Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN CEDERA PADA ANAK Putri, Nadia Oktiffany; Retnani, Ajeng Dwi; Wahyuni, Ening
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.330

Abstract

Latar Belakang: Cedera merupakan salah satu kondisi yang menjadi ancaman di bidang kesehatan saat ini. Cedera, terutama pada anak, dapat terjadi di mana dan kapan saja. Peran perawat cukup banyak dalam angka kejadian cedera pada anak. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian cedera pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Lokasi / tempat dilakukan penelitian ialah SDN 11 Rawabunga Jakarta. Jumlah responden penelitian ini ialah sebanyak 94 anak yang bersekolah di SDN 11 Rawabunga. Pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil uji statistik dengan korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari umur anak dan tingkat pendidikan orang tua terhadap kejadian cedera anak (p=0,481 dan p=0,543) (p-value > 0,05). Namun, pada variabel jenis kelamin, tugas perkembangan anak, dan lingkungan sekitar anak menunjukkan terdapat pengaruh signifikan terhadap kejadian cedera anak dengan nilai signifikansi berturut-turut p=0,012, p=0,018, dan p=0,007 (p > 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari jenis kelamin, tugas perkembangan anak, dan lingkungan sekitar anak dengan kejadian cedera anak.
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Pengguna BPJS di Rumah Sakit Hermina Jatinegara Silitonga, Junita Maratur; Alfanira, Alfanira; Wahyuni, Ening
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14214

Abstract

ABSTRACT Good health services are needed because health is a human right and an investment that must be owned by all citizens. The aim of this study was to determine the relationship between service quality and satisfaction of inpatients using BPJS at Hermina Jatinegara Hospital. This study was a quantitative research with a descriptive analytical design, using a cross sectional. The population in this study was all BPJS inpatients at Hermina Jatinegara Hospital from November 2022 to April 2023, totaling 4938 people. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique, so the number of samples obtained was 100 respondents. The findings showed that the P value = 0.000 (α < 0.05), so it can be concluded that there was a relationship between service quality and satisfaction of inpatients using BPJS at Hermina Jatinegara Hospital. ConclThe quality of patient service (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical evidence) at Hermina Jatinegara Hospital is in the good category.  Keywords: Service Quality, Satisfaction, BPJS  ABSTRAK Pelayanan kesehatan yang baik diperlukan karena kesehatan adalah hak asasi manusia dan merupakan investasi yang harus dimiliki oleh semua warga negara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat inap pengguna BPJS Di Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap BPJS yang di Rumah Sakit Hermina Jatinegara mulai bulan November 2022 sampai dengan April 2023 yang berjumlah 4938 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sehingga jumlah sampel penelitian yang didapat adalah 100 responden. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000 (α < 0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat inap pengguna BPJS Di Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kualitas pelayanan pasien (kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik) di Rumah Sakit Hermina Jatinegara masuk dalam kategori baik. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan, BPJS
Program Pendidikan Kesehatan Mengenai PHBS Menggunakan Media Edukasi Berbasis Digitalisasi Era 4.0 untuk Siswa di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang Dwi, Ajeng; Musripah, Musripah; Hartati, Suryani; Winarti, Retno; Alfanira, Alfanira; Wahyuni, Ening
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20421

