Afani Adam, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Bank Syariah dalam Menegakkan Mutual Benefit: Hybrid Contract pada Produk Qardh Beragun Emas Afani Adam, Muhammad; Habibi, Ahmad; Shafira, Alfina; Dewi Santi, Asmita; Kurniawan, Hafidz; Nita Susanti, Dian
Al-Mashrof: Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 2 (2021): Al - Mashrof: Islamic Banking and Finance
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-mashrof.v2i2.10884

Abstract

ABSTRACTThe existence of Islamic banks was initially driven by the desire for the availability of financial services in accordance with Islamic principles by realizing a banking system that avoided the practice of interest (which is considered synonymous with usury), gambling (maysir), and uncertainty (gharar) and other practices that are not in line with Islamic principle. This study used the descriptive qualitative method. This study aims to determine the role of Islamic Banks in channeling financing through mutual benefits such as savings, current accounts, and deposits. The results of this study found that Islamic banks have contributed to providing financing that can increase people’s purchasing power through the concept of Mutual Benefit. As for the hybrid contracts contained in the gold-backed qardh products, they are included in the mujtami’ah group, not mutaqabalah because there are no requirements and linkages between one contract and another.
The Practice Of Helping As A Form Of Social Alms In Tunggul Pawenang Village, Pringsewu, Indonesia Afani Adam, Muhammad; Eka Putri, Sheilla Aulia
Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy Vol. 3 No. 1 (2025): JCAIP
Publisher : Nuban Jagadhita Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/jcaip.v3i1.119

Abstract

Purpose: This research aims to identify and analyze the practice of helping as a form of social alms in Tunggul Pawenang Village, Pringsewu. In this context, helping is not only about physical assistance, but also includes social, economic, and cultural aspects of the community. Methodology: The method used is a qualitative approach with interview, observation, and documentation techniques. Findings: The results show that despite significant economic differences among residents, the spirit of cooperation is maintained through contributions in the form of labor, goods, and money. Participation in social activities is influenced by an individual's economic capacity, with those who are better off contributing more in the form of materials, while those who are less well-off participate more actively in the form of labor and work. The role of the village head and community leaders is crucial in organizing and motivating the community to maintain the spirit of gotong royong. This research provides new insights into the importance of social roles in building community solidarity, especially in the face of existing social inequalities.
Etika Bisnis Islam Dalam Praktek Bisnis Di Era Digital Ekonomi Triwibowo, Ananto; Afani Adam, Muhammad
Margin: Jurnal Bisnis Islam dan Perbankan Syariah Volume 2 Nomor 1 Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/margin.v2i1.65

Abstract

Ekonomi digital muncul dan berkembang pesat beriringan dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi yang berkembang. Inilah sebabnya mengapa ekonomi digital berusaha untuk memungkinkan usaha kecil dan menengah untuk memasuki dunia bisnis dengan mudah dan praktis. Kebebasan dalam ekonomi digital membuat banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh para pelaku bisnis, hal ini harus diimbangi dengan penerapan etika bisnis di dalamnya.  Ada beberapa prinsip etika yang harus diterapkan dalam bisnis. Berdasarkan lima aksioma etika bisnis Islam, maka segala aktivitas bisnis baik menggunakan digital ekonomi maupun non digital tetap harus sesuai dengan etika bisnis Islam dan tidak boleh melanggar dan bertentangan dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktek-praktek bisnis yang ada dan menggunakan ekonomi digital sebagai sarana bisnis yang dijalankan, yang kemudian dilihat dan ditinjau dengan menggunakan teori etika bisnis islam. Sehingga akan ditemukan semacam teori tentang batasan (yang dilarang dan diperbolehkan) yang diberikan oleh etika bisnis islam dalam melaksanakan bisnis melalui digital ekonomi. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisa studi pustaka. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari kajian-kajian mengenai teori etika bisnis islam serta fenomena bisnis digital yang ada di era saat ini. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktek bisnis di era ekonomi digital masih termasuk ke dalam wilayah muamalah yang memiliki hukum asal dibolehkan sampai adanya dalil atau nash yang melarang. Dalam praktek bisnis ini prinsip kehatian-kehatian dan kejujuran menjadi prinsip utama yang harus dipenuhi, yang kemudian juga diikuti dengan prinsip-prinsip etika bisnis islam yang lain.