Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Fikih Aktual dan Hipotesis Atas Eksposisi Eksistensi Artificial Intelligence dalam Transaksi Rahmat Hidayat
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justeko.v5i2.10340

Abstract

This study aims to determine Islamic law on AI (artificial intelligence) in transactions. In this era, AI has entered into various sectors of commerce. Many large companies have used AI in various functions and roles.  So it is necessary to study the legal impact of AI in transaction. This research uses a normative method with a conceptual approach. In transactions, weak AI has occupied at least three positions out of four possible positions, as objects, tools and limited agent. Meanwhile, strong AI, which occupies a position as an independent entity, does not yet exist at this time. At least three positions can be measured actually and one position can be measured hypothetically. Weak AI as objects, tools and limited agent is punished by rules related to its position. But in general, the blame for the AI in these three positions lies with the provider and not the AI itself. Meanwhile, AI as an independent entity, if it is analogous to the general rules of transactions, then all the consequences of his wrongful actions will be charged to him. Because the error is the result of the ability of think independently. The punishment that can be applied is punishment within the scope of ta'zir that is adjusted to government regulations as well as scientific research on the limits of AI intelligence.
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu di SMP N 3 Binjai Rahmat Hidayat; Yenni Fitri; Desi Damayani Pohan
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 2 April 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pendidikan dan mengetahui langkah-langkah penjaminan mutu pendidikan di SMPN 3 Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu suatu deskripsi intensif dan analisis fenomena tertentu atau satuan sosial seperti individu, kelompok, institusi atau masyarakat. Studi kasus dapat digunakan secara tepat dalam banyak bidang. Disamping itu merupakan penyelidikan secara rinci satu setting, satu subyek tunggal, satu kumpulan dokumen atau satu kejadian tertentu. hasil penelitian dan pembahasan serta temuan penelitian yang sudah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Kebijakan mutu pendidikan di SMPN 3 Binjai mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan yang terfokus pada tiga Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar Sarana dan Prasarana, 2) Langkah-langkah penjaminan mutu pendidikan terdiri dari lima langkah. yaitu Pemetaan Mutu, Penyususnan Rencana Pemenuhan, Pelaksanaan Mutu, Evaluasi mutu dan Penetapan standar.
Tafsir Ayat-Ayat tentang Fungsi Manajemen Pendidikan Rahmat Hidayat; Zainal Arifin; Yusuf Tamiang
Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies Volume 2 Nomor 1 Januari 2021
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada abad ke 20. Fungsi manajemen pendidikan islam dalam tinjauan Al-Qur’an dibagi menjadi : 1) Perencanaan (Planning) sebuah proses perdana ketika hendak melakukan pekerjaan baik dalam bentuk pemikiran maupun kerangka kerja agar tujuan yang hendak dicapai mendapatkan hasil yang optimal. Perencanaan adalah salah satu fungsi awal dari aktivitas manajemen dalam mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Secara mendasar perencanaan adalah suatu proses intelektual yang melibatkan pembuatan keputusan. Proses ini menuntut prediposisi mental untuk berfikir sebelum bertindak, berbuat berdasarkan kenyataan bukan perkiraan, dan berbuat sesuatu secara teratur. Hal ini merupakan tindakan kognitif sesuai dengan permintaan perencanaan, 2) Pengorganisasian (Organizing) sistem kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi adalah suatu kelompok sosial yang bersifat tertutup atau terbuka dari/terhadap pihak luar, yang diatur berdasarkan aturan tertentu, yang dipimpin/diperintah oleh seorang pimpinan atau seorang staf administratif, yang dapat melaksanakan bimbingan secara teratur dan bertujuan. Menurut Terry pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksanakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses. Wujud dari pelaksanaan organizing ini adalah tampaknya kesatuan yang utuh, kekompakan, kesetiakawanan, dan terciptanya mekanisme yang sehat, sehingga kegiatan lancar, stabil dan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan. 3) Penggerakan (Actuating) Penggerakkan pada hakikatnya merupakan suatu usaha yang dapat berkerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Menurut. Prof.Dr.Sondang,M.P.A. Penggerakan adalah sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Pada dasarnya penggerakan sangat erat kaitannya dengan unsur manusia yang ada dalam organisasi. Kegiatan organisasi akan sangat ditentukan oleh sejauh mana unsur manusia dapat mendayagunakan seluruh unsur-unsur lainnya, serta mampu melaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan. 3) Evaluasi (Controlling) Pengendalian atau dalam bahasa inggris disebut dengan controlling merupakan salah satu fungsi penting manajemen yang harus dilakukan oleh semua manajer untuk mencapai tujuan organisasinya. Pengendalian dapat diartikan sebagai fungsi manajemen untuk memastikan bahwa kegiatan dalam organisasi dilakukan sesuai dengan yang direncanakan. Fungsi pengendalian atau controlling ini juga memastikan sumber-sumber daya organisasi telah digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasinya. Evaluasi dalam menejemen pendidikan Islam ini mencakup dua kegiatan, yaitu penilaian dan pengukuran. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu, maka dilakukan pengukuran dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. Controlling itu penting sebab merupakan jembatan terakhir dalam rantai fungsional kegiatan-kegiatan manajemen. Pengendalian merupakan salah satu cara para manejer untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan organisasi tercapai atau tidak.
Tebus Murah di Ritel Modern Perspektif Hukum Islam Rahmat Hidayat
TAQNIN: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 3, No 02 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/taqnin.v3i02.11054

