Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga melalui Literasi Finansial dan Urban Farming di PCA Moyudan Suryandari, Erni; Hafiez Sofyani; Evy Rahman Utami; Dara Alifa Fajriati Thamrin; Rizka Amalia; Mufti Alam Adha; Alek Murtin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i1.3742

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di lingkungan PCA Aisyiyah Moyudan melalui dua pendekatan utama, yaitu edukasi literasi keuangan rumah tangga dan pelatihan pemanfaatan pekarangan (urban farming) berbasis prinsip keberlanjutan. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (penghapusan kemiskinan), poin 2 (mengakhiri kelaparan), dan poin 8 (pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak). Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap utama: (1) persiapan, yang meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan mitra dan penyusunan materi pelatihan; (2) pelaksanaan, berupa workshop literasi keuangan dan pelatihan urban farming dengan media tanam dari barang bekas seperti galon; dan (3) evaluasi, melalui pre-post test, observasi lapangan, serta survei kepuasan peserta. Pendampingan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan materi yang diberikan dapat diimplementasikan secara konsisten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perencanaan dan pencatatan keuangan keluarga secara sederhana, serta munculnya antusiasme dan keterampilan baru dalam menanam sayuran di pekarangan rumah menggunakan barang bekas. Hal ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi alternatif dan mendorong perilaku ramah lingkungan melalui prinsip daur ulang serta pemanfaatan sumber daya lokal. Originalitas dari program ini terletak pada integrasi antara literasi keuangan dan pertanian rumah tangga dalam satu rangkaian program pemberdayaan komunitas perempuan, yang menjadi praktik baik hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat seperti PCA Aisyiyah dalam membangun kemandirian ekonomi dan budaya hidup berkelanjutan di tingkat keluarga.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KEBERAGAMAN ORGANISASI, DAN AKUNTANSI MANAJEMEN STRATEGIS TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM BERKELANJUTAN DI KULONPROGO DENGAN ORIENTASI GREEN ECONOMY SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Namun, secara umum UMKM masih menghadapi persoalan rendahnya literasi keuangan, lemahnya praktik akuntansi manajemen, serta belum optimalnya pengelolaan keberagaman organisasi. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 70% UMKM belum menyusun laporan keuangan secara memadai, sementara tingkat literasi keuangan pelaku UMKM masih berada di bawah 40%. Pada konteks lokal, UMKM di Kabupaten Kulonprogo juga menghadapi tantangan serupa, ditambah dengan tuntutan penerapan prinsip green economy seiring meningkatnya kesadaran konsumen dan kebijakan pembangunan berkelanjutan daerah. Permasalahan utama penelitian ini adalah belum optimalnya pengembangan UMKM berkelanjutan yang disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan, kurangnya pemanfaatan keberagaman organisasi sebagai aset strategis, serta terbatasnya penerapan akuntansi manajemen strategis, khususnya dalam mendukung orientasi green economy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan di Kulonprogo, dengan orientasi green economy sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Kulonprogo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan. Selain itu, orientasi green economy terbukti mampu memperkuat hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan pengembangan UMKM berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan, pengelolaan keberagaman organisasi, serta penerapan akuntansi manajemen strategis yang berorientasi lingkungan sebagai strategi kunci dalam mendorong keberlanjutan UMKM, khususnya di tingkat daerah.
SCALING UP KIRANA BAKERY: PENGARUH STANDARDISASI PRODUKSI TERHADAP EDU-WISATA MELALUI INOVASI PRODUK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN KAPASITAS SDM SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan UMKM berbasis edu-wisata merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi kendala struktural, khususnya terkait standardisasi produksi, inovasi produk, dan kapasitas sumber daya manusia. Kirana Bakery yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebagai UMKM yang diarahkan menjadi bagian dari ekosistem edu-wisata, masih menghadapi berbagai permasalahan. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa 61% proses produksi belum menerapkan standardisasi bahan baku secara konsisten, 57% peralatan produksi belum memenuhi standar efisiensi modern, serta 64% responden menyatakan kapasitas produksi belum mampu mengakomodasi lonjakan permintaan pada periode kunjungan edu-wisata. Selain itu, 58% tenaga kerja belum pernah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, dan hanya 36% produk yang tergolong inovatif dan memiliki nilai edukatif. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya peran Kirana Bakery dalam mendukung edu-wisata serta pemberdayaan masyarakat sekitar, yang tercermin dari sekitar 60% masyarakat lokal belum terlibat aktif dalam rantai nilai usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh standardisasi produksi terhadap pengembangan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk sebagai variabel intervening, dengan kapasitas sumber daya manusia sebagai variabel moderating pada Kirana Bakery Sragen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, menggunakan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 100 responden, yang terdiri atas pemilik dan karyawan Kirana Bakery, masyarakat sekitar, serta pengunjung edu-wisata. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (e) sebesar 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan pertimbangan bahwa teknik ini memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel serta mampu meminimalkan bias penelitian. Analisis data direncanakan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung, peran mediasi inovasi produk, serta efek moderasi kapasitas SDM. Pembahasan penelitian diharapkan menunjukkan bahwa standardisasi produksi berpengaruh signifikan terhadap inovasi produk, yang selanjutnya mendorong penguatan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat. Kapasitas SDM diprediksi memperkuat hubungan tersebut sehingga mempercepat proses scaling up UMKM.Luaran penelitian ini meliputi model pengembangan UMKM berbasis standardisasi dan inovasi, rekomendasi strategis bagi penguatan ekosistem edu-wisata di Sragen, publikasi ilmiah nasional terakreditasi, serta panduan praktis pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM.
ACCOUNTABILITY AND TRANSPARENCY OF THE FINANCIAL REPORTS OF THE GAMPING GRAND MOSQUE Alek Murtin; Erni Suryandari Fathmaningrum; Leni Cahaya Permata; Muhamad Rifandi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mosques are also places to carry out various righteous charitable activities, such as serving as venues for deliberation, weddings, and seeking solutions to problems occurring within the community, and so on. Mosques can be likened to spiritual pools that cleanse all forms of sin, impurity, and traces of negligence of a servant. The Gamping Grand Mosque is under the management of the Muhammadiyah Branch of Gamping. The management and the Mosque Prosperity Council of the Gamping Grand Mosque have the desire to have comprehensive financial reports covering all activities along with explanations of financial sources. Although they have had financial reports so far, these are limited to cash balance reports and are not yet based on financial accounting standards. The purpose of implementing ISAK No. 35 is so that the management of funds originating from the community can achieve transparency and accountability in the financial reporting of the Gamping Grand Mosque. Transparency means that financial management is carried out by being disclosed to stakeholders, while accountability refers to the responsibility of financial management to stakeholders by the mosque’s financial managers. At the Gamping Grand Mosque, this is pursued by conducting training on the preparation of financial reports based on ISAK No. 35, which is directly beneficial for its financial management. The aim is to provide understanding and techniques on how to prepare financial reports for the Gamping Grand Mosque that are easy to implement and comprehend, delivered through training followed by assistance in preparing mosque financial reports based on ISAK No. 35. Thus, participants from the Gamping Grand Mosque will be able to independently prepare financial reports in the form of a Balance Sheet and a Comprehensive Financial Statement