Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMASANGAN RELAI OVER LOAD SHEEDING (OLS) PADA TRANSFORMATOR DAYA 30 MVA Yansuri, Daeny Septi; Putra, Dian Eka; Firdaus, Muhammad
Jurnal Teknik Elektro Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v12i1.628

Abstract

Transformator daya 1 30 MVA adalah salah satu dari 2 transformator daya yang ada di Gardu Induk lahat untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di daerah lahat dan sekitarnya. Mengingat adanya penambahan beban transformator daya 1 30 mva dikarenakan kebutuhan konsumen akan energi listrik yang terus meningkat, maka perlu dilakukan pemasangan relai overload sheeding (OLS) pada transformator daya 1 30 MVA tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah : mengetahui cara kerja Relai Over Load Shedding (OLS) pada TD 1 # 30 MVA di GI Lahat dalam mengatasi terjadinya beban lebih, mengetahui koordinasi Relai Over Load Shedding (OLS) dengan Relai Arus Lebih (OCR), menjaga Keandalan Peralatan Sistem Tenaga Listrik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Kualitatif dan juga Kuantitatif, dengan pengambilan data langsung ke lapangan dan juga melakukan wawancara ke petugas GI, dan juga membaca dari literature yang berkenaan dengan penelitian tersebut. Pemasangan relai overload sheeding (OLS) pada transformator daya 1 30 MVA diharapkan dapat menghindari padam transformator 1 30 mva yang diakibat kan oleh beban berlebih pada transformator dan menjaga keandalan sistem tenaga listrik khususnya untuk daerah lahat dan sekitarnya. Relay ini bekerja dengan cara membandingkan arus yang terbaca dengan nilai setinganya, bila arus yang dibaca lebih besar dari pada nilai setingan maka relay akan menge-trip-kan Pemutus Tenaga (PMT) atau circuit breaker (CB) setelah waktu tertentu. Dari hasil perhitungan rele arus lebih pada transformator daya 1 30 mva sebelum relai overload sheeding (OLS) didapat Iset = 1000 A, tms = 0,25 ,dan waktu kerja t =0.7 s. Dan setelah relai overload sheeding (OLS) dipasang didapat Iset : 866 A, tms = 1 s.
ANALISA MOTOR INDUKSI TIGA PHASA PADA PENGGERAK BELT CONVEYOUR 22 BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM, TBK Yansuri, Daeny Septi; Subianto, Subianto; Rizal, Choirul; Suherman, Edy; Ramadhon, Efri
Jurnal Teknik Elektro Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v12i2.845

Abstract

Bukit Asam. Tbk bergerak di bidang eksploirasi batubara, dalam penyaluran batubara tersebut, perusahaan ini menggunakan Belt Conveyour di setiap unit penyaluran nya. Belt Conveyour tersebut digerakkan dengan menggunakan motor-motor induksi tiga phasa. dimana motor yang digunakan memakai penggerak mulanya adalah motor induksi. Adapun motor induksi tiga phasa yang dipakai untuk menggerakkan Belt Conveyour 22 di area Banko Barat PT. Bukit Asam, Tbk adalah motor induksi tiga phasa 110 kW. Pada operasi motor induksi, ada kalanya motor tersebut mengalami gangguan yang disebabkan oleh panas lebih, arus lebih, dan beban lebih. Sehingga jika dibiarkan dapat mengakibat kan kerusakan yang fatal pada motor tersebut. Untuk mempelajari sistem proteksi dan menentukan setelan rele yang baik untuk motor induksi tiga fasa 110 kW di PT. Bukit Asam, Tbk yang digunakan sebagai penggerak Belt Conveyour 22 di area penambangan Banko Barat. Metode penelitian yang dilakukan melalui metode literature,dengan cara mengumpulkan sumber-sumber berupa referensi pada buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, metode wawancara, mengumpulkan data yang dilakukan dengan tanya jawab langsung, dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan mengenai objek yang akan dibahas, terakhir dengan metode observasi, pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan kunjungan pada perusahaan, yaitu Banko Barat PT. Bukit Asam, Tbk sehingga dapat mengetahui situasi dan kondisi yang sebenarnya. Setelah dilakukan analisa dan perhitungan terhadap hasil penelitian tersebut, maka diperoleh hasil nya, yaitu Besarnya arus gangguan pada motor penggerak Belt Conveyour 22 di Banko Barat PT. Bukit Asam, Tbk adalah sebesar 457,895 Ampere. Setting rele yang dilakukan pada motor penggerak Belt Conveyor 22 di Banko Barat PT. Bukit Asam, Tbk adalah untuk sekring sebesar 413,138 Ampere, Saklar Penghubung sebesar 215,959 Ampere, Kontak Magnet sebesar 244,127 Ampere. Sedangkan Rele Arus Lebih nya adalah sebesar 234,738 Ampere.
KUALITAS PENYALURAN DAYA SISTEM DISTRIBUSI DARI GARDU INDUK SIMPANG BELIMBING KE PENYULANG MOTOR Subianto, Subianto; Yansuri, Daeny Septi; Putra, Muhammad Rizky
Jurnal Teknik Elektro Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v13i2.988

