Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Character Education and Moral Concepts from Lichona’s and Kohlberg’s Perspectives Azizah, Ulfa Nur
Journal of Education and Religious Studies Vol. 4 No. 02 (2024): Education, Religious, Law and inclusivity
Publisher : Academia Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57060/jers.v4i02.129

Abstract

This study aimed to explore the moral concepts developed by Lichona and Kohlberg, analyzing their relevance and application within character education. Through a literature review and comparative analysis, this study examined the key principles of both Lichona’s and Kohlberg’s theories, particularly in relation to character development and moral education in educational settings. By employing a qualitative approach, the study explored how the core ideas from both theorists can be effectively integrated into character education curricula and teaching practices. The findings suggested that, while there are differences in the theoretical underpinnings of the two theories, both provided valuable insights for teaching morality in schools. The study proposed that an integrated approach, combining the strengths of both Lichona’s and Kohlberg’s frameworks, can offer a richer and more comprehensive model for fostering moral development and character education in schools.
UPAYA PENCEGAHAN PERUNDUNGAN PESERTA DIDIK MELALUI SOSIALIASI ANTI BULLYING DI SDN 1 GISTING BAWAH Mahfuzh, Salma; Suryani, Eny Inti; Apriani, Nining; Sururuzzaman, Sururuzzaman; Zulto, Raden Indigo; Firdaus, Salman Lintang; Deswita, Reina Tri; Yuliawaty, Yuliawaty; Alpajar, Henda; Azizah, Ulfa Nur
Insanta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INSANTA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, Volume 2 Nomor 4, Oktober 2024
Publisher : LPP ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/insanta.v2i4.39

Abstract

Bullying merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada perkembangan psikologis dan sosial anak-anak serta remaja. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bullying di kalangan siswa sekolah dasar melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan ini melibatkan penyampaian informasi mengenai jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, serta strategi pencegahan dan penanganan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Gisting Bawah dengan peserta siswa kelas 5 dan 6. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Selain itu, kegiatan ini juga memotivasi peserta untuk lebih aktif mencegah dan melaporkan tindakan bullying. Program ini diharapkan dapat mengurangi kejadian bullying di sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi perkembangan anak-anak.
INOVASI PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KOPI SEBAGAI PEWARNA BATIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA Wibowo, Agung; Fitriyati, Umi; Daniarsih, Ajeng; Sa'diyah, Halimatus; Azizah, Ulfa Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37982

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai produsen kopi besar menghadapi permasalahan limbah ampas kopi yang berpotensi mencemari lingkungan, meskipun memiliki kandungan tanin dan polifenol sebagai pewarna alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah kopi sebagai pewarna batik untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan siswa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan praktikum pembuatan batik kopi dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dilaksanakan di Bululawang, Kabupaten Malang, melibatkan 35 siswa dan 3 guru pendamping. Evaluasi dilakukan melalui observasi produk, angket pemahaman sejumlah 15 soal, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 88% siswa memahami konsep pembelajaran berkelanjutan, 85% mampu menghasilkan pewarna kopi dengan kualitas warna stabil, dan 82% siswa tertarik mengembangkan batik kopi sebagai produk wirausaha sekolah. Program ini meningkatkan kreativitas, keterampilan praktis, serta kesadaran ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.Abstract: Indonesia, as a major coffee producer, faces the problem of coffee grounds waste that has the potential to pollute the environment, despite containing tannins and polyphenols that can be utilized as natural dyes. This community service activity aims to develop sustainable learning through the utilization of coffee waste as a batik dye to enhance students’ creativity and entrepreneurial skills. The methods used include socialization, workshops, and practical sessions on making coffee-dyed batik using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The activity was conducted in Bululawang, Malang Regency, involving 35 students and 3 supervising teachers. Evaluation was carried out through product observation, a 15-item understanding questionnaire, and participant reflection. The results showed that 88% of students understood the concept of sustainable learning, 85% were able to produce coffee dye with stable color quality, and 82% of students were interested in developing coffee batik as a school entrepreneurship product. This program enhanced students’ creativity, practical skills, and awareness of the creative economy based on local potential.