Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TENTANG KARIES GIGI PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATI (STUDI DI KOTA PROBOLINGGO) Ida Chairanna Mahirawatie; Rizki Febrianti Puji Rahayu; Hendro Suharnowo
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.703 KB) | DOI: 10.36086/jkgm.v3i1.740

Abstract

Abstrak Proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah karies gigi. Untuk menanggulangi hal tersebut, yaitu salah satunya dengan upaya promotif dan preventif dengan mendorong kemandirian pribadi dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Masalah penelitian adalah tingginya angka karies gigi di wilayah Kerja Puskesmas Jati Kota Probolinggo. Tujuan penelitian untuk mengetahui promosi kesehatan dengan media video tentang karies gigi pada remaja di wilayah Kerja Puskesmas Jati Kota Probolinggo. Metode penelitian deskriptif dengan jumlah responden 51 remaja dengan pengisian kuesioner dari google form. Teknik analisis data menggunakan cara merekap hasil data yang telah dikumpulkan dan di sajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang karies gigi sebelum promosi kesehatan dengan media video dalam kategori cukup dan pengetahuan remaja tentang karies gigi setelah promosi kesehatan dengan media video dalam kategori baik. Kata kunci : Karies Gigi, Media Video, Promosi Kesehatan, Remaja. Abstrak The largest proportion of dental problems in Indonesia is dental caries. To overcome this, namely by promoting and preventing efforts by encouraging personal independence in maintaining healthy teeth and mouth. The problem of this research is the high number of dental caries in the working area of Jati Public Health Center, Probolinggo City. The study aims to determine health promotion using video media about dental caries in adolescents in the working area of Jati Public Health Center, Probolinggo City. The method descriptive with respondents 51 adolescents by filling out a questionnaire from google form. The analysis technique used is to recap the results of the data that has been collected and presented in tabular form. The results showed that knowledge of adolescents about dental caries before health promotion using video media was in enough category and the knowledge of adolescents about dental caries after health promotion using video media was in a good category. Kata kunci : Dental Caries, Video Media, Health Promotion, Adolescents.
LITERATUR REVIEW: KARIES PADA ANAK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI PENGARUH MAKAN KARIOGENIK Sunomo Hadi; Dini Sabiila; Hendro Suharnowo; Imam Sarwo Edi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.815

Abstract

Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum. Data karies menurut riskerdas 2018 pada anak usia 12 tahun sebanyak 29,8%. Beberapa jurnal menyatakan faktor penyebab karies pada anak sekolah dasar adalah pola makan kariogenik. Masalah dalam penenlitian ini adalah tingginya angka presentase karies pada anak sekolah dasar dan pola makan kariogenik yang dapat menyebabkan karies gigi. Tujuan dari penenlitian ini adalah faktor penyebab karies gigi dan pola makan kariogenik pada anak sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan literature review yang diperoleh dari 3 database yaitu google scholar, medline, dan garuda. Hasil penelitian didapatkan faktor - faktor yang menyebabkan karies gigi pada anak sekolah dasar yaitu makanan kariogenik, jenis makanan kariogenik, frekuensi makanan kariogenik, kebiasaan menggosok gigi, pola makan, usia dan peran orang tua. Dari hasil literature review didapatkan bahwa anak sekolah dasar memiliki pola makan kariogenik dengan frekuensi ≥ 3 kali sehari, tinggi, dan sering Kata Kunci: karies gigi, pola makan kariogenik, anak sekolah dasar. Abstract: Dental caries is a disease of hard tooth bye tissue damage of enamel, dentin and sementum. Data caries according to the riskerdas 2018 in 12 years old children by 29,8%. Some journals claim that the caries cause in elementary school children is the diet of kariogenic. The problem in this study is the high rate of caries presentase in elementary school chidren and a cariogenic diet that could lead to caries. The purpose of this study is the factor that cause dental caries and diet cariogenic in elementary school children. Method this study used a literature review from google scholar, medline and garuda. Research obtained a factor that couses dental caries in elementary school children is food cariogenic, types food ariogenis, frequency of cariogenic foods, brusing of teet, diet, age, and the role of parents. Results from the literature review are abtained that elementary school children have a kariogenic diet eith a frequency ≥ 3 times a day high and aften. Keywords: Dental caries, diet cariogenic food, elemntary school children.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI ANAK PRASEKOLAH Ratih Larasati; Hikmatun Ariany Mabruroh; Hendro Suharnowo; Bambang Hadi Sugito
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.822

