Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TRANSFER TEKNOLOGI PENGENDALIAN VEKTOR PENYEBAB KERITING DAUN CABAI DI DESA JALATUNDA MANDIRAJA BANJARNEGARA Eko Apriliyanto
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit utama tanaman cabai di Desa Jalatunda Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara berupa penyakit keriting daun cabai. Saat ini, upaya pengendalian penyakit keriting daun belum optimum. Pengendalian efektif dianggap hanya pada sasaran penyakitnya. Padahal penyakit keriting daun cabai ditularkan oleh jenis serangga pengisap sebagai vektornya. Potensi tingginya populasi serangga hama sebagai penyebar penyakit keriting daun cabai, berdampak pada tingginya serangan penyakitnya juga. Oleh karena itu, perlu upaya pengendalian vektor penyebab keriting daun cabai dengan cara ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan   dengan   cara sosialisasi tentang pengendalian vektor penyebab keriting daun cabai.  Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk seluruh peserta. Selanjutnya, sosialisasi dengan metode ceramah, dilanjutkan dengan diskusi dan penggunaan alat peraga berupa contoh produk biopestisida untuk menunjang materi yang disampaikan. Peserta juga diberikan leaflet tentang materi yang disampaikan narasumber. Di akhir kegiatan dilakukan post-test untuk seluruh peserta. Analisis data menggunakan uji T dari hasil pre-test dan post-test. Pengetahuan tentang peranan vektor penyakit keriting daun yang disebabkan oleh virus telah dimiliki oleh peserta. Pengetahuan tentang cara kerja vektor sebagai pembawa atau penular keriting daun yang disebabkan oleh virus juga telah dimiliki oleh peserta. Pengetahuan tentang upaya pengendalian penyakit keriting daun cabai juga telah dimiliki oleh peserta.Hasil pre-test peserta dengan rerata nilai 64,80 dan post-test dengan rerata nilai 68,85. Pemberian materi pada saat kegiatan transfer teknologi pengendalian keriting daun cabai belum mampu meningkatkan pengetahuan peserta dengan nilai P-value yaitu 0,5661.
Pemantauan Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami pada Ekosistem Tepi dan Tengah Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Eko Apriliyanto; Sarno Sarno
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.485 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.2.603

Abstract

Keberadaan hama dan musuh alami pada tanaman budidaya dapat sebagai acuan dalam kegiatan pengendalian hama tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hama dan musuh alami ekosistem tepi dan tengah permukaan tanah pada pertanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang dipantau dengan memasang perangkap pitfall trap. Penelitian dilakukan di lahan Politeknik Banjarnegara yang berlokasi di kelurahan Kenteng, kecamatan Madukara, kabupaten Banjarnegara, 323 m dpl. Penelitian dengan dua perlakuan berupa lokasi penempatan pitfall trap pada bagian tepi dan tengah lahan tanaman kacang tanah. Lahan tanaman kacang tanah dengan ukuran 40 m x 50 m dan tanaman berumur 28 hari setelah tanam. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman Shannon-Weaver (H’). T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara populasi hama dan musuh alami yang berada pada tepi dan tengah lahan kacang tanah. Populasi hama dan musuh alami permukaan tanah pada tanaman kacang tanah mempunyai  tingkat keanekaragaman yang rendah dengan nilai H’<1,0. Nilai indeks keanekaragaman tersebut rendah baik pada populasi hama dan musuh alami tepi lahan maupun tengah lahan kacang tanah. Indeks keanekaragaman hama, musuh alami dan kelompok lainnya pada tepi lahan dengan nilai 0 hingga 0,32; sedangkan pada tengah lahan dengan nilai 0 hingga 0,30.
Pemantauan Keanekaragaman Hama dan Musuh Alami Tanaman Ubi Jalar dengan Pitfall Trap Eko Apriliyanto; Arum Asriyanti Suhastyo
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.959 KB) | DOI: 10.30595/pspfs.v2i.173

