Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Konsep Mental Health Pendekatan Terapi Islam Musripah, Musripah
Journal of Sufism and Psychotherapy Vol 4 No 2 (2024): JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, Vol. 4 No. 2, Nov 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jousip.v4i2.8250

Abstract

Humans are unique creatures. With their uniqueness, humans are complicated and mysterious creatures. Humans ethically uphold goodness, nobility, altruism, or sacrifice, and consider them to be noble values. Mental health (mental hygiene) is a science that includes a system of principles, regulations and procedures to improve spiritual health. A mentally healthy person is a person who spiritually or in his heart always feels calm, safe and at ease. In the millennial era, it is often found in both agencies and institutions that morals, morals, ethics are starting to erode, and another thing is becoming a world problem, namely the disease outbreak called the corona virus. There are some who use it as a source of income by hoarding illegal masks and selling them at prices that have skyrocketed far from normal prices, and on the one hand they are empathetic by protecting the health of individuals and the surrounding environment. If there is restlessness, restlessness and anxiety, it can be categorized as mental health problems. Based on these problems, the author is interested in writing and analyzing how to apply the concept of mental health, sickness and health, how to approach religion. This research uses a qualitative research library research approach. The data used uses primary and secondary data, the analysis used uses content analysis.
PENGUATAN KEWIRAUSAHAAN DI KALANGAN SISWA SMA N 1 DUKUHWARU MELALUI WORKSHOP BISNIS Qusaeri, Muammar Afif Al; Wiliyanto, Wiliyanto; Khasanah, Muthi’atul; Khasbulloh, M. Wahab; Musripah, Musripah; Atmoko, Dwi; Subekti, Agung Tyas
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i4.1137

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan keterampilan dan minat kewirausahaan di kalangan siswa SMA N 1 Dukuhwaru melalui workshop bisnis yang bersifat edukatif dan aplikatif. Workshop ini dirancang dengan pendekatan experiential learning, yang melibatkan sesi edukasi, pelatihan praktik, pendampingan ide bisnis, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep bisnis dan kewirausahaan, dengan rata-rata peningkatan skor pre-test dan post-test lebih dari 40%. Minat siswa untuk berwirausaha juga meningkat dari 28% menjadi 65%, dengan mayoritas peserta tertarik pada bidang kuliner dan fashion. Selain itu, sebanyak 55% siswa menyatakan siap memulai usaha dalam waktu dekat. Evaluasi kepuasan menunjukkan bahwa 90% peserta merasa workshop ini bermanfaat, dan 85% berharap ada program lanjutan seperti mentoring bisnis. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan penguatan kewirausahaan berbasis praktik efektif dalam membekali siswa dengan keterampilan dan motivasi untuk menjadi wirausaha muda. Untuk keberlanjutan program, diperlukan dukungan lebih lanjut dalam bentuk pendampingan bisnis serta akses permodalan guna memastikan implementasi nyata dari ide-ide usaha yang dikembangkan oleh siswa
PENINGKATAN KAPASITAS SANTRI MELALUI PELATIHAN DASAR LAPORAN KEUANGAN DAN ENTERPRENER SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL QURTUBIYAH Muammar Afif Al Qusaeri; M. Wahab Khasbulloh; Muthi’atul Khasanah; Wiliyanto, Wiliyanto; Musripah, Musripah; M. Adhary
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, pengetahuan agama, serta keterampilan hidup santri. Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, pondok pesantren dituntut tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga memberikan bekal keterampilan praktis yang relevan dengan dunia modern, seperti pengelolaan keuangan dan kewirausahaan (enterpreneurship). Pelatihan kewirausahaan dan laporan keuangan menjadi penting bagi santri dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri Pondok Pesantren Al Qurtubiyah dalam memahami laporan keuangan dasar dan membentuk jiwa kewirausahaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning, ceramah, diskusi, dan simulasi usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 31,7 poin dari pre-test. Santri juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyusun dan mempresentasikan rencana usaha kecil berbasis potensi lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan kapasitas ekonomi santri dan dapat direplikasi di pesantren lain.
THE Education Based on the Concept of Health Belief Model Effectively Increases Cervical Cancer Screening Rates in Women of Fertilizing Age Musripah, Musripah; Nurhayati, Nurhayati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4402

Abstract

Cervical cancer cases in Indonesia are increasing, therefore it is necessary to pay attention to preventive measures and early detection of cervical cancer in women of fertilizing age. The low awareness of women of of fertilizing age to carry out early detection through screening with IVA tests is one of the causes of increasing cases of cervical cancer in Indonesia. Therefore, researchers use an educational method based on the Health Belief Model (HBM) for women of fertilizing age.. The aim of this research is to increase cervical cancer screening rates with IVA tests after providing education based on the Health Belief Model (HBM). The method in this research uses quantitative methodology. The sample in this study amounted to 37 respondents. This research was conducted in Karang Anyar Village, Sawah Besar. The results were obtained (p value <0.001), with the results of the X² continuity correction analysis showing that HBM-based education increased screening rates by 18 times. The conclusion is that the education method using the Health Belife Model for women of fertilizing age can increase cervical cancer screening rates.
MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN SOSIAL MEDIA MARKETING DAN PRODUCT PHOTO STYLING BAGI SISWA SMA NEGERI 2 SLAWI Qusaeri, Muammar Afif Al; Wiliyanto, Wiliyanto; Khasanah, Muthi’atul; Khasbulloh, M. Wahab; Musripah, Musripah; Atmoko, Dwi; Subekti, Agung Tyas
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/jhe8kj04

