Kenaikan biaya operasional dan fluktuasi pendapatan telah meningkatkan kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan tradisional di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memperkuat ekonomi rumah tangga nelayan melalui bantuan sembako sebagai intervensi jangka pendek sekaligus mendorong stabilitas konsumsi keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi menurunnya daya beli, ketidakpastian pendapatan akibat faktor cuaca dan harga bahan bakar, serta terbatasnya akses terhadap jaring pengaman sosial.Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyaluran bantuan sembako secara terarah, serta pendampingan sederhana terkait pengelolaan pengeluaran rumah tangga. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan sembako mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga nelayan dalam jangka pendek, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta memberikan ruang bagi rumah tangga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan produktif lainnya. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran dalam pengelolaan keuangan sederhana di kalangan penerima manfaat.Simpulannya, bantuan sembako efektif sebagai intervensi awal dalam penguatan ekonomi rumah tangga nelayan tradisional, namun perlu dikombinasikan dengan program pemberdayaan berkelanjutan agar dampaknya lebih signifikan dan jangka panjang. Strengthening the Economic Capacity of Traditional Fishermen’s Households through Basic Food Assistance in Sungai Kakap Village, Sungai Kakap Subdistrict, Kubu Raya Regency Abstract Rising operational costs and income fluctuations have increased the economic vulnerability of traditional fishing households in Sungai Kakap Village, Kubu Raya Regency. The objective of this Community Service (PKM) activity is to strengthen household economies through basic food assistance (sembako) as a short-term intervention while promoting household consumption stability. The main problems identified include declining purchasing power, income uncertainty due to weather conditions and fuel price volatility, and limited access to social safety nets.The method employed is a participatory approach involving needs assessment, targeted distribution of basic food assistance, and simple mentoring on household expenditure management. Data were collected through field observations, interviews, and documentation during the implementation of the program.The results indicate that basic food assistance effectively reduces short-term household expenditures, improves household food security, and provides opportunities for families to allocate income toward more productive needs. In addition, there is an observable increase in awareness of basic financial management among beneficiaries.In conclusion, basic food assistance serves as an effective initial intervention in strengthening the economic capacity of traditional fishing households; however, it needs to be integrated with sustainable empowerment programs to achieve more significant and long-term impacts.