Setiawan, Tio
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEREDARAN PANGAN OLAHAN BERUPA MINUMAN BERALKOHOL TIDAK SESUAI STANDARD PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS: (Analisis Laporan Polisi Nomor LP/A/191/VII/2019/Spkt Polda Sbr) Setiawan, Tio
UNES Journal of Swara Justisia Vol 5 No 3 (2021): Unes Journal of Swara Justisia (Oktober 2021)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ujsj.v5i3.226

Abstract

Minuman beralkohol termasuk pangan olahan sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Angka 19 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Minuman beralkohol disamping menimbulkan efek memabukkan, juga memiliki dampak negatif yaitu perilaku menyimpang bagi yang mengkosumsinya. Minuman beralkohol marak beredar ditengah masyarakat, yang ironinya masih saja ditemukan minuman beralkohol yang tidak sesuai standard sebagaimana kasus yang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat pada laporan polisi nomor LP/A/191/VII/2019/Spkt Polda Sbr. Dari hasil penyidikan terungkap pelaku memproduksi dan menjual minuman beralkohol merek TKW BROTHER tidak sesuai standard yang dapat merugikan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis, dapat disimpulkan pertama, Penyidikan tindak pidana minuman beralkohol tidak sesuai standard adalah diawali atas laporan masyarakat, selanjutnya ditindaklanjuti penyidik dengan pengamatan dan berhasil menemukan tersangka pengedar minuman beralkohol yang tidak sesuai standard yang diracik sendiri oleh tersangka. Kedua, Kendala yang dihadapi penyidik meliputi kendala internal yaitu belum adanya koordinasi antara penyidik Ditreskrimsus dengan fungsi intelejen dalam monitoring peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai standard, disamping itu semakin kompleksnya tindak pidana di bidang Indagsi sehingga membutuhkan uji laboratorium terlebih dahulu dan kendala eksternal yaitu minimnya laporan masyarakat terkait minuman beralkohol dan budaya masyarakat suka mengkonsumsi miras tanpa memperdulikan kandungan dalam miras tersebut. Ketiga, upaya penyidik dalam mengatasi kendala internal adalah dengan menjalin koordinasi dengan fungsi Intel dan BBPOM dalam monitoring peredaran minuman beralkohol guna meminimalisir peredarannya. Sedangkan upaya untuk melakukan kendala eksternal adalah dengan memberikan sosialisasi bahaya miras dengan melibatkan fungsi kamtibmas dalam penyuluhan hukum dimasyarakat.
Internalisasi Nilai Respect untuk Meningkatkan Profesionalisme Perawat dalam Layanan terhadap Rekan Sejawat Musni, Riza; Astuti, Widi; Anastasya, Yara Andita; Julistia, Rini; Muna, Zurratul; Maszura, Leni; Setiawan, Tio; Harahap, T.R. Fitrah At-Taqwa
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21408

Abstract

Background: Salah satu permasalahan yang terdapat pada salah satu Puskesmas di Aceh Utara yaitu Puskesmas Banda Baro adalah rendahnya sikap saling menghargai (respect) antar perawat, yang terlihat dari kurangnya penghargaan terhadap rekan sejawat. Hal ini dipengaruhi faktor internal, seperti keengganan menerapkan sikap respect, kurangnya kontribusi dalam lingkungan kerja, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan bersama. Pengabdian ini bertujuan agar nilai respect dapat terinternalisasi sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dalam layanan terhadap rekan sejawat. Metode: Sejumlah 25 perawat mengikuti psikoedukasi yang dikemas dalam bentuk tanya jawab, FGD (Focus Group Discussion), simulasi, role play dan games. Hasil: Terdapat adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diuji menggunakan pre-test dan post-test. Peningkatan pengetahuan terjadi pada 10 dari 25 perawat yang mengikuti kegiatan, hal ini bermakna terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 40%, menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini efektif membantu menumbuhkan dan mengaplikasikan nilai respect di lingkungan puskesmas. Kesimpulan: Pentingnya menerapkan nilai respect pada aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja sehingga dapat memunculkan sikap kerja yang profesional sehingga dapat meningkatkan mutu layanan terhadap rekan sejawat.