Mufti Ali
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : ALQALAM

ANTI-KALAM MOVEMENT AMONG THE SHI'ITES Ali, Mufti
ALQALAM Vol 23 No 2 (2006): May - August 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.008 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1493

Abstract

Oposisi terhadap kalam dan Mutakallimun diklaim oleh sebagian besar peneliti sejarah teologi sebagai monopoli kaum Sunni (ahl al-sunna wa 'l-jama'a), terutama pengikut Ahmad b. Hanbal. Oposisi tersebut diklaim tidak pernah dilakukan oleh kelompok Shi'ah. Penelitian terhadap dua karya ulama Shi'ah abad ke-15, Ibn al-Wazir al-san'ani, memberikan antitesis (tentatif) yang bisa mengakhiri klaim akan monopoli tersebut. Penelitian terhadap isi, sumber, dan otoritas yang dirujuk Ibn al-Wazir dalam kedua karyanya tersebut membeberkan data baru bahwa kalam dan Mutakallimun mendapat cercaan dari sebagian anggota mazhab Shi'ah.
GERAKAN LITERASI DI BANTEN (1900-1942) ALI, MUFTI
Al Qalam Vol 29 No 1 (2012): January - April 2012
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.887 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v29i1.593

Abstract

This paper is written to answer two main questions (1) how many were there 'the fruits' of literate movement in Banten, especially as reflected in literature written in Roman scripts (2) whether the rise of 'those fruits' is corelated with the geographical dispersion and intensive growth of the number of the alumni of so called Dutch School? To deal with these two main questions, the present writer will discuss two sub-topics: first, the degree of literacy of Banten indigenous population, and secondly, a number of accessible literatures which were published in 1900-1942, fruits' of the competency of reading and writing of literate group of Bantenese population. Historical approach applied in this study necessitate the present writer to undertake the fallowing steps: (1) heuristical, gathering relevant historical sources and data, (2) data intetpretation, and (3) historiography or historical naration. The reconstruction of those two sub-topics are solely based on the availability of primary sources, collected from National Library and National Archives of Indonesian Republic (PERPUSNAS and ANRI), both in Jakarta. The conclusion which can be taken in this study is that (first), despite of the fact that Banten is recorded as one of residences in Java with the lowest degree of literacy among its population, the product of literacy of its people is quite rich and quality. Secondly, there was a corelation between the growth of the number of alumni of the dutch school and the degree of the productiviry in literate movement. Keywords: literate movement, alumni, Dutch school, Banten
THE IMAGE OF THE HISTORY OF OPPOSITION AGAINST KALAM AND LOGIC REFLECTED IN MODERN LITERATURE Mufti Ali
Al Qalam Vol 19 No 94 (2002): July - September 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.186 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i94.1009

Abstract

Sikap para ulama Islam terhadap kalam, logika, serta filsafat Yunani, yang secara umum mereka sebut sebagai 'ulum al-awa'il, terbagi ke dalam dua buah orientasi, yaitu orientasi Tradisional yang menekankan bahwa rasio Islam harus difokuskan kepada usaha memahami dan mengaplikasikan wahyu jauh dari kegiatan filsafat, dan orientasi Rasional yang menyatakan bahwa tradisi Yunani itu tidak bertentangan dengan doktrin Islam. Orientasi Tradisional tersebut belum diperhatikan secukupnya oleh para penulis modern. Lewat ulasan terhadap literatur-literatur modern karya I. Goldziher, G. Maksidi, G.H.A. Juynboll, J. Pavlin, dan P.Sj. van Koningsveld, yang secara eksplisit dan elaboratif memaparkan aliran, tokoh, pendapat, dan argumentasi kaum "oposan" tersebut, kajian ini mengungkapkan bahwa sikap mendukung atau menolak kalam dan logika bukan monopoli aliran keagaaan tertentu. Ulama yang dianggap sebagai wakil dari aliran Tradisional ekstrim sekalipun dapat menjadi pembela utama kalam dan logika dan memberi konstribusi yang sangat berarti bagi kemajuan dua ilmu itu, dan sebaliknya. Kajian ini juga mengungkapkan bahwa kelima penulis modern tersebut tidak merujuk buku Shawn AI-Manthiq Wa Al-Kalam Min Fannay Al-Manthiq Wa Al-Kalam karya Al Suyuthi, sebuah teks yang sangat kaya dalam tema ini.Kata Kunci: opposition, kalam, logic, modern literature.
METODE AL-SUYUTI MERINGKAS AL-RADD ‘ALA 'L-MANTIQIYYIN KARYA IBN TAYMIYYA Mufti Ali
Al Qalam Vol 22 No 3 (2005): September - December 2005
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.763 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v22i3.594

