Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM batik melalui edukasi sertifikasi batik mark dan implementasi canting cap untuk peningkatan produktivitas Anugrah Windy Mustikarini; Rofiq Hamzah; Arief Rahmatulloh; Asalil Mustain; Yanty Maryanty; Prayitno Prayitno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39556

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai historis, estetis, dan ekonomis serta berperan penting dalam pengembangan industri kreatif berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, pelaku usaha batik masih menghadapi berbagai tantangan, berupa persaingan dengan produk tiruan, rendahnya efisiensi produksi, serta keterbatasan pemahaman terhadap standardisasi dan sertifikasi mutu produk. UMKM Batik Ulur Wiji Mojokerto sebagai mitra merupakan produsen batik berbasis eco-fashion dengan motif lokal dan pewarna alami yang menghadapi permasalahan serupa dalam meningkatkan daya saing usaha. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing mitra melalui edukasi Sertifikasi Batik Mark dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan pada Maret–Oktober 2025 melalui Webinar Sertifikasi Batik Mark dan pembuatan empat unit canting batik cap  yang dirancang berdasarkan identifikasi kebutuhan mitra terhadap motif yang paling sering digunakan pada produk batik dan turunannya. Webinar diikuti oleh 17 peserta yang hadir dari komunitas pengusaha batik, dengan narasumber dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan kuesioner dengan perbandingan skor pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan skala Likert 1–5 untuk mengukur peningkatan penerapan IPTEK dan skala Likert 1–4 untuk mengukur kepuasan mitra. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor penerapan IPTEK dari 2,5 menjadi 4,5 atau sebesar 80%, dengan tingkat kepuasan mitra 100%. Implementasi canting batik cap menghasilkan luaran berupa 100 dompet dan 100 totebag yang menunjukkan peningkatan efisiensi produksi, konsistensi mutu, dan diversifikasi produk. Kata kunci: batik mark; edukasi sertifikasi; UMKM; canting batik cap. Abstract Batik is an Indonesian cultural heritage with significant historical, aesthetic, and economic value and plays an important role in the development of creative industries based on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). However, batik entrepreneurs still face several challenges, including competition from imitation products, low production efficiency, and limited understanding of product standardization and certification. Batik Ulur Wiji MSME in Mojokerto, which produces eco-fashion batik with local motifs and natural dyes, faces similar challenges in improving business competitiveness. This community service program aims to enhance the competitiveness of Batik Ulur Wiji MSME through Batik Mark certification education and the implementation of appropriate technology in the production process. The program was conducted from March to October 2025 through a Batik Mark certification webinar and the development of four stamped canting tools based on the partner’s most frequently used motifs. The webinar involved 17 batik entrepreneurs and a speaker from the Center for Standardization and Industrial Service of Handicrafts and Batik, Ministry of Industry. Evaluation was carried out through observation and questionnaires using a 1–5 Likert scale to assess improvements in science and technology adoption and a 1–4 Likert scale to measure partner satisfaction. The data were analyzed using descriptive quantitative methods. The results show an increase in the average technology application score from 2.5 to 4.5 (80%), while partner satisfaction reached 100%. The implementation of stamped canting tools produced 100 wallets and 100 tote bags, indicating improvements in production efficiency, product consistency, and product diversification. Keywords: batik mark; certification education; MSMEs; batik stamping canting.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Mengurangi Burnout Akademik Mahasiswa di Politeknik Negeri Malang Ikhsan Setiawan; Fadloli Fadloli; Muh Syamsul Arifin; Rofiq Hamzah; Rokiyah Rokiyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18370

Abstract

Burnout akademik menjadi salah satu permasalahan yang dialami mahasiswa perguruan tinggi akibat tingginya tuntutan akademik, tekanan pencapaian prestasi, serta beban tugas yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat burnout akademik mahasiswa Politeknik Negeri Malang, menguji hubungan antara keterlibatan mahasiswa dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan burnout akademik, serta menjelaskan kontribusi PAI dalam mengurangi burnout akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif korelasional. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner burnout akademik dan keterlibatan PAI, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat burnout akademik mahasiswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,95. Keterlibatan mahasiswa dalam PAI berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,218. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara keterlibatan mahasiswa dalam PAI dan kemampuan mengurangi burnout akademik (r = 0,813; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,66) menunjukkan bahwa keterlibatan dalam PAI memberikan kontribusi sebesar 66% terhadap penurunan burnout akademik mahasiswa. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti tawakal, sabar, syukur, serta aktivitas ibadah berperan sebagai mekanisme coping spiritual yang membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan pendidikan vokasi.