Abstract

Drop tegangan merupakan selisih tegangan pada sisi kirim dengan tegangan pada sisi terima. Masyarakat yang berada dilokasi yang cukup jauh dari gardu distribusi cenderung menerima tegangan yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan masyarakat yang berada dilokasi yang dekat dengan gardu distribusi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kualitas penyaluran daya dari GI Simpang Belimbing yang melalui Penyulang Motor ke beban masih memadai atau tidak. Dengan terlebih dahulu mengetahui besar rugi-rugi tegangan dan rugi-rugi daya pada saluran penyulang motor, besar persentase jatuh tegangan dan persentase daya pada penyulang motor, dan kualitas penyaluran daya pada penyulang motor. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan maka metode penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut : wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian ini adalah Arus beban pada saluran penyulang motor sebesar 359,375 Ampere. Rugi-rugi tegangan pada tiap saluran penyulang motor adalah dari GI Simpang Belimbing ke GH Tebat Agung 0,014087 kV, dari GH Tebat Agung ke GH Kasih Dewa sebesar 0,006278 kV, dan dari GH Kasih Dewa ke PLTMG sebesar 0.029553 kV. Sedangkan untuk Rugi-rugi daya adalah dari GI Simpang Belimbing ke GH Tebat Agung 4939,042 watt, dari GH Tebat Agung ke GH Kasih Dewa sebesar 2201,095 watt, dan dari GH Kasih Dewa ke PLTMG sebesar 10361,250 watt. Untuk persentase rugi-rugi jatuh tegangan adalah dari GI Simpang Belimbing ke GH Tebat Agung 99,93 %, dari GH Tebat Agung ke GH Kasih Dewa sebesar 99,97 %, dan dari GH Kasih Dewa ke PLTMG sebesar 99,85 %. Persentase rugi-rugi daya pada penyulang motor adalah 63,5 %. Kemampuan penyaluran daya pada Penyulang Motor masih baik atau masih memadai yaitu sebesar 63,5 %, yaitu sebesar 38,123 MVA.
Konservasi Penggunaan Energi Listrik di Pabrik Area Proses Minyak (Studi Kasus PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang) Yansuri, Daeny Septi; Subanto, Subianto; Aidil Fitra, M. Wahyu
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v8i2.13506

Abstract

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang is one of the large companies in the city of Palembang which operates in the food industry, one of which is the production of instant noodles. This company requires quite a bit of electrical energy so that the factories can continue to produce the desired number of products. The aim of this research is to find out about the use of electrical energy in the oil processing factory area of PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang, to find out how much electrical energy hasbeen used in the PT oil processing factory area. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang, how is electrical energy used in the oil processing factory area of PT. Indofood CBP Successfully Prosperous Palembang. This research uses observation, literature and interview methods. The results of this research are that the efficiency of electrical energy use in the factory is 70.23%, the use of electrical energy in the oil processing area factory of PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang is still quite adequate, thereare still potential opportunities for saving electrical energy, namely 3,270.53 kWh, or in percentage terms it is 29.77%.
Pengaruh Variasi Mata Pisau Pada Mesin Pencacah Rumput Terhadap Kecepatan Putaran Motor Dc (rpm) Berbasis Panel Surya Yansuri, Daeny Septi; Sofiah, Sofiah; Chairun Nissah, Sri Adinda Chairun Nissah
Jurnal Ampere Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v9i1.15490

