Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Mediastima

Analisis Perbandingan Penilaian Financial Distress Menggunakan Model Altman Z Score, Springate S Score, dan Taffler T Score pada Perusahaan Properties dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2021 Zunanto, Agil; Faisal, Andri
Mediastima Vol 30 No 2 (2024): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v30i2.1442

Abstract

Perusahaan properti sangat menarik untuk dicermati atau diteliti. Dengan perkembangan industri yang pesat. Sektor ini juga berperan dalam pembangunan Indonesia. Masa Covid-19 memberikan pengaruh penurunan yang signifikan pada industri properti sekitar 60% walau sebelumnya juga pertumbuhan sebelum tahun 2019 hanya berkisar 10%. Situasi ini dapat menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Demi menjaga agar perusahaan dapat terus ada baiknya untuk mendeteksi awal kesulitan keuangan. Deteksi awal dapat berpeluang untuk memperbaiki segala kemungkinan perusahaan akan jatuh dalam kebangkrutan. Dalam dunia usaha setiap perusahaan mempunyai metode tersendiri dalam menduga kesulitan keuangan. Dipelopori dengan Altman pada tahun 1968 ada beberapa rasio keuangan yang mengikutinya. Dengan sampel delapan perusahaan yang mengalami kesulitan menduga dengan beberapa perhitungan model prediksi kebangkrutan. Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode yakni Altman Z Score, Springate S Score dan juga Taffler T Score. Nilai prediksi paling rendah adalah Springate yang menunjukkan kekuatan rendah sekitar 12,5 kemudian disusul oleh Altman 25 % sedangkan nilai dari Taffler adalah sekitar 50%. Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan ada perbedaan antara ketiga kelompok metode penelitian prediksi kebangkrutan ini.
Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Right Issue pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2021 Lastiani, Yulia Putri; Faisal, Andri
Mediastima Vol. 30 No. 1 (2024): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v30i1.1212

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan dalam performa finansial perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada waktu sebelum maupun setelah dilaksanakannya right issue ditahun 2016-2021. Penelitian ini mengimplementasikan rasio keuangan berupa Current Ratio (CR), Return on Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER) dan Net Profit Margin (NPM). Deskriptif kuantitatif dijadikan desain pada penelitian ini. Kemudian populasi penelitian mencakup 50 perusahaan yang artinya seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan data yang dijadikan sampel sebanyak 30 perusahaan. Penelitian ini diuji dengan menggunakan 4 metode yakni Analisis Statistik Deskriptif dan Uji Normalitas Data. Sementara uji beda yang digunakan yaitu Uji Paired Sample T-Test dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian yang mengimplementasikan uji paired sample t-test menampilkan variabel return on assets sebesar 0,666 sedangkan hasil penelitian yang mengimplementasikan uji Wilcoxon signed rank test menampilkan variabel current ratio sebesar 0,524 dan variabel debt to equity ratio sebesar 0,067. Hal ini mengindikasikan bahwa dari hasil ketiga uji tersebut tingkat signifikansi terhadap data yang diperhatikan lebih maksimal dari tingkat signifikansi (0,05). Hasil secara menyeluruh membuktikan tidak terdapat ketidakseragaman antara sebelum maupun sesudah penerapan right issue pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2021.
Analisis Perbandingan Penilaian Financial Distress Menggunakan Model Altman Z Score, Springate S Score, dan Taffler T Score pada Perusahaan Properties dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2021 Zunanto, Agil; Faisal, Andri
Mediastima Vol. 30 No. 2 (2024): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v30i2.1442

Abstract

Perusahaan properti sangat menarik untuk dicermati atau diteliti. Dengan perkembangan industri yang pesat. Sektor ini juga berperan dalam pembangunan Indonesia. Masa Covid-19 memberikan pengaruh penurunan yang signifikan pada industri properti sekitar 60% walau sebelumnya juga pertumbuhan sebelum tahun 2019 hanya berkisar 10%. Situasi ini dapat menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Demi menjaga agar perusahaan dapat terus ada baiknya untuk mendeteksi awal kesulitan keuangan. Deteksi awal dapat berpeluang untuk memperbaiki segala kemungkinan perusahaan akan jatuh dalam kebangkrutan. Dalam dunia usaha setiap perusahaan mempunyai metode tersendiri dalam menduga kesulitan keuangan. Dipelopori dengan Altman pada tahun 1968 ada beberapa rasio keuangan yang mengikutinya. Dengan sampel delapan perusahaan yang mengalami kesulitan menduga dengan beberapa perhitungan model prediksi kebangkrutan. Dalam penelitian ini menggunakan tiga metode yakni Altman Z Score, Springate S Score dan juga Taffler T Score. Nilai prediksi paling rendah adalah Springate yang menunjukkan kekuatan rendah sekitar 12,5 kemudian disusul oleh Altman 25 % sedangkan nilai dari Taffler adalah sekitar 50%. Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan ada perbedaan antara ketiga kelompok metode penelitian prediksi kebangkrutan ini.
Analisis Perbandingan Model Taffer, Springate, dan Grover dalam Memprediksi Kebangkrutan Perusahaan Pertambangan Subsektor Logam dan Mineral Periode Tahun 2018-2021 Faisal, Andri; Setyawan, Iwan; Nurbaiti, Annisa
Mediastima Vol. 31 No. 1 (2025): Mediastima
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, IBI-K57

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/mediastima.v31i1.1624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan model prediksi financial distress dengan menggunakan tiga model, yakni Taffler, Springate dan juga Grover. Tiga model ini merupakan alternatif pilihan model Altman Financial Distress yang sudah dikenal lama. Dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan. Pada penelitian ini penggunaan tiga model itu diperuntukkan untuk menduga financial distress pada perusahaan pertambangan logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun periode pengamatan prediksi ini yakni selama tahun 2018-2021. Pemilihan sampel dengan menggunakan purposive pada perusahaan pertambangan yang telah disebut sebelumnya. Data Penelitian diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang sudah diaudit dan dipublikasikan dalam website idx.com. Metode pengolahan data dengan menghitung beberapa rasio keuangan yang ada dan mengalkulasi sesuai model Taffler, Springate dan juga Grover. Hasil Kalkulasi dibandingkan dengan kriteria masing-masing model, dan dari penilaian ini, dapat diambil kesimpulan apakah perusahaan mengalami kesulitan keuangan ataupun tidak. Dari rasio tersebut juga menghitung rata-rata dari selama periode pengamatan tersebut dan menarik kesimpulan dengan membandingkan perusahaan tersebut masih ada (listing) atau tidak di Bursa Efek Indonesia. Dari hasil kalkulasi menunjukkan ofler dan Grover mempunyai keakuratan yang cukup tinggi yakni 77,78 % namun hasil besar itu tidak ditemukan pada metode Springate yang hanya berkisar sekitar 59,6 Baik Setelah hasil dikumpulkan baik dari ketiga model tersebut diuji perbedaan dengan menggunakan uji Kruskall Waliss dan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada model prediksi tersebut.