Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Komodifikasi Kecantikan Warna Kulit Raisa Qisthy Hermawan Putri; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9358

Abstract

Abstract. Advertising is one of the means of conveying information/messages. In its dissemination, advertisements do various ways to be attractive to the audience, many advertisements raise feminism in order to attract audience interest in the products being marketed. One of the advertisements that can be studied regarding this issue is Citra's 2022 edition of ‘Ragam Cantik Indonesia Citra’. In contrast to the existing beauty standards in Indonesia, in some scenes in the advertisement, it shows the depiction of women who have diversity in the interpretation of a woman's beauty. This is in line with Indonesian society which has a diversity of ethnicity, culture, race, and religion. This research uses a qualitative research method with a critical paradigm using Sara Mills' critical discourse analysis model. This research aims to find out how the subject and object are positioned, and to find out how the reader/viewer positions himself. In addition, this research aims to find out how the media commoditizes women's skin color in Citra's 2022 edition of ‘Ragam Cantik Indonesia Citra’ advertisement. The result of this research is commodification. The commodification that occurs in this advertisement is that women and the concept of beauty become something that has a commodity and is used for marketing and economic benefits in order to gain profits. The diversity of skin color is raised by Citra as a means to increase the allure of their products in order to reach a wider and more diverse market. Abstrak. Iklan merupakan salah satu sarana penyampaian informasi/pesan. Dalam penyebar luasannya, iklan melakukan berbagai cara untuk dapat menarik bagi khalayak, banyak iklan yang mengangkat feminisme agar dapat menarik minat audiens terhadap produk yang dipasarkan. Salah satu iklan yang dapat dikaji menyangkut permasalah ini adalah iklan Citra edisi ‘Ragam Cantik Indonesia Citra’ tahun 2022. Berbeda dengan standar kecantikan yang ada di Indonesia, dalam beberapa adegan di iklan tersebut menampilkan penggambaran perempuan yang memiliki keragaman dalam penafsiran kecantikan seorang perempuan. Hal tersebut selaras dengan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, ras, dan agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma kritis menggunakan model analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana posisi subjek dan objek, serta mengetahui bagaimana pembaca/penonton memposisikan dirinya. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media melakukan komodifikasi terhadap warna kulit wanita pada iklan Citra ‘Edisi Ragam Cantik Indonesia Citra’ tahun 2022. Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya komodifikasi. Komodifikasi yang terjadi di dalam iklan ini yaitu terlihat bahwa perempuan dan konsep kecantikan menjadi sesuatu yang memiliki komoditas dan dimanfaatkan untuk pemasaran dan keuntungan dari segi ekonomi guna meraih keuntungan. Keberagaman warna kulit ini diangkat Citra menjadi sarana untuk meningkatkan daya pikat produk mereka agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan beragam.
Literasi Digital Anak dalam Menggunakan Media Sosial TikTok: Studi Kasus Fungsi Pengawasan Media Sosial TikTok pada Siswa Kelas 6 SDIT Anni’mah Azka Muhammad Razaka; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9484

