Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemeriksaan Angka Lempeng Total Bakteri pada Susu Pasteurisasi Tanpa Merek di Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat Abna, Inherni Marti; Amir, Mellova; Puspitalena, Ayu; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 3, No 2 (2021): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu sapi diminati masyarakat luas karenasusu merupakan bahan pangan dengan nilai gizi yang tinggi. Susu mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, laktosa dan enzim-enzim serta beberapa jenis mikroba yang bermanfaat bagi kesehatan sebagai probiotik. Susu dapat tercemar oleh bakteri patogen dari lingkungan, peralatan perah, atau berasal dari sapi itu sendiri. Susu pasteurisasi adalah susu yang aman untuk dikonsumsi tetapi tidak menutup kemungkinan adanya mikroba yang mencemari susu apabila lingkungan sekitarnya mendukung.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah total bakteri pada susu pasteurisasi yang terdapat di Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat dan untuk mengetahui apakah susu tersebut persyaratan sesuai peraturan BPOM. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengukur nilai Angka lempeng Total (ALT). Hasil pengujian menunjukkan  nilai ALT susu pasteurisasi adalah7,8  x 103  koloni/ml dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Peraturan BPOM Nomor HK.00.06.1.52.4011 untuk produk susu pasteurisasi yaitu tidak melebihi 5x104 koloni/ml.
Uji Aktivitas Antioksidan Tanaman Sarang Semut (Hydnophytum formicarum Jack) dengan Metode ABTS dan Identifikasi Senyawa Aktif MenggunakanLC-MS Amir, Mellova; Ullu, Asabella; Kusmiati, Kusmiati
Archives Pharmacia Vol 2, No 1 (2020): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanaman sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) mengandung flavonoid dan tanin yang merupakan senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan senyawa ekstrak etanol 96%, etil asetat dan n-heksana, serta identifikasi senyawa aktif tanaman sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) yang berasal dari kabupaten Fakfak, Papua Barat. Tanaman sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat dan n-heksana. Hasil ekstrak kemudian diuji aktivitas antioksidannya dengan metode ABTS (2,2’-azinobis(3-ethylbenzoathiazoline-6-sulfonat acid)) menggunakan spektrometer UV-Vis pada panjang gelombang 336 nm denganpembanding vitamin C. Hasil pengujian aktivitas antioksidan diperoleh IC50 untuk etanol 96%, etil asetat, n-heksana dan vitamin C berturut-turut sebesar 28,5863 μg/ml; 99,8980 μg/ml; 117,2372 μg/ml; dan 7,411 μg/ml. Berdasarkan hasil IC50, ekstrak etanol 96% tanaman sarang semut menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat. Ekstrak etanol 96% dianalisis dengan LC-MS untuk mengetahui senyawa yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis LC-MS pada ekstrak etanol 96% tanaman sarang semut diperoleh 7 senyawa. Kata kunci: ABTS, antioksidan, LC-MS, tanaman sarang semut(Hydnophytumformicarum Jack) ABSTRACTSarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) contain antioxidant compound i.e. flavonoid and tannin. Test research have been caried out the antioxidant activity of ethanol 95%, ethyl acetate and n-hexane and identification of active compounds of sarang semut plant extract. The sarang semut plant was collected from Fakfak, West Papua. Sample was macerated by solvent ethanol 96%, ethyl acetate and n-hexane separately. Antioxidant activity of sarang semut plant extract was determined by ABTS method using UV-Vis spectrometer at wavelength of 336 nm, the ascorbic acid was used as standard of activity antioxidant. Antioxidant activity obtained by IC50 for ethanol 95%, ethyl acetate, n-hexane and vitamin C were 28.5863 μg/ml; 99.8980 μg/ml; 117,2372 μg/ml; and 7.411 μg/ml. Based on the results of IC50, ethanol 96% showed a very strong antioxidant activity. Ethanol 96% analyzed by LC-MS to determine the compound contained in it. The results of LC-MS analysis on ethanol 96% obtained 7 compounds. Keywords: ABTS, antioxidant, LC-MS, sarang semut(Hydnophytum formicarumJack)
KEBIASAAN MAKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI KABUPATEN BOGOR Yaktiworo Indriani; Mellova Amir; Iskandar Mirza
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 4 No. 3 (2009)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.679 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2009.4.3.132-139

