Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FORTIFICATION OF MORINGA OLEIFERA FLOUR ON QUALITY OF WET NOODLE Prayitno, Sutrisno Adi; Galih Patria, Domas; Mardiana, Nur Agustin; Utami, Dwi Retnaningtyas; Kusumawati, Rinda; Rochma, Nurtalitha Alifia; Niam, Muhammad Khoirun
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 4 No. 2 (2022): FOODSCITECH
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/fst.v4i2.4236

Abstract

Noodles are foods that are often consumed by the public and contain a lot of carbohydrate compounds. Human needs are not only for carbohydrates but also for protein, fat, or mineral compounds. The need for macronutrients or minerals is not only found in flour sources, but can be obtained from natural sources such as Moringa oleifera leaves. It is known that Moringa oleifera leaves have nutritional, mineral or antioxidant potential and other bioactive. The purpose of this study was to determine the levels of macronutrients, crude fiber, and minerals (Ca and Fe) contained in wet noodles added (fortified) with Moringa oleifera leaves flour. In this study, the experimental design used a completely randomized design (CRD). The treatment carried out in the study was using 100% wheat flour as a control, 5% Moringa oleifera leaves flour, and 95% wheat flour, 10% Moringa oleifera leaves flour and 90% wheat flour, 15% Moringa leaves flour, and 85% wheat flour. The results showed that the addition of higher concentrations of Moringa oleifera flour resulted in differences in crude fiber, macronutrients and minerals in wet noodle products. Increasing the concentration of Moringa oleifera flour used also has a different effect on the sensory parameter of noodles. It is recommended that the use of Moringa oleifera flour does not exceed 5% because it is greatly affects the organoleptic of the product. Concentrations of 5%, 10%, and 15% have potential to increase macronutrients and minerals in noodle products. So it can be confirmed that Moringa oleifera leaves have the potential as a source of functional food. Key words: Noodles, Moringa oleifera, macro nutrition, minerals
SOSIALISASI TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE SEBAGAI SOLUSI DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PETERNAKAN LELE “TIRTA AGUNG” GUDO JOMBANG Sukamto Sukamto; Sudiyono Sudiyono; Sumarji; Domas Galih Patria Patria
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v6i2.2672

Abstract

Usaha peternakan lele "Tirta Agung” Jombang berpotensi untuk dikembangkan, karena kondisi wilayah, ketersedian bahan pakan lokal dan tenaga kerja cukup melimpah. Permasalahan utama yang dihadapi adalah penggunaan pakan komersial yang relative mahal sehingga setiap kali panen  mengalami kerugian. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat difokuskan pada sosialisasi, pendampingan dan implementasi produksi pakan ikan lele yang berkualitas dari bahan baku lokal yang murah. Diharapkan implementasi teknologi tersebut dapat meningkatan produktifitas. Metode pelaksanaan terdiri dari : (1). Penyamaan presepsi dengan pemilik dan tenaga kerja. (2). Inventarisasi bahan baku pakan local yang murah dan tersedia secara bekelanjutan. (3). Pelatihanan dan pendampingan teknik penyusunan formula pakan, pelleting dan implementasi, dan (5). Evaluasi pelaksanaan kegiatan.  Secara keseluruhan tingkat keberhasilan dari kegiatan adalah pakan telah berhasil diformula dan dibentuk pellet, sehingga dapat mereduksi harga pakan sampai 61%, dan pakan disukai oleh ikan lele. Kedepan mitra bersedia untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi teknologi pada periode budidaya lele berikutnya. Diharapkan  implementasi  teknologi pada unit usaha ternak lele dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan dan berkelanjutan.
SOSIALISASI TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE PADA UMKM CANGKUL DI KOTA MALANG - JAWA TIMUR Domas Galih Patria; Sutrisno Adi Prayitno; Nadhifa Salsabila
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i1.3784

Abstract

Usaha budidaya ikan lele saat ini menjadi salah satu terobosan yang dapat dilakukan masyarakat di masa pandemi Covid-19 agar dapat bertahan dalam situasi ekonomi yang berubah. Kondisi Covid-19 tidak menyurutkan masyarakat dalam mencari peluang untuk mendapatkan penghasilan agar ekonomi keluarga tetap berjalan dan harus bisa mencari solusi yang mudah dalam berbisnis. Salah satu budidaya ikan lele yang ada di Kota Malang adalah UMKM CANGKUL milik bapak Sukamto. Beberapa kendala atau masalah yang ada pada UMKM CANGKUL tersebut, antara lain pakan lele yang mahal sehingga membuat pendapatan atau penghasilan Bapak Sukamto dari budidaya ikan lele rendah bahkan mengalami kerugian, belum adanya inovasi dan teknologi pembuatan pakan secara mandiri, dan belum adanya mitra bahan baku pakan ikan lele sebagai bahan baku pembuatan pakan lele secara mandiri. Sosialisasi dan pelatihan teknik pembuatan pakan ikan lele secara mandiri terdiri dari 4 tahapan yaitu (1) Pemilihan bahan baku yang berkulitas dengan harga yang relative murah, (2) Formulasi pakan ikan lele, (3) Proses pencampuran bahan, dan (4) Proses pembentukan pellet. Harga pakan yang dihasilkan dapat menurunkan harga pakan sampai 55% dan kualitas pakan sangat disukai oleh ikan lele. Ketersediaan bahan baku berupa bungkil kacang kedelai, ampas singkong (onggok), limbah MSG, tepung ikan, dan vermi juice (jus cacing) dapat dipenuhi diaresa sekitar lokasi usaha dengan harga yang relatif murah dan bersifat sustainable.
Physicochemical Properties And Sensory Evaluation Of Fermented Mustard With Difference Ratio Of Rice Water And Tal Palm Sap Nur Agustin Mardiana; Domas Patria Galih; Sutrisno Adi Prayitno; Chusnul Chotimah
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol 5 No 1 (2022): KONTRIBUSIA
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.032 KB) | DOI: 10.30587/kontribusia.v5i1.2930