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to find out the supervision of parents and teachers in the use of social media TikTok on children in the 6th grade students of SDIT Anni'mah based on 4 aspects of digital literacy formulated by the Ministry of Communication and Informatics, namely digital skills, digital ethics, digital safety, and digital culture. This study uses a qualitative method with a case study approach to describe facts systematically based on the results of interviews, observations, and documentation in the field with the parents and teachers of SDIT Anni'mah who are the subjects of this research. The data were analyzed using data reduction analysis techniques, data presentation, and conclusion drawing, as well as triangulation to ensure the validity of the data. The results of the study show that children/students in the four aspects of digital literacy have been able to fulfill three of them, namely digital skills, digital ethics, and digital culture. Students have not been able to fulfill one of the four aspects of digital literacy, namely digital safety because children/students have not been given an understanding of this from both the teacher and their parents, it's just that parents and teachers have carried out monitoring activities for children by using the notification feature which provided by TikTok so that every child who uploads content, a notification will appear on the parent's account. Parents and teachers also supervise by occasionally looking at children's smartphones to find out what activities children are doing on social media TikTok. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengawasan orang tua dan guru dalam penggunaan media sosial TikTok pada anak di lingkungan siswa kelas 6 SDIT Anni’mah berdasarkan 4 aspek literasi digital yang dirumuskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yaitu digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan fakta-fakta secara sistematis berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi di lapangan dengan orang tua murid dan guru SDIT Anni’mah yang menjadi subjek penelitian ini. Data dianalisa dengan menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilakukan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak/murid dalam keempat aspek literasi digital sudah mampu memenuhi tiga diantaranya yaitu digital skills, digital ethics, dan digital culture. Murid belum mampu memenuhi salah satu dari keempat aspek literasi digital yaitu digital safety karena anak/murid belum diberi pemahaman mengenai hal ini baik dari guru maupun dari orang tuanya, hanya saja orang tua dan guru sudah melakukan kegiatan pengawasan pada anak dengan cara menggunakan fitur notifikasi yang disediakan oleh TikTok sehingga setiap anak yang mengunggah suatu konten, maka akan muncul notifikasi di akun orang tua. Orang tua dan guru juga mengawasasi dengan cara sesekali melihat smartphone anak untuk mengetahui kegiatan yang anak lakukan pada media sosial TikTok.
Pola Komunikasi Interpersonal Orang Tua terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Sylvi; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10462

Abstract

Abstract. This study aims to determine the pattern of interpersonal communication between parents and early childhood in Cimenyan State Kindergarten in supporting cognitive development. Children at an early age level (kindergarten) need guidance to help physical and spiritual growth and development so that children have the preparation to enter primary school. The discussion of this research focuses on parents' interpersonal communication patterns on cognitive development of early childhood, therefore researchers want to know more deeply about how parents' interpersonal communication patterns on children's cognitive development (kindergarten) with aspects of communication patterns. This study uses qualitative research methods, with data collection techniques of interviews and observations to parents, teachers and students of Cimenyan State Kindergarten as research subjects. Data were analyzed using data reduction analysis techniques, data presentation and conclusion drawing, as well as triangulation for data validity. The results of the study Interpersonal communication that exists between parents and early childhood at TK Negeri Cimenyan is going well, but parents as the main educators and those who have the most time with children are still not aware of factors that can hinder communication and child development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak usia dini di TK Negeri Cimenyan dalam menunjang perkembangan kognitif. Anak pada jenjang usia dini (TK) memerlukan pembinaan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki persiapan untuk memasuki sekolah dasar. Pembahasan penelitian ini berfokus pada pola komunikasi interpersonal orang tua terhadap perkembangan kognitif anak usia dini, maka dari itu peneliti ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai bagaimana pola komunikasi interpersonal orang tua terhadap perkembangan kognitif anak (TK) dengan aspek-aspek pola komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi kepada orang tua, guru dan siswa TK Negeri Cimenyan sebagai subjek penelitian. Data dianalisa dengan menggunakan Teknik analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk keabsahan data. Hasil dari penelitian Komunikasi interpersonal yang terjalin antara orang tua dan anak usia dini TK Negeri Cimenyan berjalan dengan baik namun orang tua sebagai pendidik utama dan pihak yang paling banyak memiliki waktu bersama anak masih belum menyadari faktor yang dapat menghambat komunikasi dan perkembangan anak.
Membedah Anime sebagai Media Edukasi Kesehatan Irsalina Nabilah; Astuti, Santi Indra
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13218

