Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

USING COOPERATIVE LERNING MODEL- SNOWBALL THROW TO IMPROVE STUDENTS ENGLISH LEARNING OUTCOMES Lanlan Muhria
ELT Echo : The Journal of English Language Teaching in Foreign Language Context Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eltecho.v6i2.9226

Abstract

The goal of this study was to see if a snowball throwing cooperative learning strategy could improve students' English learning outcomes in from of writing an advertisement. Classroom Action Research is the research method used in this study. The actions are divided into two cycles, each with four stages: preparation, implementation, observation, and reflection. The study was carried out at SMPIT Al Muhsinin with 24 students, 10 males and 14 females. Data gathering procedures are observations, interviews, assessments, and documentation. the findings of the research shows that snowball throwing cooperative learning strategy has a good influence on enhancing student learning outcomes, as seen by an increase in student learning completion in each cycle, which is 56.25 percent in cycle I and 81.25 percent in cycle II. As a result, the classical completion of pupil learning has been attained. The Snowball Throwing methodology, when used collaboratively, can boost students' learning motivation and cooperation when learning English.
ANALISIS OPEN-ENDED PROBLEM SEBAGAI PENILAIAN MATEMATIKA SELAMA PEMBELAJARAN DI ERA PANDEMIC COVID-19 Iman Solahudin
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jes-mat.v8i1.5378

Abstract

The COVID-19 pandemic has had an impact on Indonesia's education process, which was originally done offline, turned into online, as a result, teachers have difficulty assessing learning outcomes. Open-ended questions are expected to be an alternative in conducting assessments and help analyze students' creativity, reasoning, and mathematical thinking processes. This study aims to analyze Open-Ended in conducting assessments during the Covid-19 Pandemic using a descriptive approach through a case study in a school in Cirebon Regency. The subjects in this study were 2 respondents. Data was collected through a test giving questions about the Open-Ended Problem. Based on the application of two open-ended questions, it was found that all students gave answers correctly, in different ways based on their mathematical knowledge and abilities. Through problem solving by students, creativity, reasoning, and thought processes can be seen from the answers they take. The results of the analysis of all students were able to meet the Open-Ended Problem indicator, although one of the students had a slight deficiency in solving the problem, he did not show his full knowledge, it was seen from the way the explanation of the answer was still not clear. So, presenting open problems is very effective in online learning, students find it difficult to solve problems that have various solutions.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING HEURISTIC TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Erlinda Isulis Marissa; Iman Solahudin
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jes-mat.v8i2.6436

Abstract

TThe ability to solve problems is one of the abilities that students lack mastery of. This results in many difficulties faced when learning mathematics. This problem is not absolutely the student's fault. But the teacher as a facilitator also plays a very important role, one of which is the use of appropriate and efficient learning models to help improve these abilities, namely alternative choices with LAPS-Heuristics. This study aims to determine the effect of LAPS-Heuristic on the mathematical problem solving ability of SMPN 3 Kasokandel students. This study uses a mixed approach (mixed method) with data collection through test questions in the form of posttest, student response questionnaires, and documentation. The population used is two classes, namely the control and experimental classes, each of which is 24 students. The findings in this study are the LAPS-Heuristic learning model has an influence on the ability to solve mathematical problems of students by obtaining The level of problem-solving ability of the experimental class is greater than that of the control class, it can be seen from the average per indicator including indicators of knowing and understanding the problem of 90 and 71, indicators of planning problems of 80.25 and 60.5, indicators of implementing plans 87.75 and 67.25 and the indicator rechecked the results of 55.5 and 44. While the results of student responses are mostly positive with the acquisition of 90% and negative by 24%.
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA DI MAJALENGKA DALAM PENYUSUNAN ASSESSMENT SUMATIF BERBASIS MASALAH OPEN ENDED Iman Solahudin; Rully Khoeru Solihin; Ade Abdullah Sidiq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6809

