Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TUTURAN DALAM PROSESI ADAT PERKAWINAN PADA MASYARAKAT ETNIK MUNA DI KABUPATEN MUNA Nurwiati, Nurwiati; Taena, La; Kuasa Baka, Wa
Jurnal Penelitian Budaya Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.258 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v5i1.9093

Abstract

Tujuan Penelitian adalah: (1) untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan adat perkawinan pada masyarakat Etnik Muna di kabupatenan Muna; dan (2) untuk menganalisis makna tuturan adat perkawinan pada masyarakat Etnik Muna. Jenis jenelitian ini yaitu penelitain deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini dengan menggunkan unsur kesengajaan yaitu tohoh-tokoh adat serta tokoh masyarakat. Metode pengumpulan data yaitu observasi lapangan, wawancara langsung serta rekaman kejadian, dengan foto dan vidio. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model analisis Miles dan Huberman, yaitu Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) prosesi pernikahan dengan bentuk doangka mata (kawin pinang adalah dimulai dari: a. Dekanamu-namu, b. Dempali-mpali, c. De kamata, d. Dorompu, e. Desalo too, f. Defeenagho tungguno karete, g. Kagaa atawa okafokawi, h. Kabhintingiano Kafeena, i. Kataburi, j. Kabhintiangiano Paniwi, k. Kabhintingiano Adhati bhalano, l. Kabhintingiano lolino ghawi, m. Kabhintingiano kaokanuha, n. Kabhintingiano kafoatoha, o. Matano kenta, p. Desalo kafetangkahando agamando anahi, q. Kafelesau, r. Kafosulino katulu. (2) Makna tuturan dalam prosesi perkawinan pada masyarakat etnik Muna yaitu tujuh kabhintingia dalam prosesi perkawinan masyarakat etnik Muna mempunyai satu makna tuturan yaitu dimana tujuh kabhintingia tersebut yaitu sebagai tangga perjalanan Nabi Muhammad SAW menujuh langit ketujuh, sedangkan makna tuturan dalm prosesi yang lainya yaitu sebagai adat menujuh perkawinan. Sehingga perkawinan merupakan perjalanan hidup yang sangat lama didalamnya dipenuhi dengan tanggungjawab yang sangat berat dan bahkan perkawinan merupakan salah satu ibadah yang sangat panjang dan yang sangat lama dan semua itu dimintai pertanggungjawabanya nanti di akhirat. Sehingga didalam pekawinan itu orang tua dan sanak keluarga selalu mendoakan kedua mempelai agar menjadi keluarga yang sakinna, mawadda, warohma, dan  tujuan dari perkawinan itu adalah agar keturunan mereka berguna bagi bangsa dan Negara dan sukses dunia dan akhirat”.Kata Kunci: Pernikahan, Tuturan, Etnik Muna.
Peran Ahli Antropologi Dalam Pembangunan Masyarakat Papua Sanduan, Varis Vadly; Nurwiati, Nurwiati; Asrul, Taufiq Al-Islam; Sama, Abinus; Mitra, Robi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmda.v3i2.1811

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa Pelajar Mahasiswa Damal (APMD) Kabupaten Puncak Papua yang berada di Kota Jayapura pentingnya pembangunan di wilayah Tanah Papua. Berdasarkan data bahwa Papua masih digolongkan sebagai 10 daerah termiskin di Indonesia. Generasi muda di kalangan pelajar maupun mahasiswa merupakan harapan bangsa dalam hal Pembangunan, terutama di wilayah Papua. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim pengabdian dari Program Studi Antropologi memberikan pemahaman kepada seluruh penghuni asrama APMD Kota Jayapura agar setelah lulus menjadi sarjana dapat mengimplementasikan ilmu terhadap Pembangunan di daerah masing-masing. Pengabdian ini dilakukan di Gedung Asrama Pelajar Mahasiswa Damal (APMD) Kabupaten Puncak Papua pada tanggal 30 Juli 2024 dengan metode pemberian materi dan diskusi mengenai permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak Papua. Adapun hasil dari pengabdian ini yaitu, seluruh mahasiswa sangat antusias ketika diskusi mengenai papua dan pembangunan pada masa yang akan datang. Pembangunan di Papua dalam berbagai aspek sangat dibutuhkan oleh masyarakatnya, karena Pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Integrasi Kearifan Lokal Papua melalui Pembuatan Makanan Ongol-Ongol dari Sagu dalam Pembelajaran IPAS di Kelas V Sekolah Dasar: Penelitian Ardian Hangga Kelana; Tri Suwarningsih; Sakka Irawan; Nurwiati, Nurwiati; Marice Karubaba
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3151

Abstract

This study aims to describe the integration of Papuan local wisdom through the activity of making ongol-ongol food from sago in Natural and Social Sciences (IPAS) learning in Grade V of SD Al-Ihsan Yapis Kotaraja. The research method used is a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of grade V teachers, grade V students, and the principal who participated in the learning process activities based on Papuan local wisdom. The data collection process through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the learning process of making ongol-ongol from sago can increase students' understanding of the material of changes in the state of matter, the concept of food, and increase a sense of pride in Papuan local wisdom. In addition, the implementation of the integration of Papuan local wisdom supports the learning of IPAS to be more contextual, meaningful, strengthens the character values ​​of mutual cooperation, and students' attitudes of responsibility. The integration of Papuan local wisdom through education is expected to be sustainable and developed in the IPAS learning process to create student learning experiences.
Pendayagunaan Kohesi Sosial Petani Perempuan Single Parent di Kabupaten Muna Barat Mursin, Mursin; Nurwiati, Nurwiati; Vadly Sanduan, Varis; Sama, Abinus; Al-Islam Asrul, Taufiq; Mitra, Robi
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 7 No. 1 (2025): February, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v7i1.1040

Abstract

This study aims to explore the forms of social cohesion among single-parent female farmers in Sangia Tiworo Village, South Tiworo District, West Muna Regency, Southeast Sulawesi. Using a descriptive qualitative approach with an ethnographic method, this research focuses on how social cohesion empowers single-parent female farmers in their daily lives. The findings reveal that the solidarity built among them serves as a crucial factor in maintaining their motivation to manage agricultural land, particularly in cultivating patchouli plants (Pogostemon cablin Benth). The spirit of cooperation among patchouli farmers is evident in various stages, including land preparation, seedling, plant maintenance, and post-harvest activities. This support system encourages them to continue developing their agricultural land despite the challenges they face as single parents. In addition to solidarity, their success is also influenced by a strong work ethic. Principles such as hard work, discipline in time management, proactive engagement in farming, honesty, openness, responsibility, and a strong commitment serve as the foundation for the sustainability of their agricultural endeavors.