Abstract

ABSTRAK PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong diri sendiri di kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. Hal ini merupakan strategi yang digunakan untuk menciptakan kemandirian dalam meningkatkan taraf kesehatannya di bidang kesehatan masyarakat. Penyakit yang banyak diderita oleh siswa SD yaitu penyakit cacingan sebesar 60-80%, dan caries gigi sebanyak 74,4%. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya upaya secara komprehensif dari berbagai sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan PHBS di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang. Penyuluhan kesehatan ini diikuti oleh 40 siswa kelas 3, 4 dan 5. Kegiatan ini dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah diberikan penyuluhan Kesehatan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diketahui hasil posttest mengalami peningkatan sebesar 55%. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai konsep PHBS di lingkungan sekolah. Penulis berharap dengan adanya peningkatan pengetahuan responden dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.  Kata Kunci: Pola Hidup Bersih dan Sehat, Sekolah, Siswa  ABSTRACT PHBS is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning, which makes a family, group or community able to help themselves in health and play an active role in realizing health. This is a strategy used to create independence in improving the level of health in the field of public health. The diseases that many elementary school students suffer from are worms at 60-80%, and dental caries at 74.4%. Therefore, to overcome this problem there needs to be a comprehensive effort from various sectors. This community service activity aims to increase knowledge and application of PHBS at the Alam Mekar Bhakti School, Tangerang. This health education was attended by 40 students in grades 3, 4 and 5. This activity was carried out by pretest and posttest to measure the level of students' knowledge before and after being given health education. This health education was attended by 40 students in grades 3, 4 and 5. This activity was carried out by pretest and posttest to measure the level of students' knowledge before and after being given health education. Based on the activities that have been carried out, it is known that the posttest results have increased to 90% of students who can answer correctly. There is an increase in students' knowledge regarding PHBS concepts in the school environment. The author hopes that with increased knowledge respondents can implement a clean and healthy lifestyle in the school environment. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle, School, Students
Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Terkait Sexualitas dengan Media Edukasi Berbasis Digitalisasi Era 4.0 di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang Hartati, Suryani; Winarti, Retno; Wahyuni, Ening
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19459

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan kondisi  fisik, mental dan sosial dalam keadaan sehat, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan  fungsi dan  proses kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah/madrasah sangat penting mengingat belum tersosialisasikannya secara menyeluruh cara perawatan kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual pranikah, kehamilan anak yang berisiko dan masalah reproduksi pada peserta didik saat ini dan setelah dewasa. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat  untuk melakukan edukasi tentang kebersihan organ reproduksi untuk mencegah timbulnya masalah sexualitas. Metodeadalah penyuluhan kesehatan menggunakan media edukasi berbasis digitalis. pelaksanaan kegiatan  diawali dengan melakukan pengambilan data di sekolah yang ada diwilayah tanggerang kemudian melakukan survey, pemberian pre test dan post test melalui kuesioner tentang pengetahuan organ kesehatan reproduksi dan seksualitas setelah itu pemberian edukasi kesehatan   guna menurunkan angka kejadian masalah  seksualitas. Kegiatan dilaksanakan tanggal 13 Desember  2024   dihadiri oleh  60 siswa di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang. Usia  rata rata 12-15 tahun (85.7%). Tingkat pengetahuan siswa/i meningkat setelah diberikan penyuluhan dan diskusi tanya jawab menjadi 75 %, hal ini menunjukkan siswa/i akan melakukan kegiatan positif menjaga kebersihan organ reproduksinya. Siswa/i  yang mengikuti pendidikan kesehatan di  Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang  sebagian besar usia 12-15 tahun, sehingga berpotensi mengalami masalah kebersihan organ reproduksi karena sudah adanya tanda tanda seksualitas sekunder  yang timbul. Edukasi yang diberikan sangat tepat untuk menambah  pengetahuan sehingga terhindar terjadinya masalah kesehatan pada organ reproduksi.  Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Kesehatan Reproduksi, Sexualitas   ABSTRACT Reproductive health is a physical,and social condition that is healthy, not just free from disease or disability in all aspects related to reproductive health functions and processes. Reproductive health education in schools/madrasahs is very important considering that there has not been comprehensive socialization about how to care for reproductive organ hygiene, premarital sexual behavior, risky child pregnancies and reproductive problems among students now and as adults. The aim of community service activities is to provide education about the cleanliness of reproductive organs to prevent the emergence of sexual problems. The method used is health education using digitalis-based educational media. The implementation of the activity begins with collecting data at schools in the Tanggerang area, then conducting a survey, giving pre-tests and post-tests through questionnaires regarding knowledge of reproductive health organs and sexuality, and after that providing health education to reduce the incidence of sexual problems. The activity was held on December 13, 2024, attended by 60 students at Alam Mekar Bhakti School, Tangerang. Average age 12-15 years (85.7%). The level of students' knowledge increased after being given counseling and question and answer discussions to 77%, this shows that students will carry out positive activities to maintain the cleanliness of their reproductive organs. students who take health education at the Alam Mekar Bhakti School, Tangerang, are aged 12-15 years, so there is the potential to experience problems with the cleanliness of the reproductive organs because signs of secondary sexuality have appeared. The education provided is very appropriate to increase knowledge so as to avoid health problems in the reproductive organs. Keywords: School Age Children, Reproductive Health, Sexuality
Efektivitas stretching exercise terhadap optimalisasi kemandirian lansia Musripah, Musripah; Wahyuni, Ening
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1942

