Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Recent Advances in Herbal Effervescent Formulations: Challenges and Opportunities Butar-Butar, Maria Elvina Tresia; Roni, Asep; Pahlevi, Muhamad Reza; Zaelani, Diki; Sagita, Novaliana Devianti; Pratama, Reza
Sciences of Pharmacy Volume 4 Issue 1
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0401311

Abstract

The growing demand for convenient and palatable delivery systems for herbal medicines has significantly increased the interest in herbal effervescent formulations as an alternative to conventional dosage forms. Effervescent dosage forms offer rapid dissolution and the potential for enhanced absorption while masking unpleasant tastes often associated with herbal extracts. However, the successful formulation of herbal effervescent tablets presents unique challenges, including managing the complex physicochemical properties of herbal extracts, ensuring their stability and antioxidant activity within the effervescent matrix, and optimizing taste without compromising efficacy. Various studies have explored the formulation of effervescent tablets from diverse herbal sources like Kelakai root, Kaempferia galanga, and red ginger, employing different formulation methods, excipients like binders, lubricants, and sweeteners, and optimization techniques to achieve desired physical attributes and dissolution profiles. Given the expanding research in this area and the inherent complexities of herbal effervescent formulation, a comprehensive review is crucial to synthesize current knowledge, address existing challenges, and provide a roadmap for future research aimed at designing more effective and patient-friendly herbal effervescent products with improved stability, palatability, and bioavailability.
Pengembangan Formula Granul Effervescent Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon) Sebagai Antioksidan Alami Sagita, Novaliana Devianti; Sani, Afifah Rusyda; Supriadi, Dadih; Sutoro, Meylani; Zaelani, Diki; Pratama, Reza
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.62308

Abstract

Fokus pada kesehatan dan pencegahan penyakit telah mendorong pengembangan produk berbahan dasar alami dengan aktivitas antioksidan. Kulit buah melinjo (Gnetum gnemon) mengandung senyawa antioksidan seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin, tetapi pemanfaatannya masih minim. Mengembangkan dan mengevaluasi formulasi granul effervescent ekstrak kulit melinjo, serta mengukur aktivitas antioksidannya. Penelitian eksperimental ini menggunakan metode granulasi basah. Tahapan penelitian meliputi skrining fitokimia, formulasi, evaluasi sifat fisik granul, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Evaluasi mencakup parameter seperti organoleptik, waktu larut, kadar air, laju alir, sudut istirahat, kompresibilitas, pH, tinggi buih, dan volume sedimentasi. Skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, dan saponin pada ekstrak kulit melinjo. Semua formula granul memiliki sifat fisik yang memenuhi standar dengan laju alir 4-10 gram/detik), sudut istirahat (20°<α<40°), indeks kompresibilitas (<20%), serta dengan waktu larut rata-rata kurang dari 5 menit dan stabilitas suspensi yang baik dengan pH 5-7. Nilai IC50 menunjukkan aktivitas antioksidan dengan rentang 35,324–40,321 µg/mL, termasuk kategori sangat kuat. Granul effervescent berbasis ekstrak kulit melinjo memiliki potensi sebagai minuman kesehatan dengan aktivitas antioksidan yang baik. Ditunjukkan oleh sifat fisik yang sesuai dan aktivitas antioksidan yang kuat dan F2 memiliki aktivitas antioksidan IC50 paling tinggi sebesar 40,321 ± 0,324 µg/mL dan termasuk kategori sangat kuat.
DISPERSI PADAT SEBAGAI PENDEKATAN INOVATIF UNTUK STABILITAS API: MENJAWAB TANTANGAN FARMASI MODERN Syarfa, Ahmad; Nurfadillah, Rizal; Wijaya, Teguh Pradinata; Pahlevi, Muhamad Reza; Jafar, Garnadi; Sagita, Novaliana Devianti
Farmaka Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i3.60905

Abstract

Dispersi padat merupakan pendekatan inovatif yang digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas bahan aktif farmasi (API) yang sukar larut dalam air. Teknologi ini memanfaatkan sifat amorf API, yang memiliki kelarutan lebih tinggi dibandingkan bentuk kristalnya, meskipun rentan terhadap rekristalisasi. Untuk mengatasi tantangan ini, matriks polimer seperti PVP atau HPMC digunakan untuk mencegah rekristalisasi dan menjaga stabilitas API. Berbagai teknik produksi seperti ekstrusi leleh, pengeringan semprot, dan ko-presipitasi telah dikembangkan untuk menghasilkan formulasi ini. Selain itu, penambahan surfaktan dan polimer multifungsi berperan dalam meningkatkan kelarutan, mencegah supersaturasi, dan mempertahankan API dalam bentuk amorf. Meskipun teknologi ini telah digunakan dalam berbagai produk farmasi, terdapat tantangan signifikan seperti ketidakstabilan fisikokimia, pemisahan fase, dan kendala dalam meningkatkan skala produksi. Dispersi padat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kelarutan, laju disolusi, dan memungkinkan pelepasan obat yang terkendali. Hal ini memberikan keuntungan klinis seperti peningkatan kepatuhan pasien dan pengurangan frekuensi dosis. Dalam upaya meningkatkan efisiensi, inovasi terus dilakukan, seperti penggunaan kombinasi polimer dan surfaktan generasi baru, integrasi teknologi nanopartikel, dan pengembangan sistem pelepasan obat terkendali untuk pengobatan penyakit kronis. Teknologi ini telah diaplikasikan dalam berbagai produk farmasi komersial dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi formulasi farmasi. Dengan berbagai inovasi dan potensi besar yang ditawarkan, teknologi dispersi padat diharapkan mampu terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan formulasi farmasi modern dan menjadi solusi utama dalam pengembangan obat di masa depan.