Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Dhikra

CORAK PENAFSIRAN TASAWUF QS. AL-FATIHAH DALAM MANUSKRIP TAFSIRKARYA M. BASUNI IMRAN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT Wendi Parwanto
Al-Dhikra Vol. 4 No. 1 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M. Basiuni Imran (Sambas), Kalimantan Barat adalah mufassir yang hidup di abad 20 M, dan dia pernah belajar ilmu keislaman ke Timur Tengah. Secara interes keilmuan, M.Basiuni Imran kurang bertendensi dengan ilmu tasawuf. Tetapi kenyataannya, dalam penafsiran surat al-fatihah, M.Basiuni Imran memvisualisasikan tafsir esoteris. Berdasarkan kontestasi tersebut maka peneliti tertarik mengkaji tema ini lebih jauh. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan teori relasi kuasa dan jejaring aktor. Kesimpulan artikel ini adalah : Pertama, Sajian Tafsir Esoteris Qs. Al-Fatihah oleh Basiuni Imran menafsirkan secara literal-tekstualis, lalu kemudian menafsirkan secara esoteris-teosofis. Kedua, Makna Interpretasi Qs. Al-Fatihah ; Basiuni Imran memahami dan manafsirkan bahwa secara general-tekstual Qs. al-Fatihah mengandungmakna esoteris. Ketiga, Faktor Munculnya Visualisasi Tafsir Esoteris dalam Qs. Al-Fatihah : 1) Relasi intelektual antar guru dan murid yang menjadi basis regulasi dan normalisasi pemikiran penafsir ; 2) Historisitas dan antropik-sosial yang berkembang pra dan masa ketika tafsir ditulis ; dan 3) Relasi dan tendensi literatur tasawuf atau tarekat yang berkembang dalam realitas masyarakat, sehingga menghegemoni dan membentuk pemikiran tafsir esoteris.
Paradigma Penafsiran Alegoris Surga Dalam Tafsir Indonesia-Kontemporer:Kajian Atas Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab Wendi Parwanto
Al-Dhikra Vol. 4 No. 2 (2022): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dimotivasi oleh masih minimnya kajian yang melihat pergeseran penafsiran ayat-ayat yang bersifat teologis-metafisis dalam Al-Qur’an, termasuk ayat-ayat tentang surga yang dikombinasikan dengan pendekatan teori filsafat. Oleh karena itu, maka peneliti tertarikuntuk mengkaji tema ini lebih lanjut. Kajian ini menjelaskan tentang pergeseran paradigma penafsiran ilustrasi surga dalam tafsir Indonesia, yakni M. Quraish Shihab. Teori yang digunakan adalah dengan teori pergeseran paradigma yang diintrodusir oleh Thomas Khun. Kesimpulan artikel ini menunjukkan bahwa ada pergeseran pemaknaan ilustrasi surga dalam tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, yaitu pada tema 1) Luas surga ; 2) Sungai yang mengalir di bawah surga ; 3) Buah-buahan di surga ; 4) Pasangan dan bidadari di surga ; dan 5) Warna hijau dan perhiasan bagi manusia di surga. Dalam memahami tema-tema tersebut M. Quraish Shihab cenderung rasionalis dan kontekstualis menyesuaikan dengan konteks kekinian. Pemikiran yang memotivasi argumentasi penafsirannya adalah tidak terlepas dari historisitas pengalaman hidupnya, seperti karir intelektualnya, pengalaman keorganisasiannya, guru-gurunya dan masyarakat Indonesia sebagai sasaran tafsirnya. Maka semua itu, menjadi regulasi dan panoptiasasi dalam membentuk nalar intelektualnya, termasuk dalam penafsiran tentang ayat-ayat yang mengilustrasikan surga.