Abstract

This research aims was to study (1) food habits of adolescent girls; (2) the adolescent girls’ efforts in taking care of and obtaining reproductive health; and (3) the relation between food habits, school level, parent’s education level, and social economics level of family towardreproductive health of adolescent girls. This research was a cross-sectional study executed in class level of 1 and 2 of SMA Negeri I and SMP Negeri I of Dramaga District, in Bogor Regency in which 3 classes of each level so that totalize 12 classes.  The number of subject was 169 adolescent girls. The data was collected by interviews and filling up questioners on May through June 2008. The research result showed that food habit between adolescent girls of SMP and SMA was not different and both have not yet meet PUGS, especially still less in number consume of rice, animal products and plain water. Strive in overcoming the sigh appearance nearing and during menstruation which is often done by adolescent girls were by keeping it quiet, body massages, and lay down. Variables of eating frequency together with habitual of eating fruits, animal products, and sour or hot food during menstruation are significantly related with reproductive health of adolescent girls. 
Uji Efektifitas Ekstras Etanol Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Pada Mencit (Mus musculus) Mellova Amir; Juliana Irem Adriana Purukan
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 16 No 2 (2018): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.134 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v16i2.536

Abstract

Buah naga putih (Hylocereus undatus) mengandung flavonoid yang dapat menghambat kerja enzim xantin oksidase yang dapat mengurangi kadar asam urat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol buah naga putih dalam menurunkan kadar asam urat darah pada mencit yang diinduksi kafein secara oral dengan dosis 0,39 mg/25 g BB. Sampel buah naga putih diambil saat berumur 50-55 hari setelah muncul bunga. Pada uji efektifitas, hewan coba mencit dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dan diinduksi dengan kafein yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diinduksi kafein, kelompok kontrol positif diberikan allopurinol 0,26 mg/25 g BB, kelompok dosis 0,455 mg/25 g BB, kelompok dosis 0,91 mg/25 g BB, kelompok dosis 1,82 mg/25 g BB ekstrak etanol buah naga putih. Pengukuran kadar asam urat darah dilakukan sebelum induksi (hari ke 1), sesudah induksi atau sebelum pemberian ekstrak (hari ke 6) dan sesudah pemberian ekstrak pada (hari ke 9, 12 dan 15). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah naga putih dosis 1,82 mg/25 g BB dapat menurunkan kadar asam urat darah pada mencit secara bermakna dibandingkan dengan dosis 0,455 mg dan dosis 0,91 mg/25 g BB, tetapi tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (allopurinol) dengan presentase penurunan sebesar 92,16%. Kata kunci: Ekstrak buah naga putih, asam urat darah, kafein, allopurinol.
Uji Cemaran Mikroba Es Batu Pada Penjual Minuman di Lingkungan Pasar Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan Tiara Cahya; Mellova Amir; Rosario Trijuliamos Manalu
SAINSTECH FARMA Vol 12 No 2 (2019): Sainstech Farma Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.831 KB) | DOI: 10.37277/sfj.v12i2.448

Abstract

Es batu merupakan produk pelengkap yang sering disajikan bersama minuman dingin dan mudah terkontaminasi oleh bakteri Coliform. Bakteri Coliform merupakan golongan bakteri yang banyak digunakan sebagai indikator kebersihan dalam pengolahan pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya cemaran mikroba pada es batu dalam parameter mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total ( ALT ) dan Most Probable Number (MPN), dan yang diuji adalah total mikroba dan bakteri Coliform. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari kedelapan sampel yang diuji dengan metode ALT dan MPN, semua sampel melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM nomor 16 tahun 2016, yaitu untuk angka lempeng total (ALT) 102-104 koloni/ ml dan MPN < 1,8 – 10 MPN/100 ml.
PRODUKSI, KARAKTERISASI, DAN PENETAPAN KADAR β-GLUKAN DARI Saccharomyces cerevisiae HASIL ISOLASI DARI BERBAGAI JENIS RAGI LOKAL Mellova Amir; Stifani Sofyani; Kusmiati Kusmiati
SAINSTECH FARMA Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v4i2.982

