Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kondisi Overcrowded dengan Tingkat Stres Kerja Perawat di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Revalina, Revalina; Januarista, Afrina; Udiani, Ni Nyoman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25618

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan salah satu unit rumah sakit yang paling padat, Dimana banyak pasien dengan berbagai kondisi medis, termasuk pasien berisiko tinggi dirawat. Kepadatan IGD mempunyai dampak antara lain peningkatan mortalitas, peningkatan lama rawat inap dan penurunan kepuasan pasien. Dampak kepadatan bagi perawat adalah stres kerja yang berakibat kepada peningkatan kesalahan medis. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Kondisi Overcrowded dengan Tingkat Stres Kerja Perawat di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain analisis statistic dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat di IGD RSUD Undata berjumlah 41 orang. Sampel penelitian ini dihitung menggunakan Rumus Slovin dan pengambilan sampel menggunakan Teknik total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga responden berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan uji alternatif exact fisher. Hasil penelitian dari 40 responden didapatkan hasil kondisi overcrowded yang paling sering muncul yaitu berada di level 4 (overcrowded) dan perawat yang mengalami tingkat stres kerja sedang sebanyak 16 responden (40,0%). Hasil uji exact fisher didapatkan nilai p value 0.001 (p<0.05). Adanya hubungan kondisi overcrowded dengan tingkat stres kerja perawat di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Pada Remaja Putri terhadap Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di SMA Negeri 5 Palu A, Lilis Kurniawati; Udiani, Ni Nyoman; Patade, Agnes Erlita Distriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PMS adalah kumpulan gejala atau masalah fisik dan emosional, atau perilaku yang dialami oleh wanita pada usia produksi pada satu atau dua minggu menjelang menstruasi. PMS biasanya mulai saat menginjak usia 14 tahun atau 2 tahun setelah menarche, atau saat tahap dimulainya pubertas terus berlanjut atau berakhir hingga saat menopause. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tentang pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) di SMA Negeri 5 Palu. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini mencakup seluruh siswi kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 83 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Didapatkan p - value sebesar 0,000 < 0,05 dengan demikian Ha diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri terhadap kejadian Premenstrual syndrome (PMS) di SMA Negerii 5 Palu. Didalam penelitian ini mendapatkan hasil ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) di SMA Negeri 5 Palu. Diharapkan kepada pihak sekolah agar mengadakan penyuluhan untuk menambah pengetahuan remaja putri mengenai PMS dan cara penanganan gejala PMS yang benar.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Penanganan Kejang Demam Pada Anak di Ruang Anyelir Rsud Mokopido Tolitoli Badar, Rina Syarif; Udiani, Ni Nyoman; L, Benny H.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang ialah gejala karena adanya perubahan secara mendadak di aktivitas listrik diotak serta adanya kontraksi otot berlebih. Penanganan kejang demam pertama pada anak tergantung cara orang tua, terutama pengetahuan ibu mengenai kejang demam. Tujuan penelitian, menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan penanganan kejang demam pada anak di ruang Anyelir RSUD Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian, orang tua dengan anak mengalami kejang demam yang berkunjung pada saat penelitian berlangsung dengan sampel 35 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (18 orang, atau 51,4%) dan bahwa sebagian besar responden tidak mampu menangani kejang demam, yaitu 23 orang, atau 65,7%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa p-value 0,006 kurang dari 0,05. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan penanganan kejang demam pada anak dengan nilai p 0,006<0,05. Bagi Instansi RSUD Mokopido Tolitolidiharapkan dapat menjadi masukkan bagi rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan dalam keperawatan anak, khususnya terkait kejang demam.
PENGARUH DEVELOPMENTAL CARE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA BAYI DI RUANGAN NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT (NICU) RSUD ANUTAPURA PALU Fajrah, Fajrah; Udiani, Ni Nyoman; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54881

Abstract

Nyeri pada bayi merupakan respon fisiologis akibat Tindakan medis invasif yang sering terjadi selama perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Apabila nyeri tidak ditangani dengan tepat, dapat muncul gangguan perkembangan neurologis dan fisiologis jangka panjang. Pendekatan developmental care sebagai metode non farmakologis menekankan penyesuaian lingkungan dan perilaku perawatan untuk meminimalkan stres serta nyeri pada bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh developmental care terhadap intensitas nyeri pada bayi di ruang NICU RSUD Anutapura Palu. Penelitian menggunakan desain quasy experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Populasi ialah seluruh bayi yang dirawat di NICU RSUD Anutapura Palu pada Juli 2025. Sampel berjumlah 12 bayi yang dipilih melalui systematic sampling. Intervensi developmental care diberikan sesuai kondisi bayi, dan tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah tindakan menggunakan lembar observasi NIPS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat penurunan intensitas nyeri yang bermakna setelah intervensi developmental care. Sebelum intervensi sebagian besar bayi mengalami nyeri sedang hingga berat, sedangkan setelah intervensi seluruh bayi mengalami nyeri ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi Developmental care berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada bayi di ruang NICU dan efektif sebagai metode non farmakologis untuk manajemen nyeri.