Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Studi tentang Perilaku Perundungan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bima Chiani, Saraswati Haylian; Sulami, Neti; Windari, Arindiah Puspo; Irawan, Bambang; Indrayani, Novi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.721 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i2.444

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan sementara itu subyek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, siswa-siswi yang terkait perihal perilaku perundungan disekolah, remaja (siswa SMA kelas 10, 11 dan 12). Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah sekolah Sekolah Menengah Kejuruan baik Negeri dan Swasta di Kabupaten Bima yaitu SMKN 2 Soromandi dan SMK Kasman Bima, hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tindakan perundungan di sekolah dimulai dari sekolah dasar dimana siswa yang melakukan perundungan merupakan  korban perundungan juga sehingga hal tersebut terbawa sampai seterusnya dan dianggap hal yang normal dan dikarenakan adanya faktor keluarga yang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang orang tua dan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua kepada siswa disebabkan mayoritas orang tua siswa adalah petani yang lebih banyak yang normal dan dikarenakan adanya faktor keluarga yang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang orang tua dan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua kepada siswa disebabkan mayoritas orang tua siswa adalah petani yang lebih banyak menghabiskan waktu di lading dan sawah sehingga tidak ada kontrol dan bimbingan kepada anak. Selain itu, tindakan perundungan yang dilakukan siswa kepada siswa lain lebih banyak adalah perundungan secara verbal yaitu saling mengolok atau mengejek nama orang tua yang dimana hal tersebut kurang mendapatkan atensi dari pihak guru dan sekolah serta sekolah hanya fokus pada tahap penyelesaian masalah tanpa melakukan pendampingan lebih lanjut terhadap siswa yang dirundung dengan melihat kondisi psikologis anak.
Persepsi Masyarakat Atas Penggunaan Transportasi Online (Studi Kasus Di Kota Bima) Muniarty, Puji; Rimawan, M; Ovriyadin, Ovriyadin; Haryanti, Intisari; Sulami, Neti
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 8 No 1 (2025): Artikel Riset Januari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v8i1.1874

Abstract

Basically, there will definitely be pros and cons to the use of online transportation between Grab users. It is not surprising that currently the use of online transportation, commonly called grab, is in great demand by peoPle in Bima City, NTB, considering that currently Covid-19 is really troubling the psychology of the community. Covid-19 changes people's buying behavior because information is increasingly clear that the impact of Covid-19 shows a high mortality rate. So that people are limited by space and fear of interacting directly with sellers or consumers. The study population was users of online transportation with the use of sampling techniques, namely purposive sampling, quantitative approach, followed by in-depth interviews through interviews with 7 informants. The data analysis technique used the mix method, namely to measure the accuracy of the data statistically by using one sample test, while qualitatively by describing the results of the interview. The results of the study explain that the use of online transportation (GRAB) has a significant positive effect. Public perception is proven that it can influence people's views of online transportation. Because Grab provides services to the community, from performance to attributes it can affect public perceptions. The public perception of online transportation is good or bad, depending on the performance of the Grab drive it self.
GAMBARAN PEMBERIAN MENU SEHAT MPASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN BIMA Purnama, Yati; Sulami, Neti
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i1.2888

Abstract

One of the factors can directly affect stunting in children under the age of two is the intake factor, including breast milk (ASI) and complementary foods for breast milk (MPASI). MPASI is food or drink that contains nutrients and is given to infants or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Appropriate complementary feeding is an effort can reduce stunting rates and increase child survival. A good complementary food is fulfilling the requirements on time, nutritionally complete, sufficient and balanced, safe, and given in the right way.This study aims to find out the description of giving a healthy complementary food menu to prevent stunting, the time of giving the first complementary food, the history of breastfeeding, knowing the type of complementary food given to children, knowing the texture of the complementary food given to children and knowing the portion of complementary food each meal.This research is a quantitative research, conducted in Bima, NTB. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires and observations. The data analysis used in this study was univariate.The results showed that most of the toddlers received complementary foods according to the time of administration, namely from the age of 6 months by 75%, most of the respondents were still wrong in determining the texture of complementary foods by 77%, most of the respondents were less precise in the frequency of giving complementary foods by 75%, most of them respondents in terms of the portion of complementary feeding has been appropriate by 59%, some respondents in giving complementary food have not applied the healthy menu of complementary food 4 stars by 73%.
Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Usia 0-6 Bulan Tentang Metode Amenorea Laktasi Sebagai Kontrasepsi Alami Di Puskesmas Mpunda Tahun 2022 Naningsih, Nur; R.A, Dian Mariza; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.5

Abstract

Dalam mewujudkan visi dan misi keluarga berencana nasional diperlukan upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa pada wanita dengan usia 15-49 tahun yang menggunakan KB sebesar 59,7% dan yang tidak menggunakan KB sebesar 40,2%. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui Tingkat Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Usia 0-6 Bulan Tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) Sebagai Kontrasepsi Alami di Puskesmas Mpunda Tahun 2022. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi sebanyak 196 orang. Sampel sebanyak 66 orang. Teknik sampling menggunakkan Purposive sampling. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu menyusui usia 0-6 bulan berdasarkan umur sebagian besar pada kategori usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 73%, berdasarkan pendidikan pada kategori pendidikan menengah yaitu sebesar 62%, berdasarkan pekerjaan pada kategori tidak bekerja sebesar 53% dan pengetahuan ibu menyusui usia 0-6 bulan tentang MAL yaitu pada kategori pengetahuan baik sebesar 77%. Kesimpulan : Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu menyusui usia 0-6 bulan memiliki pengetahuan yang baik sebesar 77%. Saran : Bisa menjadi bahan masukan bagi Puskesmas Mpunda dalam menjalankan program yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak khususnya dalam program kontrasepsi.
Gambaran Pengetahuan Akseptor Kb Suntik 3 Bulan Tentang Efek Samping Kb Suntik 3 Bulan Di Kelurahan Melayu Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima Naturohman, Astriani; Hayati, Zahratul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.13

Abstract

Keluarga Berencana merupakan suatu program yang membantu pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera dengan cara perencanaan kehamilan dan sebaliknya menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Setyaningrum, 2016). Kenaikan berat badan pada akseptor kontrasepsi Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) per tahun 2,3 – 2,9 kg. Tujuan : penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran pengetahuan Akseptor KB tentang efek samping KB suntik 3 bulan di Puskesmas Mpunda Tahun 2023. Jenis penelitian: ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB Suntik 3 bula di kelurahan melayu sebanyak 32 responden. Sampel dalam penelitian ini di ambil menggunakan Total sampling sebanyak 32 responden. Teknik sampling menggunakkan Total sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa kriteria responden berdasarkan umur berada pada kelompok dengan rentang umur 20-35 tahun sebanyak 23 responden (71,9%). Kriteria responden berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa dari 32 responden tingkat pendidikan yang paling banyak adalah menengah (SMA) yaitu sebanyak 18 responden (56,2%). Kriteria responden berdasarkan pekerjaan menunjukkan bahwa sebagai besar responden dengan tidak bekerja (IRT) yaitu 24 responden (75%). Tingkat pengetahuan responden tentang efek samping KB Suntik 3 Bulan adalah Yang memiliki pengetahuan baik adalah 24 orang (75%), pengetahuan cukup adalah 7 orang (21,9%), pengetahuan kurang adalah 1 orang (3,1%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa pengetahuan Akseptor KB tentang efek samping KB suntik 3 Bulan adalah sebagian besar responden berpengetahuan Baik sebanyak 24 orang (75%). Dan ini merupakan Jawaban dari Tujuan umum penelitian. Saran: dari hasil penelitian yang didapatkan tingkat pengetahuan responden adalah Baik, namun sebaiknya responden dapat meningkatkan lagi pengetahuan kesehatan dengan cara mengikuti penyuluhan, mencari informasi melalui smartphone dan media lainnya untuk menambah informasi mengenai efek samping KB suntik 3 Bulan
Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi Di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima Tahun 2023 Nurtasiah; Qamarya, Nurul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.25

Abstract

Latar belakang : Pijat bayi juga dikenal sebagai stimulasi sentuhan atau terapi sentuhan. Dikatakan terapi sentuhan karena melalui pijat bayi ini terjadi komunikasi yang nyaman dan aman antara ibu dan bayi. Pijat bayi merupakan salah satu terapi sentuhan yang dapat menjawab tiga kebutuhan dasar bayi, karena dalam praktiknya memasukkan unsur sentuhan berupa emosi, suara atau ucapan, kontak mata, gerakan dan pijatan. Dampak positif yang ditimbulkan dari pijat bayi umumnya bayi yang mendapat pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang . Resiko pijat bayi tersebut biasanya disebabkan oleh kelalaian praktisi pijat dalam memijat, salah pijat, dan kurangnya pengetahuan pemijat. Perihal ini sudah di buktikan oleh para pakar di Fakultas Medis Universitas Miami yang dipandu oleh tiffany Meter. Flied PhD, kalau bayi- bayi yang dipijat sepanjang 5 hari saja, energi tahan badannya hendak hadapi kenaikan sebesar 40% dibanding bayi- bayi yang tidak dipijat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di sejumlah 38 responden. Sampel sebanyak 38 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil Penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 19 orang (50%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (40%) dan pengetahuan kurang adalah 4 orang (10%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu kabupaten Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 19 responden (50%). Saran: Agar dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang pijat bayi.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya Penggunaan Bedak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Sumi Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Yanti; Sulami, Neti; Aliayati, Nini Niatullah
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.29