Abstract

Abstrak : Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan gigi dan diawali dengan terjadinya kerusakan pada permukaan gigi yaitu dari bagian enamel ke dentin yang kemudian meluas ke arah pulpa. kerusakan gigi sulung lebih cepat menyebar, meluas dan lebih parah dari pada gigi permanen. RISKESDAS, menyatakan prevalensi karies pada usia dini dalam rentang usia 3-4 tahun sebesar 82% artinya hanya 18% anak Indonesia yang bebas dari karies gigi. Orang tua khususnya ibu harus mengetahui cara merawat gigi anak dan mendidik anak cara merawat gigi yang baik dan benar, sedangkan ibu menganggap karies bukan masalah yang serius. Tujuan : Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian karies gigi anak pra sekolah. Desain :Tinjauan Pustaka Sistematis . Sumber Data : Pencarian artikel dilakukan pada database Google Schoolar (2015-2020), DOAJ (2015-2020), SINTA (2015-2020) dan Garuda Jurnal (2015-2020). Metode : Strategi pencarian artikel menggunakan PICOS dan kata kunci yang disesuaikan dengan topik penulisan. Artikel dipilih berdasarkan abstrak atau teks lengkap sebelum dimasukkan dalam sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang akan di review . Kesimpulan : sebagian besar artikel menjelaskan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian karies gigi pada anak pra sekolah.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES PADA SISWA KELAS V-A SDN NGAGEL REJO 1 SURABAYA TAHUN 2020 Siti Mestiyah; Endang Purwaningsih; Hendro Suharnowo
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i1.615

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya presentase karies gigi pada siswa kelas V-A  di SDN Ngagel Rejo 1 Surabaya Tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan tentang karies gigi pada siswa kelas V-A SDN Ngagel Rejo 1 Surabaya tahun 2020 yang meliputi pengetahuan tentang pengertian karies gigi, pengetahuan tentang penyebab karies gigi, pencegahan karies gigi, pengetahuan tentang akibat lanjut dari karies gigi jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 35 siswa dari total 40 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengetahuan tentang karies gigi pada siswa kelas V-A SDN Ngagel Rejo 1 Surabaya tahun 2020 termasuk dalam kriteria Rendah.
GAMBARAN PERAN IBU DALAM MEMELIHARA KESEHATAN GIGI ANAK USIA SEKOLAH DI KELURAHAN KRATON KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2020 Maulida Alfarisa Salsabila; Sri Hidayati; Hendro Suharnowo
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i2.709

Abstract

Proporsi terbesar masalah gigi dan mulut di Indonesia adalah karies gigi. Karies gigi disebabkan karena adanya bakteri serta partikel-partikel makanan yang terdapat pada gigi serta ditandai dengan kerusakan pada jaringan gigi. Berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2018, jika digolongkan dalam kelompok umur, proporsi terbesar dengan masalah kesehatan gigi dan mulut adalah anak usia sekolah 5-9 tahun dengan presentase 67,3%. Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya presentase karies gigi pada anak usia sekolah di Kelurahan Kraton, Kabupaten Bangkalan. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuinya gambaran peran ibu dalam keikutsertaannya dalam memelihara kesehatan gigi pada anak usia sekolah di Kelurahan Kraton, Kabupaten Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah responden 35 ibu yang memiliki anak usia sekolah di Kelurahan Kraton, Kabupaten Bangkalan. Metode pengumpulan data dengan pengisian kuisioner. Teknik analisis data dengan menghitung rata-rata (mean) dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa peran ibu dalam memelihara kesehatan gigi anak usia sekolah di Kelurahan Kraton, Kabupaten Bangkalan termasuk dalam kategori cukup dengan presentase 70%. Presentase tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan rata-rata jawaban dari setiap indikator peran ibu yang meliputi 4 indikator, yaitu peran ibu sebagai pengasuh, pendidik, pendorong dan pengawas
UJI DAYA HAMBAT LARUTAN BUNGA CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) DENGAN KONSENTRASI 5% TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Wahyuni Febrian Firdiana; Sri Hidayati; Hendro Suharnowo
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 3 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v1i3.550