Abstract

Telah dilakukan penelitian produksi, karakterisasi dan penetapan kadar β-Glukan dari S. cerevisiae hasil isolasi dari berbagai jenis ragi local dengan tujuan untuk memperoleh isolat S. cerevisiae yang unggul dengan kadar β-Glukan ekivalen glukosa tinggi dan kadar protein rendah sebelum fraksinasi dan setelah fraksinasi. Isolat S. cerevisiae dari 3 ragi lokal yaitu RT 3, RT 12, RT 14 dan 1 isolat S. cerevisiae dari ragi bermerek SAF diregenerasi dan diinokulasikan ke dalam media pertumbuhan PDA, selanjutnya difermentasi pada media GYP cair hingga kultur sel berumur 6 hari. Biomassa sel diekstraksi untuk mendapatkan β-Glukan, hasil ekstraksi dikeringkan kemudian bobotnya ditimbang (mg) dan dianalisis kadar β-Glukan ekivalen glukosa dan kadar protein dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. β-Glukan crude difraksinasi dengan kromatografi kolom menggunakan eluen campuran n-butanol, etanol, air (5:5:4, v/v). Hasil fraksi-fraksi dianalisis kadar β- Glukan ekivalen glukosa dan kadar proteinnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat S. cerevisiae RT 3 yang diisolasi dari ragi lokal asal Kota Payakumbuh Propinsi Sumatera Barat memberikan hasil terbaik dengan kadar β-Glukan ekivalen glukosa sebesar 6,9042 % dan kadar protein sebesar 3,7065 %. Begitu pula dengan hasil fraksinasi isolat S. cerevisiae RT 3 memiliki rasio kadar β-Glukan ekivalen glukosa : kadar protein sebesar 1,1348.
ANALISIS PROTEIN, KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PIGMEN FIKOBILIPROTEIN MIKROALGA Spirulina platensis YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA LIMBAH CAIR PEMBUATAN TEMPE Mellova Amir; Wayan Sri Agustini; Qste Fatimah Caesar
SAINSTECH FARMA Vol 6 No 2 (2013): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirulina platensis merupakan mikroalga yang banyak mengandung protein yang berfungsi sebagai sumber makanan tambahan dan mengandung pigmen utama fikosianin berwarna biru yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan pigmen fikobiliprotein dari mikroalga Spirulina platensis yang dikultivasi pada media limbah cair tempe. Biomassa Spirulina platensis merupakan sampel dari hasil sentrifugasi kultur menggunakan limbah cair tempe dengan konsentrasi 0%(kontrol), 25%, 50%, dan 75% yang diambil pada fase logaritmik dan fase stasioner. Analisis kandungan protein dilakukan menggunakan metode biuret, analisis kandungan karbohidrat dengan menggunakan metode fenol–sulfat, metode Bligh and Drier untuk analisis total lemak, serta analisis kandungan fikobiliprotein dengan menggunakan Bennet and Bogorad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi konsentrasi limbah cair tempe sebagai media kultivasi mempengaruhi kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan pigmen fikobiliprotein. Hasil analisis kandungan protein, karbohidrat, dan lemak paling tinggi dihasilkan pada Spirulina platensis yang dikultivasi dengan media limbah cair tempe 50% dengan kadar protein sebesar 58,11%, karbohidrat sebesar 31,22% dan lemak sebesar 4,00%. Hasil analisis kandungan fikobiliprotein paling tinggi dihasilkan pada kontrol dengan kadar fikosianin sebesar 3.69% dan allofikosianin sebesar 4.59%..
ANALISIS FIKOBILIPROTEIN DAN POLISAKARIDA DARI MIKROALGA MERAH (Porphyridium cruentum) YANG DIKULTIVASI PADA MEDIA LIMBAH CAIR NATA DE COCO Mellova Amir; Atikah Nurjanah; Ni Wayan Sri Agustini
SAINSTECH FARMA Vol 7 No 1 (2014): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porphyridium cruentum adalah mikroalga merah yang mampu memproduksi fikobiliprotein dan polisakarida berupa ekso- dan endopolisakarida. Telah dilakukan penelitian analisis kandungan fikobiliprotein dan polisakarida dari P. cruentum yang dikultivasi pada media limbah cair nata de coco. P. cruentum dikultivasi pada media limbah cair nata de coco dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 0% sebagai kontrol. Biomassa dan supernatan P. cruentum merupakan sampel uji dari hasil sentrifugasi P. cruentum media limbah cair nata de coco. Analisis kandungan fikobiliprotein dilakukan dengan menggunakan metode Bennet and Bogorad, dan ekso- dan endopolisakarida dengan presipitasi etanol. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan konsentrasi limbah cair nata de coco mempengaruhi nilai kandungan fikobiliprotein, dan ekso- dan endopolisakarida. Kandungan fikosianin terbesar ditunjukkan pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 25% sebesar 2,44%, allofikosianin pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% sebesar 6,17%, dan fikoeritrin terbesar yaitu pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% sebesar 12,63%. Kandugan ekso- dan endopolisakarida terbesar yaitu pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% dengan nilai 29,53% (eksopolisakarida) dan 3,68% (endopolisakarida). Kandungan glukosa terbesar yaitu pada P. cruentum media limbah cair nata de coco 50% dengan nilai 38,45% untuk kandungan glukosa pada eksopolisakarida dan 44,08% untuk kandungan glukosa pada endopolisakarida.
ANALISIS VITAMIN B1, VITAMIN B6 DAN VITAMIN E PADA DAGING TOPBLADE SAPI BERBEDA RAS (LOKAL, IMPOR) DAN KERBAU Mellova Amir
SAINSTECH FARMA Vol 4 No 2 (2012): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study were conducted to analize the vitamins B1, B6 and vitamin E concentrations of top-blade steak from Indonesian local beef, swamp buffalo and imported wagyu beef. Animals were slaughtered at ± 2 year old, top-blade were removed, aged at 10C for seven days, then stored at-800C, thawed to 50C before analyzed. Vitamins B1, B6, and vitamin E content from different breeding meat and buffalo (P<0.05) were significantly different. The content of vitamins B1, B6 and vitamin E local cattle Indonesia is not different from imported beef, and from buffalo meat even contain the highest vitamin E
Extraction, characterization, and biological toxicity of β-glucans from Saccharomyces cerevisiae isolated from ragi Indriati Ramadhani; Diva Larissa; Yeni Yuliani; Mellova Amir; Kusmiati Kusmiati
Journal of Microbial Systematics and Biotechnology Vol 2, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Microbiology Division, Research Center for Biology, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37604/jmsb.v2i2.62

