Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pembaharuan Islam pada Pembaharuan Hukum Keluarga Mafaza, Akmalia Fitri
MAQASID Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v11i1.10166

Abstract

Tulisan ini membahas pembaharuan Islam dan bagaimana pengaruhnya pada bidang hukum keluarga dimana dalam kehidupan membutuhkan penyesuaian guna melengkapi kebutuhan hidup manusia. Permasalahan yang ada seperti penafsiran tekstual, fanatisme mazhab dan pola pikir yang belum terbuka menjadikan ijtihad tertutup, padahal persoalan hukum keluarga mempunyai posisi penting dalam agama Islam karena dianggap menjadi inti syariah sebagai pintu masuk penyempurnaan iman dan rangkaian ibadah lainya. Ayat mengenai perkawinan bisa dilihat dari Surah an-Nisaa’ ayat 22,23,24 dengan melihat tafsiran ayat bahwa tidak diperbolehkannya menikah dengan beberapa kalangan. Pembaharuan hukum Islam di bidang Hukum Keluarga dapat dilaksanakan dengan konsep bilateral. Hal ini dikarenakan ayat al-Quran mempunyai kandungan sistem kemasyarakatan yang sejajar. Bukti nyata bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan adalah adanya hak dan kewajiban yang sama dalam beribadah kepada Allah, sebagaimana yang yang tercantum dalam surah al-Mumin ayat 40. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sikap egaliter. Tujuan penulisan makalah ini adalah menelaah kajian pembaharuan di hukum keluarga dengan metode telaah pustaka diharapkan mampu untuk berkontribusi memberikan pemahaman terkait pembaharuan Islam yang tepat sasaran sehingga Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat dirasakan semua kalangan.
Socialization and Education on COVID-19 Prevention: Efforts to Raise Public Awareness Mafaza, Akmalia Fitri; Sari, Mayang; Zuhri, Zainullah; Irsyadiah, Nur
Bisma : Bimbingan Swadaya Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2024): December 2024
Publisher : STAI Miftahul ULa Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/bisma.v6i5.1177

Abstract

This community service program in Desa Sambiroto addresses the issue of raising awareness about COVID-19 prevention protocols. The initiative aimed to improve the community's understanding and compliance with health protocols, such as wearing masks, using hand sanitizers, and setting up handwashing stations. The ABCD (Asset-Based Community Development) approach was employed, leveraging local assets and community participation to create sustainable solutions. The strategy involved direct outreach to households, coordination with local leaders, and the use of educational media, including posters and videos. The results indicated a significant increase in adherence to health protocols, with enhanced usage of masks and improved hand hygiene practices. This program demonstrates the critical role of education and community engagement in mitigating the spread of COVID-19.
Peran Kisah Sayyidah Aisyah dalam Penanganan Hoax: Perspektif Al-Qur'an dan Strategi Pencegahannya Khusaini, Ahmad Alfin; Mafaza, Akmalia Fitri
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 5 No. 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v5i2.101

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi dan digitalisasi saat ini mampu meningkatkan kecepatan informasi. Namun, teknologi juga memunculkan masalah yakni berupa hoax atau kabar dusta. Mengatasi hoax di media sosial saat ini menjadi tugas semua kalangan. Penulis mengangkat fenomena ini karena urgensitas yang tinggi, penulis menggunakan kisah Sayyidah Aisyah sebagai contoh, dan menawarkan konsep pencegahannya. Artikel ini termasuk dalam penelitian literatur (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, yaitu mencari informasi dari berbagai literatur perpustakaan seperti buku, jurnal, majalah, dan artikel. Adapun analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menujukan Kisah Sayyidah Aisyah ra. (asbabun nuzul QS. An-Nur: 11) mengajarkan kewaspadaan terhadap adanya hoax di sekitar kita. Kemudian Al-Qur’an menyarankan pencegahan hoax melalui tabayyun (klarifikasi), husnudzan (prasangka baik), literasi digital, dan hukuman bagi pelaku yang memproduksi dan menyebarkan hoax. Terakhir rekomendasi dari kajian ini menekankan pentingnya peran pemerintahdalam melawan penyebaran hoax melalui program sosialisasi yang efektif kepada masyarakat pengguna sosial media.
Pengaruh Pembaharuan Islam pada Pembaharuan Hukum Keluarga Mafaza, Akmalia Fitri
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v11i1.10166

Abstract

Tulisan ini membahas pembaharuan Islam dan bagaimana pengaruhnya pada bidang hukum keluarga dimana dalam kehidupan membutuhkan penyesuaian guna melengkapi kebutuhan hidup manusia. Permasalahan yang ada seperti penafsiran tekstual, fanatisme mazhab dan pola pikir yang belum terbuka menjadikan ijtihad tertutup, padahal persoalan hukum keluarga mempunyai posisi penting dalam agama Islam karena dianggap menjadi inti syariah sebagai pintu masuk penyempurnaan iman dan rangkaian ibadah lainya. Ayat mengenai perkawinan bisa dilihat dari Surah an-Nisaa’ ayat 22,23,24 dengan melihat tafsiran ayat bahwa tidak diperbolehkannya menikah dengan beberapa kalangan. Pembaharuan hukum Islam di bidang Hukum Keluarga dapat dilaksanakan dengan konsep bilateral. Hal ini dikarenakan ayat al-Quran mempunyai kandungan sistem kemasyarakatan yang sejajar. Bukti nyata bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan adalah adanya hak dan kewajiban yang sama dalam beribadah kepada Allah, sebagaimana yang yang tercantum dalam surah al-Mumin ayat 40. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan sikap egaliter. Tujuan penulisan makalah ini adalah menelaah kajian pembaharuan di hukum keluarga dengan metode telaah pustaka diharapkan mampu untuk berkontribusi memberikan pemahaman terkait pembaharuan Islam yang tepat sasaran sehingga Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat dirasakan semua kalangan.
Fleksibilitas-Integratif: Konsep Baru dalam Modernisasi Pendidikan Pesantren Nashrullah, Muhammad Iqbal; Mafaza, Akmalia Fitri
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2025): Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.8.2.72-80

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul. Namun, di era abad ke-21, pesantren menghadapi tantangan untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 yang meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital. Artikel ini membahas konsep baru fleksibilitas-integratif yang muncul dari penelitian multi-kasus di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Manyar dan Pondok Pesantren Al-Fattah Siman, Lamongan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pesantren Ihyaul Ulum menerapkan pendekatan salaf-modern dengan menekankan fleksibilitas melalui program non-formal yang dijalankan, sedangkan Pesantren Al-Fattah lebih menekankan integrasi pendidikan formal dengan sistem pesantren melalui kurikulum yang terstruktur. Perbandingan dua model ini melahirkan konsep fleksibilitas-integratif, yaitu pendekatan modernisasi yang memadukan keluwesan khas tradisi pesantren dengan integrasi kurikulum nasional dan keterampilan abad ke-21. Konsep ini dinilai mampu menjawab kebutuhan santri agar memiliki kompetensi religius sekaligus keterampilan global yang relevan. Keunggulan model ini terletak pada kemampuan menjaga identitas pesantren sambil memperkuat daya saing alumni di dunia kerja modern. Namun, tantangan implementasi tetap ada, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap perubahan, dan minimnya fasilitas digital. Artikel ini menegaskan bahwa fleksibilitas-integratif dapat menjadi paradigma baru dalam modernisasi pendidikan pesantren yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.