Abstract

The abundance of pest and natural enemy populations on a land can be given in the diversity and abundance of feeding sources and other available resources. The purpose of this study was to determine the diversity of pests and natural enemies of sweet potato plants. Research on land with three types of sweet potatoes, namely yellow sweet potatoes with narrow leaves, yellow sweet potatoes with broad leaves, and sweet potatoes with white leaves. Around the research area are long beans, papaya, guava, soursop, and durian. Sampling of pests and natural enemies by using a pitfall trap. The data analyzed was in the form of the Shannon-Weaver (H') diversity index. The index of pest diversity of the order Coleoptera on narrow-leaved yellow sweet potato, broad-leaved yellow sweet potato, and white sweet potato was 0,160; 0,1270; and 0,1300. The index of pest diversity of the order Orthoptera on narrow-leaved yellow sweet potato, broad-leaved yellow sweet potato, and white sweet potato was 0,3585; 0,3599; and 0,3632. The index of pest diversity of the order Hemiptera on narrow-leaved yellow sweet potato, broad-leaved yellow sweet potato, and white sweet potato was 0,0635; 0,0771; and 0,1300. Diversity index of natural enemies of the order Araneae on narrow-leaved yellow sweet potato, broad-leaved yellow sweet potato, and white sweet potato 0.2180; 0.3061; and 0.2705. The three sweet potato fields had a low diversity index.
TRANSFER TEKNOLOGI PENCEGAHAN BUSUK BUAH DENGAN PENGGUNAAN PERANGKAP LALAT BUAH Eko Apriliyanto
Abdimas Galuh Vol 3, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i1.4363

Abstract

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman buah banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini. Kendala produksi tanaman buah salah satunya yaitu adanya busuk buah yang disebabkan oleh hama lalat buah (Bactrocera sp.). Penggunaan atraktan berbahan metil eugenol belum banyak dikenal oleh masyarakat umum. Kegiatan transfer teknologi upaya pencegahan busuk buah dilakukan dengan pemberian materi tentang gejala dan penyebab busuk buah dan praktik upaya pencegahan busuk buah menggunakan perangkap lalat buah berbasis metil eugenol. Kegiatan diawali dengan pre-test tentang pengetahuan busuk buah. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik, dan diskusi. Setelah kegiatan selesai peserta melaksanakan post-test untuk mengukur kemampuan anggota Aurora tentang pengetahuan busuk buah. Peserta pertemuan rutin Aurora (Alumni SMP Negeri 2 Rakit, Banjarnegara Tahun 2020) belum mengalami peningkatan pengetahuan berdasarkan hasi pre-test dan post-tes yang dilakukan tentang gejala, penyebab, dan upaya pencegahan busuk buah. Peserta memiliki keterampilan cara pembuatan perangkap lalat buah dengan bahan aktif metil eugenol.
TRANSFER TEKNOLOGI PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN BAWANG PUTIH SECARA RAMAH LINGKUNGAN DI KELOMPOK TANI AMANAH MAGELANG Eko Apriliyanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2003

Abstract

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) ramah lingkungan belum banyak dilakukan oleh petani Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Pengetahuan tentang pestisida hayati, pestisida nabati, belum banyak dimiliki oleh petani Desa Adipuro. Penggunaan pestisida hayati dapat menjadi alternatif upaya pengendalian OPT bawang putih. Salah satu OPT yang menjadi permasalahan bagi Kelompok Tani Amanah Desa Adipuro yaitu serangan OPT tular tanah. Uret atau engkuk sebagai salah satu OPT yang menyerang perakaran bawang putih. Keberadaan OPT tanah seringkali tidak hanya satu jenis saja. Penyakit busuk dan layu yang dimulai dari perakaran juga sering menjadi kendala petani. Kegiatan dilakuakan dengan metode ceramah berupa presentasi materi, dilanjutkan diskusi. Alat peraga berupa contoh produk biopestisida untuk menunjang materi untuk dijelaskan kepada peserta. Peserta juga diberi leaflet tentang materi yang disampaikan narasumber. Di awal kegiatan, peserta melaksanakan tes, selanjutnya hasil tes diolah menggunakan uji korelasi terhadap parameter tingkat pendidikan dan umur. Hasil analisis korelasi antara tingkat pendidikan dengan umur yaitu -0,4377, menunjukkan tidak saling hubungan. Korelasi antara tingkat pendidikan dengan nilai tes yaitu 0,4122 menunjukkan tingkat hubungan agak rendah. Korelasi antara umur dengan nilai tes yaitu -0,4376 menunjukkan tidak saling berhubungan. Korelasi antara tingkat pendidikan dan umur dengan nilai tes yaitu 0,2224 menunjukkan tingkat hubungannya rendah.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS GULMA SIAM TERHADAP INTENSITAS SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN CABAI Eko Apriliyanto; Rr. Mustika Pramudya A.
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 1 No 1 (2014): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.398 KB)