Abstract

β-glucan is a homopolysaccharide with biological activities that are beneficial to health as an immunostimulant, anti-inflammatory, anti-diabetic, anti-cholesterol, and many more. β-glucan extraction results from yeast require characterization related to this bioactive quality, such as β-glucan weight, monomer analysis, functional groups, and cytotoxicity assay. Four Saccharomyces cerevisiae isolates were isolated from three local ragi samples, namely the SC-1, SC-2, SC-3, and SAF from instant ragi. This study aimed to obtain the best candidate of S. cerevisiae isolates to produce high β-glucan levels and low protein levels and to test the potential for cytotoxicity. The four isolates were rejuvenated on potato dextrose agar (PDA), then inoculated into the liquid glucose yeast peptone (GYP) fermentation medium for six days. Saccharomyces cerevisiae cells were extracted by neutralizing acid-base, dried and weighed as a crude β-glucan (mg per 300 mL). The highest yield was SC-2 (818 mg), followed by SC-3 (726 mg), SAF (597 mg), and SC-1 (433 mg). The presence of –OH (alcohol), -C-C-C- (alkane), and –R-O-R- (ether) groups were showed using FTIR characterization. Glucose equivalent β-glucan levels and protein levels were determined using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that β-glucan SC-1 gave the best results with glucose equivalent β-glucan levels of 4,865% and protein levels of 3,804%. The crude β-glucan toxicity test using the brine shrimp lethality test (BSLT) method shows that the β-glucan of the SAF strain has LC50 cytotoxicity of 114.8 ppm followed by β-glucan cytotoxicity from local ragi LC50 was SC-2 (323.5 ppm), SC-1 (331.1 ppm), and SC-3 (354.8 ppm). Therefore, based on the results, SC-1 isolate obtained the highest β-glucan crude and the lowest protein content was SC-2. The β-glucan of SAF extract had the highest toxicity properties based on the IC50 value.