Gangguan makan dan menelan pada anak balita merupakan masalah kesehatan yang sering kurang diperhatikan, namun berdampak besar terhadap status gizi, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Anak dengan gangguan ini berisiko mengalami malnutrisi, hambatan perkembangan, hingga gangguan kesehatan jangka panjang. Faktor lingkungan dan sosial turut berkontribusi, antara lain lingkungan keluarga, kondisi ekonomi, ketersediaan makanan, paparan media, pola asuh makan, serta dukungan sosial orangtua. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai nutrisi dan teknik pemberian makan yang tepat menjadi salah satu penyebab tingginya kasus gangguan makan dan menelan pada balita di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orangtua mengenai faktor risiko dan deteksi dini melalui edukasi interaktif di Posyandu. Media edukasi berupa leaflet dan video sederhana juga disediakan guna mempermudah pemahaman. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, serta evaluasi menggunakan survei pre–post untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan meningkatnya kemampuan orangtua dalam mengenali tanda gangguan, menerapkan pola makan sehat, serta tersedianya media edukasi berkelanjutan. Kegiatan ini dapat menurunkan prevalensi gangguan makan dan menelan serta mendukung tumbuh kembang balita secara optimal di Desa Palur.