Abstract

Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin adalah sebuah karya yang ditulis oleh Ibn Taymiyya untuk mendekonstruksi semua prinsip-prinsip logika Aristoteles. Karena barangkali kejeniusannya, ketika mendekonstruksi logika Aristoteles tersebut, Ibn Taymiyya sering tidak bisa menghindarkan diri untuk tidak mendiskusikan topik-­topik yang sebenarnya tidak relevan (digressive), seperti isu-isu teologis dan metafisika, dan tak jarang pembahasannya terhadap masalah-masalah tertentu berulang-ulang (repetitive). Karenanya Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin sulit dipahami dan koherensi argumen yang dibangunnya tidak solid dan komprehensif, sehingga kritik Ibn Taymiyya terhadap logika terasa tidak begitu tajam. Ditangan al-Suyuti­lah, kritik Ibn Taymiyya terhadap logika itu terasa to the point. Al-Radd dengan 138.000 kata diringkas dan diberi pengantar oleh al-Suyuti dalam karya (ringkasannya), Jahd al-Qariha fi Tajrid al Nasiha (mengeluarkan semua daya untuk ‘membersihkan’ Nasiha, viz. al-Radd) dengan hanya 32.000 kata. Upaya al- al-Suyuti tersebut berhasil dan karenanya diapresiasi oleh banyak orientalis, salah satunya, misalnya, oleh W.B. Hallaq, orientalis ternama bidang filsafat Islam. Kata Kunci: Metode meringkas, Al-Radd 'ala 'l-Mantiqiyyin, Jahd al-Qariha fi Tajrid al-Nasiha, al-Suyuti dan Ibn Taymiyya
THE MUSLIM SCHOLARS' ATTITUDE TOWARDS THE 'FRUIT' OF HELLENISM Mufti Ali
Al Qalam Vol 24 No 2 (2007): May - August 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.781 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i2.1636

Abstract

Kontak kebudayaan Peradaban Yunani dengan kebudayaan lain telah melahirkan tradisi intelektual yang sering diidentiftkasi dengan tradisi Hellenisme. Dikenal dengan daya tariknya, tradisi Hellenisme ini telah 'menggoda' banyak tokoh sarjana Muslim untuk menterjemahkan, meringkas dan memberikan komentar terhadap warisan intelektual Yunani. Kegiatan intelektual Muslim ini melahirkan apa yang disebut oleh N urcholish Madjid (1997:24) dengan 'buah' Hellenisme, neo-platonisme (falsafa), neo-skolastisisme (kalam), dan neo­ a·ristotelia nisme (mantiq).Di samping banyak yang 'terpukau' dengan, dan mengadopsi produk hellenisme ini, tidak sedikit yang menolak, mengecam dan mengkritik produk tersebut. Sejarah menyaksikan banyaknya literatur yang terinspirasi oleh, dan mengecam, produk hellenisme ini.Penulis dalam makalah ini memberikan ulasan historis terhadap sejumlah literatur yang menggambarkan sikap resisten dan kritis terhadap falsafah, mantiq dan kalam, tiga produk intelektual hellenisme. Kajian ini menjelaskan bahwa oposisi Muslim terhadap tradisi Hellenistik ini begitu gencar dan agresif sehingga di setiap period sejarah dapat ditemukan literatur yang ditulis untuk mengecamnya.
HISTORIOGRAFI KESULTANAN BANTEN Mufti Ali
Al Qalam Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.022 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1660

