Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Biji Anggur (Vitis vinifera L.) Dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Asriningtyas, Kinanti; Nasution, M. Pandapotan
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol 5 No 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.5640

Abstract

Cancer is an abnormal state of cells, which is the leading cause of death worldwide after cardiovascular disease and is expected to reach 12 million deaths by 2030. There are various kinds of plants that can be used as anti-cancer treatment, one of which is grape seeds (Vitis vinifera L.). Grape seeds contain 74–78% oligometric proanthocyanidins and grape seed extract contains flavonoids. Proanthocyanidins of grape seeds are a group of polyphenols. The objective of this research was to determine the content of grape seeds and determine the level of toxicity of LC50 using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method. The research was conducted using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method by calculating the number of deaths of Artemia salina larvae with Lethal concentration parameters 50 (LC50). Grape seed extract variation, chemical content, characterization and cytotoxicity tests were variables in the research. The results of phytochemical screening testing showed that red grape seeds were positive for alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The results of cytotoxicity test with probit analysis showed an LC50 value of 367.2823 μg / mL so that it can be concluded that red grape seed ethanol extract is toxic and has the potential to be anticancer.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Alaina, Nadila; Mambang, Elysa Putri; Nasution, M. Pandapotan; Nasution, Haris Munandar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8107

Abstract

Daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal masyarakat digunakan sebagai bumbu masakan karena aromanya yang dapat mengurangi bau tidak sedap. Berdasarkan kandungan kimianya, daun ruku-ruku banyak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ruku-ruku terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variabel bebas yaitu ekstrak etanol daun ruku-ruku dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% sedangkan variabel terikatnya adalah aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Ekstrak sederhana daun ruku-ruku dibuat dengan pelarut etanol 96%. Kontrol positif yang digunakan adalah Tetrasiklin dan kontrol negatif adalah DMSO. Pengujian yang dilakukan terhadap simplisia daun ruku-ruku meliputi pemeriksaan fitokimia, pemeriksaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, pemeriksaan kadar air, pemeriksaan nira larut air, pemeriksaan kadar sari larut etanol, pemeriksaan kadar abu dan pemeriksaan kadar abu tidak larut asam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan streroid/triterpenoid. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa daun ruku-ruku dapat digunakan sebagai antibakteri karena mempunyai daya hambat yang kuat pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% yaitu 8,7 mm, 9,8 mm dan 12,1 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis
Determination of Total Flavonoid Content of Ethanol Extract and Ethyl Acetate Fraction of Avocado Seed (Persea americana Mill) by Visible Spectrofotometry Methods Natasya, Siti Adinda; Nasution, M. Pandapotan; Nasution, Haris Munandar; Yuniarti, Rafita
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i3.98

Abstract

Avocado (Persea americana Mill.) has long been used in traditional medicine, and its seeds are known to contain flavonoid compounds, which are natural phenolics with antioxidant properties and potential therapeutic benefits. This study aims to identify the chemical compounds present in the ethanol extract and ethyl acetate fraction of avocado seeds, and to determine their total flavonoid content using UV-Visible spectrophotometry. This experimental study included sample collection, simplicia characterization, extraction, fractionation, phytochemical screening, and flavonoid quantification. Phytochemical screening showed that the ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids, and glycosides, while the ethyl acetate fraction contains alkaloids, flavonoids, tannins, steroids, and glycosides. Flavonoid content was determined using quercetin as a standard. The results showed that the total flavonoid content in the ethanol extract was 8.655 ± 0.144 mgQE/g, while the ethyl acetate fraction contained 32.828 ± 0.105 mgQE/g. It can be concluded that the ethyl acetate fraction contains a significantly higher level of flavonoids compared to the ethanol extract.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORANT STICK EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Selvicahyani, Selvicahyani; Nasution, M. Pandapotan; Yuniarti, Rapita; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.34501

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai antimikroba karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol daun kemangi dalam formulasi deodorant stick sebagai sediaan yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian dimulai dengan pengambilan sampel daun kemangi secara purposif dari daerah Kampar, Provinsi Riau. Sampel dikeringkan untuk dijadikan simplisia, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan diuapkan menggunakan rotary evaporator. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dalam simplisia. Ekstrak kemudian diformulasikan dalam bentuk deodorant stick dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3%, serta dibandingkan dengan blangko dan produk komersial. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, waktu leleh, waktu lebur, serta daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dan simplisia memenuhi persyaratan mutu MMI 5. Formulasi deodorant stick dengan ekstrak etanol daun kemangi pada konsentrasi 3% menunjukkan daya hambat paling tinggi dengan diameter rata-rata 14,5 mm dan tergolong kategori kuat. Dengan demikian, ekstrak daun kemangi berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam produk deodorant antimikroba.
Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Biji Anggur (Vitis vinifera L.) Dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Asriningtyas, Kinanti; Nasution, M. Pandapotan
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.5640

Abstract

Cancer is an abnormal state of cells, which is the leading cause of death worldwide after cardiovascular disease and is expected to reach 12 million deaths by 2030. There are various kinds of plants that can be used as anti-cancer treatment, one of which is grape seeds (Vitis vinifera L.). Grape seeds contain 74–78% oligometric proanthocyanidins and grape seed extract contains flavonoids. Proanthocyanidins of grape seeds are a group of polyphenols. The objective of this research was to determine the content of grape seeds and determine the level of toxicity of LC50 using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method. The research was conducted using the BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method by calculating the number of deaths of Artemia salina larvae with Lethal concentration parameters 50 (LC50). Grape seed extract variation, chemical content, characterization and cytotoxicity tests were variables in the research. The results of phytochemical screening testing showed that red grape seeds were positive for alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and steroids. The results of cytotoxicity test with probit analysis showed an LC50 value of 367.2823 μg / mL so that it can be concluded that red grape seed ethanol extract is toxic and has the potential to be anticancer.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANOPARTIKEL EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA HARUM MANIS (Mangifera indica L. var. arum manis) TERHADAP BAKTERI Escherichia Hutagaol, Delvi Amira; Rahayu, Yayuk Putri; Nasution, M. Pandapotan; Nasution, Haris Munandar
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.1109

Abstract

Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit diare. Daun mangga harum manis (Mangifera indica L. var. harum manis) diketahui memiliki kandungan senyawa antibakteri. Dalam ukuran nanopartikel, luas kontak permukaan partikel menjadi lebih besar sehingga dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas nanopartikel dengan ekstrak etanol daun mangga harum manis terhadap bakteri E. coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variabel bebas yaitu konsentrasi ekstrak etanol daun harum manis (EEDM 25%; EEDM 50%; dan EEDM 75%) dan konsentrasi nanopartikel ekstrak etanol daun mangga harum manis (NEDM 2,5%; NEDM 5%; dan NEDM 7,5%) dengan antibiotic pembanding yaitu tetracyclin.Variabel terikat yaitu aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan nanopartikel ekstrak daun mangga harum manis terhadap bakteri E. coli. Karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar cakram Kirby Bauer. Hasil karakteristik ukuran nanopartikel ekstrak adalah 40,2 nm. Nilai Zone of Inhibition (ZOI) ekstrak etanol daun mangga harum manis adalah 12,4 mm (EEDM 25%); 14,1 mm (EEDM 50%); dan 16,1 mm (EEDM 75%). Nilai ZOI nanopartikel ekstrak etanol daun mangga harum manis adalah 13,8 mm (NEDM 2,5%); 14,5 mm (NEDM 5%); dan 18,6 mm (NEDM 7,5%). Kesimpulannya adalah ekstrak etanol daun mangga harum manis dapat dijadikan nanopartikel ekstrak dengan daya aktivitas antibakteri konsentrasi nanopartikel ekstrak 5% setara efektivitasnya dengan konsentrasi ekstrak etanol daun mangga harum manis 50% terhadap E. coli dengan kategori intermediate dibandingkan dengan Tetracyclin 30 μg, sehingga dapat dikatakan bahwa nanopartikel esktrak dapat memperkecil dosis suatu obat.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Alaina, Nadila; Mambang, Elysa Putri; Nasution, M. Pandapotan; Nasution, Haris Munandar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8107

Abstract

Daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) merupakan salah satu tanaman obat yang dikenal masyarakat digunakan sebagai bumbu masakan karena aromanya yang dapat mengurangi bau tidak sedap. Berdasarkan kandungan kimianya, daun ruku-ruku banyak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ruku-ruku terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variabel bebas yaitu ekstrak etanol daun ruku-ruku dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% sedangkan variabel terikatnya adalah aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Ekstrak sederhana daun ruku-ruku dibuat dengan pelarut etanol 96%. Kontrol positif yang digunakan adalah Tetrasiklin dan kontrol negatif adalah DMSO. Pengujian yang dilakukan terhadap simplisia daun ruku-ruku meliputi pemeriksaan fitokimia, pemeriksaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, pemeriksaan kadar air, pemeriksaan nira larut air, pemeriksaan kadar sari larut etanol, pemeriksaan kadar abu dan pemeriksaan kadar abu tidak larut asam. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan streroid/triterpenoid. Hasil penelitian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa daun ruku-ruku dapat digunakan sebagai antibakteri karena mempunyai daya hambat yang kuat pada konsentrasi 5%, 10% dan 20% yaitu 8,7 mm, 9,8 mm dan 12,1 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis
Antioxidant Potential Of Ethanol Extract Of Kendondong Leaves (Spondias Dulcis), Characterization And Examination Of Quercetin By TLC Method Cahya, Cucu Arum Dwi; Harahap, Urip; Nasution, M. Pandapotan
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 4 (2023): July 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i4.854