Abstract

Tal palm plant is widely known and spread in Indonesia. However, the application of tal palm plant especially sap as another product is limited. Tal plant sap used in mustard fermentation as carbon source with rice water. The aim of this study is to find suitable ratio of rice water and tal palm sap for the best physicochemical properties and sensory characteristic of fermented mustard. This experiment was using completely randomized design with one factor and 5 treatment groups. The evaluation of physichochemical performed to measure total acidity, polyphenol, and flavonoid. The sensory evaluation was using hedonic test with untrained panelists and determine score for parameters such as color, aroma, texture, and taste. The results showed that the highest total acidity was 1,06% which found in sample with ratio of rice water and tal palm sap (0:1). However the highest total polyphenol was 15,87 (mg GAE/g) and total flavonoid was 4,52 (mg QE/g) found when the ratio of rice water and tal palm sap similar (1:1). Based on the sensory evaluation, sample with ratio of rice water and tal palm sap (3:1) has the highest score on color was 3,17 ; aroma was 3,00; and taste was 3,00. Accordingly, this study provide data to enhance economical value and product development for tal palm sap.
GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PRODUKSI TEH HITAM (BLACK TEA) DI PTPN XII MALANG JAWA TIMUR Sutrisno Adi Prayitno; Dwi Retnaningtyas Utami; Domas Galih Patria; Silvy Novita Antrisna Putri; Sugiyati Ningrum; Rahmad Jumadi; Ainanda Al Fatina
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 3 No 3 (2022): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/justicb.v3i3.5526

Abstract

Teh sebagai bahan pangan (minuman) merupakan produk yang memiliki kepopuleran di semua lapisan masyarakat. Teh juga merupakan komoditi penghasil devisa Negara Indonesia. Produk teh memiliki ragam jenis, seperti teh hijau, teh putih dan the hitam. Salah satu produsen besar yang ada di Jawa Timur adalah PTPN yang memproduksi the dengan label “Teh Rolas”. Jenis teh yang diproduksi berupa teh hijau dan teh hitam. Untuk menjalakan produksi dan menjaga kualitas pada produk teh yang dihasilkan PTPN melaksanakan program kelayak dasar berupa penerapan GMP. Program tersebut dilaksanakan demi mendukung dan mewujudkan salah satu misi perusahaan yaitu berupa Competitive Advantage. Tahapan dalam proses pengolahan teh adalah penerimaan bahan baku, pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis, pengeringan, sortasi, pengemasan, penyimpanan dan pengiriman. Untuk mendukung proses produksi, proses penerapan GMP dilakukan dengan pengawasan yang baik. Bebrapa aspek penerapan GMP yang di PTPN adalah lingkungan dan lokasi pabrik, bangunan dan fasilitas, penyediaan dan pemeliharaan fasilitas sanitasi, peralatan pengolahan, pengendalian hama, sanitasi dan higiene karyawan, pengawasan proses produksi, manajemen pengawasan, pencatan dan dokumentasi. PTPN telah melaksanakan program kelayak dasar (GMP) dengan baik dalam menjaga mutu utama teh yang diproduksi. Untuk mempertahankan penerapan GMP perlu dilakukan improvisasi dan kesadaran pada karyawan pada setiap lini proses produksi. Selain itu proses pengawasan terhadap karyawan dan aspek program kelayakan dasar perlu untuk ditingkatkan dalam menjaga mutu serta aspek dalam lingkungan produksi.
PENERAPAN HAZARD ANALYSIS AND CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DALAM PROSES PEMBUATAN ROLADE AYAM PADA KATERING X DI KOTA MALANG Sugiyati Ningrum; Silvy Novita Antrisna Putri; Domas Galih Patria; Vita Maulidah Putri; Chusnul Chotimah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 2 (2023): DedikasiMU Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i2.5515

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih mementingkan kepraktisan dalam hal memasak berbanding lurus dengan pertumbuhan jasa Katering di kota malang Jawa Timur. Pengolahan produk pangan dalam jumlah besar pada jasa katering berpotensi mengalami kontaminasi baik secara fisik, kimia maupun biologi. HACCP merupakan suatu sistem manajemen yang mengontrol keamanan pangan yang harus diterapkan oleh jasa katering untuk menjamin keamanan produk pangan yang diproduksi. Untuk itu, dilakukan penyuluhan pada Katering X di kota Malang yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan lebih terkait cara menghasilkan makanan yang sesuai dengan mutu dan standar keamanan pangan HACCP. Pada pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah bervariasi, demonstrasi, sesi tanya jawab dan pelatihan. Hasil dari pelatihan ini pihak katering dapat menerapkan rencana HACCP yang telah dibuat pada setiap tahapan proses pembuatan rolade ayam sebagai menu yang paling banyak diminati oleh pengguna jasa catering X di kota Malang.