Abstract

The purpose of the study is to determine the effect of siam weed compost toward the attact intensity of plant pest organism and the effect toward red chili products. The research was conducted in experimental garden of Politechnic Banjarnegara using a Randomized Block Design. The treatment used five types of fertilizers. They were control/ without fertilizer, NPK (urea 400 kg/ha, SP36 200 kg/ha, and KCl 200 kg/ha), chicken manure 40 ton/ha, goat manure 40 ton/ha, cow dung manure 40 ton/ha, and siam weed compost 40 ton/ha. Each treatment was repeated 4 times, so there were 24 experimental units. The result showed major pest that attact chili plant were green leafhopper (Empoasca sp.) and aphids (Aphid sp.) The attact intensity of green leafhopper pest by providing siam weed compost and other fertilizers did not show significantly different, but the chili plant did not show any green leafhopper attact. The attact intensity of aphids by providing siam weed compost and other fertilizers were also not significanly different from the mean intensity of the attact on the siam weed compost treatment wich required 19,08%. The entire treatment can not improve the result both of the chili fresh weigh and the chili dry weight wich are 79,31 g and 14,67 g each in siam weed compost treatment. Plant fresh weigh is 59,95 g at siam weed compost from treatment did not show significantly different from either control plant and the other fertilizer treatment giving siam weed compost, goat manure, and chicken manure can increase plant dry weight wich are 17,59 g, 18,55 g, and 18,55 g.
PENGARUH BEBERAPA JENIS PUPUK TERHADAP HASIL TIGA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERILL) Arum Asriyanti Suhastyo; Eko Apriliyanto
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 1 No 1 (2014): Edisi November
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.549 KB)

