Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analysis of Chlorophyll-a Distribution in Determining the Fishing District of (Euthynnus affinis) Using Satellite Images in North Sumatera Sea Flows Arta, Fandi; Afriani, Afni; Karisma, Rizki
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 6 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.6.1.5-9

Abstract

The North Sumatra Sea waters are one of the potential areas for tuna (Euthynnus affinis) fisheries. However, fishermen's determination of fishing grounds still relies on traditional methods, such as observing seabirds and water color changes, which are often inaccurate. This study aims to determine chlorophyll-A distribution, the accuracy of tuna fishing areas, and the relationship between chlorophyll-A and catch using satellite imagery. This research is beneficial because it is helpful reference material for the fishing industry and the community regarding the relationship between chlorophyll-a and fishing grounds. This research was conducted from April 05 to April 29, 2024, using Aqua Modis satellite image data. The research method used was a survey method that was analyzed descriptively. The results obtained during the study showed that the highest chlorophyll-a concentration occurred in the period April 22 to April 29, 2024, with an average value of 8.71 mg/m3, and the lowest occurred in the period April 06 to April 13, 2024, with an average value of 4.83 mg/m3. Determination of the estimated fishing grounds for tuna (Euthynnus affinis) with overlay technique by shading the chlorophyll-a criteria area >0.1 mg/m3. The accuracy level of the estimation of tuna fishing grounds has an average accuracy of 52%. Chlorophyll-a and catches in North Sumatra Sea Waters have a very strong relationship with an R-value of 0.99
Analysis of Chlorophyll-a Distribution in Determining the Fishing District of (Euthynnus affinis) Using Satellite Images in North Sumatera Sea Flows Arta, Fandi; Afriani, Afni; Karisma, Rizki
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.6.01.5-9

