Dwi Nur Octaviani Katili
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Dominan Yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Di Wilayah Puskesmas Tilango Cindrawati Abas; Levana Sondakh; Dwi Nur Octaviani Katili; Treesan Ela Putri S. Katili
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.576

Abstract

Kecemasan menjelang persalinan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Kecemasan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan berisiko menimbulkan dampak negatif baik bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan kriteria inklusi ibu hamil trimester III. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan kuesioner dukungan sosial. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, pendidikan, paritas, dan dukungan sosial memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan ibu hamil (p < 0,05). Namun, berdasarkan analisis Odds ratio, dukungan sosial ditemukan sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi tingkat kecemasan menjelang persalinan. Ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan sosial yang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan berat. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga dan komunitas yang mendukung kesehatan mental ibu hamil sangat diperlukan.
Efektivitas Program Percepatan Penurunan Stunting Pada Balita Di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo Indah Listiani Junus; Abdul Kadim Masaong; Dwi Nur Octaviani Katili; Salahudin Pakaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.585

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan serius yang dihadapi pemerintah karena berdampak pada generasi penerus bangsa. Meskipun beberapa program penurunan stunting telah dilaksanakan, namun efektivitasnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas program percepatan penurunan stunting pada balita di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo, yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, monitoring dan evaluasi.  Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas perencanaan program percepatan penurunan stunting berada pada kategori cukup efektif dengan rata-rata persentase capaian (77,8%). Pada aspek pengorganisasian pada kategori cukup efektif (75,8%), untuk pengkoordinasian pada kategori efektif yaitu (80,14%), serta monitoring dan evaluasi pada kategori cukup baik dengan presentase (73,96%). Secara keseluruhan, rata-rata seluruh indikator efektivitas program percepatan penurunan stunting pada balita di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo pada kategori cukup.
HUBUNGAN PERAN KADER KESEHATAN DENGAN PEMANTAUAN IBU HAMIL BERISIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABILA Zeinfatri Anjali Arimas; Zuriati Muhamad; Fifi Ishak; Dwi Nur Octaviani Katili
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14 No 2 (2025): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v14i2.3072

Abstract

Setiap ibu hamil memiliki resiko mengalami kematian, sehinga upaya peningkatan status kesehatan ibu hamil dengan melibatkan kader kesehatan sangat penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemantauan ibu hamil berisiko. Kader Kader sebagai pendamping tenaga kesehatan harus mampu melaksanakan perannya dengan baik sehingga dapat dengan mudah mendeteksi dini komplikasi kehamilan guna mencegah kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kader kesehatan dengan pemantauan ibu hamil berisiko di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kabila yang berjumlah 60 orang dengan metode pengambilan sampel menggunakan teknik total Sampling. Hasil penelitian diperoleh hasil p value=0,001 artinya terdapat hubungan peran kader kesehatan dengan pemantauan ibu hamil berisiko di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mayoritas kader kesehatan di Puskesmas Kabila mampu memantau ibu hamil berisiko secara mandiri dan terarah. Sebagian besar berperan aktif dalam pendampingan, edukasi dan deteksi dini kondisi masyarakat. Namun, sebagian kecil belum optimal akibat beban kerja. Secara keseluruhan, terdapat hubungan signifikan antara peran kader dan pemantauan ibu hamil berisiko sehingga peningkatan kapasitas kader penting untuk keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Kata kunci : Peran Kader, Ibu Hamil, Pemantauan, Berisiko
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I Di RSIA Siti Khadijah Tri Zuhria M. Zees; Surya Indah Nurdin; Nour Arriza Dwi Melani; Dwi Nur Octaviani Katili
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.601

Abstract

Kecemasan yang dirasakan oleh ibu saat persalinan cenderung meningkat seiring dengan frekuensi kontraksi yang bertambah. Kondisi kecemasan ini dapat menyebabkan stres, nyeri, gangguan pada kontraksi rahim, proses persalinan yang memanjang, bahkan berpotensi menyebabkan kematian pada ibu. Penanganan nyeri haid dapat diatasi secara non farmakologi seperti pemberian aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin kala I di RSIA Siti Khadijah. Desain yang digunakan yaitu Quasi Exsperimental pendekatan control group pretest and posttest design, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 32 bersalin yang terbagi menjadi 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan kelompok intervensi yang diberikan aromaterapi lavender, terjadi penurunan rata-rata tingkat kecemasan dari 2,78 sebelum intervensi menjadi 1,31 setelah intervensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000<0.05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang sangat signifikan pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin kala I di RSIA Siti Khadijah.
Perbedaan Tingkat Nyeri Metode Konvensional dan Eracs pada Ibu Post SC di Ruang Nifas Rsia Sitti Khadijah Kota Gorontalo Ani Retni; Fahmi A. Lihu; Dwi Safira Putri S. Giu; Dwi Nur Octaviani Katili
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i3.4853

Abstract

The pain level of Post SC patients varies, depending on the perception and pain threshold of each patient. Post SC patients will experience pain in the incision area wound because it is caused by tears in the front abdominal wall tissue. This study aims to determine the difference in pain levels between conventional methods and the ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) method in post-SC mothers in the Postpartum Room of RSIA Sitti Khadijah Gorontalo City. The design of this study was quantitative with a cross-sectional approach, involving 40 respondents selected using purposive-sampling technique. The instrument used was an observation sheet to measure pain levels using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed that the highest level of maternal pain post SC conventional method was moderate pain as many as 13 people (65.0%), mild pain as many as 4 people (20.0%) and the lowest was severe pain as many as 3 people (15.0%). While the highest level of maternal pain post SC Eracs method was mild pain as many as 16 people (80.0%), moderate pain was 4 people (20.0%) and there were no respondents who experienced severe pain. The P value obtained was 0.001 <0.05. In conclusion, the ERACS method is more effective in reducing pain intensity than conventional methods, allowing patients to recover faster and start early mobilization.