Abstract

Penggunaan mesin pencacah pakan ternak sapi telah banyak digunakan oleh peternak. Namun, kurangnya pemahaman mengenai pentingnya variasi mata pisau dalam mempengaruhi kecepatan motor DC dan ukuran hasil cacahan menyebabkan hasil yang tidak sesuai dengan standar SNI peternakan (2-5 cm). Pemilihan motor DC adalah pilihan yang tepat karena kecepatan motor ini mudah dikendalikan. Penelitian ini menggunakan dua jenis mata pisau: variasi 2 mata pisau dan 4 mata pisau. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi mata pisau terhadap kecepatan putaran motor DC pada mesin pencacah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi mata pisau dengan pengontrolan dimmer yang sama menghasilkan kecepatan yang berbeda, disebabkan oleh bentuk dan jumlah mata pisau. Meskipun ada variasi kecepatan putaran, motor DC tetap mampu menjaga kestabilan dalam menggerakkan mata pisau untuk mencacah pakan hingga 200 Kg/jam. Dengan variasi 4 mata pisau, alat ini dapat menghasilkan cacahan berukuran 2-5 cm sebesar 48%, menjadikannya pilihan terbaik untuk menghasilkan ukuran cacahan sesuai standar SNI. Penelitian ini memberikan manfaat besar bagi peternak dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pencacahan pakan ternak
Pengaruh Pembebanan Terhadap Motor Induksi Penggerak Conveyor CV 23 Di Jalur CHF4 PT. Bukit Asam Tbk Yansuri, Daeny Septi; Subianto, Subianto; Rolesta, Nefsi
Jurnal Ampere Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v9i2.17746

Abstract

Motor induksi dengan beban penuh dapat memberikan faktor daya tinggi yaitu sekitar 0,8 sampai dengan 0,9. Namun bila motor berbeban kecil maka faktor daya akan turun, dan bahkan bila tanpa beban, faktor daya motor bisa mencapai 0,3. Hal tersebut dapat juga mempengaruhi pembebanan terhadap motor induksi, yang dalam penelitian ini digunakan untuk penggerak conveyor CV 23 di jalur CHF 4 PT. Bukit AsamTbk Adapun tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui besar beban yang dipakai pada motor tiga phasa dan berapa besar efisiensi dari motor tiga phasa penggerak conveyor CV 23 di jalur CHF 4 PT. Bukit Asam Tbk tersebut. Metode penelitian memakai Metode Literatur, Wawancara dan Observasi. Dari hasil penelitian yang telah diolah dengan persamaan-persamaan yang digunakan maka diperoleh hasil bahwa efisiensi yang dihasilkan menurut perhitungan pada motor penggerak conveyor CV 23 di jalur CHF 4 PT. Bukit Asam Tbk sebesar : 82,75 % dan pada saat motor beroperasi pada beban penuh daya yang keluar sebesar : 82,799 %. Dengan daya yang diperoleh, maka motor masih bisa dianggap baik. Daya motor induksi tiga phasa yang dipakai untuk penggerak Conveyor 23 di jalur CHF 4 PT. Bukit Asam Tbk, adalah sebesar 326,382 kW
EVALUASI RESISTIVITAS TANAH DAN RESISTANSI PENTANAHAN PADA LAHAN TANAH PASIR BASAH Putra, Dian Eka; Sunawiri, Sunawiri; Yansuri, Daeny Septi; Mutiar, Mutiar; Sukarta, Epi
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i1.7807

Abstract

Permasalahan pembumian yang selalu dialami adalah resistivitas tanah atau lahan dimana pada lahan tanah berpasir meliliki resistivitas tanah yang cukup tinggi, bila menggacu pada PUIL 2011 resitivitas tanah pada tanah berpasir  bernilai 200 Ω. Sehingga untuk menurunkan resistivitas pada tanah pasir, maka untuk penanaman elektroda batang diperlukan  resitivitas tanah yang rendah, maka dipilihlah lokasi saluran air bekas pada lahan tanah berpasir yang basah.  Pemilihan lahan tanah berpasir yang basah menunjukan penurunan resistivitas tanah yaitu mencapai 129,27 Ω. Dengan resistivitas tanah yang rendah akan lebih mudah memproteksi manusia dan peralatan-peralatan listrik terhadap sentuhan langsung dari arus bocor atau tegangan induksi sehingga arus bocor tersebut langsung dialirkan kedalam tanah. Dengan turunnya resistivitas lahan tanah berpasir tentunnya terjadi penurunan pada resistansi pentanahan, pada penelitian ini pengujian penanaman grounding rod untuk menentukan nilai resistansi pentanahan dilakukan didaerah desa sukomoro kabupaten banyuasin yang memiliki spesifikasi tanah berpasir. Dengan metode pengukuran 3 titik maka dari hasil pengujian didapat nilai resistansi terbesar dengan menggunakan satu elektroda batang mendapatkan nilai resistansi pentanahan sebesar 67,4 Ω. Nilai resistansi pentanahan terjadi penurunan dengan menambahkan elektroda batang yang dipasang sejajar berjarak 3 meter disetiap penanaman elektroda batang, pada pengukuran menggunakan dua batang elektroda yang dipasang sejajar nilai resistansi yang didapat sebesar 43,6 Ω dan terjadi penurunan Kembali bila dipasang dengan tiga batang elektroda yang dipasang sejajar yaitu 24,4 Ω. Sehingga pemasangan elektroda batang pada lahan berpasir basah yang digenangi air memiliki dampak penurunan resistivitas pentanahan dan penurunan resistansi pentanahan.Kata kunci : Resistivitas tanah, Resistansi pentanahan, Lahan tanah pasir basah.
Efisiensi Penggunaan Daya Listrik Di Hotel Carrissima Palembang Yansuri, Daeny Septi; Putra, Dian Eka; Subianto, Subianto; Anggara, Rio
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v8i1.9634

Abstract

The research was conducted by assuming when the hotel room was fully occupied by guests. This research is to find out in more detail about the use of energy, especially for electrical energy at the Carrissima Hotel Palembang, to find out and implement energy saving opportunities and increase the efficiency of electricity use. The research method used is the literature method, interview method, and observation method. From the calculations carried out, the results obtained for hotel lighting, especially in the hotel lobby, cannot be said to be effective in the use of electrical energy, from the calculations obtained the intensity of lighting is 16.25 Watt/m2, while the maximum limit specified is 20 Watt/m2, while for rooms hotels, the intensity of lighting is 5.16 Watt/m2, while the maximum limit specified is 17 Watt/m2. So the intensity of the Carrissima hotel room does not have an indication of energy wastage, but it is not efficient, lastly for the use of Air Conditioning (AC) at the Carrissima hotel, from the results of these calculations based on the Energy Consumption Index (IKE), where the level of comfort and energy saving in air-conditioned buildings is 23.75 to 37.75 W/m2. The use of air conditioning at the Carrissima hotel is above the convenience of wasting energy. The highest AC power intensity is on the 2nd and 3rd floors, which is 18.33 W/m2, while the lowest intensity is on the 1st floor, which is 1.38 W/m2.
Konservasi Penggunaan Energi Listrik di Pabrik Area Proses Minyak (Studi Kasus PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang) Yansuri, Daeny Septi; Subanto, Subianto; Aidil Fitra, M. Wahyu
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v8i2.13506

Abstract

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang is one of the large companies in the city of Palembang which operates in the food industry, one of which is the production of instant noodles. This company requires quite a bit of electrical energy so that the factories can continue to produce the desired number of products. The aim of this research is to find out about the use of electrical energy in the oil processing factory area of PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang, to find out how much electrical energy hasbeen used in the PT oil processing factory area. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang, how is electrical energy used in the oil processing factory area of PT. Indofood CBP Successfully Prosperous Palembang. This research uses observation, literature and interview methods. The results of this research are that the efficiency of electrical energy use in the factory is 70.23%, the use of electrical energy in the oil processing area factory of PT. Indofood CBP Sukses Makmur Palembang is still quite adequate, thereare still potential opportunities for saving electrical energy, namely 3,270.53 kWh, or in percentage terms it is 29.77%.
Pengaruh Variasi Mata Pisau Pada Mesin Pencacah Rumput Terhadap Kecepatan Putaran Motor Dc (rpm) Berbasis Panel Surya Yansuri, Daeny Septi; Sofiah, Sofiah; Chairun Nissah, Sri Adinda Chairun Nissah
Jurnal Ampere Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v9i1.15490

Abstract

Penggunaan mesin pencacah pakan ternak sapi telah banyak digunakan oleh peternak. Namun, kurangnya pemahaman mengenai pentingnya variasi mata pisau dalam mempengaruhi kecepatan motor DC dan ukuran hasil cacahan menyebabkan hasil yang tidak sesuai dengan standar SNI peternakan (2-5 cm). Pemilihan motor DC adalah pilihan yang tepat karena kecepatan motor ini mudah dikendalikan. Penelitian ini menggunakan dua jenis mata pisau: variasi 2 mata pisau dan 4 mata pisau. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi mata pisau terhadap kecepatan putaran motor DC pada mesin pencacah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi mata pisau dengan pengontrolan dimmer yang sama menghasilkan kecepatan yang berbeda, disebabkan oleh bentuk dan jumlah mata pisau. Meskipun ada variasi kecepatan putaran, motor DC tetap mampu menjaga kestabilan dalam menggerakkan mata pisau untuk mencacah pakan hingga 200 Kg/jam. Dengan variasi 4 mata pisau, alat ini dapat menghasilkan cacahan berukuran 2-5 cm sebesar 48%, menjadikannya pilihan terbaik untuk menghasilkan ukuran cacahan sesuai standar SNI. Penelitian ini memberikan manfaat besar bagi peternak dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pencacahan pakan ternak