Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN BASIS SUMBER KARBOHIDRAT DAN PROTEIN DI SUMATERA SELATAN Sari, Yulia; Antonio, Jerry; Sulastri, Merna Ayu; Purba, Khairul Fahmi; Wardani, Azqia; Putri, Rani Revina
Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v6i1.291

Abstract

Pengembangan suatu wilayah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi komoditas pertanian unggulan di daerah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas pertanian basis unggulan, mengkaji laju pertumbuhan komoditas pertanian, serta menganalisis komoditas unggulan utama di masing-masing wilayah kabupeten dan kota yang ada di Sumatera Selatan. Analisis data penggunakan metode Location Quotinent (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Hasil menunjukkan bahwa komoditas pertanian unggulan sumber karbohidrat di Sumatera Selatan terdiri dari padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar sedangkan kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggas, daging unggas, daging ruminasia dan hasil perikanan merupakan komoditas pertanian unggulan basis sumber protein. Laju pertumbuhan masing-masing komoditas beragam. Sektor unggulan untuk komoditas ubi jalar berada di Kabupaten/ Kota Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Pagar Alam, dan Lubuklinggau. Kemudian Kabupaten/ Kota Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Timur merupakan pusat unggulan untuk komoditi padi. Selanjutnya, Kabupaten/ Kota Ogan Komering Ulu, Lahat, dan Banyuasin unggul pada komoditi daging unggas. Sementara Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih menunjukkan keunggulan pada komoditi kacang hijau. Kondisi ini akan memicu terjadinya perdagangan antar wilayah yang akhirnya dapat menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan. Maka dari itu pemerintah perlu memfokuskan komoditas pertanian unggulan untuk pengembangan ekonomi wilayah.
Inovasi Pengolahan Ikan Asin dan Manajemen Limbah Ramah Lingkungan di Kampung Siabang Purbiyanti, Erni; Sari, Yulia; Lestari, Susi; Ritongga, Utan Sahiro; Sari, Serly Novita; Antonio, Jerry
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.555

Abstract

This community service activity was conducted with the Salted Fish Artisans Association in Kampung Siabang, Palembang, which is known as a household-scale salted fish processing center. The main problems faced by the partners include limited knowledge of hygienic practices, suboptimal technical skills in fish preservation, and low awareness of waste management from fish processing activities. This program aimed to improve the community’s knowledge, skills, and attitudes so that the salted fish processing practices become more hygienic, comply with quality standards, and adopt sustainable production principles. The implementation methods included an initial assessment using a pre-test questionnaire, counseling and technical training on hygienic salted fish processing in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 8237:2023), hands-on practice of salting and drying techniques, and mentoring on the utilization of fish processing waste into value-added products. The program evaluation was carried out using post-test questionnaires, field observations, and in-depth interviews to assess changes in participants’ knowledge, skills, and attitudes. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge of hygienic practices and quality standards, with an average score increase of more than 20% between the pre-test and post-test. In addition, participants demonstrated improved skills in fish preservation techniques and increased awareness of environmentally friendly waste management through the utilization of fish by-products. The program also encouraged changes in production behavior toward more hygienic and sustainable practices. More broadly, this activity contributed to strengthening the capacity of household-scale salted fish processing enterprises, improving product quality, and creating opportunities to increase community income through more efficient processing and the utilization of economically valuable waste.