Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Preceptorship Program and Recruitment Process on Improving the Behavior of Professional Nurses in the Inpatient Room of Hospital C Jakarta Retno Susanti; Asnet Leo Bunga; Sudibyo Supardi
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v8i4.425

Abstract

Aims: The unprofessional behavior of nurses makes nursing services not provide positive values, which can be influenced by the absence of preceptorship for nurses. The research conducted in June – August 2022 aims to assess the effect of preceptorship program and recruitment process to improve professional nurse behavior. Design: Quasi-experimental study, with intervention group preceptorship program RS Cinta Kasih Tzu Chi and control group RS Mentari. Samples of intervention and control groups were 35 respondents each, using total sampling technique. Data collection tools are questionnaires and pretest - posttest data collection is carried out 4 days after the questionnaires are distributed. Method: Data analysis using Wilcoxon test, Chi-square test and multivariate logistic regression test. Results: The results showed that the behavior of professional nurses increased. There are differences in the behavior of nurses in the intervention and control groups (p value= 0.000). There is the relationship between the recruitment process and an increase in the behavior of nurses (p value = 0.001). Working period (p value = 0.017) and preceptorship program (p value = 0.006) have an effect on increasing the behavior of professional nurses. Conclusion: It is hoped that RS C will hold a preceptorship program and establish regulations, policies, guidelines and guidelines on the application of the preceptorship method to changes in the behavior of professional nurses. Nurses understand and instill the behavior of professional nurses starting from themselves, colleagues, and patient care.
Pengaruh Implementasi Pelatihan Coaching (Bimbingan) Kepala Ruang Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Di Rs X Tangerang Mey Lys Ceryah Hutasoit; Asnet Leo Bunga; Havidz Aima; Dewi Anggraini
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan keperawatan di Indonesia belum sejalan dengan peningkatan kualitaskinerja perawat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja perawat melalui implementasipelatihan coaching yang diberikan kepala ruang kepada perawat pelaksana. Tujuan penelitian iniuntuk melihat pengaruh implementasi pelatihan coahing kepala ruang terhadap kinerja perawatpelaksana di RS X Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kuasieksperimen, desain non randomized control group pre test dan post test. Sampel penelitiansebanyak 101 perawat pelaksana dan 8 orang kepala ruang yang terdiri dari 5 orang kepala ruang,76 perawat pelaksana kelompok intervensi, 3 orang kepala ruang dan 25 perawat pelaksana kelompok kontrol. Hasil menunjukkan ada peningkatan keterampilan kepala ruang sebesar 4%dengan rerata keterampilan post test 82 %. Implementasi pelatihan coaching kepala ruangberpengaruh terhadap peningkatan kinerja perawat pelaksana sebesar 4,2 % secara statistikbermakna dengan (p=0.000). Implementasi coaching kepala ruang secara statistik bermakna(p=0,000) terhadap kinerja perawat pelaksana, jenis kelamin bermakna (p=0.009). Untuk variabelketerampilan coaching kepala ruang, umur, pendidikan dan lama kerja tidak berpengaruh terhadapkinerja perawat pelaksana. Dengan demikian salah satu upaya peningkatan kinerja perawatcoaching dapat direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan. Kata kunci: Implementasi, Coaching, Kinerja Perawat
Pengaruh Budaya Organisasi dan Beban Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruangan Rawat Inap Keperawatan RS X: Literature Review: The Infulence of Organizational Cultured and Workload on Care Behavior of Nurses Intimate Nursing Rooms in X Hospital: Literatur Review Ceviriana Novi Kurniawati; Asnet Leo Bunga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i1.4328

