Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap akarakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan sensori abon nabati bonggol pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) Purba, Nova Solina; Palupi, Pratiwi Jati; Putri, Vinka Adelina; Purbawati, Purbawati; Pratama, Muhamad Doddy; Prasetia, Retno; Fahrizal, Fahrizal
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.19335.59-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) abon nabati dari bonggol pisang kepok, serta kadar air, kadar serat kasar, dan mikroba totalnya. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal (penambahan kayu manis) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Level perlakuan yang dicoba adalah 0,0 g, 0,5 g, dan 1,0 g. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Jumlah bonggol pisang kepok yang digunakan adalah 100 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kayu manis pada pembuatan abon nabati bonggol pisang kepok memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik untuk semua atribut, kadar air, kadar serat kasar, dan angka lempeng total. Penambahan bubuk kayu manis sebesar 1,0 g menghasilkan abon nabati dengan respons organoleptik terbaik untuk aroma, rasa dan tekstur, sedangkan respons hedonik untuk warna terbaik adalah tanpa penambahan kayu manis.
Edukasi dan Pelatihan Pemurnian dan Pengolahan Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi Prasetia, Retno; Palupi, Pratiwi Jati; Sirri, Ahmad; Prasetyo, Hendi Wahyu; Reza, Muhammad Ali
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18602

Abstract

Background: Kebutuhan memasak menggunakan minyak goreng merupakan aktivitas utama dalam kegiatan rumah tangga. Hasil penggorengan menghasilkan produk samping dan mengubah karakteristik minyak sehingga menghasilkan minyak jelantah dengan jumlah yang cukup banyak. Metode: Mitra dalam kegiatan ini yaitu Dasawisma Lily di Kecamatan Loa Janan Ilir. Metode yang diterapkan yaitu edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Pengambilan data pada kegiatan ini dilakukan melalui survey, observasi, wawancara dan evaluasi kegiatan. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan miyak goreng bekas yang lebih jernih yang kemudian diolah menjadi produk inovatif lilin aromaterapi sehingga memiliki warna yang sangat menarik. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan antusias Dasawisma Lily yang tinggi, salah satunya terlihat dari banyaknya interaksi yang terjadi. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan adanya kebermanfaatan kegiatan dengan katagori baik sekali pada persentase 87 %. Kesimpulan: Kegiatan ini pentig untuk dilaksanakan karena meningkatkan pengetahuan Dasawisma Lily baik dalam pemurnian maupun pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Yogurt Berbahan Kulit Buah Naga Sebagai Produk Inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Lily Prasetia, Retno; Palupi, Pratiwi Jati; Kusnadi, Kusnadi; Prasetyo, Hendi Wahyu; Cahyadi, Dicky
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/hfqv5y11

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Lily diolah dan disajikan dengan lebih memperhatikan komposisi dibandingkan rasa sehingga menjadi kurang menarik baik dari rasa maupun penampilan khususnya bagi balita. Pemanfaatan limbah kulit buah naga dapat menjadi salah satu alternatif sebagai sumber pangan pada produk inovasi PMT dikarenakan memiliki warna yang menarik dan rasa yang tidak menonjol. Pada kegiatan pengabdian ini, kulit buah naga dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan yogurt. Tahapan kegiatan pengabdian ini diawali dengan edukasi sumber pangan lokal dalam pembuatan PMT berbasis zero waste dengan pemanfaatan limbah kulit buah naga, pelatihan dan pendampingan pembuatan yogurt berbahan kulit buah naga dan evaluasi terkait peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keberhasilan kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan ini yaitu diperolehnya yogurt kulit buah naga sebagai salah satu bentuk produk inovasi PMT bersumber pangan lokal. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader Posyandu Lily secara keseluruhan yaitu sebesar 57,33%, sedangkan persentase keberhasilan dari kegiatan ini yaitu sebesar 92% dengan katagori sangat baik. Produk inovatif yang dihasilkan ini selanjutnya dapat menjadi salah satu produk PMT yang direkomendasikan
Penguatan Budaya Keselamatan Kerja Melalui Program Sosialisasi K3 Di Lingkungan Offshore FPSO Marlin Natuna Tias, Fajar Wahyuning; Prasetia, Retno
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/h9d56906

Abstract

Lingkungan kerja lepas pantai di FPSO Marlin Natuna dihadapkan pada tingkat risiko tinggi karena penggunaan peralatan berat, sistem bertekanan, dan pola kerja yang berlangsung terus-menerus, sehingga mitra memerlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga perilaku kerja aman di lapangan. Dalam pelaksanaannya, masih dijumpai kebiasaan kerja yang kurang memperhatikan potensi bahaya serta rendahnya kepedulian untuk saling mengingatkan ketika muncul kondisi tidak aman. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengusulkan program sosialisasi keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata Mandiri. Kegiatan ini melibatkan sekitar 25 pekerja dari berbagai divisi operasional. Metode yang diterapkan meliputi pengamatan langsung di area kerja, penyampaian materi secara dialogis, diskusi terbuka, serta praktik sederhana terkait penggunaan alat pelindung diri dan pengenalan risiko kerja. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar peserta aktif terlibat dalam diskusi, menunjukkan respons positif, serta mengalami peningkatan pemahaman terhadap bahaya kerja, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, dan keberanian untuk melaporkan kondisi tidak aman. Dengan demikian, pendekatan edukatif dan partisipatif dinilai efektif dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja offshore
Penguatan Budaya K3 Pada Sektor Industri melalui Pendampingan K3 PT. Dira Energi Utama di Lingkungan Proyek PT. Kaltim Nitrate Indonesia Bontang Riyadi, Agung; Octavainto, Ervian; Prastowo, Sugik; Prasetia, Retno
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/j6mbrm39

Abstract

PT. Dira Energi Utama bergerak di bidang jasa konstruksi yang berfokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek konstruksi sipil, gedung, serta infrastruktur. Aktivitas konstruksi pada umumnya memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam industri konstruksi masih menjadi tantangan, khususnya pada mitra perusahaan dengan tingkat risiko kerja relatif tinggi dan sistem pengawasan yang belum optimal. Kondisi di lapangan menunjukkan adanya potensi bahaya fisik serta keterbatasan pemahaman tenaga kerja terkait penerapan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengusulkan program sosialisasi edukatif dan penyediaan modul panduan keselamatan kerja praktis bagi pekerja lapangan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mandiri. Kegiatan ini melibatkan 15 pekerja dari divisi proyek. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi potensi bahaya, penyampaian materi keselamatan kerja secara interaktif, serta diskusi dan pendampingan sederhana terkait penggunaan APD dan pengenalan risiko kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan serta terlibat aktif dalam diskusi. Selain itu, kegiatan ini memberikan gambaran adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya prosedur keselamatan kerja dan penggunaan APD di area proyek. Namun demikian, hasil yang diperoleh masih bersifat deskriptif dan memerlukan tindak lanjut berupa pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, program sosialisasi K3 melalui pendekatan edukatif dan partisipatif berpotensi mendukung penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan proyek konstruksi perusahaan.