Abstract

Dalam melakukan persaingan dan pengembangan usaha, ritel modern terus melakukan inovasi-inovasi. Salah satu bentuk inovasi ritel modern adalah pemberian promo tebus murah. Promo tebus murah bisa didapatkan konsumen dengan membeli produk sponsor dengan harga atau kuantitas minimum. Promo ini terbilang baru di masyarakat sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum promo tebus murah yang ada di ritel modern. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan sifat indentifikasi hukum. Penelitian ini menemukan bahwa promo tebus murah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Skema tebus murah tidak termasuk dari skema multi akad yang dilarang oleh syariah. Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan promo tebus murah adalah jenis produk, ketentuan dan syarat tambahan, serta penetapan harga produk sponsor.
ANIMATED FILM “NUSSA DAN RARA EPISODE OF FRIENDS TREAT COMPETITION”AS A MEANS FOR PLANTINGEDUCATION IN CHILDREN Rahmat Hidayat; Husnul Khatimah
Almufida : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 5, No 1 (2020): Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/almufida.v5i1.779

Abstract

Interests will bring shows that do not educate children behind the animated film Nussa and Rara with regard to the ability to appreciate the character of education. This film is one alternative spectacle that can be used for educational inculcation through film. This study aimed to discuss the educational value needed in the animated film Nussa and Rara episode of the Friends Treat Competition through the film. The subject of this research is the animated film Nussa and Rara which are easily taken from the Official Nussa page on youtube. The results of this research are the animated film Nussa and the episodes of the Traktir Ten Competition. The educational values include: curiosity, honesty, success, religious, national spirit, social care and creativity. If children always see shows that educate even those who teach good character and education, then dont deny that in the future the child will become an educated person according to our expectations.
Manajemen Mutu Pendidikan: Perspektif Al-Quran dan Tafsir Muhammad Fuad, Rahmat Hidayat, Muhammad Fadhli, Mansur Hidayat Pasaribu
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 1 Nomor 1 November 2020
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v1i1.14

Abstract

Penelitian memaparkan kajian manajemen mutu pendidikan melalui perspektif al-qur’an dan tafsir” dalam konteks pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dan termasuk dalam kategori penelitian kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode tematik (maudu’iy) hasil penelitian Sistem penjaminan mutu pendidikan di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 63 tahun 2009, meliputi banyak hal, antara lain tentang batasan mutu, tujuan penjaminan mutu dan acuan tingkatan mutu, yang tertuang dalam beberapa pasal, antara lain Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. (Pasal. 2 ayat 1). Berdasarkan tafsir ayat dalam upaya yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan antara lain: mengintensifkan kegiatan bimbingan dan penyuluhan, menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi seperti hadiah dan beasiswa, mengikutsertakan pegawai yang bersangkutan pada pendidikan dan pelatihan kepegawaian, bekerja sama dengan berbagai pihak/instansi terkait dan menerapkan sistem absensi elektrik terhadap guru dan pegawai.
PERENCANAAN KEUANGAN DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN SHOPY TANJUNG BALAI Amril Mustofa; Renny Mayasari; Shopiana Shopiana; Rahmat Hidayat
Jurnal Sabilarrasyad Vol 4, No 1 (2019): SABILARRASYAD: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dalam suatu pendidikan sudah pasti melibatkanpemimpin yang mampu melihat kondisi atau keadaan yang terjadidisekolah. Serta mampu berpikir visioner untuk menyusun tujuan dalamsuatu program. Sudah pasti dalam perencanaan membutuhkan evaluasiawal, proses dan akhir maka dari itu peneliti tertarik untuk membahastentang perencanaan keuangan di lembaga kursus dan pelatihan yangberada di tanjung balai. Karena mengingat kebutuhan masyarakat sekitardalam pendidikan dan pengembangan di suatu daerah. Penelitian inimenggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang menjabarkan hasilyang didapat selama wawancara dan observasi lapangan. Hasil yangdidapat dalam lembaga tersebut adalah pimpinan selalu melibatkanpegawai dalam melaksanakan perencanaan keuangan dimana dilihat darisegi nilai kebutuhan. Kemudian laporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan dengan adanya laporan harian, bulanan dan tahunan yangnantinya berguna sebagai administrasi dalam melihat perkembanganyang terjadi dari tahun ketahun.
Analisis Kedudukan Waktu dalam Keabsahan Praktek Jual Beli Syariah Rahmat Hidayat
AL-ISTINBATH : Jurnal Hukum Islam Vol 4, No 1 May (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.811 KB) | DOI: 10.29240/jhi.v4i1.795

