Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN NARASI BRAND UMKM KIRANA BECKRY SRAGEN: STRATEGI DIGITAL STORYTELLING UNTUK MEMPERLUAS PASAR Titi Laras; Bambang Jatmiko; Jati Kurnia Sandy; Alyssa Sindy Jatiningtyas
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11570

Abstract

UMKM Kirana Beckry Sragen merupakan salah satu pelaku usaha mikro kecil menengah di bidang kuliner khususnya toko roti yang memiliki potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan dalam hal branding dan pemasaran digital. Persaingan bisnis toko roti di wilayah Sragen dan sekitarnya semakin ketat, ditandai dengan munculnya berbagai usaha serupa yang menawarkan variasi produk dan strategi pemasaran modern. Permasalahan utama yang dihadapi Kirana Beckry adalah belum optimalnya narasi brand yang dapat membedakan produknya dengan kompetitor serta masih minimnya pemanfaatan media digital secara strategis untuk memperluas pasar. Branding yang kuat melalui digital storytelling diyakini mampu menjadi solusi untuk membangun citra yang lebih khas, menarik perhatian konsumen, serta menciptakan ikatan emosional yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan strategi digital storytelling yang sesuai dengan karakteristik UMKM Kirana Beckry Sragen. Tujuan khusus penelitian meliputi: (1) mengidentifikasi permasalahan utama dalam narasi brand dan strategi pemasaran yang telah berjalan, (2) merancang narasi brand berbasis storytelling yang menekankan keunggulan produk, nilai emosional, dan identitas lokal, serta (3) menghasilkan prototipe strategi konten digital yang dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan daya saing UMKM, tetapi juga memberikan contoh praktis penerapan model pemasaran digital yang dapat diadaptasi oleh UMKM lain dengan kondisi serupa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi proses produksi dan pemasaran, serta analisis konten media sosial Kirana Beckry yang sudah ada. Untuk memperkuat analisis, digunakan kerangka Business Model Canvas guna memetakan nilai proposisi, segmen pelanggan, saluran distribusi, dan pendapatan aliran. Sementara itu, pendekatan digital storytelling diterapkan untuk merancang narasi yang menyentuh aspek emosional konsumen melalui elemen cerita, visual, serta interaksi digital di platform Instagram, TikTok, dan Facebook. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, perancangan strategi, uji coba konten, dan evaluasi respon audiens. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Kirana Beckry Sragen memiliki keunggulan pada kualitas bahan, resep tradisional yang dipadukan dengan inovasi rasa modern, serta kedekatan dengan konsumen lokal. Namun keunggulan ini belum tergambar jelas dalam strategi pemasaran digital yang dilakukan sebelumnya. Implementasi digital storytelling dengan menampilkan cerita di balik proses produksi, testimoni pelanggan, serta visualisasi gaya hidup konsumen yang menikmati produk, terbukti meningkatkan keterlibatan audiens (engagement rate) di media sosial.Konten berbasis video pendek yang menceritakan perjalanan produk dari dapur hingga meja konsumen menghasilkan interaksi yang lebih tinggi dibandingkan konten promosi konvensional. Selain itu, pendekatan ini juga membantu membangun hubungan emosional yang lebih kuat antara merek dan konsumen.Luaran utama dari penelitian ini berupa prototipe strategi konten digital storytelling yang dirancang dalam bentuk kalender konten bulanan, panduan gaya visual, serta model narasi merek yang fokus pada keunikan Kirana Beckry. Prototipe ini diharapkan dapat menjadi pedoman praktis dalam implementasi pemasaran digital sehingga UMKM mampu memperluas pasar baik di tingkat lokal maupun regional. Selain itu, penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategi bagi UMKM lain di sektor serupa untuk mengadopsi pendekatan digital storytelling sebagai solusi dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompleks di era digital. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM melalui inovasi model bisnis dan strategi pemasaran berbasis konten yang relevan dengan perkembangan teknologi komunikasi.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KEBERAGAMAN ORGANISASI, DAN AKUNTANSI MANAJEMEN STRATEGIS TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM BERKELANJUTAN DI KULONPROGO DENGAN ORIENTASI GREEN ECONOMY SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Namun, secara umum UMKM masih menghadapi persoalan rendahnya literasi keuangan, lemahnya praktik akuntansi manajemen, serta belum optimalnya pengelolaan keberagaman organisasi. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 70% UMKM belum menyusun laporan keuangan secara memadai, sementara tingkat literasi keuangan pelaku UMKM masih berada di bawah 40%. Pada konteks lokal, UMKM di Kabupaten Kulonprogo juga menghadapi tantangan serupa, ditambah dengan tuntutan penerapan prinsip green economy seiring meningkatnya kesadaran konsumen dan kebijakan pembangunan berkelanjutan daerah. Permasalahan utama penelitian ini adalah belum optimalnya pengembangan UMKM berkelanjutan yang disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan, kurangnya pemanfaatan keberagaman organisasi sebagai aset strategis, serta terbatasnya penerapan akuntansi manajemen strategis, khususnya dalam mendukung orientasi green economy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan di Kulonprogo, dengan orientasi green economy sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Kulonprogo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan. Selain itu, orientasi green economy terbukti mampu memperkuat hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan pengembangan UMKM berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan, pengelolaan keberagaman organisasi, serta penerapan akuntansi manajemen strategis yang berorientasi lingkungan sebagai strategi kunci dalam mendorong keberlanjutan UMKM, khususnya di tingkat daerah.
SCALING UP KIRANA BAKERY: PENGARUH STANDARDISASI PRODUKSI TERHADAP EDU-WISATA MELALUI INOVASI PRODUK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN KAPASITAS SDM SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan UMKM berbasis edu-wisata merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi kendala struktural, khususnya terkait standardisasi produksi, inovasi produk, dan kapasitas sumber daya manusia. Kirana Bakery yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebagai UMKM yang diarahkan menjadi bagian dari ekosistem edu-wisata, masih menghadapi berbagai permasalahan. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa 61% proses produksi belum menerapkan standardisasi bahan baku secara konsisten, 57% peralatan produksi belum memenuhi standar efisiensi modern, serta 64% responden menyatakan kapasitas produksi belum mampu mengakomodasi lonjakan permintaan pada periode kunjungan edu-wisata. Selain itu, 58% tenaga kerja belum pernah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, dan hanya 36% produk yang tergolong inovatif dan memiliki nilai edukatif. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya peran Kirana Bakery dalam mendukung edu-wisata serta pemberdayaan masyarakat sekitar, yang tercermin dari sekitar 60% masyarakat lokal belum terlibat aktif dalam rantai nilai usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh standardisasi produksi terhadap pengembangan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk sebagai variabel intervening, dengan kapasitas sumber daya manusia sebagai variabel moderating pada Kirana Bakery Sragen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, menggunakan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 100 responden, yang terdiri atas pemilik dan karyawan Kirana Bakery, masyarakat sekitar, serta pengunjung edu-wisata. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (e) sebesar 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan pertimbangan bahwa teknik ini memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel serta mampu meminimalkan bias penelitian. Analisis data direncanakan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung, peran mediasi inovasi produk, serta efek moderasi kapasitas SDM. Pembahasan penelitian diharapkan menunjukkan bahwa standardisasi produksi berpengaruh signifikan terhadap inovasi produk, yang selanjutnya mendorong penguatan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat. Kapasitas SDM diprediksi memperkuat hubungan tersebut sehingga mempercepat proses scaling up UMKM.Luaran penelitian ini meliputi model pengembangan UMKM berbasis standardisasi dan inovasi, rekomendasi strategis bagi penguatan ekosistem edu-wisata di Sragen, publikasi ilmiah nasional terakreditasi, serta panduan praktis pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM.