Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi tentang Perilaku Perundungan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bima Chiani, Saraswati Haylian; Sulami, Neti; Windari, Arindiah Puspo; Irawan, Bambang; Indrayani, Novi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.721 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i2.444

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan sementara itu subyek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, siswa-siswi yang terkait perihal perilaku perundungan disekolah, remaja (siswa SMA kelas 10, 11 dan 12). Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah sekolah Sekolah Menengah Kejuruan baik Negeri dan Swasta di Kabupaten Bima yaitu SMKN 2 Soromandi dan SMK Kasman Bima, hasil dari penelitian ini diketahui bahwa tindakan perundungan di sekolah dimulai dari sekolah dasar dimana siswa yang melakukan perundungan merupakan  korban perundungan juga sehingga hal tersebut terbawa sampai seterusnya dan dianggap hal yang normal dan dikarenakan adanya faktor keluarga yang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang orang tua dan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua kepada siswa disebabkan mayoritas orang tua siswa adalah petani yang lebih banyak yang normal dan dikarenakan adanya faktor keluarga yang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang orang tua dan kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua kepada siswa disebabkan mayoritas orang tua siswa adalah petani yang lebih banyak menghabiskan waktu di lading dan sawah sehingga tidak ada kontrol dan bimbingan kepada anak. Selain itu, tindakan perundungan yang dilakukan siswa kepada siswa lain lebih banyak adalah perundungan secara verbal yaitu saling mengolok atau mengejek nama orang tua yang dimana hal tersebut kurang mendapatkan atensi dari pihak guru dan sekolah serta sekolah hanya fokus pada tahap penyelesaian masalah tanpa melakukan pendampingan lebih lanjut terhadap siswa yang dirundung dengan melihat kondisi psikologis anak.
Strategi Komunikasi Dalam Pendampingan Keluarga Risiko Stunting Di Wilayah Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak Indrayani, Novi; Casnuri; Maratusholikhah Nurtyas
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v15i01.382

Abstract

Kejadian stunting balita merupakan cerminan kurang gizi kronik yang didapatkan sejak dalam kandungan, keadaan ini akan berlanjut hingga remaja bahkan menjadi dewasa stunting dengan segala konsekuensinya. Stunting menyebabkan rendahnya skor kognitif, peluang mengenyam pendidikan tinggi menjadi berkurang, dan pendapatannya juga rendah. Stunting menyebabkan tingginya risiko penyakit sindrom metabolik/penyakit tidak menular. Upaya penting yang dilakukan untuk menekan angka stunting yaitu dengan pengenalan, pendampingan terhadap keluarga. Keluarga memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Karena itu, upaya pemberdayaan keluarga pun sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi dalam pendampingan keluarga risiko stunting yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga di wilayah Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode dekskriptif yaitu penelitian yang bersifat empiris dapat diamati sesuai kenyataan yang ada di lapangan selain itu juga menggunakan teknik wawancara, data-data dan dokumentasi yang langsung didapatkan dari sumber terpercaya. Data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan beberapa informan yang mengetahui seputar pencegahan stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga di wilayah Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak belum efektif dan optimal. Karena dalam setiap proses menjalakan program-program terhalang oleh terbatasnya tenaga pendamping. Terbatasnya tenaga pendamping membuat metode komunikasi hanya terbatas pada wawancara tidak terstruktur.
Nuteen: Langkah Awal Mendukung Program 8000 Hari Pertama Kehidupan: Nuteen: Initial Step to Support the First 8000 Days of Life Program Inayah, Inayah; Metty, Metty; Indrayani, Novi; Pratama, Adams Bagus; Simanjorang, Eta Hosana Eka Rizti Boru
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i4.6364

Abstract

Adolescents are an age group from children to adults who need good nutrition to create quality humans. The nutritional status of adolescents plays an essential role in the 8000 HPK and the future of the next generation. Based on previous studies in RT 007 Dusun Demangan, Ponogaran, Banguntapan, Bantul, there is no youth posyandu, only Paguyuban Muda Mudi. This association was formed to be involved in social activities. The formation of Nuteen is one way to form peer education or peer educators, which is expected to accelerate changes in healthy living behavior in anemia-free teenagers in preparation for 8000 HPK. Activities are carried out every Saturday afternoon. Activities will be carried out during June-December 2023. Providing education about anemia and the importance of maintaining food intake and nutritional monitoring practices for adolescents in preparation for 8000 HPK and independent calcal and outdoor discussions. Introduction of healthy, cheap, and nutritious local food with a demonstration and snack cooking competition to prevent anemia by teenagers. Giving pre and posttests to measure the level of knowledge of adolescents regarding anemia. The activity went well; 2 teenagers were anemic. Physical symptoms of anemia are felt by most teenagers. Local food ingredients can be applied in creating snack menus during competitions. Activities must be carried out routinely and continuously to improve adolescents' nutritional status and anemia status. The introduction of local food ingredients impacts references for healthy snacks for teenagers.
IMPLEMENTASI MODUL PENDAMPINGAN KELUARGA BAGI TIM PENDAMPING KELUARGA DI TINGKAT KALURAHAN SEBAGAI UPAYA PENURUNAN STUNTING Indrayani, Novi; Casnuri, Casnuri; Maratusholikhah Nurtyas, Maratusholikhah; Oktaviani, Fransiska Sela
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1046