Abstract

Latar Belakang: Budaya organisasi merupakan sarana terbaik bagi rumah sakit untuk dapat memahami sumber daya manusia dari berbagai profesi didalam rumah sakit. Kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan adalah dengan menekankan perilaku caring. Beban kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menghitung kebutuhan tenaga, Beban kerja perawat adalah jumlah total waktu keperawatan yang digunakan untuk melakukan kegiatan pokok, kegiatan penunjang dan kegiatan tambahan seorang perawat selama waktu kerja. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk melakukan literature review mengenai pengaruh budaya organisasi dan beban kerja terhadap perilaku caring perawat di Rumah Sakit X Desain Penelitia: Metode yang digunakan dalam penelusuran sumber data pada Literature Review ini yaitu dengan penelusuran database terdiri dari Wiley, ProQuest, Pubmed dan Google Scholar. Jurnal tersebut diseleksi berdasarkan kriteria inklusi. Jumlah jurnal yang digunakan untuk literatur review dalam mencari daftar pustaka: Science (n=1.119), Proquest (n=3.110), Phubmed (n=50) dan Google Scholar (n=2.235) Total (n=6.514) Hasil: Hasil analisis menjelaskan bahwa budaya organisasi dan beban kerja perawat merupakan komponen yang dapat mempengaruhi penerapan perilaku caring perawat di Rumah Sakit. budaya organisasi dan beban kerja perawat merupakan sarana terbaik bagi rumah sakit untuk dapat memahami sumber daya manusia dari berbagai profesi didalam rumah sakit. Kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan adalah dengan menekankan perilaku caring. Kesimpulan: Budaya organisasi dan beban kerja merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perilaku caring perawat di Rumah Sakit. Salah satu bentuk pelayanan keperawatan adalah perilaku caring perawat yang merupakan inti dalam praktek keperawatan professional. Terbentuknya perilaku caring sangat dipengaruhi oleh sistem nilai bersama yang tercermin dalam visi, misi, dan tujuan rumah sakit. Budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan kesamaan tujuan, motivasi karyawan dan struktur pengendalian dalam membentuk perilaku untuk meningkatkan prestasi organisasi yang berdampak pada beban kerja anggota dalam organisasi.
Gaya Kepemimpinan Spiritualitas Kepala Ruang terhadap Kinerja Perawat Pelaksana: Literature Review: Leadership Style Spirituality of the Head Nurse on the Performance of the Nursing Staff: Literature Review Lesomar, Theresia; Asnet Leo Bunga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.4988

Abstract

Latar belakang: Gaya kepemimpinan akan menunjukkan bagaimana seorang manajer dapat mempengaruhi pandangan dan keyakinan para staf dengan membimbing dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan spiritualitas adalah suatu paradigma baru untuk transformasi dan pertumbuhan organisasi yang berbasis visi, harapan, dan cinta altruistik. Tujuan: Untuk mendeskripsi dan menganalisa pengaruh pelatihan gaya kepemimpinan spritualitas kepala ruang terhadap kinerja staf pelaksana. Metode Penelitian: Studi literature review, dengan menggunakan database dari Google Scholar, Pubmed, dan ProQuest yang menggunakan kata kunci “gaya kepemimpinan” dan “kinerja perawat“. Hasil: Kepemimpinan spiritual meningkatkan kinerja perawat pelaksana; meningkatkan reputasi staf di tempat kerja; meningkatkan keterikatan di tempat kerja; meningkatkan kepatuhan dalam melakukan asesmen keperawatan; meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien; meningkatkan motivasi kerja perawat di tempat kerja; mengurangi kelelahan emosional, burount, dan niat berpindah. Kesimpulan: Pelatihan gaya kepemimpinan spiritualitas yang diberikan kepada kepala ruang dapat meningkatkan nilai kepedulian pimpinan terhadap staf mereka, mencintai orang lain seperti diri sendiri, melayani orang lain dengan mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri, loyalitas, dan berfokus pada motivasi untuk menolong sesama dan melakukan sesuatu tanpa pamrih sehingga kinerja perawat pelaksana dan kualitas pelayanan kepada pasien dapat terus ditingkatkan.
Studi Fenomenologi Peran Perawat pada Pelaksanaan Discharge Planning dalam Asuhan Keperawatan di RS X: Phenomenology Study of The Role of Nurses in The Implementation of Discharge Planning In Nursing Care at Hospital X Cecillia Heni Agustinawati; Asnet Leo Bunga; Indriati Kusumaningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.232 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2253