Abstract

Untuk mengetahui bagaimana visi penulisan sejarah sejarawan Belanda, dapat dilihat bagaimana mereka menjawab tiga pertanyaan berikut: (1) Bagaimana sejarawan Belanda menjelaskan peran VOC terhadap pertumbuhan ekonomi Kesultanan Banten pada momentum yang disebut dengan "era keemasan" (1680-1780)?; (2) Seberapa besar pengaruh VOC bagi kemunduran ekonomi Banten (1780-1808)?; (3) Bagaimana 'perompakan' dan 'penyelundupan' sejumlah komoditi di perairan Selat Sunda antara tahun (17 50-1800) dipahami oleh para sejarawan Belanda?Ketika menjawab tiga pertanyaan tersebut, secara umum para sejarawan Belanda memiliki dua sudut pandang yang disebut (A) Pax­Companica Visie dan (B) Post-colonial visie yang juga sering diidentikkan dengan anti-colonial visie. Sejarawan dengan visie pax-comparuca memberikan evaluasi positif atas kehadiran VOC di Banten. Sementara sejarawan dengan visi post-colonial memberikan evaluasi negatif atas kehadiran VOC dikaitkan dengan kemunduran dan kemajuan Kesultanan Banten.Di luar sejumlah studi dengan kedua visi tersebut, terdapat sejumlah studi yang dilakukan oleh para sejarawan Barat setelah kemerdekaan yang menggunakan pendekatan pengaruh perdagangan (trade-impact approach) dan pendekatan hubungan negara dan masyarakat (state-society relation approach). Sejarawan dengan pendekatan pertama melihat historiografi Banten dengan keyakinan bahwa perdagangan telah memberikan pengaruh pada pembentukan 'pemerintahan lokal' dan suroival sosial ekonomi dan politiknya. Sejarawan dengan pendekatan yang disebut terakhir menganalisa hubungan antara kekuasaan pusat dengan berbagai kelompok sosial di Banten yang memberikan pengaruh kuat terhadap formasi kesultanan Banten. Langsung maupun tidak, sebenarnya karya dengan trade-impact approach memberikan evaluasi negatif terhaclap kehadiran VOC di Banten yang telah memberikan kesengsaraan kepada penduduknya
ARISTOTELIANISME DALAM KACAMATA PARA TOKOH ABAD TENGAH PENENTANG LOGIKA Mufti Ali
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.651 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1661

Abstract

Dalam teks-teks yang menentang logika Anstoteles (al-mantik), kita menemukan berbagai argumen yang menentang logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri para sarjana muslim yang memakai logika tersebut dalam karya-karyanya, para khalifah yang mengeluarkan kebijakan untuk menterjemahkan karya-karya Yunani klasik ke dalam bahasa Arab serta orang-orang yang memberi komentar terhadap karya-karya Aristoteles.Persoalan yang akan dijelaskan dalam tulisan ini adalah obyek apa yang mereka tentang? Logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri, atau Aristotelianisme­yakni sebuah tradisi yang berpijak pada karya-karya Aristoteles dan yang terinspirasi olehnya. Studi ini mengungkap bahwa meskipun ketidaksetujuan mereka diarahkan kepada logika Aristoteles, Aristoteles itu sendiri dan orang-orang yang memakai Logika Aristoteles dalam karya-karyanya serta para komentator karya-karya Aristoteles, pada umumnya ketidaksetujuan mereka adalah pada Aristotelianisme, yakni tradisi intelektual yang berpijak pada karya-karya Aristoteles dan terinspirasi olehnya. Ketidaksetujuan ini dalam tingkatan tertentu, berkaitan secara erat dengan perlawanan budaya terhadap hal-hal yang berbau “Yunani Klasik”.
IMAM SIBAWAIHI DAN KARYA UTAMANYA, AL-KITAB Mufti Ali
Al Qalam Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.463 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1454

