Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KEJU MOZARELLA BERBASIS SUSU KAMBING ETAWA DI DESA WISATA GOMBENGSARI-BANYUWANGI Arista, Yuvita Lira Vesti; Chastelyna, Agnes Juniarti; Nofiyanti, Sri Handayani; da Costa Moniz, Joana Paula Gerabella; Hutabarat, Michael Alexander
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i1.1461

Abstract

Desa wisata Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang banyak menghasilkan komoditi hasil pertanian, perkebunan, ataupun peternakan dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi. Salah satu komoditi hasil peternakan unggulan di Desa Wisata Gombengsari adalah susu kambing etawa. Susu kambing etawa yang diproduksi di daerah tersebut belum diolah menjadi produk dan hanya dijual ke pedangang pengepul dengan harga yang relative rendah. Guna meningkatkan nilai jual susu kambing etawa peternak yang ada di wilayah Gombengsari perlu dilakukan upaya pengolahan dan diversifikasi produk salah satunya dengan mengolahnya menjadi keju Mozzarella yang diolah dengan metode pengasaman (penambahan asam sitrat). Pelatihan pengolahan keju Mozzarella di Desa Wisata Gombengsari mendapat respon positif dari mitra yang merupakan produsen susu kambing sekaligus POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata) yang ada di area tersebut. Pelatihan pembuatan keju diharapkan dapat dapat membantu dalam diversifikasi produk. Dengan tersedianya produk keju mozarella di Rumah Digital Desa Gombengsari diharapkan juga mampu menarik wisata baik dari mancanegara maupun dalam negeri.
Level Perception of Elementary School Students Towards Food in The School Environment of Banyuwangi Public Elementary School 2 Tukang Kayu Utami, Arfiati Ulfa; Setyawan, Bagus; Chastelyna, Agnes Juniarti; Arista, Yuvita Lira Vesti; Ulfa, Rosiana
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2024): Januari
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v9i1.9898

Abstract

Elementary school students' understanding of healthy food is very important because this will have an impact on the health of students and the school environment. This study aims to measure the extent to which students' perceptions of snacks in the school environment at SD Negeri 2 Tukang Kayu Banyuwangi. This research used survey method. The subjects in this study were 50 fifth grade students of SD Negeri 2 Tukang Kayu Banyuwangi. The research instrument was a questionnaire or questionnaire sheet. The analysis used is descriptive qualitative. The results of student perceptions obtained 72% of students can understand healthy snacks in the school environment.
Chemical Content Evaluation of Peaberry Robusta Green Bean Using FT NIRS Method Setyawan, Bagus; Arista, Yuvita Lira Vesti; Utami, Arfiati Ulfa
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.202-214

Abstract

Mount Ijen is a prominent region for peaberry Robusta coffee beans, which has entered international markets. Accurate real-time estimation of its chemical components is crucial for export activities. This study evaluated moisture content, lipid, and caffeine in Robusta peaberry coffee beans from Ijen using FT-NIRS (Fourier Transform – Near Infrared Spectroscopy). A total of 50 samples were scanned in triplicate, generating 150 spectral data points. The data were optimized for wavelength selection and pre-treated using Standard Normal Variate Transformation (SNV), Second Derivative (dg2), Multiplicative Scatter Correction (MSC), and normalization. Results showed that FT-NIRS proved effective for rapid and accurate estimation of these components. The best calibration model used Kubelka-Munk transformation with dg2 pre-treatment in the 1000-2500 nm wavelength range. Optimal Partial Least Squares (PLS) factors were PLS 4 for lipid content (R2 = 0.98, SEP = 0.013%, SEC = 0.012%, CV = 0.81, RPD = 2.03, consistency = 95.21%), PLS 5 for moisture content (R2 = 0.94, SEP = 0.014%, SEC = 0.014%, CV = 0.80, RPD = 4.88, consistency = 101.02%), and PLS 5 for caffeine content (R2 = 0.94, SEP = 0.014%, SEC = 0.014%, CV = 0.80, RPD = 4.88, consistency = 101.02%). Keywords: Absorbance, Caffeine, Lipid, Moisture Content, Pre-Treatment.
Nutritional enrichment from Bali sardinella (Sardinella lemuru) head meal in fish crackers as emergency food: Pengayaan nutrisi dari tepung kepala lemuru (Sardinella lemuru) pada fish crackers sebagai pangan darurat Mutamimah, Dewi; Arista, Yuvita Lira Vesti; Untari, Dewi; Liasari, Ade
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.59233

