Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WASIAT WAJIBAH DALAM KHI TINJAUAN MAQASHID SYARI’AH Yasir, Emi
AR-RA'YU : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 1 No. 1 (2023): AR-RA'YU : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55721/mhj6bb84

Abstract

Wasiat wajibah adalah wasiat yang diberikan kepada kerabat dekat yang tidak mendapatkan bagian harta peninggalan pewaris, baik karena termasuk dzawil ahram, dzawil qurba, hubungan wala’ muwalah, maupun mahram yang orang tuanya adalah orang yang berhak menerima warisan. Pemahaman dari pengertian ini berbeda dengan aplikasinya di Indonesia, KHI menyebutkan bahwa salah satu yang berhak menerima wasiat wajibah adalah anak angkat. Anak angkat yang selama ini telah dipelihara dan banyak menerima bantuan dari orang tua angkatnya akan mendapatkan keuntungan yang lebih dari wasiat wajibah tersebut, sehingga bisa menimbulkan kerugian bagi ahli waris yang lain. Keberadaan anak angkat ini menjadi fenomena yang kontroversial dalam urusan harta warisan. Menyikapi perbedaan antara teori dan praktik yang ada dalam masyarakat, diperlukan penelitian yang mendalam untuk menemukan kesamaan konsep dan pandangan, salah satunya dapat ditempuh atau ditinjau dari maqashid syari’ah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini berusaha menjawab tentang konsep wasiat dalam fiqh Islam dan KHI serta konsep pemberian wasiat wajibah bagi anak angkat menurut maqashid syari’ah.
Assessing the Consideration of Maslahah and Mafsadah in the Boycott of Franchise-Based Products and Services Linked to Israel in Malaysia Ramli, Mohd Anuar; Salleh, Ahmad Dahlan; Kasa, Annuar Ramadhon; Hassan, Paiz; Yasir, Emi
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 9 No. 3 (2025): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v9.i3.24325

Abstract

This article examines the implications of boycotting franchise operations in Malaysia, identified as supporters of Israeli violence, through the lens of Islamic law, particularly focusing on the concepts of maslahah (benefit) and mafsadah (harm). The objective is to develop a nuanced understanding of the decision-making process regarding such boycotts, acknowledging their extensive economic consequences on various stakeholders, including suppliers, distributors, logistics facilitators, local employees, and business owners. Utilizing a qualitative methodology, this study employs a documentation technique and content analysis to assess the balance between maslahah and mafsadah. Findings suggest that while boycotts can apply financial pressure on Israel, they inadvertently cause significant economic distress to local Malaysian businesses and result in job losses among the local workforces. Notably, the research highlights the distinct positions of Malaysian franchises, which, unlike their Israeli counterparts, generally oppose violence and contribute to Palestinian aid efforts. Consequently, based on the evaluation of maslahah and mafsadah, the article argues that boycotting such entities in Malaysia could be counterproductive, yielding more harm than benefit