Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Intensitas Serangan Hama pada Beberapa Jenis Terung dan Pengaruhnya terhadap Hasil Eko Apriliyanto; Bondan Hary Setiawan
Agrotechnology Research Journal Vol 3, No 1 (2019): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.578 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v3i1.25254

Abstract

Eggplant pest attack, does not only decrease quantity of the yields, but also the quality. Because of this, it needs effort to use resistant eggplant againt the pests. The purpose of this research was to evaluate the intensity of pest attack on several types of eggplant and their effect on the yield. The design used in the study was a completely randomized block design (RCBD). The research was consisted of 4 treatments with 3 replications. The treatments were 4 types of eggplant that were purple , white eggplant, green eggplant, and green streak white. Data were analyzedby F Test, if it was significantly different, by then it was continued with DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) at the level of 5%. Pest attack intensity of grasshopper (Orthroptera: Acrididae), caterpillars (Lepidoptera: Pyralidae), ladybird Epilachna sp. (Coleoptera: Coccinellidae), leafhopper Amrasca sp. (Hemiptera: Cicadellidae), and Aphis sp. (Hemiptera: Aphididae) on the eggplant types showed there was no significantly difference. The intensity of pest attacks which were not significantly different in all types of eggplant along with the results of analysis of plant height and number of fruits which also showed there was no significantly difference in all type eggplants.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Jenis Dan Jumlah Bakteri Asam Laktat Dalam Pembuatan Starter Isi Rumen Dan Feses Domba Joko Daryatmo; Eko Apriliyanto; Suharti Suharti
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v5i1.1040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jenis dan jumlah bakteri asam laktat (BAL) pada lama fermentasi yang berbeda dalam pembuatan starter yang terbuat dari isi rumen dan feses domba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan 5 ulangan. Variabel yang diteliti yaitu Jenis dan Jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL). Metode analisis data menggunakan metode Analisis Variansi (ANOVA) dan selanjutnya apabila ada perbedaan nyata pengaruh perlakuan tersebut maka diuji lanjut memakai Uji Duncan Multiple Ring Test (DMRT).Berdasarkan hasil analisis statistik dapat disimpulkan bahwa jumlah bakteri asam laktat pada perlakuan P0 berbeda tidak nyata dengan P1 tetapi P0 berbeda nyata dengan P2 dan P3. Sedangkan antara P1, P2, dan P3 berbeda tidak nyata. Probiotik dengan fermentasi 14 hari (P3) memiliki jumlah bakteri asam laktat jenis Lactobacillus sp cenderung lebih tinggi dibanding dengan probiotik P1 dan P2, namun secara statistik berbeda tidak nyata. Sedangkan untuk bakteri asalam laktat jenis Bifidobacterium sp menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu fermentasi berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri asam laktat jenis Bifidobacterium sp dari setiap perlakuan.Perlakuan dengan jumlah bakteri asam laktat cenderung terbanyak didapatkan pada perlakuan dengan lama waktu fermentasi 14 hari (P3) dengan jumlah bakteri asam laktat jenis Lactobacillus sp 3,13 CFU/ml dan Bifidobacterium sp 4,33 CFU/ml. Penelitian dapat disimpulkan bahwa lama waktu fermentasi berbeda tidak nyata terhadap perbedaan jenis bakteri asam laktat yang terkandung dalam probiotik, namun lama waktu fermentasi berbeda sangat nyata terhadap jumlah bakteri asam laktat jenis Lactobacillus sp tetapi untuk bakteri asam laktat jenis Bifidobacterium sp berbeda tidak nyata.
Monitoring of Pest and Natural Enemies Diversity at The Edge and Central of Corn Crops with Pitfall Traps Eko Apriliyanto; Arum Asriyanti Suhastyo
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 9 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v9i2.9381