Abstract

The North Sumatra Sea waters are one of the potential areas for tuna (Euthynnus affinis) fisheries. However, fishermen's determination of fishing grounds still relies on traditional methods, such as observing seabirds and water color changes, which are often inaccurate. This study aims to determine chlorophyll-A distribution, the accuracy of tuna fishing areas, and the relationship between chlorophyll-A and catch using satellite imagery. This research is beneficial because it is helpful reference material for the fishing industry and the community regarding the relationship between chlorophyll-a and fishing grounds. This research was conducted from April 05 to April 29, 2024, using Aqua Modis satellite image data. The research method used was a survey method that was analyzed descriptively. The results obtained during the study showed that the highest chlorophyll-a concentration occurred in the period April 22 to April 29, 2024, with an average value of 8.71 mg/m3, and the lowest occurred in the period April 06 to April 13, 2024, with an average value of 4.83 mg/m3. Determination of the estimated fishing grounds for tuna (Euthynnus affinis) with overlay technique by shading the chlorophyll-a criteria area >0.1 mg/m3. The accuracy level of the estimation of tuna fishing grounds has an average accuracy of 52%. Chlorophyll-a and catches in North Sumatra Sea Waters have a very strong relationship with an R-value of 0.99
ANALISIS NILAI EKONOMI HASIL TANGKAPAN BAGAN TANCAP (LIFT NET) PERIODE BULAN NOVEMBER-DESEMBER 2021 DI PULAU PONCAN TELUK TAPIAN NAULI SIBOLGA Sinaga, Irnawati; Afriani, Afni; Daeli, Juniel
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagan tancap adalah salah satu contoh alat tangkap pasif  jenis jaring angkat  (lift net) yang terdiri dari susunan bambu, dirakit sedemikian rupa hingga membentuk persegi empat yang masih digunakan nelayan Sibolga sampai saat ini. Alat bantu penangkapan berupa cahaya atau lampu dalam melakukan operasi penangkapan (Nelwan et al. 2015). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek ekonomi ikan hasil tangkapan yang didaratkan      sebagai hasil tangkapan bagan tancap pada periode November sampai Desember tahun 2021, untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan bagan tancap, untuk mengetahui jumlah bobot ikan hasil tangkapan bagan tancap.   Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu Eksperimental fishing (hasil percobaan). Dalam pelaksanaan penelitian ini pengumpulan data yang dilakukan memiliki jenis dan sumber yaitu Data Primer dan Data Sekunder dimana Data primer ini meliputi jenis dan bobot hasil tangkapan, nilai ekonomi dan kelayakan usaha alat tangkapan bagan tancap dan Data sekunder adalah data yang di peroleh dari literatur yang ada dari buku sebagai referensi dan dari media elektronik atau jaringan internet yang berkaitan dengan data penelitian. Dari hasil penelitian dibeberapa beberapa jenis ikan hasil tangkapan bagan tancap terdiri dari ikan teri (Stolephorus Sp), Peperek (Leiognathuseguulus), Kuwe (Caranax ignobilitis), Cumi (Loligo Sp), Baronang (Siganus Sp) dan Layur (Largehead hartail ). Total hasil tangkapan yang diperoleh tersebut selama penelitian dari bulan November-Desember adalah 4372 kg. Berdasarkan analisis yang digunakan maka usaha bagan tancap layak untuk dilanjutkan dengan diperolehnya keuntungan sebesar Rp.  95.220.750-.  Revenue Cost Ratio 2,45, Payback Period 9 trip dan Break Event Point Rp 38.789.291.
Analisis Nilai Ekonomi Usaha Ikan Teri Rebus Kering di Pintu Angin Banurea, Juni Susanti; Sinaga, Irnawati; Afriani, Afni; Lumbangaol, Sondang Nauli
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang Analisis Nilai Ekonomi Usaha Ikan Teri Rebus Kering yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keuntungan saja yang didapatkan oleh pelaku usaha pengolahan ikan teri rebus kering di pintuagin dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pengolahan ikan teri rebus kering. Hasil dari penelitian ini yaitu Total biaya tetap perbulannya pada usaha pengawetan ikan teri rebus kering yaitu sebesar Rp. 3.204.000, biaya Variabelnya selama setahun sebesar Rp. 65.976.000, biaya total selama setahun yaitu sebesar Rp.87.730.000, Keuntungan usaha pengawetan ikan teri rebus kering dalam satu tahun sebesar Rp. 21.875.000 dan kendala yang dihadapi pada usaha pengawetan ikan teri adalah cuaca (hujan). Kendala lain yang dihadapi produsen pengolahan pengawetan ikan teri rebus kering adalah ketersediaan bahan baku ikan yang tergantung musim
Hubungan Parameter Klorofil-a dengan Hasil Tangkapan Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Laut Sibolga dan Tapanuli Tengah Arta, Fandi Handika; Afriani, Afni; Mandapot Pasaribu
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.300491/tapiannauli.v5i2.196