Abstract

This article aims to analyze the position of time and its correlation with sharia sale and purchase transactions, to answer time problems in each component of buying and selling transactions. Buying and selling is a transaction that is most often carried out by humans in meeting their daily needs. One of the main components of buying and selling that distinguishes it from other transactions is the transfer of ownership by handing over the goods with the value of the goods. Normally, the handover of goods occurs in a sale and purchase activity known as the majlis`aqd. However, due to certain factors, the handover may experience delays. A delay or suspension which is a derivative of time has a certain effect on the validity of a sale and purchase contract. So that it can be understood that global universal time has a special position in buying and selling. This research uses content analysis method by making classic and contemporary scholarship books as references plus several journals. This study deduced the opinions of scholars regarding payment or delivery of delayed items which were then analyzed by the authors to be a conclusion. The results of this study indicate that the conditions of time can determine whether or not the sale and purchase agreement is valid. In addition to several aspects, the aspect of clarity of time is very important to note.
PENERAPAN AKAD IJARAH PADA PEMBIAYAAN MULTI JASA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Uswatun Hasanah; Rahmat Hidayat; Muhammad Zali
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1315

Abstract

Economic activities are increasingly complex along with the development of people's economic needs in modern times. Currently, there are many non-bank Islamic Financial Institutions that can help meet the needs of the consumptive community, such as the needs of members in the health and education sectors using ijarah contracts. The implementation is that the Islamic Financial Institution provides funds to members for education and hospital expenses, after which the members pay the Islamic Financial Institution in installments with a predetermined ujrah. After the author observes the implementation of ijarah contracts that are applied in multi-service financing such as education and health costs, these practices are not in accordance with Islamic law, because the meaning of services in ijarah contracts practiced by financial institutions is that service products owned by financial institutions are not services that are performed. by other parties.
Hukum Penyaluran Zakat Mal Untuk Pembangunan Fasilitas Sekolah Dalam Perspektif Wahbah Az-Zuhaili (Studi Kasus Unit Pengumpulan Zakat Keluarga Abituren Musthafawiyah Kota Medan) Asnisiyah Aruan; Rahmat Hidayat
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023): UNES LAW REVIEW (September 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.1041

Abstract

The zakat collection unit is tasked with collecting and distributing zakat funds to mustahiq zakat, but in its distribution in the Musthafawiyah Abituren Family Zakat Collection Unit distributes it to the construction of educational facilities, distribution outside the eight Asnaf is guided by MUI Fatwa No. 14 of 2011 concerning the Distribution of zakat assets in the form of managed assets. Zakat can only function when the collected zakat funds reach mustahiq, in the existing literacy mustahiq zakat consists of eight asnaf, all of which are understood by the majority of people, but in practice there are some zakat collectors who distribute the benefits of zakat to schools. Therefore, it is necessary to know what is the law of distributing zakat funds for the construction of school facilities. This research uses qualitative research with empirical juridical research type in which this research was conducted at the Musthafawiyah Abituren Family Zakat Collection Unit. From this research it is found that scholars have different views on the issue of distributing zakat to other than the eight asnaf, Wahbah Az-Zuhaili and the Jumhur scholars in the madhhabs agree that it is not permissible to distribute zakat to other than the asnaf determined by Sharia.