Abstract

Kompetensi guru dalam penyusunan assessment sumatif sangat penting, karena hal ini akan mempengaruhi kualitas pembelajaran matematika dan hasil belajar siswa. Assessment sumatif berbasis masalah open ended dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada assessment sumatif berbasis pilihan ganda. Seiiring dengan semangat kurikulum merdeka yang mengedepankan penilaian pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Namun, fakta yang tim temukan pada guru mitra di KKM MTsN 3 Majalengka masih banyak guru yang memerlukan peningkatan kompetensi dalam menyusun assessment sumatif berbasis masalah open ended, baik dari segi pengembangan soal maupun penilaian. Kegiatan pengabdian ini dengan kegiatan pelatihan bagi guru Matematika. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan soal assessment sumatif berbasis masalah open ended dan merancang rubrik penilaian yang sesuai. Adapun capaian dari kegitan pelatihan: 1) meningkatkan pemahaman guru agar lebih baik dalam melakukan assessment sumatif berbasis masalah open ended; 2) guru dapat membuat soal yang berkualitas yang dapat mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif; 3) meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa di KKM MTsN 3 Majalengka; 4) kesiapan guru matematika di KKM MTsN 3 Majalengka dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif.
Penggunaan Model Problem Solving Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Iman Solahudin; Kartono Kartono; Iwan Junaedi; Nuriana Rachmadi Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca pandemic covid-19 berdampak pada sektor Pendidikan di berbagai dunia, salah satunya Indonesia. Dampak yang fundamental yaitu kesulitan guru dalam memberikan penilaian matematika secara komprehensif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan maslaah siswa serta mengukur keefektifan model Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) dengan sampel sebanyak 20 orang siswa pada salah satu sekolah di Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data menggunakan Tes dan Wawancara. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan Uji Hipotesis, skor siswa memiliki perbedaan rata-rata antara Pretest dan Postest, yaitu 90,12 untuk rata-rata Postes dan 80,75 rata-rata skor Prestes, berdasrkan uji Paired Tes terlihat nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, bermakna bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara Pretest dan Postest. Dengan demikian model problem-solving Efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA DI MAJALENGKA DALAM PENYUSUNAN ASSESSMENT SUMATIF BERBASIS MASALAH OPEN ENDED Iman Solahudin; Rully Khoeru Solihin; Ade Abdullah Sidiq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6809

Abstract

Kompetensi guru dalam penyusunan assessment sumatif sangat penting, karena hal ini akan mempengaruhi kualitas pembelajaran matematika dan hasil belajar siswa. Assessment sumatif berbasis masalah open ended dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada assessment sumatif berbasis pilihan ganda. Seiiring dengan semangat kurikulum merdeka yang mengedepankan penilaian pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Namun, fakta yang tim temukan pada guru mitra di KKM MTsN 3 Majalengka masih banyak guru yang memerlukan peningkatan kompetensi dalam menyusun assessment sumatif berbasis masalah open ended, baik dari segi pengembangan soal maupun penilaian. Kegiatan pengabdian ini dengan kegiatan pelatihan bagi guru Matematika. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan soal assessment sumatif berbasis masalah open ended dan merancang rubrik penilaian yang sesuai. Adapun capaian dari kegitan pelatihan: 1) meningkatkan pemahaman guru agar lebih baik dalam melakukan assessment sumatif berbasis masalah open ended; 2) guru dapat membuat soal yang berkualitas yang dapat mengukur kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif; 3) meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa di KKM MTsN 3 Majalengka; 4) kesiapan guru matematika di KKM MTsN 3 Majalengka dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif.
PELATIHAN PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS PEMUDA DESA MAJASARI KABUPATEN MAJALENGKA DI ERA SOCIETY 5.0 Solihin, Rully Khoeru; Solahudin, Iman; Farida, Hilda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11455

Abstract

Penguatan literasi digital dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di era society 5.0 sangat penting. Era Society 5.0 menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Manusia mempunyai peran di era digital, sehingga dibutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang sangat luas. Penguatan literasi digital dapat menjadi alternatif dalam upaya menngkatkan kemmapuan bhasa Inggris para pemuda di Desa Majasari Kabupaten Majalengka. Pengetahuan dan keterampilan anggota Karang Taruna Desa Majasari dalam pemahaman bahasa Inggris masih tergolong rendah. Latar belakang pendidikan mereka adalah tamatan SMP, SMA dan ada juga yang perguruan tinggi tetapi mereka belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dengan baik. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, tim memberikan solusi permasalahan berupa pelatihan penguatan literasi digital dalam peningkatan kemampuan Bahasa Inggris Pemuda desa Majasari Kabupaten Majalengka. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris pemuda desa Majasari dalam penggunaannya yang kompleks dan kontekstual. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi salah satu solusi yang efektif. Para pemuda dapat memanfaatkan berbagai aplikasi dan perangkat lunak yang tersedia untuk melakukan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Adapun capaian dari kegitan pelatihan: 1) Para pemuda desa Majasari dapat menerapkan beberapa aplikasi dalam pembelajaran bahasa Inggris; 2) Peningkatan kemampuan bahasa Inggris pemuda desa Majasari; 3) Penguatan literasi digital dapat mendongkrak ‘nilai jual’, ‘nilai tambah’, dan kompetensi seseorang dalam berbagai dimensi kehidupan
PELATIHAN PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS PEMUDA DESA MAJASARI KABUPATEN MAJALENGKA DI ERA SOCIETY 5.0 Solihin, Rully Khoeru; Solahudin, Iman; Farida, Hilda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11455

