Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kondisi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Down Syndrome POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) Surabaya Moeharyono Puteri, Mega; Ardianti Maartrina Dewi; Efrin Tri Anestya; Shafwa Aisha Rahmah; Aurellia Putri Maulidina
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3309

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sangat penting, terutama pada anak-anak dengan Down Syndrome, yang memiliki prevalensi masalah gigi lebih tinggi karena keterbatasan intelektual dan fisik. Anak down syndrome (DS) juga memiliki keterbatasan gerak motorik halus yang menyebabkan kesulitan menyikat gigi, anak DS cenderung menemukan kesulitan dalam menyikat gigi di daerah belakang, sehingga memerlukan pendampingan orang tua dalam melakukannya.  Pada pola maka, anak DS sering mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula dimana meningkatkan risiko karies. Kondisi tersebut diperburuk dengan pH saliva yang bersifat asam pada anak DS, memudahkan terjadinya demineralisasi gigi. Permasalahan lain seperti feeding problem  atau memilih- milih makanan dan menelan tanpa mengunyah mengarah pada pola makan tidak sehat, meningkatkan risiko obesitas pada anak DS , khususnya anak laki-laki.  Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anak DS melalui peningkatan kesehatan rongga mulut dengan program edukasi menggunakan cue cards cara merawat dan pemilihan makanan  baik untuk kesehatan rongga mulut yang melibatkan peran orang tua. Metode ini memanfaatkan pendekatan visual untuk mempermudah pembelajaran dan melibatkan pengukuran OHI-S, pola diet kariogenik, dan tingkat keasaman saliva anak-anak DS. Program dilakukan pada anak DS di POTADS Surabaya dengan evaluasi menggunakan alat diagnostik dan kuesioner. Dengan program ini maka orang tua anak DS dapat mengetahui kondisi , permasalahan yang ada pada rongga mulut anak  dan mengetahui cara untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut melalui pendekatan edukasi kebersihan mulut dan pola makan sehat.
MID (Minimal Intervention Dentistry) by Pediatric Dentist Specialist in City of Surabaya during the COVID-19 Pandemic Dewi, Ardianti Maartrina; Wicaksono, Dimas Prasetianto; Sinaredi, Betadion Rizki; Nastiti, Riska Bangkit; Luthfiani, Taris Fathin; Ardiana, Tasyha Firnandia
Journal of Indonesian Dental Association Vol 6 No 1 (2023): April
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: COVID-19 pandemic that has occurred worldwide due to the rapid spread of the SARS-CoV-2 virus requires adaptation, including in dentistry. Changes in dental care services have occurred in Indonesia, including closing practices, using PPE up to level 4, types of procedures that can be given, duration of treatment, and criteria for pediatric patients companion. Minimal Intervention Dentistry (MID) is defined as a principle in dentistry that aims to maintain oral tissue and prevent the development of a more severe disease. This technique is child-friendly because it does not involve various dental instruments that tend to increase anxiety. MID also produces small amounts of aerosols resulting minimal spread of COVID-19. Objective: This study aims to raise awareness about the application of MID by pediatric dentists specialist in the city of Surabaya during the COVID-19 pandemic. Methods: The study utilized a questionnaire as the primary research instrument to gather data from a sample of 33 respondents out of a population of 60 pediatric dentists in Surabaya. The questionnaire covered various aspects, including the location and type of practice, years of practice, experience with practice closures, and data on actions taken by respondents regarding the implementation of MID measures during the pandemic. Results: Pediatric dentistry during the COVID-19 pandemic experienced a series of changes in its implementation, including closing practices for a period of several days, weeks and months, in 18.87%, 24.53%, 56.6% respectively. MID procedures have been widely used by pediatric dentists since before pandemic (80%) are fissure sealants with HVGIC ingredients (80%), Preventive Resin Restoration (82.8%), GIC restorations (83.9%), and SSC Hall Technique (77.3%). There were variations in the number of MID procedures performed by pediatric dentists the city of Surabaya during the COVID-19 pandemic, some of which had increased (26.67%), decreased (33.33%) and remained constant (40%). Conclusion: The implementation of the MID advantages in pediatric dentistry is very useful and has been applied before and during the COVID-19 pandemic and is recommended for future use.