Abstract

Background: Aging affects the level of dependency due to declines in biological, psychological, social, and economic functions. Factors affecting the quality of life of older adults include decreased functional abilities, particularly decreased independence, such as decreased walking speed and balance, and an increased risk of falls. This leads to dependence and the need for assistance from others to meet daily needs. Physical activity is one action that can be taken to improve physical fitness, muscle strength, and activities of daily living (ADL), thus enabling older adults to be active and independent. Stretching exercises are gentle muscle stretching exercises for relaxation performed using specific techniques to physiologically reduce muscle tension, based on the principles of mechanical and neurophysiological responses. Stretching is also used to maintain and improve flexibility and mobility of muscles and joints, reducing injuries and postural problems. Purpose: To determine the effectiveness of stretching exercises in optimizing independence in older adults. Method: This study used a quasi-experimental study with a single-group pretest-posttest design. The sampling technique used was purposive sampling, with a sample size of 35 older adults. The research instrument used was the Bartel index questionnaire, and data analysis used a paired t-test. Results: Before the stretching exercise intervention, the average score of participants was 86.86. After the intervention, the score increased to 98.16. This study obtained a p-value of 0.000, indicating that stretching exercises significantly increased the level of independence in the elderly. Conclusion: There was a difference in the level of independence in the elderly before and after the stretching exercise (p-value of 0.000). The stretching exercise intervention increased the independence of the elderly, therefore, this intervention is highly recommended for use in increasing the level of independence in the elderly. Suggestion: Nurses are encouraged to implement stretching exercises to increase the independence of the elderly. Future researchers should consider larger sample sizes, more diverse participant characteristics, and the use of other instruments to measure the level of independence in the elderly.   Keywords: Elderly; Independence; Stretching Exercise.   Pendahuluan: Lanjut usia memengaruhi tingkat ketergantungan karena akan mengalami kemunduran terhadap fungsi biologis, psikologis, sosial, dan ekonomi. Faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia adalah penurunan kemampuan fungsioanal terutama penurunan tingkat kemandirian, seperti penurunan kecepatan berjalan, kemampuan dalam menjaga keseimbangan dan meningkatnya risiko jatuh, sehingga lansia menjadi ketergantungan dan memerlukan bantuan orang lain dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Aktivitas fisik merupakan salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebugaran fisik, kekuatan otot dan activities daily living (ADLs), sehingga lansia menjadi aktif dan tidak bergantung kepada orang lain. Stretching exercise merupakan latihan peregangan otot ringan untuk relaksasi yang dilakukan menggunakan teknik tertentu untuk menurunkan ketegangan otot secara fisiologis dengan prinsip, terdiri atas respon mekanik dan respon neurofisiologis. Stretching juga digunakan untuk menjaga serta meningkatkan fleksibilitas, mobilitas otot dan area persendian, mengurangi cedera dan masalah dalam postur tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh efektivitas stretching exercise terhadap optimalisasi kemandirian lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel 35 lansia. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner bartel index dan analisis data menggunakan paired t-test. Hasil: Sebelum dilakukan intervensi exercise stretching, nilai rata-rata partisipan adalah sebesar 86.86. Setelah intervensi, meningkat sebesar 98.16. Hasil penelitian didapatkan p value=0.000, artinya adanya pengaruh exercise stretching terhadap peningkatan tingkat kemandirian pada lansia. Simpulan: Terdapat perbedaan tingkat kemandirian lansia  sebelum dan setelah stretching exercise (p value=0.000). Intervensi exercise stretching meningkatkan kemandirian lansia, sehingga intervensi ini lebih direkomendasikan untuk digunakan dalam meningkatkan tingkat kemandirian lansia. Saran: Perawat diharapkan dapat menerapkan exercise stretching untuk meningkatkan kemandirian lansia. Bagi peneliti selanjutnya, dapat mempertimbangkan jumlah sampel yang lebih besar, karakteristik partisipan yang lebih variatif dan penggunaan instrumen lain untuk mengukur tingkat kemandirian lansia.   Kata Kunci: Exercise Stretching; Kemandirian; Lansia.