Articles
Overview of Students' Academic Stress Levels on Online Learning During the Covid-19 Pandemic
Cucu Rokayah;
Eli Fitri Sholihah;
Fitra Herdian
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.863
The COVID-19 pandemic has made the shift from education to online learning. These changes trigger academic stress. This study aims to determine the Description of Academic Stress Levels of Students of Diploma Nursing Institute to Online Learning During the Covid-19 Pandemic. This type of research is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. This research was conducted in July 2021 with a population of 154 students. The sampling method used the Slovin formula with proportional random sampling technique so that the number of samples obtained was 111 students. Data retrieval using an academic stress questionnaire distributed in the form of google form. Data analysis used univariate analysis. The results showed that the Diploma of Nursing students experienced moderate stress (75%) due to poorly understood material, difficulty concentrating, and many distractions when studying at home. To cope with stress, students can do fun activities, increase worship, relax, exercise, express complaints to those closest to them and apply a healthy lifestyle.
Overview of Students' Academic Stress Levels on Online Learning During the Covid-19 Pandemic
Cucu Rokayah;
Eli Fitri Sholihah;
Fitra Herdian
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.863
The COVID-19 pandemic has made the shift from education to online learning. These changes trigger academic stress. This study aims to determine the Description of Academic Stress Levels of Students of Diploma Nursing Institute to Online Learning During the Covid-19 Pandemic. This type of research is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. This research was conducted in July 2021 with a population of 154 students. The sampling method used the Slovin formula with proportional random sampling technique so that the number of samples obtained was 111 students. Data retrieval using an academic stress questionnaire distributed in the form of google form. Data analysis used univariate analysis. The results showed that the Diploma of Nursing students experienced moderate stress (75%) due to poorly understood material, difficulty concentrating, and many distractions when studying at home. To cope with stress, students can do fun activities, increase worship, relax, exercise, express complaints to those closest to them and apply a healthy lifestyle.
TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PETUGAS CLEANING SERVICE PT. MITRA ABADI KARYA YANG BERTUGAS DI RUMAH SAKIT
Muhammad Fahmi Ashsidik;
Jahidul Fikri Amrullah;
Oktarian Pratama;
Fitra Herdian
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 2 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38037/jsm.v17i2.435
Henti nafas dan atau henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi kegawatdaruratan medik yang harus segera mendapatkan penanganan baik dari petugas medis maupun masyarakat sekitar kejadian. Salah satu upaya meningkatkan harapan hidup korban henti jantung adalah melakukan pertolongan pertama, salah satunya yaitu Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). hasil survey pendahuluan terhadap 10 orang cleaning service PT. Mitra Abadi Karya (MAK) yang bertugas di rumah sakit, 8 diantaranya belum terlalu memahami tentang praktik BHD. Tujuan penelitian mengetahui gambaran tingkat BHD pada petugas Cleaning Service PT. MAK Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif Pendekatan waktu pengumpulan data menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian 250 cleaning service. Jumlah sampel 72 orang menggunakan teknik random sampling. Analisa data menggunakan uji univariat menggunakan program SPSS. Pengetahuan cleaning service tentang BHD kategori baik 19 orang (26,4%), cukup 44 orang (61,1%), kurang 9 orang (12,5%). Cleaning service lebih banyak memiliki kategori pengetahuan baik tentang Definisi (94%), indikasi (81%), prinsip BHD (78%) dan penghentian RJP (97%), sedangkan prosedur BHD lebih banyak kategori pengetahuan kurang (82%). Diharapkan PT. MAK Melaksanakan evaluasi terhadap kemampuan BHD baik teori maupun praktik pada petugas cleaning service terutama pada yang sudah mendapat pelatihan. Melakukan Refreshing pelatihan BHD agar seluruh cleaning service mengerti dan memahami teori dan praktik BHD. Adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengetahuan bantuan hidup dasar.
The Nurses' Experience Of Being A Nursepreneur In Independent Nursing Practice: Pengalaman Perawat Menjadi Nursepreneur dalam Praktik Keperawatan Mandiri
Yunita Fitri Rejeki;
Andi Sudrajat;
Fitra Herdian
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan (Oktober 2023)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52221/jurkes.v10i2.385
Nurses have the authority to open an independent nursing practice as one of the health services Nursepreneur is a business built based on the field of nursing the high number of nurses and the lack of independent nursing practice land into a phenomenon why nurses do not build a business in the field of nursing. Descriptive qualitative research method, sampling technique used purposive sampling and snowball sampling, with the number of informants three nurses who open nursing independent practice instrument used semi-structured interviews with data validity triangulation method and data analysis obtained five main themes. The results showed that the type of nursing independent practice established was wound care practice with a group wound care practice model, the strategic stage of establishing nursing independent practice by analyzing patient characteristics and analyzing the work environment and the regional environment, the obstacles are in the licensing flow in opening a nursing independent practice land that has not been structured and takes a long time and opportunities in mendiri nursing independent practice by branding between health agencies and through social media. Suggestions in this study need to develop quality standards for services to establish independent nursing practices and increase the involvement of professional organizations in fostering nurses who want to open independent nursing practices.
TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PETUGAS CLEANING SERVICE PT. MITRA ABADI KARYA YANG BERTUGAS DI RUMAH SAKIT
Fahmi Ashsidik, Muhammad;
Fikri Amrullah, Jahidul;
Pratama, Oktarian;
Herdian, Fitra
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38037/jsm.v17i2.435
Henti nafas dan atau henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi kegawatdaruratan medik yang harus segera mendapatkan penanganan baik dari petugas medis maupun masyarakat sekitar kejadian. Salah satu upaya meningkatkan harapan hidup korban henti jantung adalah melakukan pertolongan pertama, salah satunya yaitu Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). hasil survey pendahuluan terhadap 10 orang cleaning service PT. Mitra Abadi Karya (MAK) yang bertugas di rumah sakit, 8 diantaranya belum terlalu memahami tentang praktik BHD. Tujuan penelitian mengetahui gambaran tingkat BHD pada petugas Cleaning Service PT. MAK Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif Pendekatan waktu pengumpulan data menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian 250 cleaning service. Jumlah sampel 72 orang menggunakan teknik random sampling. Analisa data menggunakan uji univariat menggunakan program SPSS. Pengetahuan cleaning service tentang BHD kategori baik 19 orang (26,4%), cukup 44 orang (61,1%), kurang 9 orang (12,5%). Cleaning service lebih banyak memiliki kategori pengetahuan baik tentang Definisi (94%), indikasi (81%), prinsip BHD (78%) dan penghentian RJP (97%), sedangkan prosedur BHD lebih banyak kategori pengetahuan kurang (82%). Diharapkan PT. MAK Melaksanakan evaluasi terhadap kemampuan BHD baik teori maupun praktik pada petugas cleaning service terutama pada yang sudah mendapat pelatihan. Melakukan Refreshing pelatihan BHD agar seluruh cleaning service mengerti dan memahami teori dan praktik BHD. Adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengetahuan bantuan hidup dasar.
Gambaran Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Dalam Gedung Puskesmas Jajaway Kota Bandung
Rejeki, Yunita Fitri;
Fauziyah, Rahmah;
Herdian, Fitra;
Handayani, Asri
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan Sebagai upaya mewujudkan kualitas pelayanan yang baik, Puskesmas harus menjaga kualitas pelayanan mereka salah satu caranya yaitu mengadakan pengukuran kepuasan pasien. Tetapi nyatanya pada fenomena yang ada pada saat pelayanan di Puskesmas Jajaway Kota Bandung, pasien masih menyatakan kurangnya terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas seperti bangku tunggu yang kurang sehingga pasien yang menunggu antrian masih harus berdiri, jam pelayanan yang masih tidak tepat waktu, informasi terkait Puskesmas yang minim dan masih ada petugas yang kurang ramah saat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan dalam gedung di Puskesmas Jajaway Kota Bandung. Metode Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pasien bulan April 2023 pada penelitian ini yaitu 1294 responden dan sampel penelitian yang digunakan yaitu 95 responden. Adapun Teknik pengambilan data menggunakan stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 14-19 Juli 2023 di Puskesmas Jajaway Kota Bandung. Hasil Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terhadap aspek kepuasan, 2 responden (2.1%) sangat tidak puas, 1 responden (1.1%) tidak puas, 63 responden (66.3%) puas, dan 29 responden (30.5%) sangat puas. Kesimpulan dan Saran Sebaiknya petugas kesehatan menambahkan informasi yang jelas tentang Puskemas dan edukasi kesehatan di sosial media yang dimiliki oleh Puskesmas ataupun menambahkan pada bagian loket pendaftaran seperti banner, video animasi ataupun leaflet agar pasienĀ mendapatkan informasi yang jelas dan akurat.
Nurses Experience of Being a Nursepreneur in Independent Nursing Practice
Sudrajat, Andi;
Rejeki , Yunita Fitri;
Herdian , Fitra
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan (October 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52221/jurkes.v11i2.711
Nurses have the authority to open an independent nursing practice as one of the health services Nursepreneur is a business built based on the field of nursing the high number of nurses and the lack of independent nursing practice land into a phenomenon why nurses do not build a business in the field of nursing. Descriptive qualitative research method, sampling technique used purposive sampling and snowball sampling, with the number of informants three nurses who open nursing independent practice instrument used semi-structured interviews with data validity triangulation method and data analysis obtained five main themes. The results showed that the type of nursing independent practice established was wound care practice with a group wound care practice model, the strategic stage of establishing nursing independent practice by analyzing patient characteristics and analyzing the work environment and the regional environment, the obstacles are in the licensing flow in opening a nursing independent practice land that has not been structured and takes a long time and opportunities in mendiri nursing independent practice by branding between health agencies and through social media. Suggestions in this study need to develop quality standards for services to establish independent nursing practices and increase the involvement of professional organizations in fostering nurses who want to open independent nursing practices.
