Henry Apriyatno
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gedung E4, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229, Telp. (024) 8508102

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Studi Eksperimental Perilaku Pull-Out pada Angkur Mekanis dengan Perbandingan Kekuatan Metode Pemasangan Cast-In-Place dan Post-Installed Wiguntoro, W; Apriyatno, Henry
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.362 KB)

Abstract

Hasil pengujian bertujuan untuk mengetahui nilai efisien tegangan angkur pada beton mutu 25 MPa, berdasarkan metode pemasangan Cast in place dan Post installed. Faktor yang mempengaruhi antara kedalaman efektif pemasangan angkur, diameter angkur dan mutu beton. Metode pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan, uji tarik belah beton dan pengujian cabut angkur (pull-out test) menggunakan beton ready mix dengan kuat tekan rencana sebesar 25 MPa. Pengujian pull-out angkur menggunakan beton dengan daerah tinajuan berdimensi 300 mm x 300 mm x 150 mm sebanyak 6 unit. Angkur yang digunakan adalah hammer drive anchor sanko berdiameter 10 mm sebanyak 4 unit untuk 1 spesimen beton dengan jarak antar angkur sebesar 100 mm. Hasil pengujian diperoleh kuat tekan beton sebesar 25,697 MPa, kuat tarik belah beton sebesar 2,563 MPa atau 9,97% dari kuat tekan beton dan memenuhi syarat teoritis yaitu 8-15% dari kuat tekan beton. Pada pengujian cabut angkur diperoleh hasil rata-rata sebesar 39,16 kN dengan perpindahan rata-rata sebsear 13,81 mm .untuk pemasangan metode cast in place dan 37,37 kN dengan perpindahan rata-rata sebesar 8,89 untuk metode pemasangan post installed.
Eksperimen Tarik Angkur Tipe Ekspansi secara Cast in Place dan Post Installed dengan Keggalan Breakout Concret Huda, Amirul; Apriyatno, Henry
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.914 KB)

Abstract

Penggunaan angkur dalam konstruksi semakin populer untuk menghubungkan konstruksi baja dan beton yang menyalurkan beban tarik yang bekerja ke beton. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan angkur berdasarkan metode pemasangan yakni secara cast in place dibandingkan post-installed melalui pengujian kuat tarik angkur terhadap beton dengan kegagalan breakout concrete. Angkur tipe ekspansi merk “Sanko” M12x100 (hef: 60 mm, diameter 12 mm, panjang 100 mm) dan beton ready mix fc 25 MPa. Dalam pengujian tarik angkur terhadap beton baik pemasangan angkur secara cast in place dan post installed, masing-masing metode pemasangan menggunakan 3 benda uji dengan dimensi 300x300x150 mm. Setiap benda uji terpasang 4 angkur. Hasil pengujian dan hitungan teoritis ditujukkan dengan kegagalan breakout concrete (jebol beton) akibat tarik, dimana perilaku jebolnya beton disekitar angkur, dengan kekuatan maksimum rata-rata sebesar 40506,67 N untuk pemasangan cast in place dan 38187,33 N untuk pemasangan angkur secara post installed. Kuat tekan beton rata-rata sebesar 25,2 MPa. Kuat tarik (bahan) angkur rata-rata sebesar 338 MPa.
Eksperimen Pullout Test Hammer Drive Anchor M10 X 120mm dengan Jarak Angkur Tepi Beton Kritis melalui Metode Pemasangan Cast-In Place dan Post Installed Anatasya, Levina; Apriyatno, Henry
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.923 KB)

Abstract

Angkur mempunyai berbagai macam jenis salah satunya adalah hammer drive anchor atau sering disebut dengan angkur pukul. Pemasangan angkur dapat dilakukan dengan cara cast-in place dan post installed. Cast-in place adalah pemasangan angkur yang dilakukan saat proses pengecoran, sedangkan post installed adalah pemasangan angkur yang dilakukan saat beton mengeras. Pull-out test digunakan untuk mengukur besarnya gaya maksimum yang dibutuhkan untuk mencabut angkur yang ditanam ke dalam suatu beton. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kegagalan yang terjadi dan kapasitas tarik angkur pada metode pemasangan cast-in place dan post installed dengan pengaruh diameter angkur, kedalaman angkur, jarak antar angkur, jarak angkur ke tepi beton kritis. Penelitian menggunakan angkur m10 x 120 mm dengan benda uji sebanyak enam sampel yang dipasang empat angkur pada masing-masing benda uji. Hasil penelitian kapasitas tarik angkur dengan metode cast-in place didapatkan rata-rata sebesar 37,24 kN dengan rata-rata angkur tercabut sebesar 7,6 mm. Sedangkan, kapasitas tarik angkur dengan metode post installed didapatkan rata-rata sebesar 35,93 kN dengan rata-rata angkur tercabut sebesar 5,67 mm. Dari 6 kali pengujian, 83% kegagalan yang terjadi adalah tercabutnya angkur dari beton. Berdasarkan cara pengambilan keputusan uji simultan dalam analisis regresi dapat disimpulkan bahwa besar pembebanan jika diuji berpengaruh signifikan terhadap panjang angkur yang tercabut.