Abstract

Latar Belakang: Discharge Planning adalah proses perencanaan sistematik yang dipersiapkan bagi pasien untuk meninggalkan instansi rumah sakit sehingga dapat mempertahankan keberlangsungan keperawatan di rumah. Pelaksanaan discharge planning yang optimal diharapkan dapat memandirikan pasien. Perawat mempunyai peranan penting sebagai sentral kolaborasi interprofesional yang pada pelaksanaan discharge planning berkesinambungan dengan pencatatan edukasi terpadu yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan. Namun catatan edukasi terpadu belum terlaksana secara optimal, hal ini masih perlu dianalisis hambatannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran perawat pada pelaksanaan discharge planning dalam asuhan keperawatan. Metode: Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2021. Partisipan yang terlibat dalam wawancara mendalam secara semi terstruktur sebanyak 8 partisipan, dengan peringkat fungsi II dan III yang memiliki pendidikan D3 Keperawatan dan Ners yang berpengalaman kerja minimal 3 tahun. Data penelitian dianalisis menggunakan software nvivo 12 plus. Penelitian ini mengeksplorasi 7 peran perawat, yakni peran sebagai pemberi asuhan keperawatan, advokator, edukator, koordinator, kolaborator, konsultan, dan peneliti. Hasil: penelitian ada 2 hambatan, yakni hambatan dalam pencatatan edukasi terpadu yang disebabkan situasi ruangan yang repot, kurangnya motivasi perawat, waktu dan beban kerja, ketenagaan yang tidak mencukupi serta hambatan dalam pemahaman tentang discharge planning. Kesimpulan: Hambatan pelaksanaan discharge planning dalam asuhan keperawatan di RS X, yakni hambatan pencatatan dalam formulir catatan edukasi terpadu dan pemahaman terhadap konsep discharge planning, sehingga perlu untuk menelaah lebih lanjut terkait kebijakan, SOP serta panduan pelaksanaan discharge planning dalam asuhan keperawatan dengan cara melakukan pendidikan dan pelatihan, seminar atau webinar bagi seluruh perawat khususnya bagi perawat yang baru agar dapat meningkatkan pemahamannya pada pelaksanaan discharge planning dalam asuhan keperawatan serta menyediakan sarana dokumentasi atau formulir yang mudah dimengerti untuk digunakan sebagai pencatatan discharge planning pada catataan edukasi terintegrasi.
Pengaruh Supervisi Kepala Ruang Rawat Inap dan Kompetensi Perawat terhadap Pencegahan Resiko Jatuh : Literature Review Rosita Lumban Gaol; Asnet Leo Bunga
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4250

Abstract

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh supervisi kepala ruang dan kompetensi perawat terhadap pencegahan resiko pasien jatuh dengan mengulas berbagai literature terkait yang di dapatkan. Metode: Dalam kajian ini, metode yang digunakan yakni literature review yang mana peneliti menulas literature yang didaptkan dengan menggunakan databased pencarian seperti EBSCO, Proquest, dan Google Shoolar yang terdiri dari 10 jurnal nasional dan 10 jurnal internasional. Hasil: Penelitian ini menunjukkan yakni dari 20 jurnal yang diulas menunjukkan bahwasanya supervise kepala ruang, kompetensi perawat dan pencegahan resiko pasien jatuh memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam melakukan pencegahan resiko pasien jatuh tentu variebel supervise dan kompetensi perawat menjadi variabel yang penting dan vital. Manfaat: Penelitian ini yakni dapat menjadi salah satu referensi dalam melakukan manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sehingga pada akhirnya diharapkan agar pelayanan kesehatan yang merupakan sektor penting dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi lebih baik pula.