Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Dan Rambut Jagung (Zea mays L) Dengan Metode Ekstraksi Ultrasounic Assisted Extraction (UAE) Anantya, Catur; Ghozaly, Reza; Amir, Mellova
Archives Pharmacia Vol 7, No 2 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i2.9932

Abstract

PRODUKSI ASAM LAKTAT OLEH LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS DALAM MEDIA FERMENTASI KOMBINASI LIMBAH CAIR TAHU DAN MANGGA (Mangifera indica l.) Amir, Mellova; Sopiatunnisa, Neng; Abna, Inherni Marti
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i1.2918

Abstract

Lactic acid is a hydroxycarboxylic organic acid used for various purposes and can be obtained through the fermentation of sugar from various sources. This research aimed to determine the ability of Lactobacillus acidophilus in a combination of tofu and mango waste to produce lactic acid using the fermentation method. Variations in media concentration for the combination of tofu and mango liquid waste are 0%, 25%, 50%, and 100% used with the basic fermentation media. The initial stage is the cultivation of L acidophilus, the growth curve, and then the fermentation process, determining the PH and levels of lactic acid produced using spectrophotometry. The research showed that L. acidophilus, combining tofu and mango liquid waste media, could produce lactic acid. Lactic acid levels in 0% combination media with 100% basic media were 2,040 mg/L, 25% combination media, 75% basic media, 2,081 mg/L, 50% combination media, 50% basic media, 2,316 mg/L, combination media 100 % of 2,440 mg/L. The highest levels of lactic acid were produced using a combination of 100% tofu and mango liquid waste at the 48th hour, amounting to 2,440 mg/L.
Aktivitas Antibakteri Sari Buah Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.)Merr.) Terhadap Propionibacterium acnes Syawalda, Adita Deviyanti; Ramadhani, Lidia Anggita; Amir, Mellova; Syafriana, Vilya
Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 18 No. 1 (2025): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : LPPM, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v18i1.2185

Abstract

Propionibacterium acnes adalah salah satu bakteri penyebab jerawat. Pengobatan jerawat dengan obat atau antibiotik dapat mengakibatkan efek samping. Alternatif pengobatan yang berasal dari bahan alam telah banyak dikembangkan, salah satunya adalah buah jeruk bali. Tanaman ini mempunyai banyak manfaat kesehatan, diantaranya sebagai antidiabetes, anti-inflamasi, antimikroba, antimalaria, dan analgesik. Kulit dan buah serta minyak atsiri jeruk bali diketahui memliki aktivitas antibakteri. Jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) memiliki potensi untuk mengobati jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada sari buah jeruk bali terhadap bakteri P. acnes dan senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya, Buah jeruk bali diambil sari buahnya dan dibuat variasi konsentrasi uji (25%, 50%, 75% dan 100%) dan klindamisin sebagai kontrol positif. Penentuan aktivitas daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram dan dilanjutkan dengan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil penapisan fitokimia menujukkan sari buah jeruk bali mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan terpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa seluruh variasi konsentrasi uji dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes dengan rata-rata nilai daya hambat secara berurutan sebesar 8,39 mm; 9,68 mm; 11,10 mm; dan 11,58 mm dengan kategori zona hambat masing-masing sedang dan kuat. Nilai KHM yang diperoleh pada konsentrasi 25%.