Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERENCANAAN SISTEM NORMALISASI SUNGAI BUBODE DI KECAMATAN TOMILITO KABUPATEN GORONTALO UTARA Tintia, Linda; Rachman, Azis; Alitu, Aryati
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.254 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i1.158

Abstract

ABSRAK Masalah sungai di Kabupaten Gorontalo Utara Khususnya Di Desa Bubode Kecamatan Tomilito telah menjadi hal penting dengan sering terjadinya bencana banjir di musim penghujan.Yang sangat mengganggu kehidupan masyarakat dan menghambat sarana transportasi, serta menimbulkan kerugian harta benda yang cukup besar nilainya. Untuk itu dalam merencanakan suatu sistem normalisasi sungai khususnya pada sungai Desa Bubode perlu diketahui adalah banyaknya air hujan yang jatuh atau debit curah hujan yang mengalir ke sungai Bubode.Salah satu yang bisa menjadi acuan perencanaan bangunan pengendalian banjir adalah analisis profil muka air banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit banjir sungai bone dengan kala ulang, 5, 10, 20, 50, 100 tahun dan mengetahui kondisi kritis profil muka air banjir Sungai Bubode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menghitung perkiraan nilai debit menggunakan Analisis frekuensi distribusi normal,distribusi log normal,distribusi log pearson Type III, dan distribusi Gumbel. Kemudian diuji dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorov terhadap data data curah hujan yang diambil dari pos Molingkapoto air sungai Bubode Tahun 2007-2016. Analisis profil muka air dianalisis dengan Software HEC-RAS 4.0. Hasil penelitian memberikan debit banjir sungai bubode dengan kala ulang 5,10,20,50,dan 100 tahun secara berturut-turut adalahkalaulang 5 tahun (Q5) Sebesar 171 m3/det, kalaulang 10 tahun (Q10) 282 m3/det, kalaulang 20 tahun (Q20) sebesar 385 m3/det, kalaulang 25 tahun (Q50) sebesar 526 m3/det, kalaulang 100 tahun (Q100) sebesar 668 m3/det,. Dan kondisi Kritis frofil muka air banjir pada elevasi muka air dari STA 0 – STA 500 yang memberikan elevasi kurang lebih 12-14 mdan menunjukan bagian yang mengalami aliran kritis B9 (STA 450) terdapat titik terjadinya aliran kritis. Aliran kritis dapat memberikan perubahan penurunan tinggi muka air. Kata kunci : Sungai Bubode,Profil Muka Air,HEC-RAS
STUDI PENANGANAN BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DI DESA PONTOLO Apriani, Apriani; Rachman, Azis; Alitu, Aryati
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2018): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.371 KB) | DOI: 10.37971/radial.v6i1.167

Abstract

ABSTRAK Kondisi saat ini begitu banyak permasalahan, terutama di kawasan pemukiman selaras dengan perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin maju dan modern, serta memerlukan rasa aman terhadap bahaya banjir atau genangan air yang selalu mengancam pada tiap tahun musim penghujan datang khususnya di Kec. Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, Adapun upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir yang terjadi di Desa Pontolo, yaitu dengan membuat tanggul penampung air, sistem sumur resapan yang terhubung dengan sistem drainase, Buanglah sampah pada tempatnya, Membersihkan saluran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Rasional Penelitian ini dilakukan di Desa Pontolo kec. Kwandang Kab. Gorontalo Utara, dengan mengumpulkan data dari instansi terkait berupa data curah hujan di stasiun Malingkapoto dari tahun 2007-2016. Langkah perhitungan dengan menghitung Parameter Statistik, Distribusi normal,Distribusi Log Normal, Distribusi Gumbel, Distribusi Log Person III, Curah hujan Rencana dan Uji Smirnov-Kolmogorov. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakuakan dengan menggunakan metode Rasional karena luasan daerah aliran relatif tidak terlalu besar. Maka nilai Q yang di peroleh dari hasil perhitungan Debit Rencana yaitu 0.06856 m3/ det. Kata Kunci : Penanganan Banjir, Curah Hujan, Debit Banjir
ANALISIS KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DAN KEBUTUHAN AIR PADA KAWASAN PESISIR LEATO UTARA Ibrahim Ismail, Irana I. Koem; Alitu, Aryati; Mahmud, Marike
Composite Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Composite Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/cj.v6i1.171

Abstract

Leato Utara, located in Gorontalo City, Gorontalo Province, is a coastal area known as a tourist destination and residential centre. The increasing population in this area has led to a growing demand for clean water. As a result, most residents rely on shallow aimed to analyse the quality of groundwater in Leato Utara and asses the community’s water demand. The analysis method involved testing physical parameters (TDS, turbidity, temperature, colour, odour, and salinity), chemical parameters (iron, pH, manganese, and hardness), and microbiological parameters (Escherichia coli and Coliform) based on the Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. Water demand was analysed based on population data, including domestik and non-domestik water needs, water losses, and total water demand. The results indicated that shallow groundwater quality in Leato Utara varies across physical, chemical, and microbiological parameters, Physical parameters such as turbidity, temperature, colour, and salinity met the quality standards 100%, but only 33.33% of TDS samples met the standard. Chemical parameters such as pH, manganese, and iron fully met the standards, while only 33.33% of hardness results were within acceptable limits. Microbiological tests revealed that 66.67% of samples exceeded the standard for Coliform and 33.33% for E. Coli, indicating potential bacterial contamination. Water availability was found to be 28.512 liters/day, which is insufficient compared to the community’s total demand of 34.008 liters/day. Therefore, appropriate measures are needed to address this water supply issue.