Abstract

Penguatan literasi digital dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di era society 5.0 sangat penting. Era Society 5.0 menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Manusia mempunyai peran di era digital, sehingga dibutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang sangat luas. Penguatan literasi digital dapat menjadi alternatif dalam upaya menngkatkan kemmapuan bhasa Inggris para pemuda di Desa Majasari Kabupaten Majalengka. Pengetahuan dan keterampilan anggota Karang Taruna Desa Majasari dalam pemahaman bahasa Inggris masih tergolong rendah. Latar belakang pendidikan mereka adalah tamatan SMP, SMA dan ada juga yang perguruan tinggi tetapi mereka belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dengan baik. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, tim memberikan solusi permasalahan berupa pelatihan penguatan literasi digital dalam peningkatan kemampuan Bahasa Inggris Pemuda desa Majasari Kabupaten Majalengka. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris pemuda desa Majasari dalam penggunaannya yang kompleks dan kontekstual. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi salah satu solusi yang efektif. Para pemuda dapat memanfaatkan berbagai aplikasi dan perangkat lunak yang tersedia untuk melakukan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Adapun capaian dari kegitan pelatihan: 1) Para pemuda desa Majasari dapat menerapkan beberapa aplikasi dalam pembelajaran bahasa Inggris; 2) Peningkatan kemampuan bahasa Inggris pemuda desa Majasari; 3) Penguatan literasi digital dapat mendongkrak ‘nilai jual’, ‘nilai tambah’, dan kompetensi seseorang dalam berbagai dimensi kehidupan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN REFLEKTIF SISWA SMA Solahudin, Iman
TarbiyahMU Vol. 4 No. 2 (2024): TarbiyahMu
Publisher : TarbiyahMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to investigate the impact of generative learning models on students' mathematical reflective thinking skills. The generative learning model is an approach that encourages students to explore the knowledge they have to gain new insights. This research was carried out at SMA Negeri 1 Kadipaten for grade XI in the 2023/2024 school year. The approach used was quantitative with a quasi-experimental method, involving 30 students from the experimental class and 30 students from the control class as samples. Sample selection was carried out by purposive sampling technique. Data collection was carried out through reflective thinking ability tests and student response questionnaires. The results showed that hypothesis testing produced a sig. (2-tailed) of 0.000, which indicates the influence of the generative learning model on the reflective ability of high school students.
Learning Trajectory Peserta Didik Pada Materi Kubus Ditinjau Dari Kemampuan Matematis Dan Gaya Belajar Hanipah, Siti; Solahudin, Iman; Nugraha, Azi
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i01.1211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Learning Trajectory peserta didik pada proses pembelajaran materi kubus dengan meninjau pada kemampuan matematis dan gaya belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes angket gaya belajar, tes tulis learning trajectory dan wawancara. Hasil penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis learning trajectory peserta didik dengan kemampuan matematis tinggi,sedang, dan rendah serta karakteristik gaya belajar peserta didik audio, visual dan kinestetik. Terdapat keberagaman learning trajectory pada peserta didik dalam memahami materi kubus, dimana Hypothetical Learning Trajectory yang disusun peneliti sebagai alur pemahaman materi kubus. Peserta didik dengan kemampuan matematis tinggi telah mampu memahami materi kubus sebagaimana hasil wawancara memperkuat jawaban hasil tes. Subjek yang memiliki kemampuan matematis sedang telah mampu memahami sebagian materi kubus. Subjek dengan kemampuan matematis rendah belum sesuai dengan capaian Hypothetical learning trajectory yang disusun peneliti karena belum memahami materi penunjang kubus. Selanjutnya peserta didik yang bergaya belajar audio memahami materi kubus ketika benar-benar memperhatikan guru menjelaskan, Subjek yang bergaya belajar visual, menunjukkan pemahaman jika subjek dibantu dengan gambar materi yang jelas. Selain itu subjek dengan gaya belajar kinestetik akan mempelajari hal-hal yang konkrit.