Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Uap Minyak Kayu Putih terhadap Bersihan Jalan Nafas Anak dengan Ispa Diwilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna Bianti, Nur; Patade, Agnes Erlita Distriani; Siauta, Viere Allanled
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25487

Abstract

Infeksi saluran pernapasan ialah penyakit yang menyerang pada salah satu bagian saluran pernapasan dan bertahan selama empat belas hari. Terapi uap minyak kayu putih merupakan pengobatan terapi non farmakologi yang dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan meningkatkan pernapasan, membuat sekret menjadi lebih encer dan lebih mudah untuk dikeluarkan, dan menjaga selaput lender pada saluran nafas tetap lembab. Tujuan dari penelitian ini yaitu dianalisisnya pengaruh pemberian terapi uap minyak kayu putih terhadap bersihan jalan nafas anak dengan ISPA diwilayah kerja UPTD puskesmas kawatuna.Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Eksperiment desain dengan pendekatan Two Group Pretest-Postest design. Jumlah populasi penelitian ini yaitu 124 orang dengan jumlah sampel 12 orang,menggunakan rumus arikunto dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakann Purposive Sampling. Hasil Penelitian Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan hasil Analisa bivariat didapatkan nilai Asymp.Sig.=0,025 < 0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian terapi uap minyak kayu putih terhadap bersihan jalan nafas anak dengan ISPA diwilayah kerja UPTD puskesmas kawatuna. Saran Bagi tempat penelitian agar dapat memanfaatkan terapi uap minyak kayu putih untuk keefektifan bersihan jalan nafas anak dengan penyakit ISPA.
Hubungan Perilaku Merokok dan Pola Makan dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Pada Pasien di Ruangan Rawat Inap RSUD Anutapura Palu Mulungan, Ilham S.; Siauta, Viere Allanled; Patade, Agnes Erlita Distriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25572

Abstract

Sindrom dispepsia ialah kondisi medis ditandai dengan gangguan saluran pencernaan bagian atas,yang menyebabkan gejala seperti nyeri, ketidaknyamanan di daerah perut bagian atas, kembung,mual,serta rasa penuh. Jenis penelitian observasonal analitk kuantitatf pendekatan cros sectonal study. Populasi dalam peneltian 78 pasien yang memiliki perilaku merokok dan pola makan tidak teratur di Ruang rawat Cendrawasih dan Rajawali Rumah Sakit Umum Anutapura,pengamblan sampel mengunakan teknik purposve samplng. Analsis data dengan mengunakan uji Chi-Squar person. Hasil peneltian terhadap 78 respondn didapatkan 35 (89,7%)responden memiliki perilaku merokok berat, sindrom dispepsia, ada16 (76,2%) Untuk pola makan didapatkan ada 47 (87,0%). Terdapat hubungan antara perilaku merokok dan pola makan dengan kejadan sindrom dispepsia pada pasen di Bangsal Rumah Sakit Umum Anutapura Palu dengn nilai p-value = 0,000 (<0,05). Hasil penelitian ini dapat mendorong pemerintah atau instansi terkait (Rumah Sakit Umum Anutapura Palu) untuk memberikan informasi mengenai perilaku merokok dan pola diet yang baik bagi pasien dispepsia melalui seminar atau pelatihan khusus.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi di Desa Karunia Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Patade, Agnes Erlita Distriani; Siauta, Viere Allanled
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25884

Abstract

Hipertensi merupakan the silent killer dimana gejalanya tidak dirasakan namun dapat menyebabkan komplikasi serius. Masalah umum dalam hipertensi adalah ketidakpatuhan pasien. Pasien mungkin tidak patuh berobat karena tidak mengetahui dan memahami pengobatan. Hipertensi yang tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan banyak komplikasi dan kematian dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa Karunia Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling yakni pengambilan sampel untuk tujuan tertentu. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian penderita hipertensi di Desa Karunia Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi yang memenuhi kriteria tertentu, sebanyak 62 Responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa 24 responden (38,7%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan 22 responden (35,5%) kepatuhan minum obat sedang. Berdasarkan Analisis data menggunakan uji Chi Square didapatkan p-value 0,002 < 0,05 yang artinya ada hubungan Tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa Karunia Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA Veronika, Olga; Patade, Agnes Erlita Distriani; Suriawanto, Nelky
Nursing Arts Vol. 19 No. 1 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i1.77