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengembangan jiwa entrepreneurship bagi siswa SMA Negeri 2 Slawi melalui Sosial Media Marketing dan Product Photo Stailing. Metode atau tahapan untuk pengembangan jiwa entrepreneurship yang dilakukan peneliti yakni melalui pelatihan menjadi wirausaha. Dimana metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah dengan interaksi langsung melalui diskusi dan praktek dalam rangka pengembangan jiwa entrepreneurship. Hasil evaluasi terhadap peserta pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tercapainya tujuan pengabdian kepada masyarakat, dimana adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan materi kewirausahaan. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa SMA Negeri 2 Slawi. Berdasarkan hasil kegiatan dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum siswa berminat untuk menjadi seorang entrepreneurship, namun terkendala dengan keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan biaya
Potret Manusia Dalam Perspektif Psikologi Islam Musripah, Musripah
Journal of Sufism and Psychotherapy Vol 3 No 2 (2023): JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, Vol. 3 No. 2, November 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jousip.v3i2.1301

Abstract

Humans as individual creatures and as social creatures, so that in living life can never be separated from the influence of their environment. The condition of a person's thinking cannot be separated from the influence of his environment in accordance with the development of cultural, economic, political, educational and geographical factors where he lives. Therefore, to better understand the portrait of man in terms of the perspective of Islamic psychology, it is necessary to understand the essence of man and the historical background of Islamic psychology. In line with these problems, the author analyzes and studies related to "human portraits of Islamic psychology studies". With the aim of knowing how the real portrait of man in the study of Islamic psychology. The approach in this research, the author uses a qualitative library research approach. The data used uses primary and secondary data, the analysis used uses content analysis. The results showed that the holistic human portrait in the perspective of Islamic psychology provides a valuable contribution to the sciences that make humans as material objects. The interrelated nature of body, soul and spirit can be the basis of new studies both in psychology itself, and also the world of health such as holistic therapy, psychosomatic, psychoneuroimmunology (PNI), and religiopsychoneuroimmunology (RPNI).
PERAN MOTIVASI DAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DALAM MEMPENGARUHI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PT ARIABIMA PROPERINDO Qusaeri, Muammar Afif Al; Khasbulloh, M. Wahab; Wiliyanto, Wiliyanto; Khasanah, Muthi’atul; Musripah, Musripah; Atmoko, Dwi; Subekti, Agung Tyas
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/96g3vr86

Abstract

Penelitian tentang “Peran Motivasi Dan Kualitas Kehidupan Kerja Dalam Mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior Pada PT Ariabima Properindo” berangkat dari temuan di tempat penelitian mengenai penurunan capaian kinerja pegawai pada masing-masing bagian di lingkungan Kantor PT Ariabima Properindo menjadi titik tolak penelitian ini. Penelitian diawali dengan pencarian fenomena empiris yang dapat menjelaskan terjadinya permasalahan pada kinerja pegawai. Hasil kajian teoritis yang dilakukan dalam penelitian ini menemukan bahwa kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel Motivasi ,  Kualitas Kehidupan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil jawaban kuesioner selanjutnya digunakan sebagai basis data untuk menguji pengaruh antar variabel yang dilakukan dengan menggunakan uji Regresi Berganda. Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa Motivasi dan Kualitas Kehidupan Kerja secara statistik terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara statistik dapat dijelaskan oleh variabel Motivasi ,  Kualitas Kehidupan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Kognitif Anak Sabilla, Wafda; Musripah, Musripah
al-muhadzab: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang anak sejak dini sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang, termasuk perkembangan kognitif yang merupakan aspek penting dalam pembentukan kemampuan berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kognitif anak usia dini serta peran orang tua dalam mendukung proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel penelitian yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui pengintegrasian konsep, perbandingan hasil penelitian terdahulu, dan penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak berlangsung melalui empat tahapan menurut Jean Piaget, yaitu sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Pada setiap tahap, orang tua memiliki peran krusial sebagai pemberi kasih sayang, fasilitator belajar, teladan moral, sekaligus pendamping yang berkesinambungan. Penelitian ini memberikan pemetaan bentuk dukungan orang tua yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif anak usia dini, seperti pemenuhan kebutuhan dasar, stimulasi melalui aktivitas edukatif, komunikasi yang terbuka, penyediaan sarana belajar, serta apresiasi terhadap pencapaian anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan kognitif anak akan maksimal apabila orang tua turut berperan aktif dalam kehidupan mereka sehingga menjadi fondasi penting bagi keberhasilan mereka di masa depan.
Parent–School Collaboration in Developing Children’s Emotional Maturity Febriana, Indah Ayu; Musripah, Musripah
al-muhadzab: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emotions play an important role in human life because they influence patterns of thinking, behavior, and social interaction. In children, emotional development is influenced by both internal factors, such as physical and psychological conditions, and external factors, including parenting styles, learning experiences, and the school environment. This study aims to examine the role of collaboration between parents and teachers in fostering children’s emotional maturity. The study employed a descriptive qualitative approach, with research participants consisting of parents and teachers from a school in Pekalongan Regency. The findings indicate that harmonious collaboration between parents and teachers has a significant influence on children’s emotional development, particularly in their ability to develop self-awareness, regulate emotions, and cultivate empathy. The implementation of positive parenting practices within the family environment and social–emotional learning at school complements each other in shaping emotionally stable personalities in children. In addition, continuous communication between parents and teachers helps address various forms of maladaptive emotional behavior. Overall, this study confirms that synergy between parents and teachers is a key factor in optimizing children’s emotional development and has a positive impact on their social skills and academic achievement.
Efektivitas stretching exercise terhadap optimalisasi kemandirian lansia Musripah, Musripah; Wahyuni, Ening
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1942

Abstract

Background: Aging affects the level of dependency due to declines in biological, psychological, social, and economic functions. Factors affecting the quality of life of older adults include decreased functional abilities, particularly decreased independence, such as decreased walking speed and balance, and an increased risk of falls. This leads to dependence and the need for assistance from others to meet daily needs. Physical activity is one action that can be taken to improve physical fitness, muscle strength, and activities of daily living (ADL), thus enabling older adults to be active and independent. Stretching exercises are gentle muscle stretching exercises for relaxation performed using specific techniques to physiologically reduce muscle tension, based on the principles of mechanical and neurophysiological responses. Stretching is also used to maintain and improve flexibility and mobility of muscles and joints, reducing injuries and postural problems. Purpose: To determine the effectiveness of stretching exercises in optimizing independence in older adults. Method: This study used a quasi-experimental study with a single-group pretest-posttest design. The sampling technique used was purposive sampling, with a sample size of 35 older adults. The research instrument used was the Bartel index questionnaire, and data analysis used a paired t-test. Results: Before the stretching exercise intervention, the average score of participants was 86.86. After the intervention, the score increased to 98.16. This study obtained a p-value of 0.000, indicating that stretching exercises significantly increased the level of independence in the elderly. Conclusion: There was a difference in the level of independence in the elderly before and after the stretching exercise (p-value of 0.000). The stretching exercise intervention increased the independence of the elderly, therefore, this intervention is highly recommended for use in increasing the level of independence in the elderly. Suggestion: Nurses are encouraged to implement stretching exercises to increase the independence of the elderly. Future researchers should consider larger sample sizes, more diverse participant characteristics, and the use of other instruments to measure the level of independence in the elderly.   Keywords: Elderly; Independence; Stretching Exercise.   Pendahuluan: Lanjut usia memengaruhi tingkat ketergantungan karena akan mengalami kemunduran terhadap fungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. Faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia adalah penurunan kemampuan fungsioanal terutama penurunan tingkat kemandirian, seperti penurunan kecepatan berjalan, kemampuan dalam menjaga keseimbangan dan meningkatnya risiko jatuh, sehingga lansia menjadi ketergantungan dan memerlukan bantuan orang lain dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Aktivitas fisik merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebugaran fisik, kekuatan otot dan activities daily living (ADLs), sehingga lansia menjadi aktif dan tidak bergantung kepada orang lain. Stretching exercise merupakan latihan peregangan otot ringan untuk relaksasi yang dilakukan menggunakan teknik tertentu untuk menurunkan ketegangan otot secara fisiologis dengan prinsip, terdiri atas respon mekanik dan respon neurofisiologis. Stretching juga digunakan untuk menjaga serta meningkatkan fleksibilitas, mobilitas otot dan area persendian, mengurangi cedera dan masalah dalam postur tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh efektivitas stretching exercise terhadap optimalisasi kemandirian lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 35 lansia. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner bartel index dan analisis data menggunakan paired t-test. Hasil: Sebelum dilakukan intervensi exercise stretching, nilai rata-rata partisipan adalah sebesar 86.86. Setelah intervensi, meningkat sebesar 98.16. Hasil penelitian didapatkan p value=0.000, artinya adanya pengaruh exercise stretching terhadap peningkatan tingkat kemandirian pada lansia. Simpulan: Terdapat perbedaan tingkat kemandirian lansia  sebelum dan setelah stretching exercise (p value=0.000). Intervensi exercise stretching meningkatkan kemandirian lansia, sehingga intervensi ini lebih direkomendasikan untuk digunakan dalam meningkatkan tingkat kemandirian lansia. Saran: Perawat diharapkan dapat menerapkan exercise stretching untuk meningkatkan kemandirian lansia. Bagi peneliti selanjutnya, dapat mempertimbangkan jumlah sampel yang lebih besar, karakteristik partisipan yang lebih variatif dan penggunaan instrumen lain untuk mengukur tingkat kemandirian lansia.   Kata Kunci: Exercise Stretching; Kemandirian; Lansia.