Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia Enam Bulan Sanputri, Yen Risa; Lestari, Siti; Rizana, Nia Afnita; Sari, Indri Putri; Hasanalita; Fadhilah, Nadiah
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1884

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi pada usia enam bulan merupakan periode kritis yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan kehidupan di masa mendatang. Salah satu stimulasi sederhana yang dapat mendukung proses ini adalah pijat bayi yang terbukti mampu merangsang sistem saraf, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperkuat ikatan emosional ibu-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia enam bulan. Penelitian menggunakan rancangan quasi-eksperimen dengan desain pre-test post-test with control group. Sampel terdiri dari 70 bayi sehat usia enam bulan yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=35) yang menerima pijat bayi dua kali seminggu selama enam minggu dan kelompok kontrol (n=35) yang hanya mendapatkan perawatan rutin. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada berat badan (median peningkatan 800 g vs 350 g; p=0,001) dan tinggi badan (median peningkatan 3,0 cm vs 1,2 cm; p=0,001) pada kelompok eksperimen dibandingkan kontrol. Selain itu, skor perkembangan motorik kasar, motorik halus, sosial, dan bahasa juga meningkat lebih tinggi secara bermakna pada kelompok eksperimen (p=0,001 untuk seluruh domain). Disimpulkan bahwa pijat bayi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi usia enam bulan sehingga layak direkomendasikan sebagai intervensi stimulasi dini dalam program kesehatan anak.
The Relationship Between Physical Activity Among Adolescent Girls and Primary Dysmenorrhea at SMA Negeri 1 Siak Okrianti, Surisna; Zuliyana, Zuliyana; Romlah, Siti; Fadhilah, Nadiah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.4358

Abstract

Primary dysmenorrhea is a common complaint experienced by adolescent girls, often interfering with daily activities, including school-related activities. This study aimed to identify the relationship between physical activity and the intensity of menstrual pain among adolescent girls at SMA Negeri 1 Siak, Siak Regency, in 2025. Physical activity is known to have positive effects in reducing dysmenorrhea symptoms; however, studies on this issue among Indonesian adolescents remain limited. This study employed a quantitative design using a survey approach involving 100 adolescent female respondents selected randomly. Data were collected using questionnaires that measured the frequency of physical activity and the intensity of menstrual pain using the Visual Analog Scale (VAS). The results showed a significant negative relationship between the level of physical activity and menstrual pain intensity (r = -0.35, p < 0.05). Adolescent girls who engaged in regular physical activity reported lower levels of menstrual pain compared to those who were less physically active. These findings suggest that increasing physical activity may serve as an effective strategy for reducing dysmenorrhea symptoms among adolescent girls. Further research is needed to explore other factors that may contribute to this relationship.