Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aliran Progresivisme dan Essensialisme Dalam Filsafat Pendidikan Islam Bullah, Muhammad Habby; Selviana, Mutiara; Nurhasanah, Siti; M, Amril; Novita, Liana
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/acj5fs44

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan membandingkan dua aliran berpengaruh dalam filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, khususnya terkait penerapan serta signifikansinya dalam pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang membahas karakteristik utama, tujuan, dan prinsip-prinsip dasar dari kedua perspektif filsafat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, fleksibilitas dalam proses belajar, serta pengembangan potensi individu peserta didik melalui pendekatan yang berorientasi pada siswa. Sebaliknya, esensialisme lebih menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan dasar, kedisiplinan, dan pembentukan karakter melalui kurikulum yang tersusun secara sistematis. Kedua pendekatan ini memiliki peran penting dalam membentuk sistem pendidikan; progresivisme selaras dengan tuntutan pendidikan masa kini yang mengutamakan kreativitas dan kemampuan beradaptasi, sementara esensialisme tetap krusial dalam menjaga pengetahuan fundamental dan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan prinsip-prinsip progresivisme dan esensialisme dapat menghasilkan sistem pendidikan yang seimbang antara kebebasan belajar dan pengembangan karakter
Sinergi Progresivisme dan Esensialisme dalam Filsafat Pendidikan: Integrasi Nilai, Inovasi dan Implementasinya dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka Ahyani, Salman; Akyunin, Qurrota; Amril, Amril; Novita, Liana
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.3166

Abstract

Perkembangan pendidikan di era modern menuntut adanya pembaruan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan peserta didik. Namun demikian, pembaruan tersebut tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tantangan ini semakin relevan seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, kreativitas, pembelajaran bermakna, serta penguatan karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan landasan filosofis yang mampu menjembatani tuntutan modernitas dengan nilai-nilai keislaman yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengintegrasikan dua aliran filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, dalam kerangka pendidikan Islam, serta menelaah relevansinya terhadap penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada peserta didik, pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis proyek. Sementara itu, esensialisme berperan penting dalam menjaga nilai-nilai fundamental Islam seperti akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta penguasaan pengetahuan pokok. Integrasi kedua aliran ini menciptakan keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai, sehingga mampu melahirkan model pembelajaran pendidikan Islam yang dinamis, relevan dengan zaman, dan berakar kuat pada nilai spiritual Islam.
SHARIA LAW AND SHARIA VIRTUES IN SHAPING THE MORALS OF GENERATION Z: AN INTEGRATIVE-INTERCONNECTIVE APPROACH Novita, Liana; M, Amril
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 11, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/potensia.v11i2.38941

Abstract

The purpose of this study is to develop an integrative-interconnective relationship between shariah law and sharia virtues. This will build a solid foundation of understanding and knowledge to guide the moral development of Gen Z, who grew up in an era of rapid technological advancement. The method used is a qualitative approach by utilizing library research and in-depth content analysis of primary texts and leading academic journals. The results of the study indicate that between sharia law, sharia virtues and the morality of Gen Z, all three are inseparable. However, it needs to be reiterated that the position of sharia law is the basis of sharia virtues and sharia virtues becomes an instrument for morality. In this case, the morality of Gen Z is like its inherent characteristics (critical thinking) but critical thinking in the style of sharia virtues (islamic thinking) based on sharia virtues. So here is the integrative-interconnective in the three relationships of sharia law, sharia virtues and the morality of Gen Z is truly. The implication of this research is that Gen Z is no longer rigid in its morals because it has been given teleological values (sharia virtues). To avoid deviating from these teleological values (sharia law), it remains grounded in theological values (sharia law). In fact, Gen Z is given the freedom to determine values in the 21st century and remains within theological values (sharia law).