Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kurva Pertambahan Bobot Badan Domba Garut Jantan Umur 6 Bulan Melalui Penambahan Tepung Minyak Kacang Tanah Terenkapsulasi Kumala, Kania Nahla; Mutaqin, Bambang Kholiq; Arifin, Johar
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67152

Abstract

Asam lemak tak jenuh merupakan substrat kimiawi yang salah satunya terdapat pada minyak kacang tanah yang berpotensi meningkatkan bobot badan secara signifikan, sehingga penggunaan bahan pakan tersebut dapat membantu proses pertumbuhan Domba Garut jantan pada usia pertumbuhan, yaitu 6-8 bulan. Suplemen pakan yang digunakan yaitu berupa tepung minyak kacang tanah yang dienkapsulasi menggunakan dua arah dengan bahan pelapis yaitu WPI dan maltodekstrin, dan WPI dengan Microcrystaline Celulose. Perlakuan diberikan suplemen pakan sebanyak 5% dari kebutuhan BK dan tanpa penambahan suplemen pakan sebagai pembanding. Tujuan dari  penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kurva dan membandingkan kurva pertumbuhan bobot badan domba dengan perlakuan penambahan dan yang tanpa penambahan suplemen. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, data dianalisis menggunakan Curve Expert untuk mencari kurva terbaik berdasarkan perhitungan PBB, konversi ransum, dan rata-rata. Hasil menunjukkan penggunaan rumus Polinomial Regression derajat 7 untuk P0 dengan rumus y=\ 2,01\ +\ (-1,05x)\ +\ 2,21x^2\ +\ (-1,61x^3)+{5,60x}^4+{(-1,00x}^5)+{8,91x}^6+({-3,12x}^7) dan derajat 6 untuk P1 dengan rumus y=\ -3,94+\ (-9,27x)\ +\ 1,91x^2\ +\ (-1,37x^3)+{4,69x}^4+{(-8,26x}^5)+{7,27x}^6+(-2,52x^7). Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kurva pertumbuhan bobot badan yang diberi perlakuan penambahan suplemen pakan dan yang tanpa diberi suplemen pakan. Efisiensi pemanfaatan nutrisi dari TMKT yang tinggi kandungan lemaknya kemungkinan belum optimal atau memerlukan formulasi ransum yang lebih seimbang agar hasilnya lebih maksimal.
Pengelolaan Kurban Era Kenormalan Baru Pada Masa Wabah LSD Dan PPR Di Yanuri Kota Cimahi Dudi; Rachim, Hadiyanto A; Arifin, Johar
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v4i2.10034

Abstract

Ibadah kurban adalah penghambaan seorang muslim yang mampu secara ekonomi kepada Allah tuhan sekalian alam dengan menyembelih hewan sesuai persyaratan syariah islam. Ibadah kur- ban pada tahun 2023 bertepatan dengan kondisi Indonesia menuju era kenormalan baru pasca pandemi Covid 19 yang secara kebetulan juga tengah dilanda penyakit ternak yakni Lumpy Skin Desease (LSD) dan Peste des Petits Ruminat (PPR). Kondisi ini merupakan tantangan yang harus diselesaikan mengingat keyakinan umat Islam dalam berkurban yang sangat fundamental walau- pun dalam kondisi wabah penyakit ternak. Oleh sebab itu, penulis sebagai salah satu akademisi Fakultas Pesertaan Universtas Padjadjaran memiliki tanggng jawab akademik dalam memberikan pengetahuan dan bimbingan teknis dalam pelaksanaan ibadah kurban pada tahun ini. Penulis telah melakukan penyuluhan pengelolaan hewan kurban era kenormalan baru saat wabah LSD dan PPR di Yayasan Nurul Islam Melongasih kota Cimahi yang berlangsung pada bulan Juni 2023. Tujuan kegiatan adalah untuk penyebarluasan ilmu pengetahuan mengenai pengelolaan kurban era kenormalan baru saat terjadi wabah penyakit LSD dan PPR pada ternak. Realisasi pemecah- an masalah menggunakan penyuluhan dengan tahapan observasi, perencanaan, pelaksanan dan evaluasi dengan sasaran kegiatan adalah peserta kurban Yayasan Nurul Islam Melongasih kota Ci- mahi. Simpulan yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengelola hewan kurban era kenormalan baru sesuai standar yang direkmone- dasikan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Direktorat Kesehatan Masayarakat Veteriner Kemen- terian Pertanian. Diharapkan terdapat kesinambungan program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh akademisi Univeristas Padjadjaran sebagi upaya pembinaan wilayah.
Review : The Characteristics of Genetic Resource of Bali Cattle (Bos-bibos banteng) and the Alternative of It's Conservation Methods Gunawan, Ria Setia Lestari; Arifin, Johar; Dudi, Dudi
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 7, No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v7i1.64162