Abstract

Sebagai seorang sarjana yang dianggap telah memperkenalkan pendekatan baru pada studi bahasa, di mana pemikiran gramatikalnya dijuluki sebagai titik berangkat (starting point) sejarah tata bahasa Arab, Sibawayhi mendapatkan perhatian cukup luas dari para ahli bahasa dan sajarah bahasa Arab khususnya dan dari para ahli sejarah literatur Islam umumnya, baik di Barat maupun di Timur. Secara garia besar perhatian para ahili tersebut berkisar mengenai biografi, kontribusi pemikiran gramatikal Sibawayhi kepada tata bahasa Arab, reaksi para ahli nahwu generasi pertama pada pemikiran Sibawayhi, posiss pemikiran gramatikal Sibawayhi di tengah mazhab grammar yang berkembang saat itu, masterpiece Sibawayh, al-Kitab, manuskrip dan orisinalitas pemikirannya.Dalam karya tulis ini didiskusikan secara sekilas biografi dan karya utama Sibawayhi (al-Kitab). Diskusi mengenai biograf1 Sibawayhi meliputi diskusi hubungan guru-murid Sibawayhi dengan sejumlah ahli gramatikal: sementara diskusi mengenai karya utamanya meliputi; Pertama, ruang lingkup al-Kitab; kdua, manuskrip, publikasi, dan transilasi karya tersebut; ketiga, al-Kitab da1am konteks persaingan antara fiksi Kufah dan Basrah; keempat, orisinalitas pemikiran Sibawayhi da1am al-Kitab; dan kelima, pengaruh pemikiran gramatikal Sibawayhi terhadap pemikiran gramatikal ahli gramatik setelahnya. Pada hagian akhir tulisan ini dicantumkan daftar bibliografi yang mendiskusikan biografi dan seluruh aspek pemikiran gramatikal Sibawayhi yang disusun secara kronologis. Kata Kunci: Sibawayhi, Biografi, al-Kitab
THE SIGNIFICANCE OF DHAMM AL­KALAM WA AHLIH BY AL-HARAWI AS A SOURCE OF AL-SUYUTl'S SAWN AL­MANTIQ WA 'L-KALAM 'AN FANNAY AL-MANTIQ WA 'L-KALAM Mufti Ali
Al Qalam Vol 23 No 3 (2006): September - Desember 2006
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1648.86 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v23i2.1503

Abstract

Redaksi Sawn al-Mantiq yang diedit oleh al-Nashshar (1947) dan Su'ada 'Ali 'Abd af-Raziq (1910) masih bisa di-upgrade; nama-nama otoritas yang dirujuk oleh al-Suyuti bisa diperbaiki, tidak dengan membaca kembali naskah aslinya yang sudah tidak bisa diakses lagi dan tersimpan di Perpustakaan al-Azhar tetapi dengan mengkolasi (collate) salah satu karya yang diringkas al-Suyuti dalam Sawn al-Mantiq tsb. Karya jang diringkas tersebut adalah Dhamm al­Kalam karya al-Harawi, satu karya yang ringkasannya adalah seperempat lebih batang tubuh (corpus) Sawn al-Mantiq (terdiri dari 227 halaman cetak) karya al-Suyuti.Hasil kolasi terhadap reproduksi naskah Dhamm al-Kalam yang disimpan di Perpustakaan Nasional Suriah memperlihatkan signifikansi Dhamm al-Kalam sebagai sumber Sawn al-Mantiq dan bahan dasar untuk meng­upgrade redaksi Sawn al-Mantiq yang diedit masing-masing oleh 'Ali Sami al­Nashshar (1947) and Su'ada 'Ali 'Abd al-Raziq (1970).