Abstract

Latar belakang: Indonesia saat ini dihadapkan pada masalah kesehatan yang mengancam yaitu stunting. Saat ini fokus pemerintah dalam penanganan stunting antara lain melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan memiliki kontribusi sekitar 30% dalam pencegahan stunting. Jumlah baduta di Kalurahan Wedomartani sebanyak 58 baduta. Dari 58 baduta terdapat 18 baduta berisiko stunting dan 2 orang ibu hamil. Kalurahan Wedomartani merupakan salah satu kalurahan yang telah menjalankan program pendampingan keluarga dengan risiko stunting. Namun, pelaksanaan pendampingan terhadap keluarga risiko stunting belum maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Modul Pendampingan Keluarga Bagi Tim Pendamping Keluarga Di Tingkat Kalurahan Sebagai Upaya Penurunan Stunting. Metode : Penelitian Ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menganalisis serta mendeskripsikan fenomena yang diteliti. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara. Hasil: Penyusunan modul petunjuk penggunaan harus lebih terperinci sehingga lebih mudah untuk digunakan. Kesimpulan: Modul pelatihan bagi Tim Pendamping Keluarga dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pendampingan pada keluarga dengan risiko stunting sebagai upaya mempercepat penurunan stunting di tingkat kalurahan.
Sikap Ibu Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Era Pandemi Covid-19 Nita, Vio; Indrayani, Novi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.384

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian makanan kepada bayi berupa ASI saja tanpa tambahan makanan apapun kecuali obat dan air putih yang diminum bersama dengan obat dari usia 0-6 bulan. Jumlah ibu menyusui di Indonesia semakin menurun meskipun ASI eksklusif memiliki banyak keunggulan. Persentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Sleman tahun 2022 adalah 86,18%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ibu terhadap Pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi umur 6-12 bulan di Posyandu Ringinsari I dan Lestari I Bokoharjo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 responden semua ibu yang memiliki anak dengan usia 6-12 bulan yang berada di Posyandu Ringinsari I dan Lestari I Bokoharjo Prambanan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif dan sikap ibu yaitu p_value =0,001 (p<0,05) Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pola Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Indrayani, Novi; Nita, Vio
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.387

Abstract

Menurut Laporan Nasional proporsi pemberian ASI di Indonesia dalam 24 jam terakhir pada bayi umur 0-5 bulan yaitu sebesar 71,58%, angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 69,62% dimana dari bayi umur 0 bulan sampai 5 bulan persentasenya mengalami penurunan. Sedangkan menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, secara nasional capaian bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2019 yaitu sebesar 67,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2019 yaitu 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan pola pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Kamboja dan Soka, Desa Tegaltirto. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan desai cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dnegan kriteria inklusi dan eksklusi. Total sampel yang digunakan yaitu 65 orang ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Analisis yang digunakan yaitu presentase dan chi-square. Hasil yang diperoleh yaitu sebagian besar ibu dalam kategori tingkat pengetahuan cukup dan Sebagian besar ibu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. Hasil uji bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pola pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Kamboja dan Soka, Desa Tegaltirto.
Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Balita Usia 24-60 Bulan Tina, Tina; Nita, Vio; Indrayani, Novi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.749

Abstract

Setiap ibu memiliki pola asuh yang berbeda-beda mengasuh anaknya sehingga berbagai macam pola asuh bisa saja dilakukan sesuai dengan kepribadian. Status gizi adalah keadaan pada tubuh manusia yang merupakan dampak dari makanan atau konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi didalam tubuh seseorang. Batas yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 10%. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada saat ini mengalami permasalahan gizi ganda. Masalah gizi yang dialami adalah gizi kurang dan gizi buruk. Prevalensi Pada tahun 2021 ini meningkat menjadi 8,50. Angka prevalensi selama tiga tahun terakhir masih berkisar pada angka 7- 8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita usia 24-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Teknik sampling accidental sampling. Sampel ibu balita dan balita pada posyandu Remujung di Wilayah kerja puskesmas Mergangsan sebanyak 58 orang menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis yang digunakan Uji univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar responden yang memiliki berat badan normal 78% serta sebagian kecil responden memiliki berat badan sangat kurang 5% seluruh responden 100% Ibu memiliki pola asuh demokratis. Ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita dengan hasil p = 0.000 (P<0.05).
Edukasi Remaja SADARMI (Sadar Anemia) dalam Upaya Mendukung 8000 Hari Kehidupan Indrayani, Novi; Inayah, Inayah; Metty, Metty
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja Putri (Rematri) yang menderita anemia ketika menjadi ibu hamil berisiko melahirkan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan stunting. Anemia gizi besi menjadi salah satu penyebab utama anemia, diantaranya karena asupan makanan sumber zat besi yang kurang Remaja putri yang memiliki pengetahuan yang baik akan lebih awas dalam mencegah terjadinya anemia dalam mencegah terjadinya anemia dibandingkan remaja putri yang memiliki pengetahuan yang buruk. Peningkatan pengetahuan seseorang dapat dilakukan melalui upaya penyuluhan. Tujuan : memberikan edukasi anemia melalui penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putra dan putri sehingga sadar akan gejala anemia dan dapat memahami pengobatannya. Metode : Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil : Remaja Putra dan Putri yang hadir antusias dalam menyimak materi pada power point yang ditampilkan dan bertanya apa yang mereka belum mengerti dan belum pahami.
Upaya Meningkatkan Minat Ibu dalam Menyiapkan Camilan Balita untuk Mencegah Stunting dengan Buku Saku Resep Camilan Daun Kelor Indrayani, Novi; Casnuri, Casnuri; Khasana, Tri Mei
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i1.637

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari PAUD Insan Mulia terdapat murid yang mengalami stunting. Salah satu upaya dalam pencegahan stunting adalah dengan pemanfaatan tanaman lokal daun kelor sebagai bahan pangan yang didukung dengan media cetak yaitu berupa buku saku resep camilan daun kelor. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat meliputi pemberian edukasi tentang upaya pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor melalui penyuluhan menggunakan media power point, sosialisasi buku resep camilan daun kelor, pemberian sampel produk olahan yang dibuat sesuai dengan petunjuk yang ada pada buku resep camilan daun kelor, pembagian produk olahan yang telah dibuat oleh tim pengabdi kepada ibu dan balita, serta evaluasi dengan membagikan kuesioner minat ibu untuk dapat mengaplikasikan resep tersebut di rumah. Kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu balita di PAUD Insan Mulia Sidokerto Purwomartani Kalasan sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan ibu balita tertarik untuk mengaplikasikan resep yang ada di buku saku resep camilan daun kelor dengan persentase sebanyak 53 % berminat membuat stik daun kelor, sebanyak 42% memilih menu omelet daun kelor, dan sisanya memilik puding, keripik, nuget, dan bakso.
Pengaruh Edukasi Pengolahan Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan Dan Minat Ibu Balita Indrayani, Novi
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i1.483

Abstract

Daun kelor selama ini banyak digunakan sebagai alternatif makanan untuk mengatasi malnutrisi. Kandungan energi, protein, dan kalsium pada Moringa oleifera membuat tanaman tersebut sebagai pilihan bahan makanan tambahan yang dapat mengurangi risiko stunting pada anak khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan. Banyak produk olahan yang bisa diolah dengan menggunakan daun kelor seperti smoothies, kue bawang, cake, rempeyek, puding, nugget, bakwan dan bakso daun kelor. Dengan penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sasaran (ibu Balita) dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pemanfaatan daun kelor. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada Pengaruh Edukasi Pengolahan Daun Kelor sebagai Upaya Pencegahan Stunting terhadap Pengetahuan dan Minat Ibu Balita?. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Desain penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan dan demonstrasi produk olahan daun kelor. Teknik sampling yaitu menggunakan total sampel sejumlah 34 ibu balita di PAUD Insan Mulia, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data menggunakan wilcoxon dikarenakan sebaran data dalam penelitian tidak berdistribusi normal. Adapun hasil yang diperoleh yaitu Dari hasil penelitian diketahui ada pengaruh Edukasi Pengolahan Daun Kelor Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Terhadap Pengetahuan dengan nilai p_value 0,000 dan Minat Ibu Balita dengan nilai p_value 0,000.