Abstract

Indonesia has a variety of plants that can be used to cure various diseases. Natural therapies offer little negative effect, especially in degenerative diseases, due to decreased function of body cells damaged by oxidation. Antioxidants have a vital role in counteracting free radicals to prevent degenerative diseases. One of the most abundant sources of antioxidant compounds is flavonoids. Kedondong leaf (Spondias dulcis) is one of the plants which is also suspected to contain flavonoids. Spondias species contain triterpenoids, namely oleanolic acid and flavonoids such as quercetin, kaempferol, kaempferida and rhamnetin. Examination of simplicia characteristics, phytochemical screening, examination of quercetin with Thin Layer Chromatography, and determination of antioxidant activity and IC50 value of Kedondong leaves using the DPPH method were carried out in this study. The results of the characteristic examination showed that simplicia met the requirements with a water content of 8.63%, a water-soluble extract content of 19.42%, an ethanol-soluble extract content of 5.17%, a total ash content of 12.43%, an acid-insoluble ash content of 7 .81%. Phytochemical screening showed that the bright kedondong leaves contained flavonoids, alkaloids, glycosides, saponins, tannins, and steroids/triterpenes. Examination of quercetin thin layer chromatography with chloroform: methanol (70: 30) as eluent produced six stains with Rf values (0.5; 1; 1.2; 3; 4.3; 6.6), and compared with quercetin raw material on the sixth stain with an Rf value of 6.6 has the same stain as the ethanol extract of kendondong leaves. The results of antioxidant testing at a 400 – 800 nm wavelength using UV-Vis spectrophotometry obtained a maximum wavelength of 515 nm. IC50 value obtained an IC50 value of 68.6260 ppm, so it can be concluded that the ethanol extract of kendondong leaves has antioxidant activity in the strong category.
Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt) Putri, Alfiani Prima; Nasution, M. Pandapotan
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i2.848

Abstract

Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar maupun dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun tapak dara dapat memiliki potensi sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun tapak dara. Pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan pengujian karakteristik daun tapak dara. Pengujian sitotoksititas ekstrak etanol daun tapak dara menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm ,400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm, 1000 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian karakterisasi daun tapak dara pada kadar air 6,66 %, kadar sari larut air 38,23 %, kadar sari larut etanol 24,85 %, kadar abu total 6,29 %, dan kadar abu tidak larut asam 0,66 %. Hasil karakterisasi ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan standarisasi dalam materia medika indonesia. Hasil pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) memberikan nilai LC50: 305,1406 µg/ml,sehingga ekstrak etanol daun tapak dara bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker, karena senyawa uji dikatakan toksik jika harga LC50 lebih kecil dari 1000 µg/mL.
Uji Antibakteri Formulasi Sediaan Hand Soap Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citus Hystrix DC) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Milala, Sagita Crispy Br S.; Nasution, M. Pandapotan
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 2 April 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i2.1263

Abstract

Daun jeruk purut merupakan salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai penyedap makanan. Daun jeruk purut mengandung minyak atsiri dan beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid,tanin, saponin, alkaloid, steroid, dan glikosida sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daun jeruk purut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yaitu infeksi. Pembuatan ekstrak etanol daun jeruk purut secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan terhadap daun jeruk purut segar, simplisia dan ekstrak etanol nya. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jeruk purut terhadap Staphylococcus aureus secara difusi agar. Sediaan hand soap diformulasikan mengandung ekstrak etanol daun jeruk purut 2,5%, 5% dan 7,5%. Dilakukan evaluasi uji organoleptis, pH, stabilitas, uji tinggi busa,uji viskositas, uji bobot jenis, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji organoleptis hand soap khas perpaduan daun jeruk purut dan oleum rosae, berwarna hijau kehitaman, berbentuk cairan kental. Uji pH hasilnya berkisar 9,1-10,03. Hasil uji stabilitas dari semua formula stabil. Uji tinggi busa hasilnya berkisar 50-90 mm. Uji viskositas hasilnya berkisar 1210-1290 cpoise. Uji bobot jenis hasilnya berkisar 1,00-1,08 dan uji iritasi terhadap sukarelawan hasilnya negatif tidak memberikan efek samping iritasi.