Abstract

Efforts to determine the presence and population of pests and natural enemies can be carried out through effective monitoring activities using certain traps. At the beginning of corn growth, plants are still susceptible to plant pests and disease organisms (OPT) on the soil surface. Therefore, pitfall can be used to monitor the insects. Research consisted of two treatments, the location of pitfall traps on the edge and middle of the cornfield. The research area measures 11 x 14 m with 24 pitfalls for each treatment. The pitfall trap was installed using a 220 mL plastic glass buried deep and filled with a detergent solution at a dose of 23 grams in 25 liters of water and left for 24 hours. All insects obtained and identified at the family level and their numbers populations. Data were analyzed using the T-Test. There are seven families whose role as pests are Acrididae, Gryllidae, Carabidae, Agromyzidae, Termitidae, Cicadellidae, and Blattidae. There are four families as natural enemies, namely Libellulidae, Lycosidae, Araneidae, and Formicidae. The percentage of pests and natural enemies on the edge of the field is 33.57% and 66.43%. In addition, the pest percentage in the middle of the cornfield is 28.69%, while natural enemies are 71.31%.  
Pelatihan Penggunaan Atraktan dan Yellow Trap untuk Pengendalian Hama Tanaman Pepaya Di Kelompok Tani Harapan Maju Banjarnegara Apriliyanto, Eko
Jurnal Surya Vol 5 No 2 (2023): (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Surya Universitas Muhammadiyah Sukabu
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsu.v5i2.2472

Abstract

Salah satu usaha tani yang dikelola oleh anggota Kelompok Tani Harapan Maju Desa Sambong, Banjarnegara yaitu budidaya tanaman pepaya. Permasalahan pada budidaya tanaman pepaya salah satunya yaitu adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT yang menyerang pepaya antara lain lalat buah, kutu kebul, antraknosa, dan lainnya. Kelompok Tani Harapan Maju belum pernah memperoleh keterampilan khusus penanganan lalat buah pada pepaya. Salah satu cara pengendalian hama lalat buah yaitu penggunaan atraktan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah yang dilaksanakan di Aula Dusun Poncol, dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian kuisioner pada peserta. Kegiatan akhir yaitu praktik penggunaan atraktan dan yellow trap di lahan tanaman pepaya Kelompok Tani Harapan Maju. Hasil kegiatan berupa peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan atraktan dan yellow trap pada tanaman pepaya. Hasil analisis korelasi antar peubah menunjukkan bahwa hubungan korelasi tingkat pendidikan dengan umur yaitu 0,8338. Hubungan korelasi tingkat pendidikan dengan nilai test yaitu -0,0783. Hubungan korelasi umur dengan nilai test yaitu -0,1922. Hubungan korelasi tingkat pendidikan dan umur dengan nilai test yaitu -0,1075.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Mekar Rahayu Banjarnegara melalui Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Daun Mindi Eko Apriliyanto; Arum Asriyanti Suhastyo
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i4.1117

Abstract

Efforts to utilize garden land are expected to improve the family's economy by reducing spending on consumer vegetables. The obstacles faced in the use of home gardens are agricultural inputs in the form of fertilizers and pesticides, the use of which requires assistance. Fertilizer and pesticide products available around generally consist of synthetic chemicals. Excessive use of these two products can cause several negative impacts, one of which is residue on the harvest.  Therefore, it is necessary to use vegetable materials to make pesticides. The methods used were lectures, discussions, delivery of questionnaires, practice of making and applying mindi leaf vegetable pesticides. Participants experienced increased knowledge and skills in the manufacture and application of mindi leaf vegetable pesticides. The results of the correlation analysis between variables show that the correlation between education level and age is -0.3650. The correlation between education level and test scores is 0.6052. The correlation between age and test scores is -0.2206. The correlation between education level and age with test scores is -0.5240.
Pelatihan Penggunaan Atraktan dan Yellow Trap untuk Pengendalian Hama Tanaman Pepaya Di Kelompok Tani Harapan Maju Banjarnegara Apriliyanto, Eko
Jurnal Surya Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Surya Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jsu.v5i2.2472

