Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Ardin Umar; Fahri Sibua
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 18 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.772 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7135947

Abstract

Sector Agriculture is featured sector because eye livelihood part of Indonesia's population big is farmer. SP 3 is wrong one many villages cultivate plant food in the form of Chilli and Tomatoes with hope could increase scale economy and more life prosperous. Empowerment farmer in increase well-being SP 3 community is very thing urgent conducted for encourage, motivate, and strengthen potency owned economy as well as Becomes wrong one aspect independence farmer in develop activity his farm. Formulas problem study this is how empowerment farmer in increase well-being community in SP 3 District South Morotai and factors supporter and blocker what just on empowerment farmer in increase well-being community in SP 3 District South Morotai. Study this including study field ( field research ). Method processing and data analysis used in study this is quantitative data analysis with characteristic study character descriptive. Source of data used are primary data and secondary. Population in study this is whole member group farmer SP 3 District South Morotai and sample in study this i.e. 21 members group farmer. Technique data collection used is observation, interview, questionnaire and documentation. Results study show that implementation empowerment public group farmer To use increase well-being community in the farm SP 3 District South Morotai through outreach programs and training skills.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KEBERAGAMAN ORGANISASI, DAN AKUNTANSI MANAJEMEN STRATEGIS TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM BERKELANJUTAN DI KULONPROGO DENGAN ORIENTASI GREEN ECONOMY SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Namun, secara umum UMKM masih menghadapi persoalan rendahnya literasi keuangan, lemahnya praktik akuntansi manajemen, serta belum optimalnya pengelolaan keberagaman organisasi. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 70% UMKM belum menyusun laporan keuangan secara memadai, sementara tingkat literasi keuangan pelaku UMKM masih berada di bawah 40%. Pada konteks lokal, UMKM di Kabupaten Kulonprogo juga menghadapi tantangan serupa, ditambah dengan tuntutan penerapan prinsip green economy seiring meningkatnya kesadaran konsumen dan kebijakan pembangunan berkelanjutan daerah. Permasalahan utama penelitian ini adalah belum optimalnya pengembangan UMKM berkelanjutan yang disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan, kurangnya pemanfaatan keberagaman organisasi sebagai aset strategis, serta terbatasnya penerapan akuntansi manajemen strategis, khususnya dalam mendukung orientasi green economy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan di Kulonprogo, dengan orientasi green economy sebagai variabel moderating. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Kulonprogo. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan efek moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, keberagaman organisasi, dan akuntansi manajemen strategis berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan UMKM berkelanjutan. Selain itu, orientasi green economy terbukti mampu memperkuat hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan pengembangan UMKM berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan, pengelolaan keberagaman organisasi, serta penerapan akuntansi manajemen strategis yang berorientasi lingkungan sebagai strategi kunci dalam mendorong keberlanjutan UMKM, khususnya di tingkat daerah.
SCALING UP KIRANA BAKERY: PENGARUH STANDARDISASI PRODUKSI TERHADAP EDU-WISATA MELALUI INOVASI PRODUK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DAN KAPASITAS SDM SEBAGAI VARIABEL MODERATING Bambang Jatmiko; Alek Murtin; Titi Laras; Muhammad Zainal Abidin; Fahri Sibua; Sinta Febriani; Jati Kurnia Sandy; Iswaara Sukma Windhyakirana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan UMKM berbasis edu-wisata merupakan strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi kendala struktural, khususnya terkait standardisasi produksi, inovasi produk, dan kapasitas sumber daya manusia. Kirana Bakery yang berlokasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebagai UMKM yang diarahkan menjadi bagian dari ekosistem edu-wisata, masih menghadapi berbagai permasalahan. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa 61% proses produksi belum menerapkan standardisasi bahan baku secara konsisten, 57% peralatan produksi belum memenuhi standar efisiensi modern, serta 64% responden menyatakan kapasitas produksi belum mampu mengakomodasi lonjakan permintaan pada periode kunjungan edu-wisata. Selain itu, 58% tenaga kerja belum pernah mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, dan hanya 36% produk yang tergolong inovatif dan memiliki nilai edukatif. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya peran Kirana Bakery dalam mendukung edu-wisata serta pemberdayaan masyarakat sekitar, yang tercermin dari sekitar 60% masyarakat lokal belum terlibat aktif dalam rantai nilai usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh standardisasi produksi terhadap pengembangan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk sebagai variabel intervening, dengan kapasitas sumber daya manusia sebagai variabel moderating pada Kirana Bakery Sragen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, menggunakan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 100 responden, yang terdiri atas pemilik dan karyawan Kirana Bakery, masyarakat sekitar, serta pengunjung edu-wisata. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan (e) sebesar 5%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan pertimbangan bahwa teknik ini memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel serta mampu meminimalkan bias penelitian. Analisis data direncanakan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji pengaruh langsung, peran mediasi inovasi produk, serta efek moderasi kapasitas SDM. Pembahasan penelitian diharapkan menunjukkan bahwa standardisasi produksi berpengaruh signifikan terhadap inovasi produk, yang selanjutnya mendorong penguatan edu-wisata dan pemberdayaan masyarakat. Kapasitas SDM diprediksi memperkuat hubungan tersebut sehingga mempercepat proses scaling up UMKM.Luaran penelitian ini meliputi model pengembangan UMKM berbasis standardisasi dan inovasi, rekomendasi strategis bagi penguatan ekosistem edu-wisata di Sragen, publikasi ilmiah nasional terakreditasi, serta panduan praktis pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM.