Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Transformasi Digital Perpajakan: Pendampingan dan Sosialisasi Simulasi dalam Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi Menggunakan Sistem Coretax Tio Prasetio; Reni Hariyani; Fenti Sofiani
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v6i1.12266

Abstract

Transformasi digital di bidang perpajakan di Indonesia memasuki babak baru dengan implementasi sistem Coretax. Kondisi ini membawa perubahan besar dalam cara Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) melaporkan SPT Tahunan. Idealnya sistem Coretax menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih transparan dan otomatis. Namun demikian, transisinya tidak luput dari tantangan teknis bagi WP OP. Kendala yang ditemui pada mitra kegiatan abdimas yaitu Karyawan PT EVOTEKS kesulitan dalam memahami alur kerja mengenai pelaporan SPT PPh OP melalui sistem Coretax. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai pelaporan SPT PPh OP dengan menggunakan sistem Coretax. Sehingga efisiensi administrasi pajak dan tingkat kepatuhan pajak yang berkelanjutan dapat tercapai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan active learning dengan teknik literasi, pendampingan dan sosialisasi simulasi menggunakan simulator Coretax dalam pelaporan SPT PPh OP. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan sistem Coretax untuk pelaporan SPT PPh OP sebesar 81%. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi mitra dengan peningkatan literasi perpajakan digital pada sistem Coretax mengenai pembuatan konsep SPT, pengisian induk SPT Tahunan OP, dan memahami fitur prepopulated. Program ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran hukum dan kepatuhan wajib pajak OP pada Karyawan PT EVOTEKS. Capaian kegiatan abdimas berupa penguasaan teknis ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan administratif dan meningkatkan kepatuhan pajak sukarela bagi mitra.
Strategi Komunikasi Dalam Meningkatkan Pelayanan Prima Bagi Tenaga Administrasi Kesehatan Reni Hariyani; Fenti Sofiani; Tio Prasetio
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v5i2.9709

Abstract

Komunikasi memegang peranan penting dalam semua bidang. Salah satunya yaitu bidang kesehatan dari para tenaga administrasi kesehatan. Melayani dengan sepenuh hati merupakan tujuan mulia dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat dan efektif untuk meningkatkan pelayanan prima sebuah klinik. Mitra abdimas adalah Klinik Yadika Petukangan Jakarta Selatan.  Pelatihan ini bertujuan yaitu untuk memberikan kemampuan strategi komunikasi dalam meningkatkan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga pasien di Klinik Yadika Petukangan. Permasalahan bagi mitra abdimas yaitu belum adanya standar operasional prosedur yang jelas mengenai standar layanan prima bagi tenaga administrasi kesehatan. Karena peserta pelatihan belum mampu berkomunikasi secara efektif dalam melayani dengan maksimal pasien dan keluarga pasien. Metode pelatihan abdimas disampaikan dengan metode ceramah (terdapat role play praktik) serta diskusi dan tanya jawab serta metode pengukuran evaluasi dari pelaksanaan abdimas dengan memberikan kuesioner dalam bentuk google form kepada peserta abdimas meliputi pre test dan post test.  Hasil pelaksanaan kegiatan abdimas ditinjau dari empat indikator pilar pelayanan prima dengan strategi komunikasi yaitu komunikasi melalui product mengalami peningkatan sebesar 40%, komunikasi melalui people mengalami peningkatan sebesar 50%, komunikasi melalui process mengalami peningkatan sebesar 55%, dan komunikasi melalui place mengalami peningkatan sebesar 20%. Kegiatan pelatihan ini sangat memberikan manfaat bagi mitra dalam meningkatkan pelayanan prima melalui strategi komunikasi yang efektif. Communication plays an important role fields, including health services by administrative staff. Providing care with dedication is noble goal in fields health and community welfare. Effective communication strategies are needed to improve the quality service at clinic. The community service partner is Yadika Petukangan Clinic in South Jakarta. This training aims to provide communication strategy skills to improve quality service for patients and their families at Yadika Petukangan Clinic. The challenge for the community service partner is absence of clear standard operating procedures regarding quality service standards for healthcare administrative staff. This is because the training participants are unable to communicate effectively in providing optimal service to patients and their families. The community service training was delivered through lectures (including role-playing exercises), discussions, and question-and-answer sessions. The effectiveness of the community service activities was evaluated using a questionnaire in the form of a Google Form distributed to participants, including pre-test and post-test assessments.  The results abdimas activities were evaluated based on four pillars of excellent service through communication strategies: communication through products increased by 40%; communication through people increased by 50%;  communication through processes increased by 55%, and communication through places increased by 20%. This training activity has significantly benefited the partners in improving excellent service through effective communication strategies.
Social Media Literacy's Impact on Entrepreneurial Interest Among Secretarial Students with Digital Financial Literacy Moderation Reni Hariyani; Tio Prasetio
Widya Cipta: Jurnal Sekretari dan Manajemen Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/widyacipta.v9i2.11522

Abstract

Social media platforms offer numerous benefits to entrepreneurs; however, paradoxically, younger generations, such as university students, often fail to leverage these platforms to foster entrepreneurial interest. Additionally, financial management skills are essential for running a business effectively. This situation necessitates the development of social media literacy and digital financial literacy to enhance entrepreneurial interest among students. The purpose of this study is to analyze the influence of social media literacy on the entrepreneurial interest of secretarial program students and to investigate the moderating role of digital financial literacy in the relationship between social media literacy and entrepreneurial interest. This study employed a quantitative research approach, utilizing online questionnaire distribution as the primary data collection method. The sample was determined through purposive sampling involving 50 secretarial program students at Universitas Budi Luhur. The findings reveal that social media literacy has a positive and significant impact on the entrepreneurial interest of secretarial program students at Universitas Budi Luhur. Furthermore, the results indicate that digital financial literacy plays a role in shaping the effect of social media literacy on entrepreneurial interest among these students.
Consumer Behavior Generasi Z: Aspek E-wallet dan Financial literacy Reni Hariyani; Tio Prasetio
Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jab.v4i2.3725

Abstract

Era disrupsi telah membawa perubahan pada perilaku masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan bisnis di Indonesia. Dampaknya terhadap gaya hidup masyarakat yang semakin diberikan kemudahan, kecepatan dan promosi dari sebuah produk. Generasi Z, yang tumbuh dengan teknologi canggih di ujung jari telah menciptakan consumer behavior (perilaku konsumen) Fear Of Missing Out (FOMO). Didukung oleh adanya e-wallet (dompet elektronik) yang membantu mempermudah segala transaksi ekonomi. Hal ini memerlukan financial literacy (literasi keuangan) yang baik agar generasi Z dapat mengontrol diri dalam membelanjakan uang yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris pengaruh e-wallet dan financial literacy terhadap perilaku konsumen generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden generasi Z sebanyak 400 orang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa e-wallet mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap perilaku konsumen generasi Z. Sedangkan financial literacy berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen generasi Z. Nilai inovasi pada penelitian ini menggunakan proksi faktor internal (financial literacy) dan faktor eksternal (e-wallet) dalam meneliti variabel consumer behavior, menggunakan objek penelitian pada generasi Z yang berstatus mahasiswa, dan consumer behavior fokus pada kondisi FOMO generasi Z.
ENTREPRENEURIAL PASSION PADA MAHASISWA SEKRETARI DALAM IMPLEMENTASI PRAKTIK BISNIS Tio Prasetio; Reni Hariyani
Jurnal Serasi Vol 23, No 2 (2025): Jurnal Serasi Vol 23 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v23i2.4034

Abstract

Kondisi perekonomian Indonesia sedang tidak stabil dengan tingkat pengangguran yang semakin meningkat serta jumlah pemutusan hubungan kerja yang semakin banyak. Menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi entrepreneur merupakan solusi efektif untuk saat ini. Passion dalam berbisnis diperlukan oleh generasi muda khususnya mahasiswa. Peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi implementasi praktik bisnis sangat diperlukan. Mahasiswa diperkenalkan dan dibiasakan untuk mulai memiliki hasrat gairah berbisnis dan siap menghadapi segala macam risiko bisnis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui deskripsi entrepreneurial passion jangka pendek dan jangka panjang pada mahasiswa sekretari dalam implementasi praktik bisnis. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan mengolah data primer dan data sekunder. Penggunaan target sampling dalam pemilihan responden sebanyak 11 orang yang melakukan praktik bisnis di mata kuliah Pengantar Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Budi Luhur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa entrepreneurial passion pada mahasiswa Sekretari dalam implementasi praktik bisnis untuk jangka pendek sebesar 91%. Sedangkan entrepreneurial passion untuk jangka panjang sebesar 36%. Motif alasan yang menyebabkan turunnya tingkat entrepreneurial passion yaitu faktor kurangnya kesiapan mental, persiapan modal, minimnya ide kreatif dalam berbisnis serta sulitnya manajemen waktu untuk kuliah dan berbisnis. Secara keseluruhan mahasiswa Sekretari memiliki entrepreneurial passion dalam implementasi praktik bisnis yang berasal dari dalam diri sendiri berupa rasa kebahagiaan, kepuasan serta semangat dalam berbisnis.