Abstract

Pneumonia dikenal sebagai paru-paru basah yaitu penyakit infeksi pada kantung udara paru-paru akibat virus, bakteri, atau jamur. Berdasarkan Studi pendahuluan di Puskesmas Anuntodea Tipo menunjukkan bahwa dari 5 orang tua yang diwawancarai, 3 tidak mengetahui penyakit pneumonia, sedangkan 2 lainnya mengetahui dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku orang tua dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Anuntodea Tipo. Metode Penelitian desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 orang tua yang membawa anaknya berobat ke Puskesmas Anuntodea Tipo yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil Penelitian menunjukkan nilai p-value= 0.003 <0.05 artinya ada hubungan pengetahuan orang tua dengan kejadian pneumonia dan  nilai p-value= 0.000<0.05 artinya ada hubungan perilaku orang tua dengan kejadian pneumonia. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan dan perilaku orang tua dengan kejadian pneumonia pada balita di puskesmas Anuntodea Tipo.
Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Pada Remaja Putri terhadap Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) di SMA Negeri 5 Palu A, Lilis Kurniawati; Udiani, Ni Nyoman; Patade, Agnes Erlita Distriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PMS adalah kumpulan gejala atau masalah fisik dan emosional, atau perilaku yang dialami oleh wanita pada usia produksi pada satu atau dua minggu menjelang menstruasi. PMS biasanya mulai saat menginjak usia 14 tahun atau 2 tahun setelah menarche, atau saat tahap dimulainya pubertas terus berlanjut atau berakhir hingga saat menopause. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tentang pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) di SMA Negeri 5 Palu. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini mencakup seluruh siswi kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 83 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Didapatkan p - value sebesar 0,000 < 0,05 dengan demikian Ha diterima yang berarti ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri terhadap kejadian Premenstrual syndrome (PMS) di SMA Negerii 5 Palu. Didalam penelitian ini mendapatkan hasil ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja putri terhadap kejadian premenstrual syndrome (PMS) di SMA Negeri 5 Palu. Diharapkan kepada pihak sekolah agar mengadakan penyuluhan untuk menambah pengetahuan remaja putri mengenai PMS dan cara penanganan gejala PMS yang benar.
Model Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil sebagai Solusi Inovatif Pencegahan Stunting bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas Kota Palu Rammang, Sisilia; Patade, Agnes Erlita Distriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50590

Abstract

Anemia in pregnant women is a critical health issue in Palu City and represents a major risk factor for childhood stunting. This study aims to develop an early detection model for anemia in pregnant women as an innovative effort to prevent stunting for healthcare providers. Methods: This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach involving 100 healthcare providers from three Community Health Centers (Puskesmas) in Palu City. Data were collected using questionnaires and analyzed with Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Results: The model was able to explain 50.7% of the variation in the Early Detection of Anemia variable (Y). The main findings indicate that Feedback and Role (M2) of healthcare providers had the strongest and most significant positive influence on Early Detection of Anemia (Y), with a path coefficient of 0.963 (p<0.05). Demographic factors (X1) and Workload (X2) were found to significantly influence the mediating variables, but did not directly and positively affect Y. The direct effect of Workload on Y was not significant, while Demographic factors had a negative effect on anemia detection (Y). Conclusion: The active role of healthcare providers is the most essential predictor of success in early detection of anemia, serving as a key mediator. Therefore, the most effective interventions should focus on strengthening and empowering the active role of healthcare providers as the frontline of care delivery.
Model Pencegahan Ulkus Diabetikum Berbasis Six Sigma sebagai Solusi Inovatif dalam Meningkatkan Efisiensi Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Undata Patade, Agnes Erlita Distriani; Hidayat , Elin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50591

Abstract

Diabetic foot ulcer is a serious complication in patients with diabetes mellitus that leads to disability, amputation, and even death, as well as increasing the burden of healthcare costs. At Undata General Hospital, Palu, cases of diabetic foot ulcers have risen significantly, in line with low standards of prevention and care efficiency. This study aimed to develop a Six Sigma-based prevention model for diabetic foot ulcers as an innovative strategy to improve care efficiency. Methods: This research employed an explanatory survey design with a cross-sectional approach. A total sample of 93 inpatient nurses was selected using Slovin’s formula from a population of 122. The research instrument consisted of a structured questionnaire covering individual, organizational, and managerial factors, the implementation of Six Sigma-based prevention, and care efficiency. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Results: Managerial factors significantly influenced Six Sigma-based diabetic foot ulcer prevention (p=0.010) and care efficiency (p=0.011). Individual and organizational factors did not show significant effects on either variable. The implementation of Six Sigma-based prevention was found to have the strongest influence on care efficiency (p=0.000; β=0.568). The R² values indicated that 21.1% of the variability in prevention was explained by individual, organizational, and managerial factors, while 46.9% of care efficiency was explained by Six Sigma implementation.Conclusion: Care efficiency for diabetic patients is more strongly determined by management systems and the implementation of the Six Sigma model rather than individual or organizational factors. The final model highlights that strengthening managerial factors is key to the successful implementation of Six Sigma in reducing diabetic foot ulcer incidence and improving care efficiency.
PENYULUHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DI RUANG PERAWATAN MAWAR KELAS III RSUD UNDATA PALU. Urbaningrum, Vidya; patade, Agnes erlita distriani; lestari, Katrina febby; Pebriani, Pebriani; Guampe, Ribka Gracia; Thamar, Andi Putri Ayu
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1979