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Apabila terabaikan dapat menimbulkan penyakit karies. Berdasarkan hasil Riskesdas (2013) dan Riskesdas (2018) penduduk Indonesia yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut terutama di provinsi Jawa Timur memiliki peningkatan nilai prevalensi dari 30% menjadi 55% dan didapatkan masalah karies (2018) khususnya Provinsi Jawa Timur dengan jumlah sebesar 42,4%. Streptococcus mutans merupakan bakteri yang memiliki peran utama dalam etiologi karies gigi. Cengkeh merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan untuk mengobati sakit gigi. Kandungan dalam cengkeh yaitu saponin, tannin, alkaloid, glikosida dan flavonoid. Cengkeh banyak digunakan karena Senyawa eugenol yang sifatnya analgesik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji daya hambat larutan bunga cengkeh (syzygium aromaticum) dengan konsentrasi 5% terhadap bakteri streptococcus mutans. Metode yang digunakan Eksperimental Laboratorium dengan 2 perlakuan (larutan bunga cengkeh 5% dan kontrol group aquades) dan masing-masing dilakukan 16 kali pengulangan dan tehnik analisa yang digunakan uji t tes independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa larutan bunga cengkeh 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri streptococcus mutans dapat dilihat dari rata-rata diameter zona bening, dimana rata-rata larutan bunga cengkeh 5%  yaitu sebesar 12,93mm dan  rata-rata kontrol aquades sebesar 0 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa larutan bunga cengkeh 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri streptococcus mutans
Gambaran Klinis Gejala Covid-19 di Rongga Mulut Shalsha Billa Ridatul Monika; Isnanto Isnanto; Hendro Suharnowo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1613

Abstract

 Introduction: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2). SARS-CoV-2 is a new type of virus. There are two types of corona viruses that can cause diseases with severe symptoms such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Data according to WHO 2020 has confirmed the number of deaths on September 27, 2020 that cases of coronavirus (SARS-CoV-2) in the world have reached 32,730,945 cases. And it has been confirmed that the number of deaths due to the corona virus has reached 991.22 patients. Ulcerative lesions were reported in patients diagnosed with the novel coronavirus disease. This is due to the ACE2 receptor which is a cell membrane protein that is the site of attachment of the SARS-CoV-2 virus to the salivary glands. Objective: To find out the clinical picture in the oral cavity in COVID-19 patients. Methods: using literature review obtained from 3 databases, namely Pubmed, Willey Online Library, DOAJ. Results: there are several clinical features in the oral cavity in COVID-19 patients such as oral cavity lesions, erythematous, enanthem, multiple erythematous lesions, xerostomia and periodontal disease. Conclusion: The clinical picture in the oral cavity in COVID-19 patients can be seen that, COVID-19 can affect the condition of the patient's oral cavity such as oral cavity lesions, xerostomia, enanthem, erythematous, multiple erythematous lesions and necrotizing periodontal disease. This condition occurs in COVID-19 patients who are supported by various facts and patient conditions.Keywords: oral cavity; clinical manifestation; COVID-19ABSTRAKPendahuluan: Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV2). SARS-CoV-2 merupakan jenis virus baru. Ada dua jenis virus corona yang dapat menyebabkan penyakit dengan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Data menurut WHO 2020 telah terkonfirmasi jumlah kematian pada tanggal 27 September 2020 bahwa kasus coronavirus (SARS-CoV-2) di dunia telah mencapai 32.730.945 kasus. Dan telah terkonfirmasi jumlah kematian akibar corona virus mencapai 991.22 pasien. Lesi ulseratif dilaporkan pada pasien yang didiagnosis menderita penyakit coronavirus baru. Dikarenakan reseptor ACE2 yang merupakan protein membrane sel yang menjadi tempat perlekatan virus SARS-CoV-2 pada kelenjar saliva. Tujuan: mengetahui gambaran klinis di rongga mulut pada pasien COVID-19. Metode: menggunakan literature review yang diperoleh dari 3 database yaitu Pubmed, Willey Online Library, DOAJ. Hasil: terdapat beberapa gambaran klinis di rongga mulut pada pasien COVID-19 seperti Lesi rongga mulut, Erimatosa, Enanthem, Lesi eritema multiple, Xerostomia dan Penyakit periodontal. Kesimpulan: Gambaran klinis di rongga mulut pada pasien COVID-19 dapat diketahui bahwa, COVID-19 dapat mempengaruhi kondisi rongga mulut pasien seperti lesi rongga mulut, xerostomia, enanthem, eritematosa, lesi eritema multiple dan penyakit nekrosis periodontal. Kondisi ini terjadi pada pasien COVID-19 yang didukung dengan berbagai fakto dan kondisi pasien.Kata kunci: rongga mulut; manifestasi klinik; COVID-19