Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Seksualitas tentang (Underwearrules) terhadap Pengetahuan Anak Prasekolah Tri Nurminingsih Hatala; Fathimah Kelrey; Tommy Pangandaheng; Hani Tuasikal
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.836 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.21

Abstract

Masa perkembangan seksual anak-anak dimulai sejak usia 0-5 tahun. Pada usia anak sudah harus mulai mengeal tentang masalah seksual. Pengetahuan seks yang keliru dapat menimbulkan persepsi yang keliru tentang alat kelamin hingga proses reproduksi. Pengetahuan yang baik tentang reproduksi akan meghindarkan dari penyimpangan perlakuan seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak usia pra sekolah tentang kesehatan seksualitas underwear rulles. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode pre-experimental design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre test post test. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Uji analsia menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil nilai Z -4,955 dengan p-value 0,000 menunjuk-kan bahwa nilai ρ Value kurang dari α (0,05). Hasil ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan seksualitas (underwear rules) terhadap peningkatan pengetahuan anak prasekolah. Kesimpulan yang didapatkan bahwa dengan adanya pendidikan kesehatan seksual tentang underwear rulles anak usia prasekolah dapat mengetahuinya dan mengerti tentang kesehatan seksual untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.
Gambaran Tingkat Kecemasan Perawat dalam Menghadapi Pasien dengan Suspek Covid-19 Tommy Pangandaheng; Fathimah Kelrey; Tri Nurminingsih Hatala; Charles Pangandaheng
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.43 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.26

Abstract

Perawat sangat diperlukan untuk menunjang kesembuhan dan mengurangi penularan COVID-19. Disisi lain perawat sangat beresiko mengalami gangguan psikologis karena perawat salah satu tenaga kesehatan yang kontak langsung dalam mengobati pasien COVID-19. Latar belakang inilah yang menjadi salah satu alasan peneliti untuk mengkaji lebih dalam tingkat kecemasan perawat yang dialami perawat saat bertugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran tingkat kecemasan perawat dalam menghadapi pasien dengan suspek COVID-19 Di Puskesmas Benteng Ambon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan 22 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety Coronavirus (HARS-A – COV) yang di dalamnya terdapat 14 item. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Berdasarkan hasil analisis univariat mayoritas responden berada pada rentang usia 31-40 tahun, dengan jenis kelamin perempuan, dengan tingkat pendidikan S1 Keperawatan/Ners dan mayoritas responden tidak menunjukkan adanya kecemasan. Mayoritas perawat di Puskesmas Benteng Ambon tidak menunjukkan adanya kecemasan dalam menghadapi pasien dengan suspek COVID-19. Hal ini terjadi karena beberapa factor yang menjadi presipitasi diantaranya tingkat pendidikan yang dimiliki perawat yang kebanyakan adalah Sarjana Keperawatan/Ners serta usia perawat yang matur yaitu berada pada rentang 31-40 tahun.
Dukungan Keluarga untuk Perawat yang Bertanggung Jawab Mengobati Pasien Covid-19 Rita Kombong; Tommy Pangandaheng
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i2.880

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) memiliki penyebaran yang sangat cepat, sehingga menimbulkan kecemasan bagi siapa saja yang khawatir akan meninggalnya anggota keluarga yang sakit. Oleh karena itu, dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Namun, sebagai seorang perawat yang melayani pasien-pasien tersebut, ia juga dikucilkan dan dihindari oleh masyarakat, keluarga dan teman-temannya. Saat ini dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh perawat sebagai garda terdepan akibat beban kerja, tekanan di rumah sakit, dan masalah ekonomi akibat dampak pandemi ini. Perawat dipengaruhi oleh kecemasan dan depresi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, oleh karena itu harus ditangani secara tepat. Adapun tujuan untuk mengetahui bentuk dukungan keluarga perawat selama bertugas di Ruang Isolasi. Menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologi yaitu penelitian kualitatif. Jumlah sampel penelitian adayang digunakan adalahlah 7 partisipan dengan menggunakan purposive sampling yang merupakan anggota keluarga perawat yang pernah terinfeksi dan merawat pasien tersebut. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis masalah. Hasilnya anggota keluarga memberikan bentuk dukungan kepada perawat yang merawat Covid 19, antara lain dukungan emosional, instrumental, informasi, dan penghargaan. Dukungan yang diberikan bervariasi kepada keluarga tergantung pada kebiasaan keluarga. Sekedar dukungan, sedikit apresiasi diberikan kepada perawat.
Meningkatkan Kesiapan Mahasiswa DIII Keperawatan dalam Menghadapi Ukom melalui Bimbingan Intensif di Masa Pandemi Covid-19 Pangandaheng, Tommy; Hairat, Ummul
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1839

Abstract

Lisensi keperawatan adalah bentuk legislasi keprofesionalitasan perawat saat memberikan pelayanan kepada orang lain khususnya pasien dan keluarga. Lisensi keperawatan didapatkan setelah dinyatakan lulus uji kompetensi. Setiap pelaksanaan uji kompetensi diperlukan kesiapan yang cukup pada mahasiswa terlebih lagi di masa pandemic yang dilakukan pengurangan intensitas belajar tatap muka. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisa bagaimana kesiapan mahasiswa DIII Keperawatan dalam menghadapi Uji Kompetensi melalui bimbingan intensif dimasa Pandemi COVID-19. Jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain one shot case study digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di kampus STIKes RS Prof. Dr. J.A. Latumeten. Waktu penelitian dilaksanakan sebelum mahasiswa mengikuti Ujian Kompeten Nasional Indonesia yaitu sejak bulan Maret hingga November Tahun 2021. Populasi dalam sampel ini adalah semua mahasiswa D III Keperawatan Akper Rumkit Tk. III Dr. J.A. Latutemen yang mrngikuti Ujian Kompetensi. Sampel dalam penelitian ini yaitu mahasiswa DIII Keperawatan yang mengikuti bimbingan intensif dan mengacu pada teknik sampling yaitu sebanyak 70 responden. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Analisis bivariate menggunakan jenis analisis uji nonparametrik wilcoxon sign test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siginifkan setelah pemberian bimbingan intensif dengan nilai p value = 0,003. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan skor bimbingan tidak mencapai keberhasilan 100%. Maka dapat disimpulkan ada perbedaan antara nilai ukom dengan bimbingan intensif dalam kegiatan uji kompetensi.