Abstract

Fertilization is one way to increase the production of soybeans, with the hope of accelerating the growth and development of plants and to improve the quality and quantity of results. The purpose of the study was to determine the response of soybean plants to variation fertilizer (cow manure, Inorganic fertilizers, MOL and Bio P2000Z ). The research is implemented in the experimental garden plots Polytechnic Banjarnegara use design Divided (Split plot). The treatments tested were 3 varieties of soybean (Menthel, Argomulyo and Burangrang) and 4 types of fertilizers are control/without fertilizer, cow manure 5 tons/ha, NPK fertilizer recommendation (urea 25 kg Ha-1; SP-36 150 kg Ha-1; KCl 100 kg Ha-1), MOL banana weevil (4,8 L Ha-1), P2000Z organic fertilizer (1 L Ha-1). Each treatment was repeated 3 times, so there are 45 experimental units. The results showed local soybean menthel showed the highest results in the total number of pods per plant and dry weight of seeds per plant are consecutive ie 74,92 g pods and 11,12 g. Argomulyo varieties showed the highest yield on a dry weight of 100 seeds in a row is 12,92 g. Cow dung fertilizer, NPK, MO, liquid fertilizer and without fertilizer may not increase plant height, plant dry weight, total number of pods/plant, dry weight of 100 seeds and dry weight of seeds per plant in soybean plants. There is no interaction effect of varieties and fertilizer to all growth parameters and yield of soybean.
POPULASI LALAT BUAH (Bactrocera spp.) DAN PARASITOIDNYA PADA PERTANAMAN CABAI DI BANJARNEGARA Eko Apriliyanto; Bondan Hary Setiawan
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study is to know the fruitfly and parasitoid populations in chili cropping in Banjarnegara. The study was conducted on April to October 2014. The fruitflies sampling was conducted by using fruitflies host maintenance. It means that collect the chilies wich has indicated attaced by fruitflies. One experimental unit was 10 pieces of chilies placed in a plastic jar filled with steril sand and covered with guaze. Further more, chilies left until the imago appearance, so that the fruitflies and parasitoid could be identified and could be accounted. The research was held in laboratory using a completely randomized block design with three experimens and nine repetitions, so there were 27 experimental units. Experimen consist of three sampling location wich attacked by chili fruitflies (Purwanegara, Karangkobar and Pagentan). The decision of certain location research used purposive sampling technique. Data analysis used F test, if there was significant different followed by Duncan’s Multiple Range Test at 5% level. The highest population of Bactrocera spp. in Pagentan is 20.78 individuals, while in district Purwanegara and Karangkobar are 2.11 and 1.67 individuals. Family Braconidae parasitoid population have not been able to reduce fruitfly population. Parasitoid population in distric Purwanegara, Karangkobar and Pagentan are 0.44, 0.22, and 1.22 individuals.
ANALISIS POTENSI DAN DISTRIBUSI SERTA STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS MELATI GAMBIR DI KECAMATAN RAKIT KABUPATEN BANJARNEGARA Sarno; Eko Apriliyanto
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 2 No 1 (2016): Edisi September
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambir Jasmine is one of the unique and rare commodities, it is only found in the Rakit Subdistrict Banjarnegara Regency. The difference potential of each village in producing jasmine gambir commodity causes differences in the distribution of the commodities its produces. It means that there is a gambir jasmine commodities evenly distributed in each village and there are concentrated in one village. The research that is important about potential and distribution analysis, development and implementation strategy of commodity growth centers gambir jasmine and potential area of ​​its development so that commodities of gambir jasmine can be supreme and mainstay commodity in Rakit District Banjarnegara Regency. The aim of this research is to analyze the potential and distribution of Gambir Jasmine as a mainstay commodity on each village, determine commodity distribution and development strategy of gambir jasmine areas in Rakit subdistrict. This research was conducted by using survey method with main target is all farmer of gambir jasmine in Rakit District. The data analysis used Location Quotient, Shift Analysis, Super Impose, analysis of localization and specialization coefficient. The result shows that all villages in Rakit District have potential for development gambir jasmine as mainstay commodity, distribution commodity it’s spread all over villages in Rakit Subdistrict so that comparative advantages could be known or different. In addition all villages in Rakit Subdistrict don’t have certain event to develop gambir jasmine. Based on SWOT analysis so that analysis produced gambier jasmine development strategies in Rakit. Keywords : Banjarnegara, distribution, potential, strategy
KEEFEKTIFAN KETINGGIAN PERANGKAP WARNA KUNING TERHADAP PENGENDALIAN SERANGGA HAMA TANAMAN MANGGA Eko Apriliyanto; Bondan Hary Setiawan
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 3 No 1 (2017): Edisi Oktober
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan ketinggian perangkap warna kuning terhadap pengendalian hama tanaman mangga. Waktu penelitian pada bulan Oktober 2015. Penentuan pengambilan contoh menggunakan teknik sampling purposive. Pemasangan perangkap warna kuning dilakukan pada tiga ketinggian tempat yaitu, di atas, tengah dan bawah tajuk tanaman mangga. Pengamatan populasi serangga hama yang tertangkap perangkap warna kuning dilakukan setelah pemasangan selama 24 jam. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keragaman Shannon-Weaver (H’) dan kelimpahan relatif (KR). Populasi hama berdasarkan ketinggian perangkap warna kuning dianalisis menggunakan Uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%. Perbedaan ketinggian tempat pemasangan perangkap belum menunjukkan tingkat keefektifan terhadap pengendalian populasi serangga hama yang terperangkap pada bagian atas, tengah dan bawah tajuk tanaman mangga. Serangga hama yang tertangkap meliputi ordo Colepotera, Diptera, Lepidoptera dan Hemiptera. Populasi serangga hama yang tertangkap warna kuning pada bagian atas, tengah dan bawah tajuk tanaman mangga berturut-turut 36, 48 dan 46 individu.