Abstract

Tongkol Krai (Auxis thazard) merupakan spesies ikan pelagis yang yang paling banyak ditangkap oleh nelayan di perairan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dan menjadi salah satu jenis ikan yang memiliki nilai jual cukup tinggi di Indonesia. Jumlah hasil tangkapan ikan ditentukan oleh  keadaan lingkungan. Banyaknya produktivitas sekunder dari suatu komunitas tergantung pada banyaknya produktivitas primer pada komunitas yang bersangkutan, artinya produktivitas sekunder tinggi jika produktivitas primer tinggi. Produktifitas primer yang dimaksud adalah fitoplankton karena fitoplankton merupakan komponen dasar dari sebuah siklus rantai makanan. Biomassa fitoplankton bisa dihitung dengan memperkirakan konsentrasi klorofil-a. Penggunaan data satelit merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan nilai konsentrasi klorofil-a. Nilai konsentrasi klorofil-a ini kemudian di jadikan sebagai parameter untuk melihat pengaruhnya terhadap dinamika produktivitas perikanan yang ada di perairan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Konsentrasi klorofil-a tertinggi terjadi pada bulan November dengan nilai 1.02 mg/m3 sedangkan yang terendah terjadi pada bulan oktober dengan nilai 0.42 mg/m3. Hasil tangkapan ikan tongkol krai selama tahun 2022 adalah sebesar 1.420.196 kg, dimana hasil tangkapan terbanyak terjadi pada bulan maret dengan jumlah tangkapan sebesar 314.237 kg dan paling sedikit pada bulan mei sebesar 25.903 kg. Hasil uji regresi menunjukkan konsentrasi klorofil-a memiliki “Hubungan Cukup Kuat” dengan pengaruh sebesar 34.9%, sedangkan sebesar 65,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Pengaruh Curah Hujan dan Kecepatan Angin Terhadap Hasil Tangkapan Purse Seine Periode Tahun 2022 di Perairan Pantai Barat Sumatra Sitinjak, Ladestam; Afriani, Afni; Padang, Wendi Suprapto; Munthe, Enjelina
TAPIAN NAULI: Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Perikanan dan Kelautan
Publisher : Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan pantai barat Sumatra adalah salah satunya perairan yang memiliki potensi pesisir dan lautan sumber daya. Potensi sumber daya ikan pelagis di perairan barat. Sumatra sangat tinggi dan produktivitas perikanan juga sangat potensial (Limbong, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter curah hujan dan kecepatan angin terhadap hasil tangkapan purse seine di perairan pantai barat Sumatra. Berdasarkan hasil pengolahan uji regresi linear sederhana yang diperoleh bahwa pengaruh curah hujan terhadap hasil tangkapan mempunyai koefisien determinasi (R Square) =0,07 artinya 7% hasil tangkapan dipengaruhi oleh curah hujan.Nilai korelasi (R) menunjukkan hubungan curah hujan dengan hasil tangkapan adalah R = 0,082 menyatakan hubungan yang sangat rendah, Berdasarkan hasil pengolahan uji regresi linear sederhana yang diperoleh bahwa pengaruh kecepatan angin terhadap hasil tangkapan mempunyai koefisien determinasi (R Square) = 0,461 artinya 46,1% hasil tangkapan dipengaruhi oleh kecepatan angin. Nilai korelasi (R) menunjukkan hubungan kecepatan angin dengan hasil tangkapan adalah R = 0,679 menyatakan hubungan yang kuat.
Percentage of the bycatch and discard composition in artisanal bottom trap fisheries Nofrizal, Nofrizal; Afriani, Afni; Efizon, Deni; Jhonnerie, Romie
Depik Vol 11, No 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.2.26106

Abstract

Data on bycatch in the fishing effort required to manage fisheries resources. Unfortunately, the data on small-scale and traditional fisheries is still lacking. It makes it challenging to make fishing policies and regulations. Survey activities and experimental fishing were conducted to determine and analyze the composition of the main catch, bycatch and discarded by the local fisher's bottom traps in Sibolga, North Sumatra, Indonesia. Five units of the trap with a size of 150 cm x 100 cm x 50 cm (length x width x height) were used to collect fish data. These five trap units operated in the fishing ground, where local fishers usually operate their fishing gear. The fishing operation carried out within 1 mile of the coastline with water depths ranging from 7-10 meters. The duration of trap setting around 5-7 days for each fishing operation. A motorboat operated with a weight of 5.8 GT. The results showed that the total bottom trap catch consisted of 329 individuals with a total weight of 151.4 kg and 12 demersal fish species. The main catch was 148 individuals (88.9 kg), or 44.7% of the total catch during the experiment i.e. Chepalapholis urodeta, Ephinephelus areolatus, Epinephelus chlorostigma, Plectropomus leopardus, Ephinepelus coioides, Lates calcarifer, Lutjanus malabaricus, and Lutjanus erytropterus. The bycatch was 151 individuals (57.1 kg) or 46.1% i.e. Lethrinus obsoletus, Lutjanus ehrenbergii, Acanthurus auranticavus, Platax teira, Nemipterus japonicus, Scarus rivulatus, Lutjanus johnii, Siganus canaliculatus, Caesio cuning, and Taeniura lymma.While the discarded catch amounted to 30 individuals (5.4 kg) or 9.2% i.e. Naso brevirostris, Diodon holocanthus, and Diadema setosum. The bycatch utilization obtained by fishers was 83.4%, and the unutilized was 16.6%. The percentage of fish sizes worthy for consumption was 135 individuals (74.6%), and the size unworthy for consumption was 46 individuals (25.4%).Keywords:Fishing groundFishing gear Fishing operation Main catchTrap