Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran IPS Sekolah Dasar Berbasis Model Pendidikan Karakter Yulianti, Winarni; Salsabilla, Shella; Qudsya, Haziratul
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v12i1.300

Abstract

Social studies learning is an effort to apply social science to understand events and symptoms as well as social problems that occur in real life in people's lives so that they become human beings who are sensitive to the environment. Character education seeks to form, realize and instill personality attitudes of noble character and can have positive attitudes. with high humanity in order to build a strong nation. With social studies learning that examines social life, it is necessary to instill character education that needs to be implemented in learning activities.
Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja di SMK Sangkuriang 1 Cimahi Manumara, Theophylia Melisa; Nasihin, Nurul Awalliyah; Verawati, Siti; Ahmanda, Tiara Putri; Salsabilla, Shella; Subagdja, Nurul Aulia; Himawan, Verdi Yusuf; Ulum, Nayla Puteri Syaumi; Zamasi, Grace Angeliqch Chrystina Zamasi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bn5d7285

Abstract

Kesehatan reproduksi suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial secara utuh.Remaja  merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa yang meliputi perubahan meliputi perubahan fisik, perubahan hormon, perubahan psikologi dan sosial. Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi guna untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi agar dapat mencegah terkena penyakit menular seksual melalui perilaku seksual yang menyimpang. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi, sehingga dapat menurunkan prevalensi penyakit menular seksual pada kalangan remaja. Metode yang digunakan yaitu metode edukatif dengan cara memberikan pendidikan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seks bebas dikalangan remaja. Hasil pelaksanaan kegian PKM ini berupa peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi ditunjukkan dengan hasil dari post test pada siswa-siswi yang dapat terjawab dengan baik. Dari hasil pelaksanaan kegiatan PKM ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan kesadaran akan cara menjaga kesehatan reproduksi yang baik dan benar guna untuk mengurangi penyakit menular seksual.