Abstract

Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, yaitu banjir bandang, angin tornado, tanah longsor, letusan gunung api, gempa bumi dan tsunami sehingga dapat memutus akses terhadap sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. Pangan darurat merupakan sebuah alternatif yang dibutuhkan untuk korban bencana alam karena memiliki sifat daya simpan yang lama dan tinggi akan nutrisi. Crackers termasuk ke dalam kategori pangan darurat karena memiliki masa simpan lama dan mudah sekali dalam pengankutannya (transportasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penambahan konsentrasi terbaik tepung kepala ikan lemuru berdasarkan karakteristik gizi fish crackers sebagai pangan darurat. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan penambahan tepung kepala lemuru, yaitu: 0, 5, 10, 15 dan 20%. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan color reader untuk analisis warna. Hasil penelitian terbaik, yaitu pada penambahan 5% tepung kepala ikan lemur pada fish crackers meliputi analisis proksimat yang terdiri dari kadar air 4.93±0.46, protein 12.81±0.25, lemak 11.43±0.59, abu 5.19±0.59, karbohidrat 65.64±0.99, kadar serat pangan 4.03±0.01 dan analisis warna terdiri dari lightness (L) 58.15±0.07, A 11.00±0.00, dan B 27.15±0.07. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan informasi mengenai komponen gizi yang bernilai dari tepung kepala lemuru pada fish crackers.
Profil Organoleptik Kopi Arabika dan Robusta Berdasarkan Variasi Teknik Pascapanen Khairunnisa, Anita; Muttaqin, Muhammad Ihsan Zaenal; Hadetata, Satria; Arista, Yuvita Lira Vesti; Asfianti, Asti
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1199

Abstract

Kopi merupakan komoditas perkebunan strategis yang kualitas sensorinya sangat dipengaruhi oleh perlakuan pascapanen. Perbedaan karakteristik kimia antara Coffea arabica dan Coffea canephora (Robusta) menyebabkan respons yang berbeda terhadap teknik pengolahan, sehingga pemilihan metode pascapanen menjadi krusial untuk menghasilkan mutu sensori optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh empat teknik pascapanen—natural, honey, semi-washed, dan wine process terhadap profil organoleptik kopi Arabika dan Robusta. Uji organoleptik dilakukan dengan metode cupping berdasarkan standar Specialty Coffee Association (SCA) terhadap atribut aroma, flavor, keasaman, body, aftertaste, dan skor keseluruhan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wine process menghasilkan skor tertinggi pada Arabika (keasaman 8,80; flavor 8,70; aroma 8,60; overall 8,55), yang berbeda signifikan dibanding metode lain dan mencerminkan kompleksitas flavor dengan aftertaste panjang. Pada Robusta, metode yang sama meningkatkan skor sensori secara signifikan (overall 7,50), menjadikannya lebih kompetitif untuk kategori fine Robusta. Honey process menghasilkan profil seimbang dengan cita rasa manis alami, natural process menonjolkan aroma fruity, sedangkan semi-washed memberikan rasa yang kurang kompleks. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan teknik pascapanen yang sesuai varietas mampu mengoptimalkan potensi sensori kopi, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kopi specialty di Indonesia. Keywords: Arabica, Robusta Coffee, Postharvest Techniques, Wine Process, Sensory Test.