Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan dan Dinamika Peternak Terhadap Populasi Kerbau Lokal Di Kecamatan Basis Populasi Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak Fajriati, Febriana; Arifin, Johar; Wiyatna, Muhammad Fatah
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.8945

Abstract

Kerbau Lokal merupakan salah satu unsur penting dari biodiversity di Kawasan Geopark Bayah Dome, Kabupaten Lebak. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengidentifikasi penurunan populasi kerbau akibat adanya alih fungsi lahan dan dinamika jumlah peternak yang terjadi di Kecamatan Panggarangan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder dari UPTD Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan BPS Kabupaten Lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kerbau tersebar di seluruh desa yang ada di Kecamatan Panggarangan dengan jumlah betina sebanyak 370 ekor dan jantan 93 ekor. Selama tahun 2013-2022 telah terjadi penurunan populasi sebesar 226 ekor per tahun yang diiringi oleh aktivitas alih fungsi lahan seperti penurunan fungsi lahan sebesar 5% per tahun, peningkatan fungsi lahan pertanian bukan sawah sebesar 41% per tahun, dan peningkatan fungsi lahan non-pertanian sebesar 12% per tahun. Selain itu, terdapat penurunan jumlah peternak sebesar 28% per tahun. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya alih fungsi lahan di Kecamatan Panggarangan tidak berpengaruh pada penurunan populasi kerbau di Kecamatan Panggarangan karena masih memiliki daya dukung lahan yang besar dan aman untuk budidaya ternak. Namun dinamika jumlah peternak yang ada memiliki pengaruh terhadap penurunan populasi kerbau yang ada di Kecamatan Panggarangan karena penurunan populasi kerbau beriringan dengan menurunnya jumlah peternak yang ada di Kecamatan Panggarangan. Sehingga perlu adanya pemanfaatan lahan yang maksimal untuk memulihkan populasi kerbau yang menurun melalui kontribusi dari masyarakat, pemerintah dan berbagai pihak terkait, serta penambahan kelompok ternak untuk meningkatkan pengawasan.
Kurva Pertambahan Bobot Badan Domba Garut Jantan Umur 6 Bulan Melalui Penambahan Tepung Minyak Kacang Tanah Terenkapsulasi Kumala, Kania Nahla; Mutaqin, Bambang Kholiq; Arifin, Johar
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67152

Abstract

Asam lemak tak jenuh merupakan substrat kimiawi yang salah satunya terdapat pada minyak kacang tanah yang berpotensi meningkatkan bobot badan secara signifikan, sehingga penggunaan bahan pakan tersebut dapat membantu proses pertumbuhan Domba Garut jantan pada usia pertumbuhan, yaitu 6-8 bulan. Suplemen pakan yang digunakan yaitu berupa tepung minyak kacang tanah yang dienkapsulasi menggunakan dua arah dengan bahan pelapis yaitu WPI dan maltodekstrin, dan WPI dengan Microcrystaline Celulose. Perlakuan diberikan suplemen pakan sebanyak 5% dari kebutuhan BK dan tanpa penambahan suplemen pakan sebagai pembanding. Tujuan dari  penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kurva dan membandingkan kurva pertumbuhan bobot badan domba dengan perlakuan penambahan dan yang tanpa penambahan suplemen. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, data dianalisis menggunakan Curve Expert untuk mencari kurva terbaik berdasarkan perhitungan PBB, konversi ransum, dan rata-rata. Hasil menunjukkan penggunaan rumus Polinomial Regression derajat 7 untuk P0 dengan rumus y=\ 2,01\ +\ (-1,05x)\ +\ 2,21x^2\ +\ (-1,61x^3)+{5,60x}^4+{(-1,00x}^5)+{8,91x}^6+({-3,12x}^7) dan derajat 6 untuk P1 dengan rumus y=\ -3,94+\ (-9,27x)\ +\ 1,91x^2\ +\ (-1,37x^3)+{4,69x}^4+{(-8,26x}^5)+{7,27x}^6+(-2,52x^7). Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kurva pertumbuhan bobot badan yang diberi perlakuan penambahan suplemen pakan dan yang tanpa diberi suplemen pakan. Efisiensi pemanfaatan nutrisi dari TMKT yang tinggi kandungan lemaknya kemungkinan belum optimal atau memerlukan formulasi ransum yang lebih seimbang agar hasilnya lebih maksimal.
Pengelolaan Kurban Era Kenormalan Baru Pada Masa Wabah LSD Dan PPR Di Yanuri Kota Cimahi Dudi; Rachim, Hadiyanto A; Arifin, Johar
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v4i2.10034

Abstract

Ibadah kurban adalah penghambaan seorang muslim yang mampu secara ekonomi kepada Allah tuhan sekalian alam dengan menyembelih hewan sesuai persyaratan syariah islam. Ibadah kur- ban pada tahun 2023 bertepatan dengan kondisi Indonesia menuju era kenormalan baru pasca pandemi Covid 19 yang secara kebetulan juga tengah dilanda penyakit ternak yakni Lumpy Skin Desease (LSD) dan Peste des Petits Ruminat (PPR). Kondisi ini merupakan tantangan yang harus diselesaikan mengingat keyakinan umat Islam dalam berkurban yang sangat fundamental walau- pun dalam kondisi wabah penyakit ternak. Oleh sebab itu, penulis sebagai salah satu akademisi Fakultas Pesertaan Universtas Padjadjaran memiliki tanggng jawab akademik dalam memberikan pengetahuan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan ibadah kurban pada tahun ini. Penulis telah melakukan penyuluhan pengelolaan hewan kurban era kenormalan baru saat wabah LSD dan PPR di Yayasan Nurul Islam Melongasih kota Cimahi yang berlangsung pada bulan Juni 2023. Tujuan kegiatan adalah untuk penyebarluasan ilmu pengetahuan mengenai pengelolaan kurban era kenormalan baru saat terjadi wabah penyakit LSD dan PPR pada ternak. Realisasi pemecah- an masalah menggunakan penyuluhan dengan tahapan observasi, perencanaan, pelaksanan dan evaluasi dengan sasaran kegiatan adalah peserta kurban Yayasan Nurul Islam Melongasih kota Ci- mahi. Simpulan yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengelola hewan kurban era kenormalan baru sesuai standar yang direkmone- dasikan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Direktorat Kesehatan Masayarakat Veteriner Kemen- terian Pertanian. Diharapkan terdapat kesinambungan program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh akademisi Univeristas Padjadjaran sebagi upaya pembinaan wilayah.
Review : The Characteristics of Genetic Resource of Bali Cattle (Bos-bibos banteng) and the Alternative of It's Conservation Methods Gunawan, Ria Setia Lestari; Arifin, Johar; Dudi, Dudi
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 7, No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v7i1.64162

Abstract

Bali cattle are an indigenous Indonesian beef breed that originated from the domestication of the Banteng (Bos-bibos banteng). A major challenge in their development is the breed’s low quality, which is believed to result from inbreeding and suboptimal management practices. Genetic and crossbreeding impacts often lead to losses such as reduced endurance, fertility, and birth weight. In response, the government has made efforts to introduce high-quality bulls into breed source areas, regulate cattle release including controlling the culling of productive female cattle, and accurately monitor the number of Bali cattle released to maintain population balance. Consequently, conservation efforts through both in-situ and ex-situ methods are essential. This study indicates that documentation, reproductive and production evaluations, and initiatives to improve Bali cattle’s genetic quality in Indonesia have been conducted, although these efforts remain limited in scope.