Abstract

Latar belakang: Bedak bayi adalah sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk menyerap keringat, mencegah adanya luka karena gesekan, dan karena mempunyai permukaan yang luas maka mungkin dapat mempunyai efek mendinginkan kulit dengan pemberian yang tepat. Resiko penggunaan bedak yang tidak tepat pada bayi dapat mengakibatkan beberapa ganguan kesehatan seperti iritasi, ganguan pernapasan, kanker paru-paru dan masih banyak lagi. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 23 maret 2024 di Puskesmas Lambu yang memiliki bayi bulan Januari sampe bulan maret 2024 tercatat sebanyak 38 orang ibu. Dan dengan melakukan instrumen terhadap 5 orang ibu yang memiliki bayi pada saat posyandu didapatkan bahwa 2 diantaranya memiliki pengetahuan tentang bahaya pemberian bedak pada bayi dan 3 orang tidak tahu sama sekali. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya Penggunaan Bedak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Sumi Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi sejumlah 38 responden. Sampel sebanyak 38 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 16 orang (42,1%), pengetahuan cukup adalah 19 orang (50,0%) dan pengetahuan kurang adalah 3 orang (7,9%). Kesimpulan: Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Bahaya penggunaan Bedak Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Sumi Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima dalam kategori cukup yaitu sebanyak 19 responden (50,0%).
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Pneumonia Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kurniawati; Qamarya, Nurul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.30

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita tertinggi di dunia. Pada kawasan Asia Tenggara, kasus ini sebanyak 186.965. Indonesia merupakan negara penyebab kematian Pneumonia kedua tertinggi di Asia Tenggara, dengan kasusnya sebanyak 19.671. World Health Organization telah menyatakan Indonesia menempati urutan ketiga jumlah perokok terbanyak di dunia. Anak dengan orangtua yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terpapar asap rokok karena mereka mempunyai kontak fisik yang lebih dekat dengan orangtuanya, serta dengan permukaan dan debu yang terkontaminasi oleh asap rokok. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu tahun 2024. Metodelogi Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan Ibu Tentang penyakit pneumonia . Sampel yaitu ibu sebanyak 30 orang. Teknik sampling yatitu total sampling Analisis data menggunakan analisis univariat dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu tahun 2024 berdasarkan umur sebagian besar pada kategori umur 20-35 tahun yaitu sebesar 83%, berdasarkan pendidikan sebagian besar pada kategori pendidikan menengah yaitu sebesar 63%. Dan berdasarkan pekerjaan sebagian besar pada kategori tidak bekerja yaitu sebesar 63%. Kesimpulan : Pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia tahun 2024 sebagian besar pada kategori cukup yaitu sebesar 77% Saran : pengetahuan yang dimiliki diperthanakan dan ditingkatkan sehingga dapat menekan angka kesakitan pada anak yang mengalami penyakit pneumonia
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL UNTUK MPASI 4 BINTANG GUNA PENCEGAHAN STUNTING BAGI BALITA Sulami, Neti; Qamarya, Nurul; Mariza, Dian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32032

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Kantor Desa Bre Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-12 tahun untuk mengembangan panganan lokl yang dikonsumsi oleh keluarga dalam keseharian menjadi menu sehat makanan pendamping ASI (MPASI) 4 bintang dalam Upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang suatu komunitas dengan partisipasi aktif dari anggotanya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan adanya Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat membantu ibu – ibu untuk meningkatkan angka kecukupan gizi balita usia 6-12 bulan dalam menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dihadiri oleh ibu balita usia 6-12 bulan, bidan desa, kader stunting, Kepala Desa, pemateri PMBA yang memberikan materi tentang pentingnya pemberian MPASI yang tepat, mememuhi kandungan gizi, tekstur dan dan cara pemberian yang baik dan benar, panganan lokal yang dapat dijadikan sebagai menu sehat MPASI 4 bintang serta demonstrai cara pembuatan MPASI dari pangan lokal Masyarakat Desa Bre