Abstract

Abstrak. Anime adalah media hiburan berbentuk animasi dari Jepang yang populer dikalangan anak muda. Selain hiburan, anime merupakan media edukasi berdasarkan pesan yang disampaikan dari alur ceritanya. Anime Hataraku Saibou! Black merupakan anime bertema edukasi kesehatan mengenai penyakit dalam yang divisualisaikan menjadi karakter animasi. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui makna edukasi kesehatan terkait penyakit dalam pada anime Hataraku Saibou! Black dilihat dari denotasi, konotasi, dan mitos berdarkan analisis visual dari Mise en Scene. Metode pendekatan yang digunakan yaitu Semiotika Roland Barthes melalui analisis video visual dan studi literatur. Objek penelitian yang diteliti adalah anime Hataraku Saibou! Black pada episode 01, episode 06 dan episode 12. Pemilihan episode ini berdasarkan kesamaan dari segi representasi penyakit tubuh yang dapat terpicu akibat kebiasaan buruk yang terus berulang. Hasil dari penelitian ini, yaitu : pertama, makna denotasi dalam anime Hataraku Saibou! Black adalah terdapat tanda dari visual dan teks yang mengandung makna nilai edukasi kesehatan berdasarkan representasi pada tayangan anime. Kedua, konotasi dalam anime Hataraku Saibou! Black adalah memberikan peringatan atas bahaya dari kebiasaan buruk yang dilakukan tanpa disadari secara terus menerus. Ketiga, makna mitos dalam anime Hataraku Saibou! Black adalah fungsi anime tidak sebatas media hiburan namun dapat menjadi media edukasi berdasarkan fakta sains, menghindari kebiasaan buruk yang memicu penyakit serta meniru kebiasaan makanan orang Jepang berdasarkan anime.
Toxic Retaltionship dalam Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak Vierge Yasmin Andriana; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.13553

Abstract

Abstract. Toxic relationships essentially create undesirable connections where the comfort in the relationship has been lost. In this state, there is an excessive tendency to overthink, take control, and cause harmful impacts, even to the point of hurting one another. One detrimental relationship that can occur is between parents and children. The aim of this study is to explore and analyze the toxic relationships experienced by individuals with their parents, the interpersonal communication used, and the dialogue that occurs in the parent-child relationship. This research employs a qualitative approach with an interpretive paradigm. The theory utilized in this study is the Relational Dialectics Theory by Leslie Baxter, and the data collection techniques include in-depth interviews, observations, and documentation. This study is expected to provide guidelines related to communication within the family scope, gaining a deeper understanding of communication that can lead to toxic relationships between parents and children. The results of this study indicate that ineffective communication, such as belittling, making comparisons, using hurtful words, physical violence, and rejection of the child's existence, leads to a toxic relationship between parents and children. This can cause individuals to experience trauma, loss of motivation, depression, and mental disorders. Abstrak. Toxic Relationship pada dasarnya menciptakan hubungan yang tidak diinginkan di mana kenyamanan dalam hubungan tersebut telah hilang. Dalam kondisi ini, muncul kecenderungan berlebihan untuk berpikir (overthinking), mengambil kendali, dan menyebabkan dampak merugikan, bahkan hingga menyakiti satu sama lain. Hubungan yang merugikan salah satunya datang dari hubungan orang tua dengan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri, dan melakukan analisa mengenai Toxic Relationship yang dialami individu dengan orang tuanya, komunikasi interpersonal yang digunakan dan dari dialog yang dilakukan hingga hubungan yang terjalin antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu Teori Dialektis Hubungan oleh Leslie Baxter, serta teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pedoman terkait komunikasi dalam lingkup keluarga, dengan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai komunikasi yang dapat menjurus pada hubungan yang beracun antara orang tua dan anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak efektif, seperti meremehkan, membanding-bandingkan, menggunakan kata-kata yang menyakiti hati, kekerasan fisik, dan penolakan terhadap keberadaan anak, menimbulkan hubungan yang beracun (toxic relationship) antara orang tua dan anak. Hal ini dapat menyebabkan individu mengalami trauma, kehilangan motivasi, merasa tertekan, dan gangguan mental.