenuhi tujuan tersebut, perusahaan melaporkan tanggung jawab triple bottom line dalam laporan keuanga. Hal ini dilandasi oleh kesadaran manajemen, bukan sekadar memenuhi kewajiban normatif. Dari perspektif etika keutamaan Aristoteles, perusahaan menjunjung tinggi sifat baik, mulia, bermutu, dan bernilai.Abstract: The Role of Accounting in Socio-Ecological Accountability. This study aims to understand the role of accounting in presenting triple bottom line information. The method used is a reflection on the ethical theory of Aristotle's primacy. This study shows that the company is committed to carrying out socio-ecological responsibilities and implements the triple bottom line strategy for business sustainability. To meet these objectives, the companies report triple bottom-line responsibilities in financial statements. This is based on management awareness, not just fulfilling normative obligations. From the perspective of Aristotle's primacy ethics, the company upholds the qualities of good, noble, quality, and valuable.
SUSTAINABILITY REPORTING: TEXTS AND TRACES OF MEANING Riduwan, Akhmad; Andajani, Andajani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.1.03

Abstract

Abstrak – Pelaporan Keberlanjutan: Teks dan Jejak MaknaTujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsistensi antara teks dalam laporan keberlanjutan dan aksi-aksi nyata perusahaan.Metode – Penelitian ini menggunakan metode konten analisis dengan mengadopsi pemikiran Derrida. Objek penelitian ini adalah laporan keberlanjutan lima perusahaan publik dan nonpublik di Indonesia.Temuan Utama – Laporan keberlanjutan disusun dengan taktik manajemen kesan berdasarkan kepentingan. Teks naratif dan visual dalam laporan keberlanjutan tidak seluruhnya konsisten dengan aksi nyata perusahaan. Teks laporan keberlanjutan merefleksikan empat makna yang berbeda, yaitu sesuai fakta, mendistorsi fakta, menyembunyikan fakta, dan tidak sesuai fakta.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penelitian ini membuka wawasan dekonstruktif dalam membaca dan memaknai teks-teks laporan keberlanjutan. Pada aspek teoretis, prinsip “substansi mengungguli bentuk” perlu diadopsi dalam pelaporan keberlanjutan seperti prinsip yang diterapkan dalam pelaporan keuangan.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini dilakukan dengan landasan asumsi ontologis Derrida tentang penelusuran teks. Abstract – Sustainability Reporting: Text and Traces of MeaningMain Purpose—This study aims to explore the consistency between the text in sustainability reports and companies' actual actions.Method—This study employs content analysis methods, drawing on Derrida's thinking. Its object is the sustainability reports of five public and nonpublic companies in Indonesia.Main Findings—Sustainability reports are compiled using impression management tactics based on interests. The narrative and visual texts in sustainability reports are not entirely consistent with companies' actual actions. The texts of sustainability reports reflect four different meanings: factual, distorting facts, concealing facts, and non-factual.Theory and Practical Implications—This study opens up a deconstructive perspective on reading and interpreting sustainability reports. On the theoretical aspect, the principle of 'substance over form' needs to be adopted in sustainability reporting, similar to the principle applied in financial reporting.Novelty – This research was conducted based on Derrida's ontological assumption about the meaning of the text.
PAJAK DAN SEDEKAH DALAM KESADARAN MENTAL ACCOUNTING DAN PANCASILA Riduwan, Akhmad; Andajani, Andajani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2023.14.3.30

Abstract

Abstrak – Pajak dan Sedekah dalam Kesadaran Mental Accounting dan PancasilaTujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk memahami kesadaran di balik fenomena tindakan pelaku usaha yang taat membayar pajak dan bersedekah.Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah dua orang pelaku UMKM.Temuan Utama – Kesadaran subjek atas ketaatan membayar pajak dan bersedekah merefleksikan noneconomic mental accounting. Pertimbangan non-ekonomik menjadi account reference point yang dominan. Kesadaran ketuhanan, kemanusiaan, kebersamaan, kebijaksanaan, dan keharmonisan merupakan account reference point dari mental accounting yang merefleksikan nilai-nilai Pancasila.Implikasi Teori dan Praktik – Ketaatan membayar pajak memerlukan pertimbangan nonekonomik. Selain itu, ketaatan ini memerlukan keikhlasan, seperti halnya bersedekah.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengungkapkan kesadaran subjek membayar pajak dan bersedekah berdasarkan mental accounting, yang direfleksikan pada nilai-nilai Pancasila. Abstract - Tax and Almsgiving in Mental Accounting and Pancasila AwarenessMain Purpose - This research aims to understand the consciousness  behind the phenomenon of the actions of business actors who obey paying taxes and giving alms.Method - This research uses descriptive qualitative method. Informants in this research are two MSME actors.Main Findings - The subject's awareness of the obedience to pay taxes and charity reflects the tax and giving alms reflects noneconomic mental accounting. Considerations Non-economic considerations become the dominant account reference point. Awareness of divinity, humanity, togetherness, wisdom, and harmony are the account reference points of mental accounting that reflects the values of Pancasila.Theory and Practical Implications - Tax compliance requires non-economic considerations. In addition, this obedience requires sincerity, just like giving alms.Novelty - This research reveals the subject's awareness of paying taxes and giving alms based on mental accounting. based on mental accounting, which is reflected in the values of Pancasila.