Patient Satisfaction with Health Services (in the Building) at Jajaway Health Center Bandung City
Fauziyah, Rahmah;
Rejeki, Yunita Fitri;
Herdian, Fitra
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan (October 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52221/jurkes.v11i2.712
To realize good service quality, health centers must maintain the quality of their services, one way is to measure patient satisfaction. But in fact, the phenomenon that exists at the time of service at the Jajaway Health Center in Bandung City, patients still express a lack of health services provided at the health center such as waiting benches that are lacking so that patients waiting for the queue still have to stand, service hours that are still not on time, minimal information related to the health center and there are still officers who are less friendly during service. This study aims to determine Patient Satisfaction with Health Services (In Building) at the Jajaway Health Center, Bandung City. The type of research used is a quantitative method with a descriptive approach. The patient population in April 2023 in this study was 1294 respondents and the research sample used was 95 respondents. The data collection technique uses stratified random sampling. This research was conducted on July 14-19, 2023 at the Jajaway Health Center, Bandung City. The results of this study showed 2 respondents (2.1%) were very dissatisfied, 1 respondent (1.1%) was dissatisfied, 63 respondents (66.3%) were satisfied, and 29 respondents (30.5%) were very satisfied.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN TINGKAT 4 DI STIKes DHARMA HUSADA
Fitra Herdian;
Wafiyah , Ghina;
Pratama, Oktarian
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6058
Mahasiswa Sarjana Keperawaatan akan lebih termotivasi untuk belajar apabila dukungan sosial yang diterimanya semakin banyak. Prestasi belajar yang menurun, kemalasan dalam menyelesaikan kegiatan yang diberikan, dan hasil yang tidak diharapkan lainnya dapat terjadi akibat kurangnya dukungan dari diri sendiri maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan dukungan sosial pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasi kuantitatif. Pendekatan sampling lengkap digunakan untuk mengumpulkan 76 responden yang menjadi sampel penelitian. Hasil uji peringkat Spearman dalam penelitian ini menunjukkan Nilai P sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara keinginan belajar dengan dukungan sosial. Mayoritas responden sebanyak 36 orang (47,0%) menyatakan memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi. Mayoritas responden sebanyak 43 orang (57,0%) termasuk dalam kelompok motivasi belajar sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada, dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan. Menurut temuan penelitian, siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka memiliki dukungan sosial yang lebih besar. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan layanan konseling teman sebaya untuk para mahasiswa di STIKes Dharma Husada untuk meningkatkan dukungan sosial serta juga dapat membentuk sosial support dalam lingkungan kampus STIKes Dharma Husada. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Motivasi Belajar
Analisis Hubungan Tingkat Cognitive Flexibility Perawat terhadap Akurasi Identifikasi Shock Index pada Penanganan Pasien Trauma di RSUD Sumedang
Sulistiyawati, Arie;
Pratama, Oktarian;
Herdian, Fitra;
Rahima, Dea Gheriya;
Pamella , Diva
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Vol : 3 No : 2 (2024 ) : Periode Juli 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v3i2.7536
Cognitive flexibility merujuk pada kapasitas individu untuk beralih di antara skema berpikir, menyesuaikan respons terhadap kondisi yang berubah, serta mengintegrasikan informasi baru secara efisien. Pada konteks kegawatdaruratan, kemampuan ini berperan dalam penalaran klinis, pengenalan pola vital sign yang abnormal, dan respons cepat terhadap perubahan fisiologis pasien trauma. Namun, hubungan langsung antara tingkat cognitive flexibility perawat dan akurasi identifikasi Shock Index masih jarang diteliti di Indonesia, khususnya pada rumah sakit daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat cognitive flexibility perawat dengan akurasi identifikasi Shock Index dalam penanganan pasien trauma di RSUD Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengukuran cognitive flexibility melalui instrumen baku dan penilaian akurasi identifikasi SI menggunakan studi kasus terstandar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa perawat dengan skor cognitive flexibility lebih tinggi memiliki tingkat akurasi penilaian SI yang lebih baik. Temuan ini mempertegas bahwa kemampuan kognitif adaptif merupakan determinan penting dalam kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan klinis pada situasi trauma. Implikasi penelitian memberikan landasan bagi rumah sakit untuk mempertimbangkan integrasi pelatihan cognitive flexibility dalam program pengembangan kompetensi perawat IGD. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan melalui penguatan kapasitas kognitif tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan kognitif perawat bukan hanya atribut individual, tetapi juga faktor yang berkontribusi langsung pada keselamatan pasien, khususnya pada fase emas penanganan trauma