Abstract

PENDAHULUAN: Hambatan mobilitas fisik adalah hambatan yang secara mandiri dan spesifik membatasi pergerakan fisik satu atau lebih anggota tubuh. Menurunnya mobilitas fisik yang terjadi pada lansia berdampak pada perubahan performa atletik, seperti menurunnya kekuatan dan power otot. Hal ini biasanya disertai dengan perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia, penurunan kinerja otot, kekakuan sendi, dan tremor pada tangan, kepala, dan tangan. Pada pasien dengan hambatan mobilitas fisik dapat ditangani dengan terapi Range Of Motion (ROM). METODE: Kegiatan ini melibatkan pasien dan keluarga di Ruang Perawatan Mawar Kelas III RSUD Undata Palu berjumlah 15 orang dilakukan dengan metode ceramah  dengan menggunakan SAP (satuan acara penyuluhan) dan leflet.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat Desa Kapiroe Dusun I Patade, Agnes Erlita Distriani; Urbaningrum, Vidya; Meliana, Meliana; Sampo, Ilka Silviana Saputri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat adalah isu yang kompleks dan berdampak luas, melibatkan berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan individu dan komunitas secara keseluruhan. Penyakit tidak menular dan infeksi masih menjadi tantangan utama dalam dunia kesehatan, di antara kondisi kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat adalah Hipertensi, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Asam Urat. Desa Kapiroe memiliki permasalahan hipertensi yang menjadi perhatian khusus karena tingginya angka kejadian yang dilaporkan. Warga Dusun I terdiri dari 155 KK dengan 490 jumlah jiwa yang terdata. Untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang ditemukan oleh kelompok 6 di Desa Kapiroe Dusun I, dilakukan melalui praktik keperawatan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola hidup sehat yang dilakukan oleh Kelompok 6 pada kegiatan yang dilaksanakan pada Tanggal 19-20 Agustus 2024, dengan bentuk pemeriksaan kesehatan (program fisik), komunikasi, iInformasi dan edukasi (program non fisik) serta lahraga (program ekstra) dimana realisasi pelaksnaaan ini 100%. Pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Kapiroe Dusun I Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah berjalan dengan baik atas kerjasama antara Mahasiswa, Pemerintah Desa dan Warga setempat serta Institusi Pendidikan Universitas Widya Nusantara Palu. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Kapiroe Dusun I Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadapi kondisi kesehatan fisik yang dialami.
Hubungan Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol dengan Kejadian Penyakit BPH di RSUD Undata Aulia, Umi; Patade, Agnes Erlita Distriani; Elfiyunai, Ni Nyoman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) yaitu salah satu penyakit degenerative di Indonesia dan di dunia, Benign prostatic hyperplasia adalah kondisi dimana terjadinya pertumbuhan stroma serta kelenjar epitel prostat non – ganas menyebabkan pembesaran prostat. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol dengan kejadian penyakitt BPH di RSUD Undata. Metode: Jenis penelitian memiliki desain cross - sectional dan bersifat desain penampang ​dengan pendekatan analitis dan bersifat kuantitatif dengan pendekatan analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah kunjungan semua pasien BPH yang datang berobat di Klinik Bedah Urologi RSUD Undata yang berjumlah 32 orang. menggunakan teknik teknik pengambilan sampel secara sengaja .pengambilan sampel. Hasil Penelitian: Didapatkan nilai Asymp. Sig dari kebiasaan merokok sebesar 0,018 < 0.05 dengan demikian Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian penyakit BPH di RSUD Undata. Adapun nilai Asymp. Sig dari konsumsi alkohol adalah sebesar 0,556 > 0,05 dengan demikian H0 diterima yang berarti bahwa tidak ada hubungan konsumsi alkohol dengan kejadian penyakit BPH di RSUD Undata. Simpulan: dalam penelitian ini ialah ada hubungan antara kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol dengan kejadian penyakit BPH di RSUD Undata.