Abstract

Bali cattle are an indigenous Indonesian beef breed that originated from the domestication of the Banteng (Bos-bibos banteng). A major challenge in their development is the breed’s low quality, which is believed to result from inbreeding and suboptimal management practices. Genetic and crossbreeding impacts often lead to losses such as reduced endurance, fertility, and birth weight. In response, the government has made efforts to introduce high-quality bulls into breed source areas, regulate cattle release including controlling the culling of productive female cattle, and accurately monitor the number of Bali cattle released to maintain population balance. Consequently, conservation efforts through both in-situ and ex-situ methods are essential. This study indicates that documentation, reproductive and production evaluations, and initiatives to improve Bali cattle’s genetic quality in Indonesia have been conducted, although these efforts remain limited in scope.
Genetic characterization and lineage analysis of Pasundan (Rancah) cattle in West Java, Indonesia: Insights from ZFY gene sequencing Arifin, Johar; Bayu Putra, Widya Pintaka; Said, Syahruddin; Tyasi, Thobela Louis
Livestock and Animal Research Vol 21, No 3 (2023): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v21i3.71611

Abstract

Objective: This study was carried out to characterize Pasundan (Rancah) cattle from West Java of Indonesia based on a partial Zinc Finger Y-linked (ZFY) gene sequence.Methods: Total of fourteen (14) DNA samples of unrelated Pasundan bulls at the breeding station (BPPIBT-SP Ciamis, West Java) were used for sequencing analysis. The blood samples were collected from jugular vein of each bull for the DNA extraction analysis. Along 979 bp of ZFY gene was amplified using primer pairs of forward: 5’- GGT GAG GGC ACA TGA GTT C -3’and reverse:  5’- CTC TGC AGG TGG TTG TGT AA -3’. Therefore, a forward sequencing method was performed in the present study to obtain the ZFY gene sequences. Along 714 bp of bovine ZFY gene sequences were used for determining the Neighbor-Joining (NJ) tree for Pasundan bulls with 1000 × bootstrap replications using a MEGA computer program. The genetic diversity parameters of haplotype diversity (Hd), nucleotide diversity (pi), Tajima’s D test and Fu’s Fs statistics were calculated using a DNAsp computer program.Results: Total of fourteen (14) haplotypes of ZFY gene and seventy (70) mutation sites were detected in the Pasundan bulls. The haplotype diversity (Hd) and nucleotide diversity (pi) in Pasundan’s ZFY gene diversity were 1.00 (high) and 0.01 (low), respectively. The neutrality test of Tajima’s D and Fu’s Fs statistic values were -1.42 and -6.47, respectively. Bovine ZFY gene can be classified into two clades of ZFY-1 and ZFY-2. Therefore, the Neighbor-joining (NJ) tree (1000×bootstrap) revealed that the Pasundan cattle are classified into clade ZFY-1 together with Bos taurus (AF241273, AF465179). Meanwhile, a clade ZFY-2 consisted of Bos taurus (AF465181, DQ336536), Bos indicus (DQ336537), and Bos javanicus (DQ336578).Conclusion: The ZFY gene of Pasundan bulls were polymorphic with seventy mutation sites. Therefore, Pasundan bulls were characterized into ZFY-1 clade or Taurine lineage based on ZFY gene sequence variaton. The crossbreeding program with Bos taurus straw to increase meat production of cattle may affecting the genetic structure of Pasundan bulls since this program is widely applied in West Java through many years ago.