Abstract

Salah satu usaha tani yang dikelola oleh anggota Kelompok Tani Harapan Maju Desa Sambong, Banjarnegara yaitu budidaya tanaman pepaya. Permasalahan pada budidaya tanaman pepaya salah satunya yaitu adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT yang menyerang pepaya antara lain lalat buah, kutu kebul, antraknosa, dan lainnya. Kelompok Tani Harapan Maju belum pernah memperoleh keterampilan khusus penanganan lalat buah pada pepaya. Salah satu cara pengendalian hama lalat buah yaitu penggunaan atraktan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah yang dilaksanakan di Aula Dusun Poncol, dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian kuisioner pada peserta. Kegiatan akhir yaitu praktik penggunaan atraktan dan yellow trap di lahan tanaman pepaya Kelompok Tani Harapan Maju. Hasil kegiatan berupa peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan atraktan dan yellow trap pada tanaman pepaya. Hasil analisis korelasi antar peubah menunjukkan bahwa hubungan korelasi tingkat pendidikan dengan umur yaitu 0,8338. Hubungan korelasi tingkat pendidikan dengan nilai test yaitu -0,0783. Hubungan korelasi umur dengan nilai test yaitu -0,1922. Hubungan korelasi tingkat pendidikan dan umur dengan nilai test yaitu -0,1075.
Pemberdayaan Sekolah Lansia Center of Exellent Bina Keluarga Lansia Istiqomah Banjarnegara Melalui Pelatihan Pembibitan Tanaman Eko Apriliyanto; Arum Asriyanti Suhastyo; Bondan Hary Setiawan
Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus: Panggung Kebaikan : Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/panggungkebaikan.v2i3.1988

Abstract

This empowerment program for senior citizens at Banjarnegara Polytechnic focuses on improving agricultural skills, particularly plant propagation techniques. Many senior citizens, despite their extensive farming experience, rely on outdated methods that yield suboptimal results, such as poor seedling quality and low germination rates. The program, held on October 3, 2024, at Banjarnegara Polytechnic, aimed to introduce modern agricultural techniques and enhance the participants' knowledge and skills in plant propagation. A total of 25 participants from the CoE BKL Istiqomah attended, with educational backgrounds ranging from elementary school to bachelor's degrees. The event utilized a combination of lectures, practical exercises, and discussions to provide both theoretical knowledge and hands-on experience. The lecture, conducted in Room C.1.2, introduced the basics of plant propagation, while the practical exercises took place at the nursery field of Banjarnegara Polytechnic. The participants gained valuable insights into modern techniques, which they applied directly at the site, ensuring a better understanding of the processes involved. The post-event questionnaire revealed that many participants still viewed farming as a valuable and promising profession, though concerns about the future of farming and its generational continuity were raised. Many participants expressed concerns about passing on farming traditions to the younger generation, indicating a gap between the older and younger generations in agricultural practices. Overall, the program successfully increased the participants' skills in plant propagation and revitalized their enthusiasm for agriculture. Through this activity, senior citizens have been empowered with modern farming knowledge, bridging the gap between traditional and contemporary agricultural practices. The program also opened opportunities for seniors to engage in the modern agricultural sector, fostering a sense of confidence and motivation to continue contributing to the community’s agricultural development.
Pelatihan Pertanian Organik Berbasis Sumber Daya Lokal Di Desa Kalipelus Purwanegara Banjarnegara Apriliyanto, Eko
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v2i4.1108

Abstract

Usaha tani organik perlu didukung dengan sumber daya alam lokal yang nantinya sebagai bahan utama untuk kegiatan pertanian organik. Potensi lokal yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian organik berupa bahan untuk sarana pertanian. Beberapa contoh bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pupuk yaitu bersumber dari sampah organik hasil limbah rumah tangga, seresah daun dari pekarangan rumah, dan sumber hijauan lain yang ada di Desa Kalipelus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemberdayaan melalui pelatihan pertanian organik dilaksanakan di Balai Desa Kalipelus dilaksanakan pada tanggal 17, 18, dan 19 Oktober 2022. Peserta sebanyak 16 orang pemuda Desa Kalipelus. Bentuk kegiatan berupa ceramah, diskusi, dan praktik membuat produk organik. Saat kegiatan peserta mengisi kuisioner tentang pengetahuan dan minat pada kegiatan pertanian organik. Sebanyak 67,50% peserta yang setuju akan minat ketertarikan akan usaha tani organik menunjukkan bahwa generasi muda masih ada yang memiliki ketertarikan akan pertanian. Keinginan peserta terhadap usaha bidang pertanian organik sebanyak 50% setuju, 28,75% sangat setuju, dan 21,25% ragu-ragu. Tingkat keyakinan peserta tentang usaha bidang pertanian organik menunjukkan bahwa sebanyak 78,75% sangat setuju, 18,75% setuju, dan 2,50% masih ragu-ragu. Adanya keyakinan tinggi para peserta dalam bidang usaha pertanian organik dapat dikarenakan saat ini sudah banyak inovasi dan teknologi baru yang mempermudah dalah kegiatan usaha tani.